by

Sinopsis Chandra Nandini Episode 76 Senin 19 Maret 2018 di ANTV

Debroo.net. Sinopsis Chandra Nandini Episode 76 Senin 19 Maret 2018 di ANTV. Dharma berjalan di koridor dan kemudian mendengar percakapan dua orang mata2 yang tak lain adalah mata2 Swananda.

Sinopsis Chandra Nandini 19 Maret 2013
Sinopsis Chandra Nandini 19 Maret 2013

Dharma mendengar mereka merencanakan untuk menghabisi Chanakya saat perayaan Dussera. Dharma tanpa sengaja menjatuhkan guci dan mata2 itu melihatnya. Mereka pun mengejar Dharma.

Dharma pun berhasil ditangkap dan mereka mengikatnya lalu memutuskan meletakkan Dharma di dalam patung Dewa agar rahasia mereka tetap terjaga.

Nandini tengah tenggelam dalam kebingungannya sementara Mohini tengah teringat akan Chandra dan menyukai sandiwaranya bersama Chandra. Mohini merasa ada yang lain pada diri Chandra dan itulah kenapa banyak gadis yang menggilainya. Mohini pun tenggelam dalam lamunannya bersama Chandra dan berkata akan bersenang2 dengan Chandra.

Tabib menemui Chandra dan berbicara padanya bahwa tidak ditemukan racun dalam darahnya dan mungkin ada luka di dalam kepala akibat dia terjatuh dikurangi dulu yang mengakibatkan Nandini sering berhalusinasi. Tabib berkata bahwa mungkin terjadi pembekuan darah di dalam kepalanya dan itu bisa mematikan.

Chandra meminta tabib menyelamatkan Nandini-nya. Tabib pun menjawab akan mencari pengobatannya dan sementara dirinya mencari tabib meminta Chandra agar membuat Nandini tetap bahagia.

Di luar istana, seorang pelayan tengah bertanya pada dua mata2 yang menculik Dharma. Mata2 itu memberikan sebuah surat dan berusaha menutupi panci besar yang dibawanya dimana Dharma ada didalamnya. Seorang prajurit datang memberitahu pelayan kalau mereka semua harus segera berkumpul. Sang pelayan beranjak pergi dan setelah itu Dharma di ikat pada patung Rahwana.

Pagi harinya Bindusara terbangun dan berpikir betapa keras kepalanya Dharma karena berani tidak hadir di kamarnya semalam dan Bindusara berniat memberinya pelajaran lalu Charumitra datang dan melakukan aarti padanya. Bindusara lalu berkata mengenai Dharma yang berani pergi tanpa ijinnya.

Charumitra menjawab untuk tidak terlalu memikirkan Dharma dan membiarkannya saja seperti sampah. Bindusara berkata akan tetap memberi pelajaran pada Dharma karena berani menentangnya lalu Bindusara memanggil pelayan dan memberi perintah agar mencari Dharma.

Chandra mendatangi Nandini. Nandini memintanya untuk meninggalkannya sendiri tapi Chandra bertanya mengapa dia bersikap seperti ini padanya. Nandini pun mendebat tentang Bheem dan Mohini. Chandra menghardiknya karena mengungkit masalah itu lagi tapi kemudian Chandra meminta maaf.

Nandini memintanya pergi tapi Chandra lagi2 beralasan sakit kepala dan meminta Nandini melihat kepala nya. Nandini berkata akan mengambil minyaknya tapi Chandra berkata kalau dia akan melihatnya di luar kamarnya agar orang lain tau kalau dia sedang membantunya. Nandini mengiyakan. Chandra berpikir hanya inilah cara untuk menghabiskan waktu bersama Nandini dan mengalihkan perhatiannya.

Bheem menatap Mohini yang tengah bercermin dan mengatakan kalau dia sangat cantik dan bertanya siapa targetnya hari ini. Mohini menjawab kalau dirinya akan mencoba mendekati Chandra lagi yang mana akan membuat rencana mereka semakin nyata. Bheem pun berkata telah siap. Mohini sendiri berpikir kalau dirinya akan bersama Chandra lagi.

Bindusara di luar istana dan pelayan memberi informasi kalau Dharma tidak ditemukan dimanapun. Bindusara pun bertanya apakah Dharma menghilang. Bindusara menyuruh pelayan untuk pergi dan Bindusara berniat mencari Dharma. Dharma sendiri yang terikat dalam patung Rahwana berusaha memanggilnya.

Chandra tengah berada di ruang mandi menunggu Nandini dan berbicara sendiri bahwa dirinya harus mencari cara untuk mengesankan Nandini . Tiba2 sukma Bheem merasukinya dan kemudian Chandra-Bheem memanggil Mohini. Mohini datang dan memeluk Chandra-Bheem sambil memintanya bersabar karena Nandini mungkin sedang dalam perjalanan ke ruang mandi lalu keduanya masuk ke dalam kolam dan mandi bersama sambil pura2 bermesraan.

