Sinopsis Anandhi Hari Ini 27 April 2017 – Sanchi Akan Rusak Perayaan Pernikahan Jagdish dan Ganga

Debroo.net. Sinopsis Anandhi Hari Ini 27 April 2017 – Sanchi Akan Rusak Perayaan Pernikahan Jagdish dan Ganga. Gehna membawa Ganga ke kamar Jagdish yang sudah dihiasi dengan bunga-bunga dan kelopak mawar berbentuk hati di tempat tidur.

Sinopsis Anandhi Hari Ini 27 April 2017 debroo.com - instagram.com anandhi_series
Sinopsis Anandhi Hari Ini 27 April 2017 debroo.com – instagram.com anandhi_series

Ganga tersenyum melihat dekorasi yang indah. Gehna membuat Ganga duduk di tempat tidur. Gehna membelai kepala Ganga, lalu Gehna pergi dan menutup pintu.

Ruang keluarga

Jagdish : Hal penting apa yang ingin paman bicarakan padaku?

Nenek, Bhairon dan Vasant menggoda Jagdish. Mereka berbicara tentang membangun ruangan baru di rumah sakit.

Jagdish : Itu ide yang bagus tapi itu tidak akan cukup.

Vasant : Sepertinya kita harus membicarakan hal ini besok saja Bhairon, karena Jagdish sudah terlihat lelah sekarang.

Jagdish : Tidak, aku tidak lelah

Jagdish pergi, Nenek, Bhairon dan Vasant tersenyum

Kamar Jagdish

Jagdish masuk ke kamarnya. Dia terpesona melihat dekorasi kamar dan Ganga yang berpakaian dengan sangat cantik. Ganga malu dan gugup. Jagdish mendekati Ganga. Jagdish memegang dagu Ganga. Ganga tersenyum padanya.

Jagdish : di sungai yang mengalir, kau lihat perahu membutuhkan dayung agar tidak tenggelam. Kondisiku sama seperti itu. Aku tidak tahu apa-apa, tetapi kau mengarahkanku dan aku tahu kau adalah orang yang tercipta untukku. Aku ingin menghabiskan seluruh hidupku bersamamu. Aku tidak pernah menyatakan apa yang aku rasakan, tapi sekarang semua orang telah menerima hubungan kita dan kita bisa memulai hidup baru lagi. Jika ada sesuatu yang mengganggumu, aku siap menunggu.

Jagdish memegang pipi Ganga. Ganga menutup matanya.

Jagdish : aku hanya ingin kau bahagia dan aku tidak akan memaksamu.

Ganga memegang tangan Jagdish.

Ganga : namaku terikat dengan namamu, dan menjadi sebuah kehormatan bagiku menjadi istrimu. Aku hanya punya satu ketakutan apakah keluargamu akan menerima hubungan kita dan apakah kita bisa hidup dengan bahagia nantinya? Tapi sekarang aku tidak takut lagi. Keluargamu telah menerimaku, aku istrimu, temanmu. Aku berdoa kepada Dewa agar aku bisa selalu mendukungmu. Pak dokter aku milikmu sepenuhnya.

Jagdish memegang tangan Ganga dan membuatnya duduk di tempat tidur. Jagdish juga duduk di tempat tidur. Mereka saling bertatapan.
Ganga menunduk. Jagdish tersenyum. Jagdish membuka anting Ganga dan memakaikan anting yang dia bawa. Ganga langsung memeluk Jagdish.
Jagdish membelai rambut Ganga. Mereka berdua berbaring di tempat tidur.
Adegan di sensor 😉

Saat pagi di Kesar bagh

Sanchi sedang tidur nyenyak, teleponnya berdering, dia bangun dan mengangkatnya. ternyata dari Ankita.

Ankita : Aku dengar bahwa kau menarik laporanmu dan rahasiamu terbongkar hanya karena Payal.

Sanchi : Payal adalah sahabat terbaikku, aku tidak pernah menyangka dia akan melakukan hal itu kepadaku, sekarang aku tidak percaya pada pertemanan lagi, aku tidak berteman lagi.

