Program Pengembangan Agrowisata Kampoeng Kopi di Lampung Barat

Debroo.net. Program Pengembangan Agrowisata Kampoeng Kopi di Lampung Barat.  Siapa yang tidak mengenal Lampung Barat, salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Lampung ini, tampaknya semakin serius membangun, termasuk mencanangkan Program Pengembangan Agrowisata Kampoeng Kopi di kawasan Kampoeng Kopi di Pekon Rigisjaya, Kecamatan Airhitam, Lampung Barat.

Agrowisata Kampoeng Kopi di Lampung Barat
Agrowisata Kampoeng Kopi di Lampung Barat

“Jadi di Lampung ini, Lampung Barat penghasil kopi terbesar khususnya robusta. Ada pameo ‘Surganya penikmat kopi, kalau belum ke Lampung Barat belum ketemu surganya’,” kata Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus

Menurut Parosil,  Lampung Barat sangat layak dikunjungi  karena potensinya soal kopi sangat luar biasa.  Kabupaten ini memiliki lahan perkebunan kopi yang sangat luas yaitu sebanyak 53 ribu hektare. Karena, daerah yang memiliki 15 kecamatan dan 131 desa dan lima kelurahan ini hampir mayoritas masyarakatnya petani kopi.

“Jadi di sini, apapun pekerjaannya, kalau tidak punya kebun kopi maka akan jadi gunjingan orang. Walaupun dia bekerja sebagai PNS atau pedagang, pasti punya kebun kopi,” kata Parosil.

Program agrowisata ini rencananya akan dimulai pada tahun ini. Adapun daerah yang menjadi percontohan menjadi kampung kopi adalah Desa Rigis Jaya. “Daerah ini dipilih karena budaya gotong royong warganya masih sangat tinggi,” kata Parosil

Dia berharap, jika program ini terealisasi maka masyarakat akan semakin sejahtera. “Jadi konsepnya bukan hanya mengembangkan kopi saja tapi juga ada unsure wisatanya,” kata Parosil.

Demi mendukung upaya Pemerintah Lampung Barat, Kamis (10/5/2018), Tim Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Direktorat Pendayagunaan Tataguna Lahan Direktorat Pengembangan Sumber Daya Lingkungan Hidup (PSDLH) mengunjungi kawasan Kampoeng Kopi tersebut.

Mereka terdiri Hardiansyah (Kasi PSDLH) Kemendes bersama anggota tim Yosef Budiarto dan Iklam. Kepala Bappeda Lampung Barat Okmal, menjelaskan kunjungan tim itu dalam rangka survei lokasi rencana pelaksanaan program pengembangan agrowisata yang akan dibiayai langsung APBN melalui Kemendes PDT tahun ini.

Rencana pembangunan itu merupakan upaya pemerintah untuk mendukung pengembangan kawasan agrowisata Kampoeng Kopi di Pekon Rigisjaya. Kegiatan itu nantinya akan dilaksanakan masyarakat setempat secara swakelola.

Pelaksanaan pembangunan untuk pengembangan kawasan agrowisata kampoeng kopi itu, tahun ini Lambar mendapat Rp800 juta untuk pengembangan kawasan agrowisata Kampoeng Kopi di Pekon Rigisjaya.

Adapun menu kegiatan yang ditawarkan melalui dana itu yang akan dilaksanakan dalam tahun ini adalah gerbang, toilet, joging track/jalan setapak, gazebo, alat/mesin bantu pengolahan hasil produksi.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *