by

Sinopsis Chandra Nandini ANTV 23 Maret 2018 Episode 80

615 views

Debroo.net. Sinopsis Chandra Nandini ANTV 23 Maret 2018 Episode 80. Dharma menemui Bindusara di kamar dan mengatakan bahwa yang terjadi tidaklah benar dan Dharma juga mengatakan kalau dirinya tidak melakukan apa2.

Sinopsis Chandra Nandini 23 Maret 2018
Sinopsis Chandra Nandini 23 Maret 2018

Dharma menceritakan pada Bindusara kalau dirinya menemui Raja dan menceritakan apa yang dia sembunyikan dan dirinya ingin dia kembali pada gelarnya semula. Bindusara menjawab dengan sinis bahwa semua ini sudah menjadi rencana dia dan Nandini.

Dharma meminta Bindusara berhenti menyudutkan Nandini dan Dharma mengatakan kalau Nandini rela menghabiskan malam bersama Chandra untuk membebaskan Bindusara. Dharma menambahkan bahwa semua itu bisa membahayakan Nandini tapi Nandini melakukannya karena menyayanginya tapi dia malah membencinya. Dharma lalu beranjak pergi.

Chanakya dalam penyamarannya dan mendengar beberapa orang dipasar yang tengah berdiskusi untuk melawan Chandra. Chanakya berpikir apa yang sudah dilakukan Chandra hingga rakyat begitu marah terhadapnya.

Chandra-Bheem kembali ke kamar di ikuti Mohini dan berbicara dengannya. Mereka lalu mendengar teriakan kemarahan rakyat di luar. Chandra-Bheem melihatnya dari balkon dan tersenyum.

Moora dan yang lain juga melihat dari balkon dan Moora mengatakan sesuatu. Bindusara berkata akan memeriksa dan beranjak pergi. Helena berpikir mungkin ini efek dari apa yang dilakukan Chandra tadi di aula dan inilah saatnya untuk membuat Bindusara menjadi raja.

Chandra-Bheem berbicara pada Mohini bahwa inilah saatnya memberitau Swananda untuk menyerang Magadha sementara itu Bindusara menemui para rakyat dan menenangkan mereka seraya bertanya mengapa mereka begitu marah. Mohini memperhatikannya.

Rakyat berkata pada Bindusara kalau Chandra tidak menghargai rakyat lagi dan mereka pun tidak akan menghormatinya lagi. Rakyat juga tau kalau Chandra telah memenjarakannya (Bindusara) dan mereka juga memutuskan untuk tidak mendukung Chandra.

Mohini bertanya pada Chandra-Bheem mengapa dia membebaskan Bindusara. Chandra-Bheem beralasan kalau dirinya ingin membalas dendam pada Nandini karena sudah memberinya ramuan obat waktu itu dan itu sebabnya dirinya membebaskan Bindusara tapi dengan syarat Nandini harus menghabiskan malam bersamanya.

Mohini pun berkata akan pergi untuk memberitau Swananda dan Mohini berpikir dirinya sudah mencurigai Bheem tanpa alasan lalu Mohini beranjak pergi. Chandra-Bheem pun berpikir betapa mudahnya membodohi Mohini dan sangat penting untuk mengirim Mohini menjauh agar dirinya bisa menghabiskan waktu bersama Nandini .

Chanakya kembali ke istana dan berpikir kalau masalah yang terjadi sangatlah serius. Lalu Chanakya memanggil prajurit dan memberi perintah agar memanggil Chandra.

Nandini berjalan menuju kamar Chandra dan melangkah mundur saat tiba di depan pintu kamar. Nandini berpikir harus melakukan semua ini demi Bindusara.

Chandra-Bheem tengah hilir mudik di dalam kamar dan mengomel karena Nandini tak kunjung datang. Chandra-Bheem berkata tidak akan melepaskan Nandini kalau Nandini sampai membodohinya tapi kemudian Nandini muncul. Chandra-Bheem menghampirinya lalu menutup pintu dan menguncinya.

Nandini pun menjadi cemas. Chandra-Bheem kemudian mendekati Nandini dan berkata kalau dirinya tadi mengira dia tidak akan datang tapi kini bahagia melihatnya. Chandra-Bheem pun membelai Nandini dengan paksa. Nandini mencoba menghindar tapi Chandra-Bheem memaksanya.

Pintu di ketuk dan Chandra-Bheem berteriak marah kemudian prajurit masuk mengatakan kalau Chanakya ingin bertemu. Chandra-Bheem membentaknya dan mengatakan sedang sibuk lalu mengusirnya. Nandini mencoba mengingatkan Chandra bahwa Chanakya adalah gurunya. Chandra menjawab bahwa bersamanya jauh lebih penting.

Prajurit menemui Chanakya dan mengatakan tentang penolakan Chandra menemuinya. Chanakya berpikir apa yang terjadi dengan Chandra dan hal penting apa yang membuatnya sibuk sehingga tidak bisa menemuinya lalu Chanakya beranjak pergi.

Chandra-Bheem membawa Nandini ke ranjang dan membuka kerudungnya kemudian hendak mencumbuinya. Nandini memintanya menemui Chanakya lebih dulu tapi Chandra-Bheem mengabaikannya. Chanakya sendiri hendak masuk kamar Chandra tapi prajurit melarang.

Chanakya pun meneriakinya. Chandra-Bheem emosi dan bergerak keluar lalu menghardik Chanakya. Chanakya mendebatnya dan bertanya kesibukan apa yang membuatnya tidak mau menemuinya. Mohini mengintainya dan berpikir kapan Chanakya tiba dan mengapa Bheem berbicara kasar pada Chanakya.

Chandra-Bheem sendiri mendebat Chanakya dan berkata kalau dirinya sedang menghabiskan waktu bersama istrinya dan Chandra-Bheem juga menyuruh Chanakya untuk menghabiskan waktu bersama keluarganya sendiri karena dia sudah tua dan sudah saatnya beristirahat.

Baca Juga :  Sinopsis Chandra Nandini ANTV 25 Maret 2018 Episode 82

Chanakya pun menyuruh Chandra menghentikan ucapannya dan berterimakasih atas semua penghormatan yang sudah diberikannya. Chanakya berkata tidak ingin tinggal di istana lagi dan dia akan menyesal nanti lalu Chanakya beranjak pergi dan Chandra-Bheem kembali ke kamar seraya berkata tidak ingin juga melihat wajah Chanakya. Nandini sendiri mengikuti Chanakya.

Chandra-Bheem kembali ke kamar dan menyadari tindakannya pada Chanakya lalu Chandra-Bheem mencari2 Mohini untuk meminta bantuannya.

Nandini berteriak memanggil Chanakya dan mengatakan agar tidak pergi karena Chandra tengah sakit. Chanakya menjawab jika Chandra sakit bukan berarti dia berhak menghinanya. Nandini mencoba menjelaskan dan menceritakan semuanya yang terjadi pada Chandra.

Nandini memohon untuk tidak meninggalkan mereka semua karena hanya dia yang bisa menyelamatkannya. Chanakya pun mengatakan bahwa Chandra memang biasanya tidak bisa menghina gurunya. Chanakya meminta Nandini tetap menemani Chandra dan mengabari perkembangannya. Nandini pun berterimakasih.

Swananda membaca surat dan mengatakan pada Amartya bahwa ini saat yang tepat untuk menyerang Magadha. Amartya menjawab kalau pasukan mereka sudah siap untuk menyerang. Swananda pun berkata bahwa Magadha yang baru dan Raja yang sebenarnya akan segera datang.

Chanakya berjalan di koridor dan teringat perilaku kasar Chandra. Chanakya tidak bisa percaya bahwa Chandra bisa bersikap seperti itu lalu Chanakya bertanya pada seorang prajurit apakah dia melihat hal yang aneh sebelumnya. Prajurit lain mengatakan melihat kejanggalan.

Chanakya bertanya padanya. Sang prajurit menunjuk sebuah kamar dan berkata kalau Raja kerap keluar masuk ke kamar itu lalu mereka beranjak pergi. Chanakya menatap pintu yang terkunci dan menyuruh prajurit membukanya sementara itu Chandra-Bheem berjalan mencari2 Mohini dan melihat prajurit yang akan membuka pintu kamarnya.