Ankita mulai meracuni pikiran Sanchi lagi

Ankita : Hanya karena satu teman, kau akan menyalahkan semua temanmu? Ini tidak benar, besok aku akan mengenalkanmu pada beberapa teman yang sangat baik yang akan mengerti dirimu, datanglah ke rumahku besok karena kita akan merayakan Diwali juga.

Sanchi : Aku tidak bisa, karena saat ini aku sedang dihukum, aku tidak bisa datang dan aku tidak suka melakukan pooja tapi harus tetap melakukannya untuk keluargaku.

Sanchi menutup teleponnya.

Sanchi : Hanya 2 orang yang bertanggung jawab atas malapetaka yang menimpaku. Gangga dan kakak ipar Anandhi.

Kamar Jagdish

Ganga baru selesai mandi dan membawa secangkir teh untuk Jagdish yang masih tertidur. Ganga mengingat malam sebelumnya ( Flashback ) Ganga tersenyum.
Ganga menghampiri Jagdish.

Jagdish : pak dokter ini tehmu.

Ganga menaruh tehnya di meja.
Ganga mencoba membangunkan Jagdish dan menyentuh tangannya. Jagdish bangun dan berteriak yang membuat Ganga kaget. Ganga terjatuh di tempat tidur dan Jagdish berada di atasnya.

Jagdish : siapa ini?

Ganga : ini aku pak dokter, Ganga.

Jagdish : Ganga, kau? Aku pikir orang lain.

Ganga ingin bangun tapi Jagdish menahannya.

Jagdish : aku ingin menghabiskan waktu denganmu.

Ganga : semua orang sudah bangun dan menunggu kita.

Jagdish : kau lupa sekarang aku suamimu? Tugasmu sekarang mendengarkan aku.

Ganga malu dan berpaling.

Ganga : tehmu sudah dingin

Jagdish : aku tidak ingin minum teh.

Ganga : aku akan membuatkan sarapan untukmu.

Jagdish : aku tidak membutuhkannya.

Ganga : aku harus melakukan pekerjaan rumah.

Jagdish : tapi aku masih ingin menatapmu tanpa henti, tidak ada yang lebih penting dari itu.

Shiv dan Anandi pergi ke pasar untuk berbelanja keperluan Diwali.

Anandhi : tapi kita tidak bilang pada siapapun tentang ini.

Shiv : setelah semua yang terjadi, Aku tidak yakin mereka akan merayakan Diwali. Itulah kenapa aku ingin merahasiakan ini agar menjadi kejutan untuk mereka. Aku hanya ingin melihat keluargaku bahagia lagi, dan aku butuh dukunganmu.

Anandhi : aku selalu bersamamu dan semuanya akan terjadi seperti yang kau inginkan.

Mereka mulai berbelanja.

Di sisi lain Bhairon dan Sumitra juga berbelanja. Shiv melihat kalung.

Shiv : Anandhi ini Diwali pertama kita setelah menikah, jadi aku harus memberimu hadiah

Anandhi : Kalau begitu aku juga harus memberikanmu hadiah.

Shiv : kau bersamaku, hadiah apa lagi yang bisa kau berikan?

Mereka tersenyum.

Sumitra dan Bhairon membelikan kalung untuk Ganga.

Shiv dan Anandi sudah selesai berbelanja dan hendak pulang. Seorang anak menyalakan petasan. Anandhi dan Shiv lari bersama untuk menghindari petasan itu. Mereka nampak menikmati kebersamaan mereka

Keluarga Singh dan Shekhar di rumah masing-masing sedang melakukan persiapan diwali, mereka membuat rangoli (hiasan lantai) dan lampu diyas
Sanchi turun. Ira mengabaikannya.

Anandhi : Sanchi, kau bisa membantuku membuat lampu diyas.

Nenek memberitahu Jagdish dan Gangga (Gangga Baru) untuk melakukan puja diwali. Jagdish dan Gangga maju dan melakukan puja. Di sisi lain, Anandi dan Shiv melakukan puja diwali di rumah Shekhar. Kedua rumah melakukan semua ritual dan puja lainnya. Mereka kemudian melakukan arti. Mannu terlihat menikmati setiap ritual. Sanchi juga berpartisipasi dan melakukan arti.

