by

Sinopsis Chandra Nandini Episode 79 Kamis 22 Maret 2018 di ANTV

Debroo.net. Sinopsis Chandra Nandini Episode 79 Kamis 22 Maret 2018 di ANTV. Chandra-Bheem dan Mohini merayakan kemenangan mereka dengan minum2 dan bermesraan. Chandra-Bheem berkata bahwa ini semua sangat menyenangkan.

Sinopsis Chandra Nandini 22 Maret 2018
Sinopsis Chandra Nandini 22 Maret 2018

Pagi harinya Nandini merias diri dan kembali teringat kebersamaannya bersama Chandra. Nandini pun merasa harus segera memberikan ramuan tabib pada Chandra sebelum segala sesuatunya terlambat. Helena menemuinya dan Nandini berkata bahwa inilah waktunya untuk memberikan ramuan tapi bagaimana cara untuk memberikannya karena Chandra begitu cepat marah. Helena teringat tamparan Chandra dan memikirkan sesuatu. Nandini menyadarkannya dan Helena mengajaknya pergi.

Nandini dan Helena tiba didepan pintu kamar Chandra dan Nandini bertanya pada Helena haruskah mereka menggunakan cara ini. Helena menjawab bahwa demi Chandra mereka harus melakukannya lalu saat Nandinj hendak masuk ke kamar tiba2 pintu terbuka dan Mohini muncul.

Mohini menyindir mereka berdua. Nandini mengatakan ingin berbicara dengan Raja karena ingin memberikan ramuan obat sebab Chandra sedang tidak sehat dan Nandini menunjukkan ramuannya. Mohini melarangnya dan mengatakan kalau Chandra tengah tidur setelah semalaman mereka berdua begadang.

Helena menghardiknya dan mengatakan kalau dirinya dan Nandini juga istri Chandra. Mohini bertanya betapa beraninya dia berbicara lantang pada seorang ratu pertama seraya Mohini menunjukkan mahkota yang bertengger di kepalanya. Helena hendak menyerangnya tapi Nandini menahannya dan membawanya pergi. Mohini memikirkan sesuatu.

Helena berkata pada Nandini kalau ingin sekali menampar Mohini. Nandini menenangkannya dan berkata kalau misi mereka hanya ramuan obat tersebut dan mereka perlu menjauhkan Mohini. Helena berkata akan menangani Mohini.

Madhumati muncul di istana dan berbicara dengan salah satu pelayan menanyakan Dharma lalu Madhumati beranjak pergi dan bertabrakan dengan Justin. Justin berpikir bahwa terakhir kali Madhumati di istana bisa membuat Bindusara kehilangan gelar putra mahkotanya dan Justin menganggap Madhumati sangat berbahaya.

Justin pun meminta maaf pada Madhumati dan memanggilnya saudara lalu Justin beranjak pergi. Pelayan yang bersama Madhumati tadi terkejut dan mengatakan bahwa baru kali ini Justin memanggil seorang gadis dengan sebutan saudara kemudian diapun tertawa.

Nandini dan Helena mengintai pelayan yang tengah mengetuk pintu kamar Chandra. Nandini mengatakan sesuatu. Mohini membuka pintu dan memarahi pelayan karena berani mengganggunya. Pelayan itu mengatakan kalau Bheem memanggilnya.

Mohini terkejut karena Bheem sedang dalam berada dalam tubuh Chandra kemudian Mohini yang kebingungan pun beranjak pergi. Helena mengatakan pada Nandini bahwa tugasnya sudah seleksai dan sekarang adalah giliran dia untuk masuk ke kamar dan Nandini pun beranjak masuk ke kamar Chandra. Helena sendiri menyuruh pelayan tadi pergi.

Nandini melihat Chandra-Bheem yang tertidur dan berpikir bahwa hanya inilah satu2nya kesempatan.

Helena berjalan di koridor dan melihat Mohini yang akan kembali ke kamar. Mohini memikirkan sesuatu lalu Helena mengajaknya bicara dan berusaha menahan Mohini agar tidak terus berjalan ke kamar. Helena meminta maaf atas kejadian semalam dan meminta Mohini agar mengatakan pada Chandra untuk tidak melemparnya keluar dari istana dan sebagai gantinya Helena berjanji akan memberikan semua perhiasannya. Mohini tertarik dan kemudian Helena mengajaknya untuk ikut bersamanya dan membawanya pergi ke kamarnya.

Nandini sendiri mencampur ramuannya dalam minuman Chandra dan memikirkan sesuatu. Lalu Nandini membangunkan Chandra-Bheem tapi Chandra-Bheem menariknya dalam pelukannya dan saat tersadar Chandra-Bheem menanyakan keberadaan Mohini. Nandini mendorongnya untuk berbaring lagi dan berpura2 untuk merayunya.

Di kamarnya, Helena menunjukkan sekotak perhiasan penuh pada Mohini. Mohini pun fokus pada perhiasan tadi. Helena berpikir bahwa Mohini yang serakah akan sibuk dengan perhiasannya hingga Nandini nanti kembali.