Chandra-Bheem panik membenarkan ucapan Mohini yang mengatakan bahwa Chanakya begitu cerdik lalu saat Chanakya hendak masuk diapun menghentikannya dan bertanya siapa yang memberi hak untuk masuk ke kamar tersebut. Chanakya menjawab kalau melihat seseorang yang masuk ke kamar itu dan Chanakya juga meminta maaf karena masuk tanpa seijinnya lalu Chanakya memaksa masuk dan memeriksa ke dalam dan tidak menemukan apapun.

Chandra-Bheem ikut masuk dan melihat dengan cemas. Chanakya lalu menunjuk salah satu tempat dan beekata bahwa orang yang disangkanya masuk tadi mungkin sudah lari dan Chanakya memperhatikan kegugupan Chandra-Bheem. Chanakya pun bertanya padanya mengapa dia tadi menghentikannya untuk masuk.

Chandra-Bheem menjawab dengan gugup kalau dirinya ingin menggunakan kamar ini sebagai gudang barang2nya lalu Chandra-Bheem beranjak pergi sambil meneriaki prajurit2nya untuk tidak masuk ke kamar tersebut tanpa seijinnya. Chanakya pun memikirkan sesuatu.

Chandra-Bheem kembali ke kamar dan menyesal sudah berdebat dengan Chanakya dan kini dirinya takut akan akibatnya. Chandra-Bheem beetanya2 kemana perginya tubuhnya dan kemanakah Mohini lalu Chandra-Bheem mengeluarkan sukmanya dari tubuh Chandra.

Mohini masuk ke ruang bawah tanah menghampiri tubuh Bheem. Sukma Bheem kemudian kembali ke tubuhnya dan Bheem berdebat dengan Mohini. Mohini bertanya mengapa dia melawan Chanakya dan kini mungkin Chanakya sudah menyadari kalau ada yang tidak beres dengan Chandra.

Bheem pun meminta maaf pada Mohini dan bertanya apa yang harus dilakukan kini. Mohini melarangnya merasuki tubuh Chandra dulu sebelum dimintanya dan Mohini menyuruhnya untuk tidak keluar dari ruang bawah tanah tersebut karena dirinya akan memeriksa ke dalam istana.

Nandini ke kamar Chandra dan melihatnya terbaring layaknya orang yang sedang mabuk. Nandini berpikir untuk tetap harus bersama Chandra karena Chanakya memintanya dan Nandini bingung bagaimana cara menangani Chandra. Chandra kemudian terbangun dan mengatakan kepalanya begitu sakit.

Chandra melihat Nandini dan meminta bantuannya mengatasi rasa sakit kepalanya. Nandini berpikir kalau Chandra hanya pura2 dan Chandra kembali bertanya apa yang terjadi semalam karena dirinya tidak bisa mengingat apapun. Nandini berkata akan mengambilkan obat dan Nandini hendak pergi tapi Chandra menahannya dan memintanya memijat kepalanya saja.

Nandini pun melakukannya. Mohini sendiri muncul dan mengintai mereka dari pintu. Chandra mengajak Nandini bicara sementara Nandini berpikir kalau Chandra hanya bersandiwara agar bisa mendekatinya. Mohini emosi melihat kedekatan Chandra Nandini dan berkata tidak akan membiarkan hal itu terjadi lalu beranjak pergi.

Baca Juga :  Sinopsis Chandra Nandini Episode 18 - Hadiah Terbaik Nandini di Ulang Tahun Moora

Chandra bertanya kembali pada Nandini tentang apa yang terjadi semalam dan Nandini menjawab dengan ketus kalau dirinya tidak tau apa yang terjadi dan dia sebenarnya hanya berpura2 sakit kepala agar bisa dekat dengannya. Chandra pun berpikir kalau Nandini sedang tidak sehat dan memutuskan akan berbicara pada Chanakya.

Seorang peramal melihat horoskop Chandra dan berbicara pada Helena bahwa Chandra baik2 saja dan semua masalah akan segera terselesaikan. Dharma dan Charumitra muncul menyapa keduanya. Helena lalu mengatakan pada peramal agar melihat masa depan mereka juga.