Nenek : terimakasih dewa, kau telah menyelamatkan keluargaku dari masalah, aku berharap hal yang sama di masa depan, Dewa selalu melindungi keluargaku dan memberikan kebahagiaan kepada anak-anakku.

Gangga memberikan arti pada semua orang. Jagdish dan Gangga lalu mengambil berkah dari nenek dan nenek memberi mereka hadiah. Nenek juga memberikan hadiah kepada anggota keluarga lainnya. Nandu membawa Mannu bersamanya dan mereka berdua menyentuh kaki Nenek. Nenek kemudian memberikan hadiah kepada mereka juga.

Anandi memberi arti kepada semua orang di rumah Shekhar. Ira memberkat Anandi

Ira : Aku selalu berdoa untuk kebahagiaan rumah ini dan aku juga akan meminta kepada dewa untuk memberi pengertian kepada anggota keluarga ini ( Ira nyindir Sanchi)

Hadiah datang dari Badi Haveli. Anandi dan Ira menyuruh mereka untuk mengajak orang-orang Badi Haveli untuk merayakan diwali bersama. Semua anak mengambil berkah dari para orang tua. Meenu memberkati Sanchi dan mengucapkan selamat diwali. Saat Sanchi menyentuh kaki Ira dan Alok, dia tidak mendapat tanggapan dari mereka. Semua orang pergi dari sana kecuali Anandi. Anandi mengucap selamat diwali kepada Sanchi. Sanchi mengatakan hal yang sama dan kemudian pergi.
Kakek mengumpulkan semua orang untuk memberikan hadiah.

Kakek : terimakasih untuk Anandhi dan Shiv yang berbelanja semua ini.

Sanchi (berpikir) kakak Anandhi, kau mendapatkan semua pujian setelah membawa kegelapan dalam hidupku. Jika aku sudah menikah dengan Jagdish, aku yang akan mendapat pujian ini.

Semua orang diberikan hadiah, tapi kakek tidak memberikan apa-apa untuk Sanchi.

Anandhi : bagaimana dengan Sanchi?

Kakek akhirnya dengan terpaksa memberikan hadiahnya.

Sanchi : terima kasih Kakek.

Sanchi hendak menyentuh kaki Kakek tapi Kakek menolaknya

Anandi dan Shiv berbicara dengan nenek di telepon.

Shiv : Aku minta maaf nek atas apa yang terjadi baru-baru ini.

Nenek : Tidak perlu meminta maaf, lupakan semuanya. Dengan Tahun Baru, ini akan menjadi awal yang baru.

Nandu dan Mannu sedang bermain kembang api. Ganga mengawasi mereka. Jagdish datang dan memegang tangannya dan mereka menyalakan kembang api bersama. Keduanya tersenyum satu sama lain.

Keluarga Shekhars sedang menyalakan kembang api di luar.

Shiv : Semua orang terlihat sangat bahagia. Ini semua karenamu Anandi.

Anandi memperhatikan wajah sedih

Anandi : (berpikir) Tapi aku tidak bisa membuat diwali yang bahagia untuk Sanchi.

Anandi : Shiv, kita tidak seharusnya memperlakukan Sanchi seperti ini, Sanchi tidak pantas menerima ini.

Shiv : tidak Anandi, dia sudah berbuat jahat pada orang Badi haveli dan aky tidak dapat melupakan rasa malu yang harus aku hadapi karena Sanchi. Aku tidak bisa melupakan perbuatannya.

Anandi : Kau harus memberinya kesempatan untuk memulai hidup kembali.

Shiv : Sebaiknya kau tidur.

Jagdish sedang tidur nyenyak, tiba-tiba dia terbangun karena suara petasan. Jagdish bergegas keluar kamar, dan dia melihat Nandu sedang tertawa.

Jagdish : Nandu apa yang kau lakukan? Kau membangunkan orang pagi-pagi sekali

Nandu terdiam dan melihat ke arah lain.

Jagdish melihat seseorang bersembunyi dan mendekatinya. Jagdish menarik tangan wanita itu dan ternyata adalah Ganga. Ganga tertawa bahagia. Jagdish memegang tangan Ganga erat dan mendekatinya, tapi Gehna datang. Jagdish merasa malu.