Chandra-Bheem berpikir bahwa nasibnya tengah bersinar hingga bisa memiliki istri Raja dan kemudian Chandra-Bheem menarik Nandini dalam pelukannya. Nandini setengah menolak dan mengatakan agar jangan terburu2 kemudian menuangkan minuman yang telah dicampurnya tadi ke dalam gelas dan memberikannya pada Chandra-Bheem yang langsung meminumnya lantas Chandra-Bheem berniat mencumbui Nandini tapi ternyata efek ramuan tadi membuatnya tak sadarkan diri. Nandini bangun dan memeriksa keadaan Chandra-Bheem lalu beranjak pergi.

Baca Juga :  Sinopsis Chandra Nandini ANTV Episode 19

Helena bertanya pada Nandini apakah dia sudah melakukan pekerjaannya. Nandini berkata kalau pekerjaannya sudah beres dan mereka beranjak pergi. Mohini yang diam2 mendengarkan mereka menjadi kesal karena merasa di bodohi dan Mohini berharap tindakan Helena dan Nandini tidak berpengaruh pada sukma Bheem.

Madhumati tengah berbicara pada Dharma dan bertanya mengapa dia memanggilnya. Dharma pun memintanya mengatakan kebenaran tentang siapa yang telah menculiknya dulu apakah Justin atau Bindusara. Madhumati pun menceritakan yang sebenarnya bahwa Bindusara yang memintanya melakukan semua itu untuk melindungi Justin. Dharma pun berpikir dirinya sudah membenci Bindusara atas sesuatu yang tidak pernah dilakukannya dan di ia harus melewati semua hinaan dan kebencian gara2 hal tersebut. Dharma berencana untuk memberitau Raja.

Nandini kembali memeriksa Chandra-Bheem yang tertidur dan berniat membuat minuman lagi dengan harapan ramuannya akan bekerja dengan baik dan Chandra bisa kembali pada kehidupannya tapi Chandra terbangun dan mengatakan bagaimana dirinya bisa berada di kamar sedangkan tadi dirinya di teras.

Nandini berpikir mengapa Chandra tidak mengingat apa yang dilakukannya semalam. Nandini menghampirinya dan berbicara dengannya. Dharma muncul dan meminta maaf karena sudah mengganggu. Nandini menyuruhnya masuk. Dharma masuk dan berkata ingin membicarakan Bindusara.

Chandra bertanya apakah dia sudah memaafkan Bindusara. Dharma lalu mengatakan bahwa semua adalah kesalahannya. Nandini bertanya maksud ucapannya. Dharma menjelaskan dan menceritakan kejadian yang sebenarnya bahwa Bindusara melakukan semua itu karena ingin menyelamatkan Justin.

Dharma memohon agar Chandra memaafkan Bindusara dan mengembalikan gelar putra mahkotanya. Nandini memuji Dharma yang berhasil menemukan kebenaran dan memberitahukan. Nandini berkata bahwa besok di aula Raja akan membuat pengumuman. Chandra mengangguk mendukung ucapan Nandini. Nandini bersyukur karena Chandra melakukan kebaikan.

Dharma menemui Bindusara sambil membawa buah2an dan memintanya makan karena dia belum makan apapun. Bindusara melempar buah tersebut dan mengatakan pada Dharma untuk berhenti bersikap seperti seorang istri. Dharma berkata bahwa dirinya melakukan ini agar bisa tidir nyenyak sebab bila dia mulai lapar maka dia akan bangun tengah malam dan berlatih pedang yang tentu saja akan menganggu tidur nyenyaknya.

Bindusara menyuruhnya menjauh. Dharma berkata kalau dirinya sudah berbicara pada Raja tentang keputusannya. Bindusara menyahut kalau dirinya tidak tertarik dengan keputusannya.

Chandra-Bheem memasuki aula dan duduk di singgasananya. Lalu sang raja mulai bicara menyuruh Bindusara maju. Bindusara maju ke hadapannya. Chandra-Bheem mengumumkan kalau Bindusara tidak pantas untuk menjadi putra mahkota. Pengumuman Chandra ini mengejutkan semua. Bindusara pun terlihat marah sementara Mohini sangat gembira.

Bindusara teringat ucapan Dharma yang mengatakan kalau dia sudah berbicara pada Raja mengenai keputusannya dan ini berarti Dharma tidak memaafkannya. Mentri lalu membicarakan masalah selanjutnya mengenai petani yang kecewa dengan naiknya pajak.

Chandra-Bheem menjawab jika mereka melawan maka mereka akan ditangkap. Mentri juga bertanya mengenai masalah tahanan penjara. Chandra-Bheem menyuruh untuk memaafkan semua tahanan dan membebaskan mereka. Semua orang terkejut mendengarnya.

Bindusara menyela mengatakan bahwa membebaskan semua tahanan akan membahayakan. Chandra-Bheem bertanya mengapa dia berani melawan keputusannya dan itu berarti dia adalah penjahat. Chandra-Bheem menyuruh prajurit untuk menangkap Bindusara. Bindusara pun di bawa oleh beberapa prajurit.

