by

Sinopsis Chandra Nandini Episode 75 Minggu 18 Maret 2018 di ANTV

Debroo.net. Sinopsis Chandra Nandini Episode 75 Minggu 18 Maret 2018 di ANTV. Nandini hendak mengoleskan sindoornya dan teringat saat Chandra mengoleskan sindoor padanya dan teringat saat Chandra memanggilnya Savitri lalu mengatakan bahwa mungkin Chandra benar kalau semua itu hanya imajinasinya saja.

Sinopsis Chandra Nandini 18 Maret 2013
Sinopsis Chandra Nandini 18 Maret 2013

Nandini teringat surat yang diberikan Chandra lalu meletakkan sindoornya kembali dan kemudian memanggil2 pelayan dan bertanya apakah dia melihat surat saat membersihkan kamar. Pelayan menjawab tidak melihatnya. Nandini lalu berbicara sendiri bahwa semua memang imajinasinya dan dirinya harus meminta maaf pada Chandra karena sudah menyalahkannya.

Mohini membaca surat yang dicari Nandini dan berniat membakarnya tapi seorang pelayan masuk membawa makanan dan Mohini menyembunyikan suratnya di dalam kotak. Mohini lalu bertanya pada pelayan tentang keberadaan Raja Chandra. Pelayan menjawab Raja sedang di taman lantas setelah itu Mohini menyelimuti tubuh Bheem dan berkata akan melihat Bheem karena Bheem sepertinya sedang bahagia.

Chandra-Bheem berjalan di koridor dan seorang mentri menyapanya tapi Chandra-Bheem diam saja dan berpikir betapa menyenangkannya menjadi seorang Raja. Dia lalu melihat pelayan dan menyuruhnya mengambil minuman. Setelah pelayan pergi Chandra-Bheem duduk di sofa.

Seorang mentri melintas dan Chandra-Bheem memanggilnya lalu bertanya berapa jumlah harta kerajaan, mentri itu menjawab kaalu dirinya bukan bendahara kerajaan. Chandra-Bheem menghardiknya dan berkata kalau sudah menjadi tugasnya untuk mengetahui segalanya dan Chandra-Bheem mengusirnya. Setelah itu pelayan datang membawakan minuman dan Chandra-Bheem memandangnya.

Nandini tengah berjalan di balkon dan Mohini berjalan di koridor mencari2 Chandra-Bheem. Sementara Chandra-Bheem tengah membelai tangan pelayan yang membawakan minumannya dan berkata kalau tangannya sangat halus. Mohini melintas dan melihat perbuatan Chandra-Bheem lalu berpikir apa yang sedang dilakukannya dan jika Nandini melihat maka Nandini akan menemukan kecurigaan kemudian Mohini memutuskan menyapa Chandra-Bheem.

Mohini juga menyuruh pelayan itu pergi. Chandra-Bheem mendebat Mohini karena dia seharusnya menjaga tubuhnya di kamar. Mohini pun menyahut kalau dia sendiri sedang membuat persiapan agar mereka berdua bisa di lempar keluar. Tapi kemudian Nandini muncul. Nandini berbicara pada Chandra-Bheem bahwa ada hal penting yang akan di bicarakan dan Nandini membawanya pergi.

Charumitra berkeluh kesah pada Helena karena Bindusara ingin melakukan pooja dengan Dharma. Helena merasa tidak tahan dengancpembucaraan Charumitra dan berkata bahwa mungkin Bindusara mempunyai sebuah rencana lalu Helena berkata akan mencoba berbicara pada Bindusara.

Charumitra mengajaknya menemui Bindusara dan menarik tangan Helena untuk pergi. Helena yang dari awal sudah geram dengan Charumitra pun langsung menamparnya dan berkata bahwa dia harus kerja keras untuk mendapatkan suaminya kembali.

Helena juga mengingatkan agar dia tidak selalu bertingkah seperti anak kecil yang merengek terus menerus padanya. Helena juga mengingatkan bahwa dirinya adakah ratu pertama Magadha. Setelah itu Helena beranjak pergi.

Nandini membawa Chandra-Bheem ke kamar dan Nandini meminta maaf. Chandra-Bheem bertanya2 mengapa dia meminta maaf tapi menerima maafnya dan menyuruhnya pergi. Nandini mengatakan tidak akan pergi sampai dia mau bicara padanya. Nandini kemudian memeluk Chandra-Bheem dan berkata akan mengatakan sesuatu yang ingin dia dengar selama ini tapi Nandini di dorong hingga kepalanya terantuk bangku.

Nandini bertanya apa yang salah dalam dirinya dan Chandra-Bheem berpikir kalau sikapnya ini akan membuat Nandini curiga padanya lalu Chandra-Bheem pura2 baik dan meminta maaf lalu beralasan bahwa dirinya sedang sakit kepala hingga bersikap sepeti tadi lalu Chandra-Bheem mengambilkan ramuan obat dan mengobati kening Nandini. Nandini berkata akan memijat kepalanya tapi Chandra-Bheem menolak dan berkata ingin beristirahat kemudian setelah itu beranjak tidur. Nandini pun merasa aneh.

Bindusara tengah menjalani pooja nya dan melakukan ritual oleh pendeta. Pendeta lalu mengatakan bahwa Bindusara akan mandi dengan 21 guci air dari sumur untuk pooja dan saat akan memulai ritual kembali Bindusara menghentikannya dan Helena bertanya. Bindusara bertanya pada pendeta apakah seharusnya seorang istri menjadi bagian dari pooja nya .

Baca Juga :  Sinopsis Chandra Nandini Episode 24 Bagian 3 Tayang 26 Januari 2018 - Kado Nandini di Ulang Tahun Chandra

Pendeta mengiyakan dan memanggil Dharma. Bindusara bertanya dan Pendeta menjelaskan. Bindusara lalu mengatakan bahwa Dharma yang akan mengambil air dari sumur suci. Nandini menyahut bahwa Dharma sedang berpuasa dan cuaca sangat panas di luar. Dadima membwnarkan ucapan Nandini.

Bindusara menjawab bahwa seharusnya Dharma berpikir lebih dulu sebelum setuju untuk melakukan pooja. Dharma pun menjawab kalau dirinya menerima semua itu dan akan melakukan ritual untuk pooja. Dharma kemudian mengambil guci air dan melakukan ritualnya dengan mengambil air di sumur suci yang terletak di pemukiman warga secara berulang2 untuk mengisi kolam tempat Bindusara melakukan ritual.

Dharma melakukannya meski dengan fisik yang mulai melemah. Helena mengatakan pada Charumitra bahwa Bindusara memang mempunyai rencana sendiri seperti yang dikatakannya. Nandini pun tidak tega melihat keadaan Dharma. Setelah selesai semua Dharma mengingatkan Dadima tentang pasangan pengantin baru yang harus mengunjungi kuil Dewa dan pengantin lelaki harus menggendong istrinya hingga ke puncak kuil.

Dadima mengingatnya dan berkata tidak akan melewatkannya. Bindusara menolak melakukannya. Tapi Dadima mendukung Dharma dan mengatakan bahwa dia harus mengunjungi kuil tersebut. Dharma mengatakan pada pendeta untuk memulai poojanya. Pendeta pun memulai pooja dan menggguyur Bindusara menggunakan air dari guci.

Mohini kembali dengan ritual hitamnya. Tubuh Bheem pun kembali terbangun karena sukmanya telah kembali . Mohini bertanya padanya tentang apa yang dilakukannya dengan pelayan tadi. Bheem berkata kalau itu bukan urusannya karena tugasnya hanyalah menjaga tubuhnya saat sukmanya keluar dan Bheem mengingatkan Mohini kalau dia hanyalah muridnya dan dia hanya pura2 menjadi istrinya. Mohini menjawab kalau dirinya mengingat semua itu tapi dirinya juga meminta agar dia berhati2 dengan apa yang dia lakukan.

Chandra terbangun saat hari mulai siang dan merasa sakit kepala seraya bertanya2 bagaimana dirinya bisa berada disini. Lalu Chandra pun mencari2 Nandini.

Chandra berjalan di koridor dan bertemu Nandini lalu berkata kalau sudah mencarinya kemana2 dan Chandra menanyakan keadaan Nandini. Nandini mengatakan dirinya baik2 saja dan menanyakan sakit kepala Chandra. Chandra bertanya bagaimana dia tau kalau dirinya sedang sakit kepala.

Nandini menjawab kalau dia sendiri yang memberitahunya. Chandra lalu bertanya luka di keningnya. Nandini menjawab kalau dia yang memberikan luka tersebut. Chandra menyebut bahwa dirinya tidak akan pernah bisa untuk menyakitinya. Chandra bertanya apakah Bheem yang melakukannya.

Nandini membantah dan menceritakan apa yang terjadi. Chandra tetap membantah dan mengajak Nandini menemui tabib. Helena memperhatikan mereka dari kejauhan dan panik karena jika Nandini ke tabib dan mereka tau Nandini terkena ramuannya maka Chandra tidak akan melepaskannya.

Chandra Nandini berbicara pada tabib dan Chandra mengatakan kalau Nandini memiliki imajinasi yang berbeda lalu sang tabib berkata membutuhkan darah Nandini karena mungkin seseorang sudah mencampur sesuatu ke dalam makanannya. Nandini terkejut dan bertanya.

Lalu Nandini menolak dan berkata dirinya baik2 saja lalu hendak pergi tapi Chandra menghentikannya dan mengatakan kalau dia membutuhkan perawatan. Chandra terus mengajak bicara untuk mengalihkan perhatian Nandini hingga tabib berhasil mengambil contoh darahnya. Setelah selesai Nandini mengatakan pada tabib agar memberikan obat untuk sakit kepala Chandra. Tapi Chandra mengatakan kalau dirinya baik2 saja lalu mengajak Nandini pergi.

Helena yang masih mengintai bergumam kalau dirinya harus menukar contoh darah Nandini sebelum mereka menemukan sesuatu.

Bhadraketu sedang melamun. Chitralekha menghampirinya dan berbicara dengannya mengenai perilaku kasar Bindusara pada Dharma. Bhadraketu berkatabbahwa Bindusara lelaki yang baik tapi tak tau mengapa dia sangat membenci Dharma. Chitralekha pun meminta Bhadraketu berbicara pada Bindusara.

Bhadraketu berkata akan berbicara pada Bindusara sebelum dirinya pergi ke Parvatak. Chitralekha bertanya mengapa dia ingin pergi ke Parvatak padahal selama ini selalu menolak untuk meninggalkan Magadha. Chitralekha merasa Bhadraketu menyembunyikan sesuatu.

Baca Juga :  Sinopsis Chandra Nandini Episode 51 Tayang di ANTV 22 Februari 2018

Bhadraketu pun menceritakan sikap Chandra padanya. Chitralekha berkomentar bahwa mungkin ada sesuatu yang terjadi dan Chitralekha berniat untuk berbicara pada Chandra tapi Bhadraketu melarang dan berkata kalau Chandra ingin dirinya pergi maka dirinya akan pergi dan tidak perlu berbagi cerita pada orang lain.

Chandra berjalan di koridor dan lagi2 sukma Bheem merasukinya. Chandra-Bheem pun mengatakan kalau hari ini harus melakukan sesuatu dan kemudian melihat pelayan yang pernah di godanya. Chandra-Bheem memanggilnya dan membelainya seraya mengatakan agar dia datang ke kamarnya lalu beranjak pergi.

Pelayan masuk kamar Chandra dan Chandra-Bheem menutup pintu lalu berusaha menganiaya sang pelayan. Pelayan itu pun meminta Chandra melepaskannya karena suaminya sudah menunggunya lalu pelayan itu mendorongnya. Chandra-Bheem pun emosi dan menghabisinya. Setelah itu Chandra-Bheem berbicara sendiri dihadapan cermin dengan panik karena takut perbuatannya ada yang melihat.

Dharma tengah berganti baju dan Bindusara masuk ke dalam kamar. Dharma menutupi tubuhnya dan mengomeli Bindusara karena tidak mengetuk pintu lebih dulu. Bindusara pun mencengkeram mulut Dharma tapi Dharma membalas ucapannya. Bindusara pun menarik Dharma dan berkata akan menghabisinya. Dharma membalas bahwa dia tidak akan bisa menghabisinya karena mengganggunya jauh lebih penting daripada menghabisinya.

Helena mengintai ruangan tabib dan mendengar tabib mengatakan bahwa jika darah Nandini berubah hitam berarti ada yang meracuninya lalu saat tabib pergi Helena masuk dan menukar darah Nandini dengan darahnya. Lantas saat hendak beranjak pergi tabib melihatnya dan bertanya. Helena beralasan tengah sakit kepala dan tabib memberinya obat lalu Helena bergegas pergi sambil membawa darah Nandini.

Mohini ke kamar Chandra dan terkejut melihat jasad pelayan. Mohini pun bertanya pada Chandra-Bheem dan mengingatkannya untuk mengendalikan diri karena jika Chanakya tau maka mereka akan berada dalam masalah. Chandra-Bheem pun menghardiknya karena berani memperingatkannya dan Chandra-Bheem pun menyuruhnya membantu menyingkirkan jasad pelayan tadi. Mohini bertanya apakah ada yang melihat pelayan tadi masuk ke kamarnya. Chandra-Bheem mengatakan tidak ada yang melihat. Mohini merasa lega dan mengajaknya menyembunyikan jasad tadi.

Nandini berjalan di koridor dan berpapasan dengan Chitralekha lalu bertanya padanya. Chitralekha berkata kalau ini malam terakhirnya di Magadha dan dirinya sudah tidur. Chitralekha juga berkata kalau ini permintaan Raja. Nandini tidak mempercayai semua itu karena Chandra sangat menyayangi Bhadraketu. Nandini berkata akan mencoba berbicara pada Chandra lalu Nandini beranjak pergi.

Mohini meminta bantuan Chandra-Bheem untuk membawa jasad pelayan tadi lalu Mohini menghapus bekas darahnya dan Chandra-Bheem mengintai keadaan lalu mereka berdua membawa jasad pelayan keluar kamar tapi mereka tidak menyadari tetesan darah masih jatuh dari jasad pelayan dan ketika belum sampai keluar kamar mereka mendengar gemerincing gelang kaki Nandini. Mereka lalu kembali ke dalam.

Nandini melihat Chandra-Bheem dan masuk ke dalam kamar sambil bertanya mengapa dia terlihat tegang. Mohini sendiri bersembunyi di balik tempat tidur. Nandini lalu bertanya tentang dia yang menyuruh Bhadraketu pergi. Chandra-Bheem menjawab kalau Bhadraketu milik Parvatak dan Parvatak memerlukan Bhadraketu.

Nandini memintanya membiarkan Bhadraketu tetap tinggal di Magadha untuk beberapa waktu. Chandra-Bheem berpikir bahwa dirinya harus mengiyakan atau Nandini akan curiga. Chandra-Bheem pun memeluknya dan Mohini terlihat cemburu tapi kemudian Nandini melihat tetesan darah dan bertanya. Chandra-Bheem pun menjadi tegang.

Loading...

Comment