Nenek dan yang lainnya datang dan marah.

Nenek : siapa yang membuat keributan pagi-pagi? Nandu kau yang melakukannya? Kau nakal sekali menggangu orang yang sedang tidur.

Jagdish : nenek, Nandu tidak salah, Ganga yang punya ide ini.

Ganga : tidak nenek, Bibi Gehna yang merencanakan ini.

Gehna : Ganga, kenapa kau menyalahkan aku? Kau kan yang punya ide membangunkan Jagdish dengan cara seperti ini.

Nandu : iya kak Ganga yang memberikan ide ini.

Nenek marah dan menghampiri Ganga.
Nenek menaruh tangannya di pipi Ganga dan mencubitnya. Nenek tertawa geli.

Nenek : Lihat mukanya yang sangat takut. Ganga idemu sangat bagus membangunkan semua orang dengan petasan di radio. Tapi karena kau sudah mengagetkan semua orang kau harus dihukum. Buatkan aku teh jahe, lalu buatkan sarapan untuk semua orang. Kalian semua bersiplah karena kita akan makan sarapan yang dibuat oleh pengantin baru.

Ira menawarkan teh untuk mertuanya. Nenek menelpon Ira untuk mengucapkan selamat Diwali kepadanya. Mereka saling menyapa. Kakek menerima telepon dan mengucapkan selamat Diwali dan berdoa untuk ikatan keluarga dan kebahagiaan mereka.

Anandi sedang bersama dengan Sanchi

Saanchi : Aku tidak membutuhkan apapun sekarang.

Anandi : Kau harus bisa berkonsentrasi pada dirimu sendiri dan mencoba bersikap normal.

Saanchi : Semua orang yang ada di sini tidak ingin berbicara denganku bahkan di hari Diwali. Tidak akan seperti sebelumnya, semua orang membenciku.

Anandi : Kau ikutlah bersamaku

Kakek : Dimana Mahi, aku belum pernah melihatnya.

Ira : Mahi pergi untuk latihan dan Shiv pergi untuk sebuah pertemuan.

Kakek : Lalu dimana Anandhi?

Anandhi datang bersama Sanchi dan meminta Sanchi untuk duduk bersama keluarganya. Semua orang marah melihat Sanchi.

Ira : Anandi, kau sudah tahu apa apa yang ingin kau tahu, kami tidak bisa memaafkan Sanchi atas semua yang sudah dia lakukan.

Sanchi hendak pergi, tapi Anandi menghentikannya.

Anandi : Ibu, Sanchi juga bagian dari keluarga kita, dan dia butuh maaf dari kalian. Aku akan menjadi bagian dari hukuman Sanchi, aku akan mengunci diri di kamar, tidak akan berbicara pada siapapun dan….

Kakek menyela.

Kakek : kami sudah menghukummu Anandi, kenapa kau menyusahkan dirimu sendiri?

Anandi : Apakah kalian akan memaafkan Sanchi atau menghukumnya, aku akan mendukung Sanchi dalam hukumannya.

Meenu : Anandi benar, Sanchi adalah anggota keluarga kita. Kita tidak bisa marah padanya selamanya. Kita harus memaafkan dia.

Ira akhirnya setuju memaafkan Sanchi. Dia menyuapi Sanchi roti.

Sanchi : maafkan aku ibu.

Ira : ya cukup Sanchi. Kau tidak boleh mengulangi kesalahanmu. Berterima kasihlah pada Anandhi, dia Anandhi yang sama seperti yang selalu kita benci. Dia melakukan kebaikan padamu dan pikirkan perilaku burukmu padanya.

Anandhi : aku melakukan semua ini untuk keluarga.

Ira : Sanchi, kau harus melakukan konsultasi

Sanchi : ya ibu aku akan melakukannya untuk membuktikan diriku. Apakah kak Shiv juga akan memaafkanku atau tidak.

Kakek : Shiv akan memaafkanmu karena dia adalah kakakmu.

Mereka duduk untuk sarapan.
Selesai makan Sanchi kembali ke kamarnya.