Mohini tersenyum dan menatap Nandini seraya berkata bahwa dia tidak akan pernah menang melawan Mohini (kilas balik saat Mohini melihat Chandra-Bheem tak sadarkan diri dan Mohini pun menyadarkannya lalu menanyakan keadaannya lalu mengatakan bahwa Nandini yang telah memberinya ramuan obat.

Baca Juga :  Sinopsis Chandra Nandini Episode 23 Bagian 2 Tayang 25 Januari 2018 - Nandini Mulai Menghantui Roopa

Chandra-Bheem berkata tidak akan melepaskan Nandini. Mohini pun memintanya melakukan apa yang dikatakannya). Mohini kembali berkata kalau dirinya adalah pemain handal dan tidak akan ada yang bisa melawannya.

Didalam penjara Bindusara kembali teringat ucapan ayahnya dan berpikir mengapa ayahnya berperilaku aneh. Nandini menemuinya dan berkata kalau raja sudah melakukan kesalahan. Bindusara menghardiknya dan berkata bahwa dia pasti bahagia melihat keadaan.

Nandini membantah dan berkata tidak menginginkan semua ini. Bindusara menuduh Nandini memperalat Dharma untuk melakukan semua ini. Nandini membantahnya tapi Bindusara menyuruhnya untuk meninggalkannya sendiri. Nandini pun beranjak pergi seraya berpikir untuk membawa Bindusara ke luar dari semua masalah ini.

Dharma tengah berbicara dengan pangeran dan putri yang lain. Justin berkata bahwa ayahnya tidak mungkin bisa melakukan semua ini dan ini pasti telah terjadi kesalahan. Bhadraketu juga melihat perubahan sikap Chandra tapi yang terjadi hari ini benar2 di luar batas.

Chandra-Bheem tengah mandi di ruang mandi. Nandini mendatanginya dan berpikir bagaimana suasana hati Chandra saat ini lalu Nandini berkata pada Chandra-Bheem ingin berbicara mengenai Bindusara. Chandra-Bheem melihatnya tegang dan memintanya untuk tenang dan memijat punggungnya.

Nandini lalu memijat punggung Chandra-Bheem menggunakan lulur. Chandra-Bheem teringat batal bermesraan dengan Nandini semalam. Nandini lalu berbicara pada Chandra-Bheem agar dia membebaskan Bindusara karena Bindusara tidak bersalah.

Chandra-Bheem berkata akan melakukannya tapi meminta imbalan agar dia menghabiskan malam bersamanya nanti. Ucapan Chandra-Bheem ini membuat Nandini menjauh darinya. Chandra-Bheem mengatakan kalau dirinya sudah melempar Bheem keluar dan kedua istrinya sudah menjadi miliknya.

Chandra-Bheem berkata bahwa sepertinya dia menolak keinginannya jadi Bindusara akan dipenjara seumur hidup. Nandini hanya bisa menangis lalu berkata menyetujui persyaratannya. Mohini diam2 mengintai mereka dan mendengar semuanya.

Nandini tengah memikirkan semua. Dharma menemuinya dan mempertanyakan keputusan Chandra yang memenjarakan Bindusara. Nandini berkata kalau mental Chandra sedang tidak stabil dan dia seperti memiliki 2 kepribadian. Pelayan datang membawa pakaian serta perhiasan dan mengatakan kalau raja yang mengirimkannya.

Setelah pelayan pergi Dharma bertanya pada Nandini mengapa dia terlihat tegang. Nandini kembali berbicara dengan Dharma mengenai persyaratan dari Chandra untuk membebaskan Bindusara. Dharma terkejut dan bertanya mengapa dia setuju dengan syarat tersebut . Nandini menjawab kalau Bindusara lebih penting.

Helena menemui Bindusara dan berbicara dengannya agar bergabung dengan Yunani untuk menyerang Magadha tapi Bindusara menolak melakukannya. Lalu prajurit datang mengatakan Bindusara dibebaskan. Helena bertanya siapa yang membebaskannya. Prajurit pun menjawab bahwa Raja Chandra yang membebaskannya.

Chandra-Bheem berjalan menuju pasar bersama Mohini. Chandra-Bheem bertanya pada Mohini mengapa dia membawanya ke pasar. Mohini berkata bahwa seorang raja perlu menemui rakyatnya dan Mohini mengatakan kalau rakyat Magadha tidak menghormatinya sebagai Raja karena mereka tidak ada yang memberi salam padanya.

Chandra-Bheem lalu memukul seseorang dan mengatakan pada mereka semua kalau mereka harus berlutut untuk menyambut kedatangannya. Rakyat pun terkejut dengan kesombongan Chandra.

Nandini memakai pakaian pemberian Chandra-Bheem dan berkata kalau dirinya tidak pernah sekalipun memimpikan hari ini. Nandini pun mengingat kenangannya dengan Chandra dan merasa bingung dengan perilakunya akhir2 ini. Nandini pun berdoa meminta pada Dewa agar dirinya tidak menyesal pada akhirnya nanti.

sumber : intifilm.com

Loading...

Comment