Nandini datang membawa minyak untuk memijat dan menjatuhkannya karena terkejut melihat Chandra-Bheem dan Mohini. Nandini pun membalikkan badan. Chandra-Bheem memanggilnya Savitri dan memintanya mendekat lalu Chandra-Bheem menghampiri Nandini dan Nandini mengatakan kalau dirinya adalah Nandini.

Baca Juga :  Sinopsis Chandra Nandini Episode 46

Chandra-Bheem mendekat pada Nandini dan berkata kalau Nandini sudah tiada dan diri nya kini menyukai keduanya (Nandini dan Mohini). Mohini memeluk Chandra-Bheem dan mengatakan pada Nandini kalau mereka berdua akan bersama2 memimpin Magadha.

Nandini membalas betapa memakukannya dia. Chandra-Bheem mengatakan pada Nandini untuk menyetujui lamarannya pada Mohini atau dirinya akan mencari jalan lain. Nandini emosi dan beranjak pergi. Mohini kembali memeluk Chandra-Bheem dan mengatakan ingin bersenang2 dengannya tapi Chandra-Bheem menghardiknya menyuruhnya pergi sebelum ada seseorang melihat mereka. Mohini pun beranjak pergi. Chandra-Bheem duduk dan sukma Bheem keluar dari raga Chandra. Chandra merasa sakit kepala lagi dan bertanya2 kenapa Nandini tidak kunjung datang lalu Chandra beranjak pergi.

Dua orang lelaki mata2 Swananda meletakkan minyak di seluruh kamar Chanakya. Salah satu dari mereka berkata bahwa jika sekali saja Chanakya melangkah masuk maka kamar ini akan langsung terbakar dan Chanakya akan habis lalu mereka beranjak pergi.

Nandini menangis di kamar dan membuang semua perhiasan yang melekat padanya karena merasa telah jatuh cinta dengan lelaki yang sudah membohonginya. Chandra datang dan terkejut melihat Nandini menangis lalu bertanya dengan memanggilnya Nandini.

Tapi Nandini menghardiknya dan mengatakan agar dia memanggilnya Savitri. Chandra terkejut mendengarnya dan berusaha meyakinkan Nandini kalau dia bukan Savitri. Chandra juga meminta maaf jika telah melakukan kesalahan. Nandini tidak mempercayainya dan mengusirnya. Chandra yang bingung pun beranjak pergi. Nandini pun terlihat hancur.

Bheem berbicara pada Mohini kalau Nandini tidak akan pernah ingat kalau dia adalah Nandini. Bheem juga mengingatkan Mohini untuk hadir dalam perayaan nanti malam atau mereka akan dicurigai

Nandini memasang gelangnya dan teringat saat Chandra yang memanggilnya Savitri dan mengingat kedekatan Chandra dan Mohini. Nandini mulai berteriak dan berkata kalau dirinya bukan Savitri tapi Nandini kemudian berpikir bahwa dirinya mungkin memang Savitri tapi karena dirinya mencintai Raja maka dirinya tidak bisa menerima kalau dirinya adalah Savitri.

Nandini begitu bingung dan bertanya2 pada siapa harus berkeluh kesah dan meminta bantuan. Nandini memikirkan seseorang dan berkata kalau dia pasti akan membantunya .

Chanakya hendak masuk ke dalam kamarnya tapi Nandini memanggilnya dan berkata ingin berbicara penting mengenai Chandra. Lalu Chanakya mempersilahkan Nandini masuk kamarnya tapi Chanakya menghentikannya karena mencium bau minyak.

Chanakya mencari2 dan menemukan batu di bawah karpet. Nandini bertanya dan Chanakya mengatakan kalau batu itu akan terbakar jika di gosok lalu Chanakya mengajak Nandini pergi memberitau Chandra agar waspada.

Di perayaan Dussera Pendeta memulai ritualnya. Helena berbicara pada Bindusara bahwa Chandra tidak mungkin hadir dan Helena menyuruh Bindusara memulai perayaan. Moora mendukung Helena dan berkata tidak ada gunanya menunggu Chandra Nandini .

Lalu Bindusara mengangkat anak panah dan membidik panahnya pada patung Rahwana tepat pada sasaran kemudian Chanakya dan Nandini datang dan mulai mencari Chandra serta mengatakan pada Bindusra mengenai konspirasi yang terjadi. Tiba2 sebuah jasad muncul dari dalam patung.

Semua bertanya2 dan Chanakya menanyakan keberadaan Chandra. Moora juga berkata kalau Dharma menghilang. Bindusara mengatakan kalau jasad itu bukan Chandra atau Dharma. Chandra kemudian muncul dan mengatakan bahwa akan ada seseorang yang menjawab semua pertanyaan lalu Chandra menunjukkan seseorang dalam keadaan terborgol. Bheem dan Mohini terkejut melihat orang tersebut karena tau dia adalah mata2 Swananda.

