SINOPSIS MOHABBATEIN 8 JUNI 2017 “ISHITA DITAHAN LAGI”

Debroo.net. SINOPSIS MOHABBATEIN 8 JUNI 2017 “ISHITA DITAHAN LAGI”. Raman dan Ishita akhirnya bertemu dengan Vidyut di luar kantor polisi, Vidyut kemudian menceritakan soal Nisha “Tuan Vidyut, ada baiknya kalau anda tinggal di hotel saja untuk sementara waktu”

SINOPSIS MOHABBATEIN 8 JUNI 2017
SINOPSIS MOHABBATEIN 8 JUNI 2017

Raman langsung menimali ucapan pengacara Vidyut “Bagaimana kalau kamu tinggal dirumah kami ?”, “Tapi nama Ishita berhubungan denganku, jadi aku tidak bisa tinggal disana, Raman” meskipun Vidyut menolaknya secara halus, Raman dan Ishita tetap bersikeras memintanya untuk ikut, Vidyut lalu memberitahu Raman dan Ishita kalau Abhishek yang akan menangani kasus ini “Kalau begitu sudah selesai”, “Iyaa, Vidyut ,,, Abhishek pasti akan membantu kita tapi kita akan bicara dengannya dulu” sahut Ishita menimpali ucapan Raman, Raman dan Ishita lalu meminta Vidyut untuk ikut dengan mereka

Beberapa awak media menghentikan Abhishek dan bertanya tentang kasus bunuh dirinya Nisha, Abhishek tidak suka dengan sikap para awak media dan meminta mereka untuk lebih sensitif dan biarkan polisi melakukan pekerjaan mereka, Abhishek lalu masuk ke dalam rumah Nisha dan melihat foto Vidyut yang terpampang di dinding, salah satu anak buah Abhishek berkata “Pak, sepertinya gadis ini sangat terobsesi dengan Vidyut”, “Cari tahu apa ini bunuh diri atau pembunuhan, siapa yang dibalik semua ini ? Temukan petunjuk apapun” sahut Abhishek, mereka lalu mengecek kamar itu dengan lebih teliti, Abhishek mendapati banyak foto Vidyut dan buku diary, salah satu polisi menunjukkan foto Ishita dan Vidyut dan berkata “Mungkin Nisha mempunyai masalah dengan Ishita”, “Iyaa berita kontroversi mereka juga ada di koran tapi catatan bunuh dirinya Nisha tidak ditemukan ,,, Vidyut Sahay” ujar Abhishek sambil memikirkan sesuatu

Sementara itu permasalahan Vidyut sedang dibahas dirumah keluarga Bhalla, Ishita meminta mereka untuk tidak membicarakan hal ini didepan Vidyut “Iyaa betul, jangan terlalu membuatnya tertekan” sahut Raman, saat itu Vidyut datang “Vidyut, kamu mau makan apa ?” sela Simmi begitu melihat kedatangan Vidyut, sedangkan Adi sedang memikirkan Aaliya dan bergegas menemuinya, saat itu Aaliya sedang ngobrol dengan Mani ditelfon “Aku sudah sarapan pagi tadi, baiklah aku akan datang” ketika Aaliya hendak pergi, Adi segera mencegahnya dan bertanya “Ada apa ?”, “Kamu pasti akan merasa kesal kalau aku mengatakan sesuatu, kita akan membatalkan pertunangan ini, semuanya pasti akan lebih mudah dalam hidup kita” Adi langsung memegang tangan Aaliya “Apa cintamu padaku hanya sebanyak ini ? Kamu langsung membatalkan pertunangan kita hanya karena satu kali bertengkar ? Apa kamu akan  meninggalkan aku ?” Aaliya hanya terdiam “Meskipun kamu ingin pergi, aku tidak akan membiarkan kamu pergi, aku sangat mencintai kamu, kamu mempunyai hak sepenuhnya padaku dan jangan bilang kalau kamu akan meninggalkan aku” ujar Adi sambil mendekat ke arah Aaliya, tiba tiba Neelu datang memanggilnya “Iyaa aku kesana” sahut Adi, Aaliya juga meminta Adi untuk pergi

