Ketentuan Foto Buku Nikah dan Akte Nikah sebagai Syarat Pernikahan Secara Katolik

Debroo.net. Ketentuan Foto Buku Nikah dan Akte Nikah sebagai Syarat Pernikahan Secara Katolik. Banyak sekali para calon pengantin yang bingung dengan Ketentuan Foto Buku Nikah. Hal tersebut wajar karena kurangnya sosialisasi dari pemerintah dan tentu saja ketidaktahuan dari para calon pengantin yang hendak menikah.

Tata Cara Pernikahan Katolik
Tata Cara Pernikahan Katolik

Berdasarkan keputusan Dirjen Bimas Islam Nomor DJ.II/1142/2013, pas foto untuk buku kutipan akta nikah atau buku nikah berlatar belakang warna biru. sedangkan untuk ukuran foto, persiapkan ukuran 2×3 dan 3×4 masing-masing sebanyak 5 lembar. Namun untuk berjaga-jaga sebaiknya cetak lebih banyak.

Sementara itu, untuk ketentuan Foto akta nikah Katolik atau di luar Islam calon mempelai juga diwajibkan untuk menyertakan foto berdampingan ukuran 4×6 sebanyak 5 lembar dengan background warna foto biru.

Foto menjadi salah satu syarat pernikahan 2018 yang wajib dimiliki selain persyaratan lainnya yang bisa anda baca di Inilah Syarat Nikah 2018 di KUA Untuk WNI, WNA dan Anggota TNI/POLRI dan juga Wajib Tahu Persyaratan Nikah di KUA Terbaru Tahun 2017

Nah, lalu bagaimana dengan Syarat Pernikahan Secara Katolik 2018? secara umum syaratnya pernikahan adalah sama hanya saja ada beberapa tambahan syarat yang wajib ada untuk calon mempelai yang akan menikah secara Katolik, dan juga harus melalui proses perkawinan Katolik atau Tata Cara Pernikahan Katolik

I. PENDAFTARAN PERKAWINAN SECARA KATOLIK

Mendaftar perkawinan di Sekretariat Paroki minimal 5 (lima) bulan sebelum pelaksanaan perkawinan. Setelah mendaftar di buku perkawinan, tanggal pelaksanaan perkawinan tersebut langsung dibicarakan dengan pastor yang akan memberkati perkawainan bahkan seringkali kita tidak bisa memilih tanggal sesuai keinginan karena padatnya jalur Pastor.

Namun, sebelum mendaftarkan diri di sekretariat paroki hendaknya kedua pasangan yang hendak menikah harus menemui Ketua Stasi untuk meminta surat pengantar dari stasi untuk melakukan Kursus Persiapan Perkawinan (KPP/Kuperper) yang saat ini diselenggarakan di masing-masing Stasi namun masih ada juga paroki yang mengadakan kuperper secara masal.

Baca Juga :  Syarat Nikah 2018 Untuk WNI, WNA dan Anggota TNI/POLRI

Formulir pendaftaran perkawinan diserahkan min. 4 bulan sebelum pelaksanaan pemberkatan perkawinan di Sekretariat Paroki dalam keadaan terisi dengan lengkap.

II. DOKUMEN PERKAWINAN KATOLIK YANG DIPERLUKAN
1. Salinan asli surat baptis terbaru. Terbaru artinya, tidak lebih dari 6 (enam) bulan dari pelaksanaan perkawinan, jadi harus meminta dibuatkan surat baptis terbaru di Sekretariat Paroki.
2. Fotokopi Sertifikat Kursus Perkawinan masing – masing 1 (satu) lembar
3. Mengisi formulir pendaftaran perkawinan yang ditanda tangani ketua Stasi calon mempelai sesuai tempat berdomisili.
4. Fotokopi KTP calon mempelai & saksi masing-masing 1 (satu) lembar.
5. Foto berwarna berdampingan Pria disebelah kanan wanita ukuran 4×6 secara melintang sebanyak 5 lembar
6. Fotokopi surat baptis dan surat sidi dari calon mempelai yang beragama Kristen Protestan (01 lembar)
7. Jika calon mempelai berasal dari Luar Paroki, harus menyertai surat pengantar/keterangan dari ketua Stasi dan diketahui oleh romo paroki yang bersangkutan.
8. Jika calon mempelai berasal dari TNI/POLRI harus ada surat ijin dari komandan/atasannya.
9. Bukti imunisasi TT (Tetanus Toxoid) I calon pengantin wanita, kartu imunisasi, dan imunisasi TT II dari Puskesmas setempat
10. Surat keterangan untuk nikah (model N1),
11. Surat keterangan asal-usul (model N2),
12. Surat persetujuan mempelai (model N3),
13. Surat keterangan tentang orangtua (model N4),

III. PERSIAPAN PERKAWINAN SECARA KATOLIK
Setelah melakukan pendaftaran akan diberikan jadwal Pertanyaan Kanonik, yaitu Penyelidikan Pribadi oleh Pastor  yang akan memberikan Sakramen Perkawainan dan biasanya akan banyak pertanyaan yang akan diberikan oleh Pastor kepada masing-masing calon mempelai secara terpisah. Hendaknya masing-masing calon mempelai menjawab Pertanyaan Kanonik dengan sejujur-jujurnya.

Kanonik dilaksanakan selambat-lambatnya 2 (dua) bulan sebelum pelaksanaan perkawinan dengan membawa semua persyaratan lengkap. Waktu dan pelaksanaan untuk penyelidikan kanonik dibicarakan langsung dengan pastor yang akan menyelidiki/memberkati.

Untuk mendapatkan status Liber (status Bebas) bagi calon mempelai non-katolik dibutuhkan 2 (dua) orang saksi pada saat Kanonik, yang mengetahui dengan sesungguhnya bahwa calon non-katolik tersebut belum pernah menikah dan tidak sedang terkena halangan ikatan nikah atau halangan perkawinan Katolik.

Baca Juga :  Syarat Nikah 2018 Untuk WNI, WNA dan Anggota TNI/POLRI

Penyelidikan Kanonik dilaksanakan:
1. Katolik dengan Katolik, dilakukan dan diprioritaskan di paroki mempelai wanita
2. Katolik dengan beda agama dilakukan di paroki mempelai yang Katolik

Untuk syarat pernikahan katolik beda agama, baik pernikahan katolik dan islam, atau katolik dan Kristen Protestan akan dijelaskan pada artikel selanjutnya

Pembuatan Buku Liturgi perkawinan yang telah disepakati, dan dikoreksi kepada pastor yang akan menikahkan.

Apabila Gereja tidak mengurusi catatan sipil, calon mempelai dapat melihat dokumen-dokumen yang diperlukan di point IV untuk dapat mengurus surat catatan sipil. Namun ada juga Paroki yang sekaligus mengurusi proses Perkawinan di Catatan Sipil

IV. Syarat Catatan Sipil Pernikahan Katolik
1. Fotokopi surat baptis terbaru dan fotokopi surat nikah gereja
2. Fotokopi Akte Kelahiran, fotokopi KTP, fotokopi Kartu Keluarga yang dilegalisir kelurahan
3. Formulir Surat Keterangan menikah dari Kelurahan.
4. Foto calon mempelai berdampingan ukuran 4×6 sebanyak 5 lembar.
5. Fotokopi KTP Saksi Perkawinan
6. Syarat tambahan untuk WNI keturunan yaitu fotokopi SKBRI, WNI, K1 dan ganti nama.

Perlu untuk diketahui, bahwa di pernikahan secara Khatolik tidak diberikan buku nikah, dan sebagai gantinya diberikan Akta Nikah.

Penyerahan dokumen paling lambat 1 (satu) bulan sebelum pelaksanaan perkawinan. Jika sampai 1 (satu) minggu sebelum pelaksanaan belum menyerahkan berkas yang diatas, maka harus disertai surat dispensasi dari camat.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *