by

Yuk Cari Tahu Dampak Siklon Tropis Marcus untuk Wilayah Lampung

Debroo.net. Yuk Cari Tahu Dampak Siklon Tropis Marcus untuk Wilayah Lampung. Berdasarkan analisis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung, siklon tropis akan melewati sebagian wilayah Indonesia ternyata membawa dampak secara tidak langsung untuk wilayah Lampung.

Hal tersebut dikemukakan Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung Rudi Harianto yang mengatakan, akan ada dampak secara tidak langsung dari siklon tropis Marcus, yakni mempengaruhi pola aliran di wilayah Lampung, dengan konvergensi (pertemuan massa udara) terdorong lebih ke timur, pasokan uap air juga ikut bergeser cenderung di wilayah timur Lampung.

“Sehingga dalam dua hari ini ada beberapa wilayah Lampung yang potensi hujannya menurun dibanding hari-hari sebelumnya,”.

Berdasarkan analisa BMKG pada Selasa (20/3/2018) pukul 19.00 WIB, posisi siklon tropis Marcus berada di Samudera Hindia sebelah selatan Bali, 14.6 LS, 115.5 BT (sekitar 650 km sebelah selatan Denpasar). Arah dan kecepatan gerak menuju barat dengan kecepatan 15 knot (27 km/jam) bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

Tekanan terendah yakni 958 mb, dengan kekuatan 90 knot (165 km/jam). Sedangkan prakiraan 24 jam (21 Maret 2018 pukul 19.00 WIB), posisi Marcus berada di Samudera Hindia sebelah selatan Jawa Tengah, 15.2 LS, 109.9 BT (sekitar 920 km sebelah barat daya Denpasar).

Arah dan kecepatan gerak ke barat daya bergerak menjauhi wilayah Indonesia dengan tekanan terendah 917 mb dan kekuatan 120 knot (220 km/jam).

“Siklon Tropis Marcus memberikan dampak terhadap cuaca di Indonesia berupa hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpeluang terjadi di wilayah Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT,” ujarnya.

Gelombang dengan tinggi gelombang 1.25 – 2.50 m berpeluang terjadi di perairan selatan Banten hingga Jawa Tengah, perairan selatan Pulau Sawu, Pulau Rote, Kupang, Laut Sawu, dan Laut Timor selatan NTT.

Baca Juga :  Jadi Lokasi Prosititusi, City Spa Bandar Lampung di Segel

Gelombang dengan tinggi gelombang 2.50 – 4.00 m berpeluang terjadi di perairan selatan Jawa Timur hingga Sumba, Selat Bali, Selat Lombok, Selat Alas bagian selatan, dan Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTT.

Loading...

Comment