Raman meminta Adi untuk tetap tinggal dirumah “Ayah mau ke kantor dulu, kamu disini saja menemani paman Vidyut, siapa tahu ada masalah dengannya, kamu bisa mengatasinya kan ?” Adi merasa senang dan setuju dengan permintaan ayahnya, Adi kemudian berkata ke Aaliya “Aaliya, apa kamu mau aku antar pulang ?”, “Aku nggak mau” sahut Aaliya “Aku mohon, Aaliya ,,, jangan batalkan pertunangan kita”, “Aku akan memikirkannya” Adi tersenyum senang begitu mendengar ucapan Aaliya, Aaliya kemudian pergi meninggalkan Adi, tak lama kemudian Aaliya bertabrakan dengan laki laki yang memukuli pengantar bunga, pria itu menawari Aaliya untuk menumpang mobilnya “Tidak, terima kasih, aku bisa sendiri”, “Aku tahu kalau mempercayai orang asing itu terlalu beresiko tapi kamu bisa percaya padaku” sahut pria tadi “Ini bukan tentang percaya atau tidak percaya” Aaliya berusaha mengelak namun pria tadi masih terus berusaha meyakinkannya, akhirnya Aaliya mau pergi dengannya

Dirumah keluarga Bhalla, nyonya Bhalla dan semua orang sedang bicara dengan Vidyut, mereka tersenyum senang, tiba tiba Ishita menyela “Sebentar lagi Ruhi akan menelfon kita, kita akan bicara dengannya” mereka kemudian ngobrol dengan Ruhi via video call, Ruhi juga menyapa Vidyut, begitu melihat Vidyut ada dirumah ayahnya “Aku akan pulang segera dan akan membawa semua barang barang yang di minta oleh bibi Mihika dan bibi Simmi seperti yang ada di daftar belanjaannya” saat itu Abhishek datang kesana, Raman dan Vidyut sama sama bertanya “Kamu ada disini, Abhishek”, “Kami memiliki sebuah bukti, hal ini menunjukkan kalau kamu tidak ada hubungannya dengan kasus bunuh diri ini” sahut Abhishek “Waaah ,,, itu hebat, aku sudah bilang kan ?”, “Itu baru berita bagus” Raman menyela ucapan Abhishek “Abhishek, kenapa kamu terlihat tegang ?”, “Aku punya buktinya, catatan bunuh dirinya Nisha, disini tertulis kalau Ishita yang bertanggung jawab atas kasus bunuh dirinya” semua orang yang ada disana kaget mendengarnya “Ishita bahkan tidak tahu siapa dia”, “Coba kamu baca suratnya ini, disini tertulis kalau Vidyut berjanji pada Nisha tentang cinta mereka tapi kemudian Ishita datang diantara mereka berdua, Ishita lalu memprovokasinya untuk bunuh diri” Raman sangat kesal karena nama Ishita dibawa bawa “Omong kosong apa ini ? Kamu tahu kan kalau gadis itu gila ! Ishita tidak akan pergi dari sini, aku akan lihat siapa yang berani membawanya” Abhishek langsung menyela ucapan Raman “Kamu tidak bisa mencegah aku, Raman” saat itu orang tua Nisha datang kesana “Aku ingin lihat, apa Ishita tidak di tahan ? Ishita bertanggung jawab dalam hal ini, aku akan lihat Ishita mendapat hukumannya atas kejahatan yang dilakukannya” Vidyut langsung menyela ucapan ayah Nisha “Dengarkan, tuan ,,,,”, “Tutup mulutmu ! Kamu telah mengkhianati putriku dan membuatnya melakukan hal ini !” Vidyut berusaha membela diri “Sudah hentikan !” bentak ayah Nisha, ibu Nisha juga menghina Ishita “Tuan Bhalla, apa kamu tahu kalau istrimu ini punya hubungan dnegan Vidyut ? Aku bisa membeli perusahaanmu dalam satu menit” Raman sangat marah mendengarnya “Kenapa kamu melakukan hal ini ?” Appa langsung menyela ucapan ayah Nisha “Kamu ini salah paham, Ishita tidak mungkin melakukan hal ini”, “Tapi putriku, Nisha ,,, telah menulis nama Ishita, dia itu tidak gila, pak polisi tangkap itu Ishita !” bentak ibunya Nisha “Kami harus menahan Ishita” ujar Abhishek “Aku akan lihat bagaimana kamu menahan Ishita, Romi ,,, telfon pengacara !”, “Pengacaraku sebentar lagi datang, Raman” sela Vidyut, tanpa mereka sadari ternyata Ruhi mendengar semua pembicaraan mereka, Ruhi benar benar terkejut “Aku harus pulang ke Delhi segera” Rugi bergegas untuk membeli tiket, tiba tiba ada seorang perempuan yang meminta maaf padanya, seorang pria juga datang dan berkata ke Ruhi untuk menggunakan tiketnya “Tidak ada yang lebih penting daripada seorang ibu, kamu bisa menggunakan tiketku, aku harap masalahmu bisa terselesaikan dengan baik” lalu pria tadi meminta perempuan itu untuk membatalkan tiketnya dan memberikan tiketnya ke Ruhi, lalu Ruhi mengucapkan terima kasih pada pria tersebut dan ayahnya bisa mencegah penahan ibu Ishinya

Baca Juga :  Sinopsis Mohabbatein Episode 271 Debroo

Pengacara memberitahu mereka kalau dirinya tidak bisa membantu “Maaf sekali, aku tidak bisa membantu, kalau Nisha menulis nama Ishita maka mereka bisa menahan Ishita” Raman langsung memarahinya “Aku bisa mengatur surat jaminan untuk Ishita, kami tidak bisa mencegah penahannya”, “Aku tidak akan membiarkan Ishita pergi” sahut Raman yang menimpali ucapan Vidyut, saat itu Pihu datang kesana dan bertanya pada Ishita “Ibu Ishi, mau pergi kemana ?” semua yang hadir disana melihat kearah Pihu, Abhishek lalu meminta pada anak buahnya untuk menunggu diluar dan menyuruh kedua orang tua Nisha untuk menunggu diluar juga, Mihika mencoba menjawab pertanyaan Pihu “Kenapa ada begitu banyak orang yang datang ?”, “Ayah dan ibu Ishi mau pergi untuk menolong paman Vidyut, Pihu” ujar Mihika “Ibu Ishi, cepat pulang yaa, setelah itu ibu Ishi bisa membantu aku menyelesaikan proyekku” Ishita hanya bisa menangis begitu mendengar ucapan Pihu “Kami akan pulang sampai malam sayang” ujar Raman sambil berjalan menuju ke Ishita, nyonya Bhalla hanya bisa menangis

Ruhi sedang sibuk menelfon dan tiba tiba tefonnya jatuh, seorang pemuda berusaha membantunya “Bagaimana kamu bisa sampai disini ? Kamu telah memberikan tiket ini padaku”, “Aku ini seorang pengusaha dan aku selalu memesan dua tiket, aku tidak suka kalau teman sebangku menggangguku, aku lihat tadi kamu membutuhkan tiket jadi aku memberikan tiketku untukmu” sahut pemuda tadi “Terima kasih” kemudian Ishita menelfon rumah dan merasa sangat khawatir “Kamu bisa berdoa pada dewa Hanuman kalau kamu sedang merasa gelisah, maka kamu akan merasa tenang, biasanya berhasil pada siapapun”, “Aku tidak tahu bagaimana doanya, dulu nenek mengajarkan aku ketika aku masih kecil” sahut Ruhi “Jangan khawatir, aku akan mengajari kamu” Ruhi tersenyum senang

Aaliya memberitahu Mani tentang penahanan Ishita karena tulisan terakhir Nisha ketika dia mau bunuh diri “Apa ? Apa kamu yakin, Aaliya ?” Mani sangat kaget dan tidak percaya “Aku bukannya mau bilang kalau Ishita itu tidak tahu malu, tapi dia itu sudah berpisah sama Raman selama 1 tahun jadi mungkin saja dia tertarik sama Vidyut, itu manusiawi kan ?” sela Shagun santai “Iya benar juga tapi bagaimana dengan kamu sendiri ? Kita berdua juga saling berjauhan selama satu tahun” sahut Mani kesal “Apa yang kamu katakan, Mani ? Kita ini tidak berpisah dan lagi aku ini tidak begitu rentan untuk tertarik pada seseorang dengan begitu mudahnya”, “Bahkan Ishu juga orang yang tidak rentan, aku harus membantunya, aku akan bicara sama Raman” ujar Mani