Chandra berterimakasih pada Bindusara

kilas balik saat Bindusara menemui Chandra dan berbicara padanya tentang menghilangnya Dharma sambil menunjukkan gelang Dharma yang ditemukannya. Chandra berkata bahwa kemungkinan terjadi konspirasi lalu keduanya beranjak pergi mencari Dharma dan mereka melihat dua mata2 Swananda.

Baca Juga :  Akhir Cerita Chandra Nandini Helena kembali ke Yunani, Chandra Nandini dan Bindusara Dharma Hidup Bahagia

Mereka meneriakinya dan kedua mata2 tadi melarikan diri tapi Bindusara dan Chandra berhasil menangkap salah satunya. Mata2 itu meminum racun dan Bindusara sempat bertanya tentang keberadaan Dharma. Mata2 itu menyebut kata patung lalu meninggal. Bindusara pun teringat saat mencari Dharma dan menemukan gelangnya di dekat patung Rahwana.

Chandra berkata pada Bindusara agar mereka mencari Dharma dan memintanya agar tidak ada seorangpun yang tau tentang semua ini lalu keduanya berpencar. Bindusra kemudian berhasil menemukan Dharma dan menggendongnya. Dharma mengatakan sesuatu dan pingsan.

Bindusara menyuruh pelayan membawa Dharma dan menyuruh prajurit meletakkan jasad mata2 ke dalam patung. Chandra sendiri berhasil membekuk mata2 yang lain). Bindusara pun menghajar mata2 tadi dan bertanya siapa yang menyuruhnya. Mata2 tadi menjawab, “raja Magadha yang sesungguhnya” .

Di lain tempat Amartya Rakshas sedang memberikan mahkota pada Swananda dan mengatakan bahwa dia berhak atas tahta Magadha. Mata2 tadi menyebut bahwa dirinya di kirim oleh putra Dhananda dan yang lain pun terkejut.

Nandini mencemaskan keadaan Dharma. Tabib mengatakan agar Dharma meminum obatnya tepat waktu. Nandini lalu berbicara pada Dharma. Bindusara datang bersama Charumitra.

Tabib pun beranjak pergi dan Nandini mengobati luka Dharma. Bindusara hanya menatap mereka. Bindusara pun teringat masa kecilnya bersama Nandini. Nandini mengatakan sesuatu pada Dharma dan beranjak pergi sambil menyempatkan diri menatap Bindusara sambil tersenyum.

Charumitra mengajak Bindusara pergi tapi Dharma memanggilnya dan mengucapkan terima kasih karena sudah menyelamatkannya dan bertanya mengapa dia menyenangkannya sedangkan dia sangat membencinya. Bindusara menjawab kalau dirinya tidak ingin melihatnya mati.

Charumitra melepas pegangan tangannya pada Bindusara. Bindusara lalu menambahkan kalau dirinya menyelamatkannya untuk kesenangannya karena tidak ingin melihatnya mati sekali saja tapi ingin melihatnya mati setiap hari. Charumitra pun merasa senang. Dharma membalasnya. Bindusara pun beranjak pergi di ikuti Charumitra.

Bheem berbicara pada Mohini bahwa kini mereka tau siapa musuh mereka dan harus waspada terhadapnya. Mohini pun menyuruh Bheem merasuki tubuh Chandra lagi untuk mencari tau apa yang akan direncanakan oleh Chanakya dan menghentikan rencananya. Bheem mendukung ucapan Mohini. Mohini juga berpesan agar dia waspada karena dia akan menghadapi Chanakya.

Nandini tengah mengingat ucapan mata2 tadi tentang putra Dhanananda dan merasa takut. Nandini berniat untuk berbicara pada Chanakya.

Chandra tengah berbicara dengan Chanakya bersyukur karena Bindusara mengetahui tentang Dharma dan ingin mendapatkan Swananda. Chanakya berkata sudah mengirim mata2 untuk mencari jalan rahasia dan meningkatkan keamanan.

Mata2 datang mengatakan bahwa pekerjaannya sudah beres. Chanakya menyuruhnya pergi mencari tau tentang asal usul 2 mata2 musuh sebelumnya. Chandra berkata kalau dirinya menginginkan Swananda.

Sukma Bheem kemudian merasuki tubuh Chandra. Chanakya lalu menyuruh mata2nya menemui seseorang di dekat tebing untuk memberitau apa yang di inginkannya. Chandra menghentikan mata2 tadi dan berkata agar Chanakya saja yang pergi kesana karena dengan begitu dia akan lebih cepat mendapatkan informasi.

Chandra-Bheem berkata akan menjaga Magadha selama ketidakhadirannya. Chanakya setuju karena jika dirinya yang pergi maka dirinya juga bisa membuat keputusan dalam prosesnya nanti.

sumber : intifilm.com

Loading...

Comment