Charumitra memberikan tangannya lebih dulu pada pendeta dan pendeta meramalnya. Pendeta mengatakan bahwa dia akan mempunyai seorang anak dari Bindusara dan anaknya akan menjadi bayi pertama yang lahir diantara anak Bindusara yang lain.

Charumitra merasa senang. Dharma lalu memberikan tangannya dan pendeta meramal kalau dia akan memiliki dua anak dari Bindusara dimana yang satu akan menjadi pakar ilmu dan yang lain akan menjadi penguasa Magadha. Charumitra dan Helena terkejut mendengarnya. Pendeta lalu berpamitan dan beranjak pergi. Charumitra berpikir kalau bayinya akan lahir pertama kali mengapa anak Dharma yang akan menjadi Raja nantinya.

Chandra berjalan di koridor hendak menemui Chanakya dan menyapa Dadima yang tengah berjalan bersama Bhadraketu. Dadima mengabaikannya dan beranjak pergi. Chandra lalu bertemu Helena dan menyapanya tapi Helena teringat tamparannya dan mengabaikannya juga. Chandra pun berpikir mengapa orang2 berperilaku aneh terhadapnya.

Chandra masuk ruangan Chanakya dan memberi salam. Chanakya menatapnya dengan tajam. Chandra lalu berbicara dengannya meminta bantuan mengatasi penyakit Nandini. Chanakya berpikir apa yang tengah dibahas Chandra sekarang dan Chanakya berkata kalau dirinya terakhir bertemu Nandini dalam keadaan baik2 saja.

Chandra menjawab kalau dirinya sudah lama tidak bertemu Nandini. Chanakya kemudian menyuruh Chandra pergi beristirahat dan menambahkan kalau Nandini akan baik2 saja. Chandra pun berpamitan. Chanakya berpikir bahwa apa yang di ucapkan Nandini memang benar kalau ada yang salah dalam diri Chandra.

Bindusara bertanya pada Charumitra yang tengah menangis. Charumitra menceritakan prediksi peramal tadi dan memprovokasi Bindusara dengan berkata bahwa anak Dharma pasti akan melawannya nanti di masa depan dan merebut singgasananya. Bindusara terkejut lalu mengatakan bahwa selama dirinya masih hidup hal itu tidak akan pernah terjadi. Charumitra pun tersenyum licik.

Chandra berbicara pada Nandini menanyakan sikap orang2 yang kasar dan terkesan takut kepadanya. Nandini pun bertanya apa hal terakhir yang di ingat nya. Chandra menjawab bahwa dirinya hanya ingat sedang di teras dan dia (Nandini) mengatakan sesuatu yang juga tak di ingatnya.

Nandini pun menceritakan semua perilakunya. Chandra pun membantah bisa melakukan semua itu padanya dan yang lain. Nandini membentaknya dan mengatakan, “ya !! Kau melakukannya..tidak hanya padaku tapi kau juga menghina Chanakya dan kau menghabiskan malam bersama Mohini..jika ini kebenaran tentang dirimu maka aku akan bahagia menjadi Savitri dan tidak mau menjadi istrimu!!”. Chandra sendiri merasa kebingungan dan berpikir bahwa Nandini mungkin sedang berhalusinasi.

Mohini berdiri diatas tebing dan memeriksa sekitar lalu mengatakan akan mendorong Nandini dari tebing ini dan Nandini pasti akan mati. Mohini juga berkata kalau dirinya tau bagaimana cara menggiring Nandini ke tebing ini kemudian Mohini kembali melakukan ritual sihirnya.

Chandra sendiri masih berpikir kalau Nandini tengah berhalusinasi dan berkata pada Nandini kalau dirinya akan membuat semua kembali normal. Nandini meneriakinya, “cukuppp!!kalau kau tidak percaya padaku ayo..kita tanya semua orang !!”.

Chandra menenangkan Nandini dan berkata mempercayainya. Sukma Mohini merasuki tubuh Nandini. Nandini-Mohini kemudian berkata, “hentikan !!aku tidak ingin berbicara padamu lagi dan sekarang aku ingin menemui suamiku Bheem..”. Chandra pun terkejut mendengarnya.

Sumber : intifilm.com

Loading...

Comment