Kedua orang tua Nisha menuduh Ishita di kantor polisi “Kamu telah menemui Nisha dua hari yang lalu kan ?”, “Aku tidak pernah bertemu dengan Nisha ! Saat itu aku ada di Australia, aku baru saja kembali” Ishita mencoba membela diri “Jangan bohong ! Putriku bertemu denganmu dan memintamu untuk tidak merusak hubungannya dengan Vidyut tapi kamu tidak mau, iya kan ?” bentak ayah Nisha, sementara Raman berusaha menenangkan Ishita “Apa kamu kira aku ini telah berbohong ? Apa ini ? Lihat ini ! Ini adalah rekaman orang yang datang ke klinik Ishita, itu artinya putriku telah menemuimu di klinik”, “Aku tidak ingat, apa aku telah bertemu dengannnya atau tidak, bagaimana ini bisa terjadi ?” Ishita merasa heran “Rekaman seperti itu bisa saja palsu, ada banyak cara untuk melakukan hal ini”, “Apa kamu pikir keluarga yang lain yang berperan sebagai keluargamu ? Kami tahu keluargamu, keluarga yang paling tidak berbudaya” Raman sangat marah begitu nama keluarganya di sebut sebut, Abhishek langsung mencegah Raman dan menyuruh anak buahnya untuk membawa Ishita “Adi dan Romi akan mendapatkan surat jaminan untuknya ! Aku akan membawamu bersamaku, Ishita ,,, jangan cemas” ujar Raman lantang

Dirumah keluarga Bhalla, Mihika meminta nyonya Bhalla untuk tidak begitu tegang dan gelisah “Kak Ishita tidak bersalah, Adi dan Romi saat ini sedang pergi untuk mendapatkan surat jaminan, kita pasti bisa membawa pulang kak Ishita” saat itu Pihu kembali pulang, Neelu lalu memberitahu “Pihu tadi terlambat dan ketinggalan bis”, “Ya sudah anak anak tidak usah berangkat ke sekolah hari ini” ujar tuan Bhalla, Pihu dan Ananya kemudian ganti baju dan pergi bermain, Aaliya yang datang kesana lalu mengajak Pihu dan Ananya untuk menonton film, mereka berdua langsung mau, lalu berganti baju lagi “Kalau teman teman sekolanya Pihu memberitahu Pihu tentang Ishita, hal itu tidak akan baik baginya”, “Aaliya, jangan biarkan Pihu tahu segalanya, apa yang akan kita lakukan kalau Ishita tidak pulang sampai nanti malam ?” nyonya Bhalla merasa cemas “Aku akan mengajak mereka jalan jalan setelah nonton film, lalu berbelanja dan bermain game, mereka pasti tidak akan tahu” sahut Aaliya

Adi dan Romi sedang menunggu untuk bertemu dengan hakim untuk mendapatkan surat jaminan untuk Ishita, saat itu pengacara mereka datang dan berkata “Ada banyak kasus, pastinya akan memakan waktu cukup lama untuk sidang kita” Adi merasa cemas, saat itu Romi mendapat telfon dari Raman yang meminta pengacara untuk bergerak dengan cepat “Ada apa, Romi ?”, “Kita akan segera mendapatkan surat jaminan itu, kak” sahut Romi “Jangan datang kesini tanpa surat jaminan itu” Abhishek lalu memanggil Raman dan menyuruh Vidyut pulang “Vidyut, lebih baik kamu pulang kerumah saja, karena seluruh awak media mulai menekan kita”, “Aku tidak akan pulang sampai surat jaminannya datang” sahut Vidyut “Aku ingin bertemu dengan Ishita, dia membutuhkan aku, aku mohon”, “Baiklah, 10 menit saja” Raman bergegas menemui Ishita, Raman langsung memeluknya “Raman, aku tidak tegang, aku tahu kalau kamu pasti akan membebaskan aku dari sini”, “Semua ini terjadi karena aku, aku selalu melakukan sesuatu dan kamu yang terluka, aku telah melakukan sandiwara dengan Vidyut” Raman merasa sedih “Ini semua adalah keputusan kita, aku sangat yakin kalau aku tidak melakukan sesuatu yang salah, tidak akan terjadi apa apa, mereka pasti akan melepaskan aku”, “Kita tadi bilang sama Pihu kalau kita akan pulang malam hari, dia pasti akan bertanya dalam hati kalau kita tidak pulang kerumah, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan ? Padahal kita sudah mendapatkannya dengan sangat sulit” Raman semakin cemas, Abhishek menemui mereka “Ada sebuah kabar buruk, Raman” Raman kaget “Apa itu ?”, “Ikutlah denganku” ajak Abhishek