Gehna meminta Gangga untuk membuat sayur kari. Gehna pun pergi. Jagdish datang dan tersenyum. Gangga tidak melihatnya dan mengira dia adalah Gehna, Ganga meminta bumbu satu per satu. Jagdish memberikannya. Jagdish menatap Gangga yang membuatnya merasa malu. Gehna datang dan menggodanya. Jagdish membuat alasan bahwa ia datang untuk minum air.

Sanchi mengingat kata-kata Anandi di kamarnya

Anandi : aku ingin menjadi bagian dari hukuman Sanchi. Memaafkan dia atau memisahkanku juga dari semua orang.

Sanchi ingat Ira memuji Anandi.

Sanchi : aku memenangkan kembali semua keluargaku melalui kakak ipar. Kakak Anandhi sangat bodoh, dan aku tahu cara memanfaatkan dia.

Lanjutan Sinopsis Anandhi Antv 27 April 2017 debroo.com - instagram.com anandhi_series
Lanjutan Sinopsis Anandhi Antv 27 April 2017 debroo.com – instagram.com anandhi_series

Di Jaitsar, semua orang merayakan Bhai dooj. Gehna merayakan bhai dooj dengan Mannu atas nama Bhairavi. Sanchi juga melakukan puja dan merayakan bhai dooj dengan Mahi. Mahi memberinya hadiah

Sanchi : Kakak sudah memaafkanku, dan itu adalah hadiah terbaik.

Sanchi pergi ke kakeknya

Sanchi : Kak Shiv pergi pagi-pagi tanpa berbicara denganku

Anandi : dia akan datang dan aku akan meneleponnya

Saat itu Shiv datang dengan seekor ikan dalam mangkuk sebagai hadiah untuk Sanchi.

Shiv : Ini akan menenangkan pikiranmu.

Sanchi : terima kasih kak Shiv.

Sanchi melakukan aarti.

Nenek menginstruksikan para pelayan untuk menghias haveli. Bhairon dan Vasant datang dan bertanya tentang dekorasi. Nenek memanggil semua orang

Nenek : Aku berpikir bahwa kita belum merayakan pernikahan Jagdish dan penerimaan Gangga juga. Kita perlu merayakan pernikahan dengan penduduk desa. Kita akan merayakannya besok.

Bhairon : Berarti kita harus melakukan semua pekerjaan dengan cepat.

Gehna : Kami akan membuat daftar dan bagaimana cara mengundang keluarga Anandi ibu.

Nenek : Aku akan berbicara dengan mereka

Nenek menelpon ke keluarga Shekhars dan mengatakan bahwa mereka akan membuat resepsi pernikahan untuk Jagdish dan Gangga, dan dia mengundang mereka untuk datang.

Kakek : Kami akan datang dan aku akan memberitahu Anandi dan Shiv.

Telepon berakhir

Ira : Aku pikir kita tidak harus pergi ke sana karena kita tidak ingin Jagdish dan keluarganya merasa malu karena kita.

Kakek : Mereka akan merasa buruk jika kita tidak pergi dan kita harus memulai lagi semuanya dari awal dan kita harus pergi.

Meenu : Tidak baik untuk mengajak Sanchi ke sana.

Alok : Kau benar, karena mungkin Sanchi harus menanggung murka penduduk desa disana.

Meenu : Aku akan bersama Sanchi.

Alok bilang dia sedang sibuk dan kakek menyuruh mereka untuk tidak mengatakan apapun kepada Sanchi.

Anandi memberitahu Shiv bahwa Sanchi seharusnya tidak tahu bahwa mereka akan menghadiri resepsi Jagdish. Shiv melakukan kesalahan saat menulis amplop shagun.

Anandi : Aku merasa takut untuk berpikir kalau sampai Sanchi tahu tentang hal itu.

Shiv : Sanchi harus mengerti mengapa kita melakukan ini.

Bhairon dan Vasant sedang berbicara di telepon mengenai dekorasi dan makanan. Nenek menginstruksikan para pelayan untuk melakukan pekerjaan. Dia bermain dengan mannu. Mannu tersenyum.

Sanchi bertanya dimana semua orang.

Meenu : Mahi ada di kamarnya dan semua orang pergi untuk pembukaan sekolah.

Sanchi : Aku tidak diberi tahu.

Meenu : apakah kau butuh sesuatu.

Sanchi : (berpikir) tidak ada yang memberitahuku tentang acara ini.

Sanchi datang ke kamar Shiv dan Anandi dan menemukan amplop yang ditulis oleh Shiv. Sanchi marah karena Meenu bilang keluarganya pergi ke peresmian.

Meenu melihat sebuah kotak dan membukanya, dia melihat perhiasan dan fotonya. Dia menjadi emosional. Mahi datang dan bilang dia akan pergi? Dia melihat ibunya dan menjelaskan lagi tentang saudara perempuannya yang telah meninggal. Mahi juga menjadi emosional dan mengatakan Sanchi juga adalah saudaranya dan anak-anaknya akan memanggilnya ibu. Mahi memintanya untuk tidak menangis.

Sanchi mengingat kata-kata kakek, Shiv dan Meenu. Dia mendapat telepon dari temannya Ankita

Sanchi : aku tidak bisa bicara karena aku sedang marah.

Ankita : apa yang terjadi?

Sanchi : sekali lagi Anandi membuatku kalah. Semua orang pergi untuk menghadiri resepsi Jagdish, dan keluargaku membuangku. Aku tidak bisa menananggung ini lagi dan berpikir untuk mati.

Ankita : datanglah ke rumahku. Aku akan memberikan sesuatu untuk memecahkan masalahmu.

Sanchi setuju. Ankita melihat sebuah botol dan tersenyum licik.

Jagdish : Gangga, kita akan memakai apa di resepsi pernikahan kita.

Gangga : Tapi kita sudah menikah.

Jagdish : Tapi aku ingin resepsi ini menjadi luar biasa dan informal. Ayah bahkan menyetujui ideku.

Jagdish mendekati Ganga dan menjelaskan tentang resepsi yang modern.

Jagdish : pengantin wanita saling mencium satu sama lain di atas panggung.

Gangga : Aku tidak akan melakukan itu.

Jagdish : Tapi ayah sudah setuju

Ganga : Aku tidak bisa melakukannya.

Jagdish : Kau terlalu serius dalam hal itu.

Gangga akhirnya sadar kalau Jagdish hanya menggodanya

Jagdish : Aku akan pergi dan melihat persiapannya.

Ankita menyajikan minuman untuk Sanchi yang sedang sedih.

Sanchi : apakah ini baik? Aku tidak meminum alkohol dan keluargaku juga tidak meminumnya.

Ankita : alkohol adalah obat terbaik saat tidak ada yang bersamamu. Kau harus meminumnya untuk menghadapi dunia. Bersantailah.

Ankita minum alkohol. Sanchi ragu-ragu meminumnya.

Alok kembali ke rumah dan bertanya kepada pelayan tentang Meenu. Dia mengatakan kepadanya bahwa dia ada di kamarnya. Meenu masih menangis melihat pakaian putrinya yang sudah tiada.
Alok datang

Alok : apa yang kau katakan pada Sanchi.

Alok melihat Meenu menangis dan memintanya untuk melupakan masa lalu. Meenu mengatakan itu bukan kehendaknya. Alok memintanya untuk menjaga dirinya sendiri. Meenu bilang dia baik-baik saja.

Alok : apa yang kau katakan pada Sanchi.

Meenu : Aku memberi tahu Sanchi bahwa semua orang pergi menghadiri peresmian sekolah dan dia pergi ke kamarnya tanpa mengatakan apapun.

Alok meminta Meenu menyiapkan makanan kesukaannya.

Meenu : Aku akan menyiapkan teh.

Alok keluar dari kamar Sanchi dan memberitahu Meenu bahwa Saachi tidak berada di kamarnya. Meenu bertanya kemana dia pergi?

Sanchi sedang mabuk

Sanchi : aku lupa kalau keluargaku pergi ke Jaitsar untuk perayaan pernikahan Jagdish dan Ganga. Keluargaku tidak bersamaku untuk melihat rasa sakitku.

Ankita : Jangan terlalu banyak minum.

Sanchi : Anandi sudah menghacurkan hidupku. Aku harus pergi ke Jaitsar untuk menghadiri perayaan.

Penulis : Ani Instagram.com/anandhi_series

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *