by

Sinopsis Chandra Nandini Episode 74 di ANTV Jumat 17 Maret 2018

Debroo.net. Sinopsis Chandra Nandini Episode 74 di ANTV Jumat 17 Maret 2018. Bindusara terbangun dan menyuruh Dharma pergi tidur di tempat lain. Dharma tidak juga bangun dan Bindusara pun berusaha membangunkan Dharma yang pingsan.

Sinopsis Chandra Nandini Episode 74 Tayang 17 Maret 2018 di ANTV
Sinopsis Chandra Nandini Episode 74 Tayang 17 Maret 2018 di ANTV

Bindusara mengangkatnya dan membaringkannya di ranjang lalu menggosok2 tangannya dan menyelimutinya. Bindusara mengambil selimut dan tidur di sofa sambil berbicara sendiri bersyukur pada akhirnya dirinya bisa tidur nyenyak.

Sukma Bheem masuk ke tubuh seorang pelayan. Pelayan itu terbangun dari tidurnya dan tersenyum lalu menatap cermin dan berbicara sendiri, “wow Bheem…pengetahuanmu sangat bagus dan sekarang kau bisa masuk pada tubuh seseorang dan orang tersebut tidak akan tahu apa yang terjadi”.

Lalu dia keluar kamar dan saat berjalan di koridor Chandra menghentikannya. Chandra memanggilnya dan mengatakan agar dia memberitahu prajurit untuk menambah keamanan di luar kamar Nandini dan harus memberikan semua informasi padanya.

Setelah Chandra pergi Bheem yang merasuki pelayan tadi bersyukur karena terselamatkan tapi Bheem sadar bahwa Chandra tidak akan tau kalau yang berada di dalam tubuh pelayan ini adalah sukmanya karena yang mengetahui hal ini hanyalah dirinya sendiri.

Pelayan tadi masuk ke ruangan Mohini dan membuat Mohini panik. Mohini memarahinya dan bertanya siapa yang memanggilnya. Pelayan itu menjawab, “aku berpikir kalau kau yang memanggilku Mohini..”. Mohini emosi karena pelayan itu berani memanggilnya hanya dengan nama saja pada dirinya.

Pelayan itu mengatakan sesuatu dan Mohini menyadari kalau Bheem merasuki tubuh sang pelayan. Mohini lalu berkata bahwa ini artinya rencana mereka sukses. Bheem menghampiri tubuhnya yang tergeletak dan mengatakan pada Mohini kalau tadi dirinya juga bertemu dengan Chandra saat menuju kamarnya dan Chandra tidak menemukan hal mencurigakan pada dirinya.

Bheem berkata pada Mohini kalau tubuhnya seperti orang mati dan Bheem berpesan pada Mohini jika dirinya masuk ke tubuh orang lain maka tubuhnya harus disembunyikan. Kemudian sukma Bheem keluar dari tubuh pelayan dan kembali masuk ke tubuh Bheem sendiri.

Bheem kemudian mengatakan pada Mohini agar mengembalikan tubuh pelayan tadi ke kamarnya karena saat didudukinya tadi pelayan tersebut tengah tidur. Mohini berkata akan melakukannya dan misi mereka sekarang adalah Chandragupta. Bheem berkata kalau mereka harus menciptakan imej negatif pada Chandra agar guru mereka yang tak lain adalah Swananda akan dengan mudah untuk datang dan menguasai Magadha.

Pagi harinya Chandra melihat Bheem yang memberikan bunga pada Nandini yang hendak melakukan pooja. Nandini menolak dan Bheem mengatakan bahwa dia mungkin tidak mengingat apapun tapi dia selalu membawa bunga saat akan melakukan pooja.

Nandini menerimanya lalu melakukan pooja. Chandra bergegas turun menghampiri Bheem. Bheem menyapanya dan Chandra bertanya apa yang sedang dilakukannya. Bheem mengatakan kalau dirinya hanya sedang mencoba menghabiskan waktu bersama istrinya.

Chandra berkata bahwa belum terbukti kalau dia adalah Savitri dan Bheem pun menjawab belum terbukti juga kalau dia adalah Nandini. Chandra lalu hendak menghampiri Nandini tapi Bheem mencegahnya dan mengatakan kalau Savitri tidak akan berbicara saat melakukan pooja.

Chandra teringat akan kebiasaan Nandini saat pooja dan Chandra pun meneriaki Bheem bertanya bagaimana dia tau banyak tentang Nandini. Bheem berkata kalau dirinya adalah suaminya. Nandini selesai dengan poojanya dan menghentikan Chandra. Bheem berkata kalau Chandra adalah raja sehingga dia bisa berbuat apa saja pada rakyatnya.

Nandini hendak beranjak pergi tapi Bheem memegangi tangannya. Nandini terkejut dan bertanya berani2nya dia memegang tangannya. Chandra emosi dan mengambil pedang tapi Nandini menghentikannya. Bheem memberikan gelang pada Nandini dan berkata, “aku tidak tau kenapa kau tidak percaya padaku dan apa yang sudah raja katakan padamu tapi aku memegang tanganmu karena aku ingin memberikan gelang yang diberikan ibuku padamu..pakailah gelang itu bukan demi aku tapi demi ibuku”, lalu Bheem beranjak pergi.

Nandini menenangkan Chandra. Chandra berkata akan menghabisi Bheem jika berani menyentuhnya lagi. Nandini pun berkata kalau Bheem adalah tamu dan tidak seharusnya bersikap seperti itu. Bheem sendiri tengah bersembunyi dan mengintai mereka.

Baca Juga :  Sinopsis Chandra Nandini Episode 51 Tayang di ANTV 22 Februari 2018

Bindusara tengah berlatih. Dharma terbangun dan bertanya2 bagaimana dirinya bisa berada diatas ranjang lalu Dharma menghampiri Bindusara dan hendak mengatakan sesuatu tapi Bindusara bicara lebih dulu mengatakan kalau dirinya meletakkannya ditempat tidurnya bukan karena peduli atau memiliki rasa cinta padanya tapi hanya karena agar dirinya bisa tidur dengan tenang .

Sementara itu di luar kamar Charumitra tengah mencuri dengar dan berpikir Dharma mencoba mendekati Bindusara kemudian Charumitra masuk ke dalam.

Bindusara masih berbicara dengan Dharma dan berkata kalau suara menggigilnya semalam sangat mengganggunya dan sebab itulah dia dipindah ke ranjang. Sekali lagi Bindusara mengingatkan kalau dirinya tidak memiliki rasa untuknya. Dharma menyahut kalau kebencian juga merupakan suatu rasa.

Bindusarapun lalu menarik rambut Dharma dan mereka saling berdekatan. Charumitra melihatnya lalu memanggil Bindusara dan menyuruhnya melepaskan Dharma. Charumitra berkata pada Bindusara agar tidak merusak suasana hatinya dengan bertengkar dengan Dharma. Lalu Charumitra mengajaknya pergi.

Dadima tengah berbicara mengenai perayaan Navaratri yang akan dimulai esok. Moora berkata kalau dirinya ingin Bindusara dan istrinya melakukan pooja tahun ini. Helena lalu mengatakan kalau pooja akan dilakukan oleh Bindusara dan Dharma.

Charumitra terkejut mendengarnya dan berpikir mengapa Helena melakukan ini padanya. Helena lalu berbicara pada Nandini agar membantunya membuat segala persiapan dan Helena berpikir dalam prosesnya nanti akan memberikan dosis ramuannya pada Nandini.

Di kamar Charumitra bertanya pada Helena atas keputusannya yang memberi kesempatan pada Dharma padahal dia sangat membenci Dharma Helena menenangkan Charumitra dan mengatakan kalau semua itu akan menguntungkannya. Helena berkata bahwa mereka akan membuat Dharma menolak melakukan pooja dan dengan begitu dia (Charumitra) akan bisa menggantikan Dharma melakukan pooja.

Charumitra pun meminta maaf pada Helena karena dia ternyata sangat peduli padanya. Helena memeluknya dan berpikir bahwa Charumitra hanyalah sebuah jalan untuk menyelesaikan pekerjaannya karena ketika Bindusara menjadi rajannanti maka dia akan dengan mudah dikendalikan. Sinopsis Chandra Nandini Episode 74.

Helena menghampiri Nandini yang tengah menyiapkan persiapan perayaan dan menawarkan puding berasnya karena dia sudah bekerja sejak tadi tapi Nandini menolak dan mengatakan akan memakannya nanti. Helena memikirkan sesuatu lalu memaksa Nandini memakannya dengan berkata tidak akan berbicara padanya lagi jika dia menolak.

Nandini pun menerima puding beras pemberian Helena dan mencicipinya sesuap. Chandra muncul dan merebut mangkuk Nandini lalu hendak memakannya. Helena panik dan diam2 membakar ujung selendang Nandini dan berteriak. Chandra terkejut dan melempar mangkuknya lalu membantu Nandini memadamkan api.

Lalu Chandra Nandini pun saling berpandangan. Helena cemburu melihatnya lalu mengalihkan kemesraan mereka dengan berkata pada Nandini kalau dekorasinya rusak tapi Helena berkata akan memanggil pelayan untuk membersihkannya dan Helena pun beranjak pergi.

Dharma bertemu Kartikay di tangga. Kartikay menyapanya dengan sebutan putri kerajaan dan mengatakan bahwa dia akan terbiasa dengan panggilan itu nanti lalu Kartikay beranjak pergi tapi saat itu Dharma terpeleset karena kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Dharma merintih. Kartikay berteriak dan hendak membantu tapi Dharma menolak. Kartikay memaksa dan berkata akan melakukan hal yang sama jika orang lain berada di posisinya lalu Kartijay menggendong Dharma ke kamarnya.

Nandini tengah menyiapkan persiapan pooja. Chandra mendatanginya dan Nandini melihat tangan Chandra yang terluka dan bertanya. Chandra berkata terluka kemarin saat menyelamatkannya dari api lalu Nandini pun mengobatinya. Chandra kemudian berkata akan membantunya melakukan dekorasi lalu Chandra membantu Nandini menata bunga.

Bukannya membuat dekorasi semakin cantik tapi Chandra mengacaukan semuanya dan beepikir kalau semuanya sudah selesai dengan sempurna. Dadima muncul dan terkejut melihat tatanan bunga yang acakadul lalu memanggil Nandini. Nandini meminta maaf dan berkata akan menatanya lagi.

Chandra pun menyadari kesalahannya. Nandini menatanya dan setelah selesai Dadima mengatakan akan menghukum Nandini dengan menyuruhnya membuat puding beras dan pura2 menjewer telinga Nandini. Dadima beranjak pergi dan Chandra mendekati Nandini lalu bertanya mengapa dia menerima kesalahan yang dibuatnya.

Nandini menjawab kalau dirinya tidak bisa melihat dia di salahkan karena kehormatan suaminya adalah kehormatannya juga. Chandra lalu mendekat pada Nandini dan Nandini berkata ada yang melihat mereka. Chandra mencari2 dan berkata kalau Dadima sudah pergi. Nandini menjawab bukan Dadima yang melihat mereka tapi Sang Dewi (sambil menunjuk patung Dewi). Chandra pun meminta maaf pada Dewi dan keduanya tersenyum.

Baca Juga :  Sinopsis Chandra Nandini Episode 30 - Chandra Habisi Chapnak yang Hendak Perkosa Nandini

Kartikay membawa Dharma ke kamarnya dan membaringkannya. Lalu Kartikay mencoba memijat kaki Dharma. Bindusara muncul dan melihat Kartikay yang berdiri di hadapan Dharma dan membelakanginya hingga membuat Bindusara berpikiran negatif.

Bindusara berteriak dan mengambil pedang. Dharma mencoba menghalangi. Bindusara mengatakan pada Kartikay kalau dirinya tidak peduli dengan Dharma tapi dirinya tidak akan membiarkan dia menyakiti perasaan adiknya dan Bindusara mengusirnya.

Kartikay berusaha menjelaskan tapi Bindusara tidak mau mendengarkan dan semakin emosi mengatakan agar dia tidak lagi mendekati Dharma. Dharma menyuruh Kartikay keluar. Bindusara lalu mencengkeram Dharma dan mengatakan kalau doa wanita yang tidak bermoral dan Bindusara pun menginjak kakinya yang terluka.

Mohini dan Bheem melakukan ritual hitamnya lagi dan lagi2 Bheem terjatuh lalu sukmanya keluar. Mohini pun memberi perintah agar dia merasuki tubuh Chandra. Sinopsis Chandra Nandini Episode 74

Chandra masuk ke kamar Mohini dan melihat Bheem di ranjang. Mohini muncul dan membelai Chandra karena mengira sukma Bheem sudah memasuki tubuh Chandra tapi Chandra meneriakinya karena berperilaku tidak pantas. Mohini ketakutan dan bertanya2 kemana perginya sukma Bheem.

Chandra lalu mengatakan agar dia membangunkan Bheem karena ingin berbicara dengannya. Mohini berusaha membangunkan Bheem yang tidak akan bangun karena sukmanya sudah keluar. Chandra menghampiri dan bertanya2 lalu memeriksa Bheem. Mohini memikirkan sesuatu.

Chandra lalu berteriak pada Mohini menanyakan siapa yanh sudah menghabisi Bheem. Mohini pun ketakutan tapi kemudian Chandra tertawa dan membelai Mohini seraya bertanya apakah dia tidak mengenalinya. Mohini terbelalak dan kemudian tersenyum melihat Bheem sudah merasuki tubuh Chandra.

Mohini lalu bertanya pada Chandra-Bheem (maksudnya Chandra kerasukan Bheem yaaa) apa langkah mereka selanjutnya. Chandra-Bheem berkata akan ke kamar Nandini. Mohini mengingatkan tentang instruksi Chandra lalu dia tidak boleh masuk ke kamar Nandini.

Chandra-Bheem mengingatkan Mohini juga kalau dirinya kini adalah Raja Magadha dan bisa melakukan apapun yang di inginkan. Chandra-Bheem berkata akan merusak nama baik Chandra. Dia lalu beranjak pergi dengan membawa sebuah surat.

Bindusara tengah minum di temani Justin dan masih membicarakan kebenciannya pada Dharma. Bindusara terbayang hubungan Kartikay dan Dharma. Justin lalu berbicara padanya kalau dia sudah membicarakan Dharma sejak satu jam yang lalu dan Justin berpikir kalau dirinya ingin pergi tidur. Lalu diam2 Justin hendak pergi tapi Bindusara mencengkeram lehernya dan kemudian menyuruhnya pergi.

Chandra-Bheem ke kamar Nandini dan membelainya. Nandini terbangun dan bertanya mengapa dia di kamarnya . Chandra-Bheem menatapnya dan memanggilnya Savitri. Nandini bertanya mengapa dia memanggilnya dengan nama itu. Chandra-Bheem memberikan sebuah kertas dan mengatakan kalau surat itu membuktikan bahwa dia adalah Savitri.

Chandra-Bheem lalu berkata kalau Nandini sudah meninggal 10 tahun yang lalu dan dia hanya terlihat mirip seperti Nandini. Nandini bertanya lagi mengapa dia berbicara seperti itu. Chandra-Bheem berkata kalau ini semua akan menjadi rahasia diantara mereka karena dirinya akan menghabisi Bheem lalu Chandra-Bheem mengambil pedang dan beranjak pergi.

Nandini mengikutinya dan mencoba menghentikannya. Nandini tidak bisa menghentikan Chandra-Bheem dan berpikir untuk ke kamar Mohini melalui jalan rahasia sebelum Chandra sampai disana lebih dulu.

Chandra-Bheem ke kamar Chandra dan memperhatikan dirinya di cermin sambil berbicara sendiri, “Chandra memang sangat tampan dan bahkan banyak ratu yang menyanjungnya..tapi sangat disayangkan Nandini akan menjadi bagiannya dan Nandini akan ketakutan melihat wajah asli Chandra”. Bheem yaang merasuki tubuh Chandra pun tertawa penuh kemenangan.

Loading...

Comment