Baca Juga :  Sinopsis Mohabbatein Hari Ini 28 Februari 2017 - Aaliya Temui Raman, Shravan Kabur, Ruhi Sedih Ingat Nenek, Aditya Hadiahi Ishita Saree

Raman lalu bertanya “Bagaimana mungkin ?”, “Abhishek, bagaimana kamu bisa percaya dengan hal ini ? Kamu kenal aku kan ?” sela Ishita heran “Nisha itu benar benar seorang penguntit, bagaimana bisa Ishita harus bertanggung jawab pada semua ini ?” sahut Raman “Aku tahu tapi seorang saksi yang baru telah mengubah arah dari kasus ini, dia bilang kalau dia telah melihat perselingkuhan Ishita dan Vidyut”, “Siapa dia ?” tanya Ishita heran, saat itu Shagun datang kesana, mereka semua kaget “Aku datang kesini untuk memberikan pernyataan disini tapi tidak ke Abhishek, aku tidak percaya padanya, dia itu temannya keluarga Bhalla, aku meragukan niatnya”, “Pekerjaanku juga sangat penting untukku, aku juga tidak akan mendukung kejahatan apapun, aku ini polisi yang paling senior disini dan aku yang menangani kasus ini” sahut Abhishek “Pak, kenapa anda menjelaskan padanya ?” tanya salah satu polisi yang lain, kemudian polisi itu memarahi Shagun dan membela Abhishek, Shagun akhirnya setuju untuk memberikan pernyataannya “Bagus ! Katakan padaku”, “Aku pernah melihat Ishita dan Vidyut di Adelaide, mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang romantis, aku sangat yakin kalau mereka berdua ini memang ada hubungan” Raman sangat marah begitu mendengar ucapan Shagun “Shagun, hentikan omong kosong ini !”, “Tenang, Raman ,,, diamlah dulu kalau tidak aku akan mengeluarkan kamu keluar” sela Abhishek “Aku dengar Vidyut memberitahu Ishita soal Nisha, ketika mereka berdua mengkhianati Nisha, lalu mereka tertawa senang bersama” Shagun kembali memberikan pernyataannya, saat itu Vidyut masuk ke sana dan berkata “Raman, Romi baru saja menelfon aku” ujar Vidyut sambil melirik ke arah Shagun “Vidyut, apa kamu juga mengenaliku ? Dia ini juga pura pura bersikap romantis dan menjalin hubungan denganku juga, apa yang aku bilang ini benar, Vidyut ? Bilang saja sejujurnya” desak Shagun santai “Vidyut, apa yang dia bilang ini benar ?” sela Abhishek “Iyaa tapi ada sebuah alasan untuk itu”, “Dia ini memanfaatkan kepopulerannya sebagai seorang selebriti dan mempermainkan banyak perempuan, Ishita juga tahu semuanya, dia juga tahu kalau Vidyut mempermainkan aku dan mendukung Vidyut, Vidyut dan Ishita melakukan hal ini pada Nisha juga” ayah Nisha kembali meradang begitu mendengar ucapan Shagun “Pak polisi, apa anda masih berfikir kalau Ishita tidak bersalah ?”, “Aku mohon, tuan ,,, tunggulah diluar dulu” pinta Abhishek “Tunggu dulu ! Kenapa kamu menyuruhnya keluar ? Aku datang kesini untuk mereka, aku turut prihatin atas apa yang terjadi pada putrimu, kamu bisa menghubungi aku kalau kamu butuh bantuanku, ini nomer telfonku” ujar Shagun sambil berkata dalam hati “Kamu suka sekali mengecawakan aku, Raman ,,, tapi kamu lupa kalau kamu tidak bisa menghancurkan aku, aku ini Shagun Arora” bathin Shagun sambil melirik ke arah Raman, kemudian berlalu dari sana, begitu Shagun pergi, ayahnya Nisha berkata “Bukti apalagi yang kamu butuhkan sekarang ? Masukan saja Ishita ke dalam penjara ! Dia telah membunuh putriku !”, “Tuan, aku mohon keluarlah ! Dan tidak usah mengajari aku soal pekerjaanku ini !” Abhishek kemudian membawa Ishita ke ruang tunggu, Raman sangat khawatir

