by

Sinopsis Chandra Nandini Episode 73 di ANTV Jumat 16 Maret 2018

Debroo.net. Sinopsis Chandra Nandini Episode 73 di ANTV Jumat 16 Maret 2018. Bindusara berbicara dengan Ellis menyuruhnya mengatakan yang sebenarnya. Ellis hanya bisa menangis. Helena mengatakan bahwa Ellis mencoba mengakhiri hidupnya setelah mengetahui hubungan Dharma dan Kartikay.

Sinopsis Chandra Nandini Episode 73 Tayang 16 Maret 2018 di ANTV
Sinopsis Chandra Nandini Episode 73 Tayang 16 Maret 2018 di ANTV

Bindusara bertanya pada Helena apakah dia tahu hubungan itu sebelum pernikahannya. Helena mengiyakan tapi Helena juga mengatakan bahwa waktu itu ketika dirinya menanyakan hubungan tersebut Kartikay berkata bahwa tidak ada hubungan apa 2 dengan Dharma.

Helena menambahkan bahwa Kartikay sepertinya menyembunyikan sesuatu dan Helena memprovokasi Bindusara dengan mengatakan kalau Dharma mencoba menghancurkan kehidupannya dan adiknya (kehidupan Bindusara dan Ellis). Ellis pun buka suara mengatakan bahwa cintanya pada Kartikay melebihi hidupnya dan dirinya takut jika dia membebaskan Dharma dari pernikahannya maka Kartikay akan memutuskan pernikahannya juga dan kembali pada Dharma.

Ellis menambahkan jika hal itu terjadi maka dirinya akan mengakhiri hidupnya lagi. Bindusara terlihat emosi dan berkata pada Ellis kalau dia tidak boleh melakukan hal tersebut lalu Bindusara beranjak pergi. Helena pun bertepuk tangan atas sandiwara Ellis.

Ellis menghampiri ibunya dan mengatakan bahwa dirinya tidak sedang bersandiwara karena dirinya sungguh2 akan mengakhiri hidup jika tidak bisa mendapatkan Kartikay. Helena berkomentar bahwa dirinya sudah membuat Bindusara mengetahui semuanya hingga dia pasti akan selalu membuat Dharma berada dalam masalah mulai dari sekarang dan Kartikay akan menjadi miliknya (milik Ellis). Helena lalu menyuruh Ellis pergi menemui suaminya.

Bheem berbicara bertiga dengan Chandra dan Nandini. Bheem mengatakan kalau Savitri sangat menyukai asam, hujan, mangga, buku2nya dan juga tanda di punggungnya. Chandra Nandini terkejut mendengarnya. Nandini menutup telinganya sementara Chandra menyerang Bheem dan mencekiknya seraya berkata akan menghabisinya.

Chanakya menyeruak masuk dan menghentikan Chandra. Mohini mengkhawatirkan Bheem. Chanakya mengatakan pada Mohini dan Bheem bahwa mereka perlu berada di aula Magadha karena Chandra akan mengambil keputusan akhirnya lalu Chanakya mengajak Chandra Nandini pergi. Mohini dan Bheem pun tersenyum licik.

Bindusara menendang pintu kamar Dharma lalu menyeretnya keluar dan melemparnya ke kamarnya sendiri kemudian Bindusara menarik rambutnya dan memakinya, “Kau menikah denganku tapi aku diam karena kau mengambil langkah tersebut untuk menyelamatkan kehormatan keluargaku dan aku berpikir kau wanita yang baik tapi aku membuat kesalahan untuk mengenalimu..kau bermuka dua..memalukan !!”.

Dharma bertanya maksud ucapannya. Bindusara berkata kalau sudah melihatnya menemui kekasihnya yang merupakan suami adiknya dan dia berusaha menghancurkan hidup adiknya. Dharma menjawab kalau dia sudah salah paham dan meminta Bindusara membebaskannya dari pernikahannya.

Dharma berjanji akan meninggalkan Magadha selamanya. Bindusara menjawab, “setelah melihat semuanya aku tidak akan pernah membatalkan pernikahan kita sehingga kau bisa kembali pada Kartikay..aku akan membuat hidupmu seperti di neraka..airmata itu hanyalah milikku!!”

Nandini tengah merawat luka di tangan Chandra sambil menangis. Chandra berusaha menghapus airmatanya tapi Nandini menjauh dan mengatakan kalau besok akan memanggil tabib. Chandra bertanya mengapa dia kini seperti orang asing. Chandra menegaskan bahwa dirinya adalah Chandra-nya.

Nandini berkata lalu itu tidak benar. Chandra bertanya apa karena dirinya melakukan semua ini untuknya. Nandini berkata kalau dirinya sudah menemukan jati dirinya tapi dalam hitungan detik semua itu menghilang. Chandra memintanya untuk berhenti menangis dan memintanya menatap ke dalam matanya maka dia akan menemukan jawaban bahwa dia adalah Nandini-nya.

Pelayan datang mengatakan pada Chandra kalau Chanakya menunggunya. Chandra lalu kembali berbicara pada Nandini meminta Nandini untuk tidak mempertanyakan jati dirinya lagi dan Chandra beranjak pergi. Nandini teringat kembali ucapan Bheem, dan Nandini dengan perasaan hancur memegangi kepalanya.

Mohini dan Bheem mendatangi Swananda lalu Bheem berbicara padanya kalau sudah melakukan semua yang dikatakannya tapi tidak yakin mereka akan mempercayainya.

Chandra berbicara dengan emosi pada Chanakya mengatakan kalau mereka sudah berbohong. Chanakya berkata sudah mengetahui kebohongan mereka tapi perlu dicari tau alasan mereka dibalik ini karena hal ini juga dilakukan dalam sejarah untuk menumbangkan Raja.

Swananda sendiri mengatakan bahwa mereka (Chandra dll) tidak boleh mengetahui tentang dirinya. Mohini menjamin itu tidak akan terjadi dan Mohini juga berkata kalau besok mereka memanggilnya dan Bheem untuk datang. Swananda menyuruh mereka waspada.

Sementara Chanakya mengatakan, “Mohini dan Bheem hanya dimanfaatkan dan digunakan sebagai jalan untuk mencapai kita..kita perlu tau siapa otak di belakang semua ini”. Di sisi lain Swananda berkata kalau dirinya hanya punya satu misi yaitu menghancurkan Chandragupta dan akan melakukan segala cara untuk menjangkaunya dimana sebagai langkah awal adalah perpisahan Chandra Nandini.

Baca Juga :  Sinopsis Chandra Nandini Episode 36 – Rencana Pernikahan Chandra dan Vishaka

Chandra sendiri tidak alan membiarkan Nandini jauh darinya. Chanakya memintanya melakukan apa yang dikatakannya dan semua akan terkendali.

Bheem dan Mohini berada di aula. Chanakya mulai berbicara, “alasan kita berada di Sabha selarut ini adalah karena Bheem menyatakan Nandini adalah Savitri dan sampai kita menemukan bukti kebenarannya maka Bheem dan Mohini akan tinggal di istana dan Nandini akan di pindahkan ke kamarnya sendiri hingga keputusan akhir di ambil..dia tidak akan tinggal dengan Chandra ataupun Bheem”.

Nandini pun meneteskan airmata. Helena merasa bahagia. Chanakya menambahkan dan berkata pada Bheem dan Mohini bahwa jika ditemukan sebuah konspirasi maka mereka berdua akan dihukum. Sinopsis Chandra Nandini Episode 73

Nandini berkemas2 di kamar seraya mengingat pertemuan demi pertemuannya dengan Chandra. Nandini pun menangis. Chandra menghampirinya dan menghapus airmatanya. Nandini mengatakan bahwa keputusan ini memang benar karena dirinya sendiri juga merasa bingung.

Nandini berkata pada Chandra bahwa dia tidak perlu memberikan penjelasan apapun. Chandra memintanya menghentikan ucapannya karena dia sudah terlalu banyak bicara. Chandra lalu berbicara padanya, “dengarkan aku..keputusan di aula tadi bukan berarti aku tidak percaya kalau kau Nandiniku..itu hanya untuk menemukan apa niat di balik konspirasi ini..kita keluarga kerajaan dan akan selalu ada yang melakukan konspirasi..jadi jangan terpengaruh..kita harus tetap kuat dan aku tidak ingin kehilanganmu..semua ini hanya sandiwara agar kita bisa menyelesaikan masalah ini dan kau bisa bersamaku selamanya..kau tetap Nandiniku..ayo aku antar kau ke kamarmu yang terletak di samping kamarku”.

Bheem masuk ke kamar Nandini dan mendekatinya di atas ranjang lalu membekap mulutnya dan mengatakan kalau dia adalah miliknya karena dia Savitri dan bukan Nandini. Chandra lalu terbangun dan menyadari bahwa semua itu hanya mimpi buruknya. Chandra merasa Nandini tidak aman dan bergerak untuk memeriksanya.

Bindusara ke kamarnya dan melihat Dharma menata tempat tidurnya sendiri di lantai. Bindusara lalu berbicara dengan ketus pada Dharma sambil minum, “Kau memang benar..ibumu tidak melenyapkan ibuku karena dia bukan Nandini..kau datang kesini..menyetujui kesepakatanku untuk menjadi pelayan Charumitra sehingga kau bisa memanfaatkan ibumu sebagai Nandini dan kemudian masuk ke dalam istana”.

Dharma mengabaikannya. Bindusara terus mencercanya seraya menganiayanya, “tapi aku tidak bisa melihat bahwa kau merencanakan konspirasi besar sehingga kau bisa menguasai Magadha tapi kau seharusnya tidak bermimpi karena suaminya telah kembali dan menghancurkan permainanmu”.

Dharma pun membalas bahwa dirinya dan Ratu Nandini baru mengetahui tentang semua itu (tentang Bheem). Binduaara menyela mengatakan bahwa dia bukan Nandini. Dharma menyahut kalau percuma saja berbicara padanya karena dia tengah diselimuti kebencian kemudian Dharma hendak tidur tapi Bindusara menghentikannya dan berkata kalau dia harus melayaninya layaknya pelayan.

Bindusara menyuruhnya mengambilkan minumannya. Dharma menjawab sedang lelah dan ingin istirahat. Bindusara mengulangi perintahnya agar dia mengambilkan minuman atau dirinya akan melakukan hal lain. Dharma bertanya apakah dia mau menghabisinya.

Lalu Dharma mengambil pedang Bindusara dan memberikannya lantas menantangnya untuk menghabisinya. Bindusara menghunuskan pedang itu si leher Dharma tapi tidak menyerangnya dan Dharma berkata kalau dirinya tau dia tidak akan menghabisinya dnegan mudah karena dia hanya akan menyiksanya saja. Dharma mempersiapkan diri hendak beristirahat tapi Bindusara menyiram alas tidur Dharma dengan air.

Chitralekha tengah bermesraan dengan Bhadraketu dan Chitralekha berkata bahwa mungkin saja ada orang yang terlihat sama. Bhadraketu mengiyakan dan Chitralekha bertanya apakah dia bukan ratu Nandini. Bhadraketu menjawab kalau kalau dirinya yakin Raja Chandra tidak akan salah mengenali dan dia pasti Ratu Nandini.

Sementara itu Moora tengah bersama Dadima dan berkata bahwa mungkin Bheem tidak berbohong dan wanita itu bukan Nandini. Moora bertanya2 bagaimana seseorang bisa bertahan hidup setelah jatuh dari ketinggian dan Moora yakin bahwa wanita itu adalah Savitri bukan Nandini.

Dadima menjawab kalau dirinya tidak tertarik mengetahui kebenarannya karena Chandra sudah bahagia pada akhirnya setelah sekian lama dan tidak ingin Chandra jatuh lagi. Helena sendiri di kamarnya tengah berpikir kalau dirinya harus mengambil keuntungan dari situasi ini dan jika dirinya membantu Bheem membuktikan kalau Nandini adalah Savitri maka semuanya akan kembali seperti semula lagi seperti yang di inginkannya. Helena lalu berjalan menuju kotak petinya.

Baca Juga :  Sinopsis Chandra Nandini Episode 43 - Padmananda Serang Chandra

Nandini terbangun karena melihat bayangan seseorang di luar kamarnya. Nandini mengambil belatinya dan bersembunyi. Bayangan tadi masuk ke dalam dan Nandini menyerangnya tapi dia ternyata Chandra. Chandra langsung memeluknya. Nandini menjauhkan diri lalu menutup pintu kamarnya dan berkata bahwa tidak seharusnya dia di kamarnya.

Helena memegangi botol ramuannya dan berbicara sendiri mengatakan bahwa inilah saatnya untuk menambahkan dosis ramuannya. Ellis masuk dan dengan gembira mengatakan kalau Kartikay memutuskan untuk memberikan kesempatan baru pada hubungan pernikahan mereka. Helena senang mendengarnya dan memeluk Ellis seraya berbicara dalam hati bahwa segera mungkin Nandini akan ditendang keluar juga dari Magadha.

Dharma bergerak naik ke ranjang Bindusara dan tidur. Bindusara mengusirnya dan mengatakan bahwa ranjang ini miliknya. Dharma membalas kalau dia sudah merusak alas tidurnya lalu kembali berbaring. Merekapun berdebat. Bindusara berusaha menggendong Dharma dan hendak melemparnya dari ranjang tapi Bindusara ikut terjatuh dan mereka jatuh bersama.

Mereka saling berpandangan lalu Dharma mendorong Bindusara dari atas tubuhnya dan mengatakan kalau dia tidak mau pergi maka dirinya yang akan pergi. Dharma hendak keluar tapi tidak bisa membuka pintu. Bindusara tertawa lalu mengatakan agar dia tidak perlu khawatir karena dia bisa berbaring di lantai dan Bindusara melempar selimut pada Dharma. Dharma melempar selimutnya kemudian tidur beralaskan lantai dan Bindusara hanya memandangnya.

Nandini bertanya pada Chandra mengapa dia ke kamarnya. Chandra menjawab kalau dirinya mendapat mimpi buruk tentangnya. Nandini bertanya apa dia mencurigainya. Chandra mengalihkan topik dan bertanya mengapa dia terlihat ketakutan.

Nandini berkata baik2 saja tapi khawatir jika orang lain menemukannya berada di kamarnya karena menurut peraturan dirinya tidak boleh bersamanya ataupun Bheem. Chandra menjawab kalau peraturan itu bukan untuknya. Tiba2 ada yang mengetuk pintu kamar. Nandini berusaha menyembunyikan Chandra di balik pilar. Nandini membuka pintu dan melihat Bheem.

Bindusara melihat Dharma menggigil kedinginan tapi tidak peduli dan meneruskan tidurnya. Di tengah tidurnya Bindusara terbangun karena masih mendengar Dharma yang menggigil dan Bindusara menyuruhnya diam karena sangat mengganggunya.

Dharma bangun dan mengatakan kalau dirinya melakukannya tidak sengaja bahkan dirinya ingin tidur tapi tidak bisa lantaran sangat dingin. Bindusara berkata kalau dirinya tidak peduli dan tetap menyuruh Dharma untuk diam lalu kembali tidur. Dharma pun duduk sambil menggigil tapi kemudian jatuh pingsan.

Bheem masuk ke kamar dan Nandini menjauh dan berkata kalau dia tidak seharusnya mendatangi kamarnya tapi ternyata Bheem menawarkannya asam dan mengatakan bahwa diawal pernikahan mereka dulu dia selalu memaksanya mencarikan asam dan tidak membiarkannya tidur hingga mendapatkan asam tersebut.

Nandini berterimakasih dan menyuruhnya pergi. Bheem bertanya mengapa dia tidak mempercayainya dan apakah dia tidak ingat apapun. Nandini berpikir apakah Bheem benar2 suaminya dan Nandini merasa bingung. Bheem lalu melihat sandal Chandra di balik pilar dan berlari untuk melihatnya tapi tidak melihat siapa2.

Nandini mengatakan agar dia keluar dari kamarnya dan Bheem pun keluar kamar. Lalu Nandini memanggil2 Chandra. Chandra kemudian memanggil nya dan Nandini melihat dia bergelantungan di balkon. Nandini membantunya naik dan memeluknya seraya berkata bagaimana jika terjadi sesuatu padanya.

Chandra lalu mengatakan bahwa dia tadi tidak takut tapi mengapa dadanya berdegup kencang. Nandini menjauhkan diri dan berkata kalau dirinya tidak takut. Chandra pun menakut2inya dengan berpura2 hendak terjatuh dan Nandini meneriakinya sambil memeluknya lalu menyuruhnya turun dari balkon.

Mohini tengah melakukan ritualnya di kamar. Bheem menemuinya dan berbicara padanya kalau dugaannya benar bahwa Chandra hanya mencoba mengalihkan perhatiannya saja karena dia dan Nandini masih bersama. Mohini memintanya untuk tidak khawatir karena persiapan sudah dibuat dimana Swananda sudah mengajarinya cara membuatnya.

Bheem mengajak Mohini mengujinya lalu Mohini kembali memulai ritual hitamnya dan membuat Bheem pingsan dan sukma Bheem keluar dari tubuhnya. Mohini pun tertawa dan berkata bahwa dirinyalah ahli dalam hal ini.

Loading...

Comment