Romi lalu memberitahu Raman kalau mereka sudah mendapat surat jaminannya “Kita sudah mendapat surat jaminannya, kak ,,, tapi permintaan draftnya ,,,”, “Shagun sudah mengacaukan kasus kita, dia ikutan memberikan pernyataannya ke polisi” sela Raman kesal “Tenang, kak ,,, aku akan mengurus semuanya, jangan khawatir, kita akan mendapatkan surat jaminannya hari ini juga”, “Romi, telfonlah siapa saja tapi lakukan pekerjaan ini” sahut Raman cemas, sementara itu Ruhi sudah mendarat di India dan langsung menelfon kerumahnya, pemuda yang tadi memberikan tiket pada Ruhi memperhatikannya dan menyapanya “Terima kasih untuk tiketnya”, “Tidak masalah” sahut pemuda tersebut “Aku rasa sepertinya kamu harus pergi ke suatu tempat dengan cepat, aku bisa memberikan tumpangan padamu”, “Terima kasih, tapi ibuku sedang dalam masalah jadi aku harus pergi ke kantor polisi” sahut Ruhi cemas “Seharusnya kamu bilang dari tadi, ayooo ikut aku, aku akan mengantarmu” ujar pemuda itu

Nyonya Bhalla meminta Romi untuk cepat dan membuat pernyataannya kemudian nyonya Bhalla menutup telfonnya, saat itu Aaliya sudah pulang kerumah bareng Pihu dan Ananya “Kami tadi sangat senang sekali, dimana ibu Ishi ? Aku membelikan sesuatu untuknya” tanya Pihu penuh semangat, nyonya Bhalla lalu berbohong pada Pihu tentang keberadaann Ishita saat ini “Sekarang lebih baik kalian mengerjakan PR dulu” pinta nyonya Bhalla, Pihu dan Ananya lalu masuk ke dalam kamar “Nenek, jangan khawatir, Adi dan ayahku sedang mencoba meberikan pernyataan mereka” hibur Aaliya, nyonya Bhalla juga berharap hal yang sama

Pemuda itu akhirnya mengantar Ruhi ke kantor polisi “Terima kasih untuk tumpangannya” Ruhi bergegas masuk ke dalam kantor polisi dan bertanya tentang Ishita, saat itu Raman melihatnya “Ruhi, kenapa kamu kesini ?”, “Ketika aku dengar kabar tentang ibu Ishi, aku langsung memesan tiket untuk penerbangan berikutnya dan datang kesini” sahut Ruhi cemas “Ibu Ishi ada didalam, ayah harus membuat pernyataan dulu, jangan khawatir, kamu harus kuat yaa” ujar Raman, Ruhi bergegas menemui Ishita dan memeluk Ishita erat sambil menangis “Aku tidak bisa melihat ibu Ishi seperti ini” Ishita berusaha menghibur putrinya “Lalu bagaimana dengan pekerjaanmu disana ?”, “Tidak jadi, setelah aku dengar kabar tentang ibu, aku langsung meninggalkan pekerjaanku dan segera datang kesini” Ishita merasa prihatin “Ibu, semuanya akan baik baik saja, ayah sedang pergi untuk mendapatkan surat jaminan untuk ibu”, “Ibu jadi kepikiran soal Pihu” sela Ishita “Aku akan mengurusnya”, “Ruhi, kami bohong lagi sama dia, padahal dia sudah memilihku dan sekarang kami bohong padanya, kalau dia tahu tentang hal ini, dia pasti akan merasa terluka, dia sudah bukan anak kecil lagi, dia itu bisa mengetahui semua kebenaran, meskipun dia merasa tidak nyaman dengan hal ini tapi dia berhak untuk mengetahui semuanya, bagaimana caranya kita melakukan hal ini ?” ujar Ishita cemas “Apa kamu bisa bilang padanya dari sisi ibu dan menjelaskan semua kebenaran padanya ?”, “Jangan khawatir, ibu Ishi ,,, aku pasti akan menjelaskan padanya dan dia pasti juga akan mengerti ,,, ibu Ishi, apa aku bisa tinggal disini untuk sementara waktu ?” Ishita langsung memeluk Ruhi dan berharap Pihu bisa memahami dirinya

#SallyDiandra

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *