Sinopsis Anandhi Hari Ini 26 April 2017 – Jagdish di Bebaskan, Ganga Kembali Ke Rumah Kalyani

Debroo.net. Sinopsis Anandhi Hari Ini 26 April 2017 – Jagdish di Bebaskan, Ganga Kembali Ke Rumah Kalyani.

Sinopsis Anandhi Antv 26 April 2017 debroo.com - instagram.com anandhi_series
Sinopsis Anandhi Antv 26 April 2017 debroo.com – instagram.com anandhi_series

Payal : aku minta maaf Sanchi. Aku tahu sebagai temanmu, aku harus menjaga rahasiamu, tapi aku juga harus menghentikan kegilaanmu untuk masa depanmu yang lebih baik. Apa yang kak Anandhi katakan itu benar. Sanchi mencintai Jagdish, tetapi tidak memiliki perasaan untuk keluarganya. Apa pun yang dia lakukan hanya sebuah drama untuk mengesankan keluarga Jagdish sehingga mereka menerimanya. Apapun yang dia bilang di restoran, datang dari hatinya. Dia berencana untuk memisahkan Jagdish dari keluarganya sejak awal. Aku merasa sangat buruk dan aku ingin menjelaskan kepada Sanchi bahwa itu tidak benar, tapi sebelum aku melakukannya, semua ini terjadi. Dan ketika kak Anandhi mengatakan padaku dengan mengatakan kebenaran, bukan hanya masa depan Jagdish yang akan diselamatkan, tetapi juga Sanchi akan keluar dari kegilaannya. Sanchi akan bisa melanjutkan hidup. Aku juga merasa ini waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu untuk temanku.

Sanchi : ( berteriak ) Pembohong, Ibu pasti kakak ipar dan kak Shiv memprovokasi Payal untuk melawanku. Aku tidak tahu berapa banyak permainan yang akan mereka mainkan untuk menyelamatkan Jagdish.

Shiv : Hentikan Sanchi, Sekarang tidak ada gunanya berkata seperti itu, kebenaranmu sudah terungkap.

Sanchi menangis.

Sanchi : ibu, lihat apa yang kak Shiv katakan padaku, aku adiknya, tapi dia masih tidak percaya padaku, dia lebih percaya pada istrinya. Sahabatku, kakakku, tidak ada yang percaya padaku. Sekarang kalian semua pasti berpikir aku salah. Kenapa waktu itu aku diselamatkan? Kenapa aku hidup? Akan lebih baik jika aku mati hari itu, setidaknya aku tidak perlu menerima penghinaan dan rasa sakit ini. Semua ini terjadi karena kakak ipar Anandhi. Kakak ipar berpura-pura baik di depan semua orang, dan di sisi lain, dia memisahkan Jagdish dari aku dan membuatnya menikah dengan Ganga. Dan perlahan-lahan dia memisahkan aku dari kakakku. Aku merasa dia menyelamatkan aku hanya karena balas dendamnya belum selesai. Selamat kakak ipar, aku tidak hanya kehilangan sahabatku, kakakku, tetapi juga seluruh keluargaku.

Ira terdiam sekarang.
Ganga marah pada Sanchi.

Sanchi : aku pembohong, tinggalkan aku sendiri, semua orang membenciku, karena aku pantas mendapatkannya. Aku seorang pembohong, tidak jujur, licik.

Ganga : untuk pertama kalinya kau mengatakan sesuatu yang benar tentang dirimu, Sanchi

Semua orang melihat Ganga. Ganga menghampiri Sanchi.

Ganga : kau memang pembohong, tidak jujur, dan licik. Apapun yang kau lakukan sekarang bukanlah apa-apa, hanya drama. Apa pun yang kalian ketahui tentang Sanchi hari ini, itu saja tidak cukup. Aku juga ingin mengatakan beberapa kebenaran tentang dirinya. Apapun yang Sanchi katakan padaku tadi malam, kalian semua harus mendengarnya.

Sanchi : Diam

Sanchi mengangkat untuk menampar Ganga, tapi Ganga menahannya.

Ganga : Cukup Sanchi, Apa pun yang kau lakukan sampai sekarang, kau lakukan. Tapi sekarang tidak lagi. Aku tidak akan membiarkan siapa pun membawa lebih banyak masalah dalam kehidupan suamiku

Ganga mengeluarkan telepon dan memutar pengakuan Sanchi yang sudah direkam malam sebelumnya.

Ganga : Sanchi dengarkan aku dan percayalah padaku.

Sanchi : tentu saja aku percaya padamu, Ganga. Aku tahu semua yang kau katakan adalah benar. Aku juga tahu bahwa Jagdish tidak bersalah. Tapi bagaimana kau akan membuktikannya di pengadilan? Tidak ada yang akan percaya ini di pengadilan.

Ganga : Kenapa kau melakukan ini Sanchi?

Sanchi : Apa yang tidak aku lakukan untuk Jagdish? Memakai baju tradisional yang berat, tinggal di desa meskipun aku membencinya, memberikan senyuman palsu untuk semua orang. Aku harus melakukan begitu banyak drama. Tidak mudah bagiku untuk menunjukkan betapa aku menghormati keluarganya, tapi aku melakukannya untuk Jagdish karena aku mencintainya. Sangat mencintainya, meskipun aku melihat dia memakaikanmu sindoor, aku masih berpikir dia milikku dan akan kembali padaku. Itulah kenapa aku memotong pergelangan tanganku. Aku tidak sebodoh itu mengakhiri hidup hanya karena kemarahan. Itu hanya alasanku untuk memanggil Jagdish kembali padaku. Aku pikir dia akan datang berlari padaku setelah mendengar itu dan semuanya akan baik-baik saja. Aku tidak tahu pria yang membuatku melakukan semua itu menikah denganmu. Setelah itu aku memutuskan untuk membalas dendam padanya. Aku memberikan pernyataan sehingga Jagdish dituduh karena membuatku melakukan usaha bunuh diri. Jagdish tidak bertanggung jawab atas usaha bunuh diriku.

Ganga : pak dokter sudah banyak menderita, tolong maafkan dia sekarang, tarik kasusmu kembali.

Sanchi : baiklah, aku siap menarik kasusku, tapi jika kau pergi jauh dari hidup Jagdish.

Ganga : aku terikat dengan pak dokter di depan api suci, dan hubungan ini tidak akan pernah putus.

Sanchi : lalu bayarlah untuk itu. Kenapa kau memohon pengampunan padaku? Lihat saja. Jagdish pasti akan masuk penjara dan tidak akan keluar selama bertahun-tahun.

Rekaman berakhir

Sanchi : ini semua jebakan, aku tidak pernah melakukan itu.

Nenek : (berteriak) cukup

Nenek : Kebohonganmu membuktikan kebenaran sekali lagi, bahwa Dewi selalu ada untuk melindungi keluargaku. Aku sangat terluka saat Jagdish memutuskan hubungan denganmu, tapi sekarang aku takut apa yang akan terjadi dengan keluargaku dan rumahku jika Jagdish menikah denganmu. Dan ibu Ira, kau menyalahkan Anandhi. Sekarang kau tahu dia tidak membela keluarganya, tapi dia membela kebenaran. Aku harap kalian semua akan menghormati putriku sekarang. Dan anakkmu, dia melakukan apapun untuk menghancurkan keluargaku dan aku harus mengutuknya, tapi aku tidak akan lupa aku orang tua disini dan memiliki hubungan denganmu. Aku hanya bisa berkata berikan pengertian yang baik untuk gadis ini. Ajari dia kebenaran seperti air yang mengalir. Tidak peduli apa yang menghalanginya dia selalu menemukan jalan.

Sumita juga berbicara.

Sumitra : aku tidak akan melupakanmu sampai aku mati. Aku mempercayaimu lebih dari anakku sendiri. Aku ingin memberikan tempat Anandhi untukmu di rumahku, tapi kau…

Sumitra pergi. Keluarga Jagdish juga pergi.

Persidangan dilanjutkan.
Jagdish melihat semua orang dan bingung melihat wajah bahagia dari anggota keluarganya, dan wajah sedih dan marah keluarga Sanchi.

Hakim : nona Sanchi apa dia baik-baik saja? Kalau tidak kami bisa menetapkan tanggal baru untuk sidang.

Pengacara Sanchi : karena beberapa perkembangan baru, klienku, Nona Sanchi, ingin menarik kasusnya.

Jagdish terkejut

Pengacara Sanchi : dan karena kasus ini terdaftar oleh pemerintah Rajasthan dengan pernyataannya, mereka tidak ingin melanjutkan kasus ini.

Hakim : Ini aneh, tapi apa alasannya?

Pengacara Sanchi : nona Sanchi mengambil langkah ini terburu-buru dan dalam keadaan emosi. Aku akan meminta untuk tidak menyalahkannya, dan melihat kondisi mental yang tidak stabil, berikan persetujuan untuk mengakhiri kasus ini.

Hakim : sebagai seorang pengacara senior, itu adalah tugasmu untuk membantu klien mengambil langkah yang benar dengan mengetahui setiap detailnya di awal. Jika kau melakukan itu, maka waktu pengadilan tidak akan terbuang sia-sia.

Hakim : Melihat permintaan nona Sanchi, pengadilan mengijikan pemerintah Rajasthan menarik kasusnya kembali, tetapi sebagai warga negara, Nona Sanchi harus tahu bahwa ada banyak kasus yang tertunda. Baik secara moral, maupun hukum adalah sesuatu yang salah membuang waktu pengadilan untuk hal ini dan juga untuk kasus bunuh diri, Nona Sanchi harus membayar denda. Dengan menangguhkan semua tuduhan, pengadilan ini membebaskan Tuan Jagdish dengan segala hormat.

Ganga sangat senang. Anggota keluarga Jagdish senang, sementara keluarga Shekhars terlihat sangat malu.

Di lobi Jagdish bertemu dengan pengacaranya

Jagdish : terima kasih atas semua bantuanmu.

Pengacara Jagdish : iya sama-sama. Kau bebas sekarang.

Pengacara pergi.

Jagdish berbalik dan Ganga berdiri di sana dan melihat Jagdish. Jagdish menghampirinya. Jagdish memegang tangannya. Ganga menangis dan Jagdish menyeka air matanya. Jagdish memberikan isyarat agar jangan menangis. Ganga tersenyum. Mereka saling berpegangan tangan.

Bhairon, Nenek, dan Sumitra berdiri di kejauhan dan melihat. Nenek tersenyum. Jagdish dan Ganga menghampiri mereka. Bhairon memeluk Jagdish erat-erat.

Bhairon : ayah tahu bahwa kebenaran tidak akan kalah. Kau tidak melakukan kesalahan apapun, sehingga tidak mungkin pengadilan menghukummu. Ayah sangat senang.

Bhairon juga memuji kesabaran Jagdish di pengadilan.

Nenek memberikan berkat pada Jagdish dan meminta maaf padanya. Keduanya saling berpelukan. Jagdish sekarang menghampiri Sumitra. Pertama dia memalingkan wajahnya, tapi kemudian memeluk Jagdish.

Bhairon memberi kode pada Ganga untuk menghampiri Nenek dan Sumitra. Ganga menyentuh kaki Nenek dan mengambil berkat. Ganga sangat senang setelah mendapatkan berkat dari Nenek.

Keluarga Sanchi keluar dari ruangan. Jagdish berdiri di antara kedua keluarga. Semua keluarga Shekhars sangat malu. Mereka menunduk karena mereka bahkan tidak bisa menghadapi Jagdish dan keluarganya.
Keluarga Singh dan keluarga Shekars saling berhadapan. Ira menghampiri Jagdish dan keluarganya.

Ira : semua orang melakukan kesalahan, entah itu satu atau dua kali, tapi seseorang yang sudah melakukan kesalahan berulang kali, aku tidak tahu apakah dia punya hak untuk mendapatkan maaf atau tidak. Nyonya Kalyani tolong maafkan aku dan keluargaku.

Kakek : aku tahu tidak mudah untuk memaafkan kami. Kami sudah melakukan kesalahan besar, kami sangat mempercayai Sanchi dengan buta. Aku tahu akan sangat sulit untuk memaafkan kami, tapi kumohon maafkan kami.

Kakek mengatupkan tangnnya.

Nenek : kalian mengatakan semua ini pada orang yang salah. Kami memang terluka tapi yang paling menderita adalah Jagdish.

Shiv menghampiri Jagdish dan mengatupkan tangannya.

Shiv : maafkan aku Jagdish.

Jagdish memegang tangan Shiv.

Jagdish : tidak Shiv, kau tidak perlu meminta maaf padaku. Ini juga kesalahanku. Meskipun aku benar, tapi aku melakukannya dengan cara yang salah. Aku seharusnya mengatakan apa yang ada di hatiku kepada keluargaku sebelumnya, sehingga semua ini bisa dicegah.

Kakek : setelah kami mendengar semua ini, kami merasa semakin bersalah.

Kakek memberkati Jagdish.

Shiv : bahkan setelah memutuskan semua hubungan, Jagdish tetap menghormati kedua keluarga, tapi aku yang memiliki hubungan malah menghina kalian saat kalian datang menemuiku. Untuk itu aku minta maaf ayah Bhairon.

Bhairon : aku bisa mengerti rasa sakitmu nak Shiv, karena aku juga memiliki anak perempuan.

Ira : tapi aku yang paling bertanggung jawab untuk semua keributan ini.

Ira memegang tangan Anandhi dan tangan nenek lalu menyatukannya.

Ira : nyonya, kau bilang hubungan tidak akan putus dengan mudah hanya dengan mengatakannya, dan kau benar. Aku menjadi pengahalang diantara kalian, tapi aku tidak bisa memisahkan seorang putri dari ibunya.

Mata nenek berkaca-kaca.

Anandhi : aku tahu nenek, nenek sangat terluka, tapi kumohon maafkan kami, dan ayo kita lanjutkan hidup.

Nenek : aku bisa melakukan apapun yang mungkin di dunia ini untuk cucuku.

Mereka berdua menangis dan berpelukan.

Anandhi menghampiri Sumitra dan memeluknya.

Anandhi : sekarang keluargaku sudah lengkap dan bahagia seperti sebelumnya. Aku selalu berdoa pada Dewa untuk selalu menjaga keluargaku dan tetap bahagia.

Jagdish : sekarang kalian pasti berpikir aku membenci Sanchi, tapi kalian salah.

Jagdish menghampiri Sanchi.

Jagdish : Sanchi, seseorang tidak akan menjadi penjahat dengan melakukan kejahatan, tetapi dia menjadi penjahat ketika dia tidak belajar dari kesalahan masa lalunya. Sanchi, kau wanita dari keluarga yang baik, kau masih bisa melanjutkan hidup, karena dirumahmu ada seseorang yang bisa dijadikan inspirasi yaitu kakak iparmu, Anandhi. Saat dia datang ke rumahku sebagai menantu, dia sangat berusaha menyesuaikan diri dengan gaya hidup keluargaku, dan kami melupakan bahwa dia adalah menantu, kami menganggapnya putri rumah kami. Keluargaku bahkan melawanku untuk membelanya. Aku harap suatu hari nanti kau juga mendapat kehormatan yang sama di keluargamu, karena sekarang keluargamu sedang malu. Dan dengan melakukan ini, ikatan keluarga kami akan lebih kuat.

Jagdish mengatupkan tangannya.

Jagdish : kami akan kembali ke Jaitsar.

Di sisi lain Anandhi sedang bersama Ganga.

Anandhi : Ganga, aku sangat bahagia untukmu. Akhirnya kau bisa melewati semua ini, dan sekarang aku tidak mencemaskan Jagdish lagi, karena aku tahu kau ada bersamanya.

Ganga : aku yang seharusnya berterima kasih padamu Anandhi. Karena dirimu, aku mendapat dunia baru dan melupakan masa laluku.

Anandhi dan Ganga berpelukan.

Nenek : ijinkan kami pergi. Kami harus ke penginapan untuk membawa barang-barang kami. Dimana Sumitra?

Ira : Anandhi, kau temani mereka. Nanti supir yang akan mengantarmu pulang.

Keluarga Singh pergi.

Vasant mendapat telepon dari Bhairon.

Vasant : Baiklah.

Vasant memutuskan telepon dengan muka serius dan marah. Gehna cemas.

Gehna : ada apa? Apa kata kakak? Apa keputusan pengadilan?

Vasant : apa kau tidak bisa melihat wajahku?

Gehna : itu berarti Jagdish bersalah. Tidak, ini tidak adil.

Vasant tertawa.

Vasant : Jagdish memenangakan kasus ini dan terbukti tidak bersalah.

Gehna juga tertawa.

Gehna : bagaimana Sanchi bisa setuju? Apa ibu memukulnya karena sudah sangat marah? Atau Anandhi menggunakan sulap?

Vasant : semua bukti melawan Sanchi, jadi kita memenangkan kasus ini. Sekarang jangan buang waktu dan buat persiapan untuk menyambut mereka, mereka mungkin datang kapan saja.

Gehna : aku harap Jagdish dan Ganga juga datang.

Di penginapan.

Nenek, Bhairon, Anandhi dan Sumitra membahas apakah akan membawa Jagdish dan Ganga ke rumah atau tidak.

Bhairon : apa pendapatmu Sumitra?

Sumitra : setelah menderita karena kejadian ini, aku tidak bisa percaya sekarang.

Bhairon : meskipun itu kenyataan pahit bagi kita, tapi kita harus melanjutkan hidup. Dengan berkat dewa Jagdish memutuskan hubungan dengan Sanchi, jika tidak, hidup kita akan seperti di neraka. Ini bukan hanya untuk kebahagiaan Jagdish tapi juga untuk kebaikan keluarga kita.

Sumitra : aku tahu, tapi aku masih tidak percaya. Aku tahu Sanchi salah, tapi apa kalian pikir, Ganga adalah wanita yang tepat untuk Jagdish?

Bhairon : Kau masih menanyakan hal itu sampai saat ini? Hanya Jagdish yang punya hak untuk memutuskan siapa yang akan jadi pasangannya, dan dia sudah melakukan itu.

Sumitra : tapi aku tidak pernah mengharapkan dia menjadi pasangan Jagdish. Bagaimana jika Jagdish mendapatkan masalah besar karena Ganga? Meskipun Ratan Singh sudah di penjara sekarang, dia bisa datang kapan saja untuk mengambil anaknya. Apa yang akan dia lakukan saat dia tahu bahwa Jagdish sudah menikahi Ganga?

Nenek : Sumitra, apa karena Ganga seorang janda juga jadi masalah bagimu?

Sumitra : ya, aku juga memikirkan itu.

Bhairon : Jagdish juga sudah bercerai. Lihat Sugna dia juga ditinggalkan jodohnya tapi dia bisa melanjutkan hidup.

Anandhi : ibu, bukan kesalahan Ganga atau Mannu jika Ratan Singh menjadi bagian dari hidup mereka. Aku juga tidak berpikir Ratan akan datang lagi. Ibu, jika lamaran Sanchi tidak datang pada kalian, aku akan meminta kalian untuk menikahkan Jagdish dengan Ganga. Saat di rumah sakit, Ganga meminta dokter Lal Singh untuk menyelamatkan Jagdish. Setelah kejadian itu aku tahu Ganga mencintai Jagdish tapi mereka menyembunyikan cinta mereka. Saat aku bertemu Jagdish di restoran, Jagdish tidak begitu yakin apakah dia mencintai Gangga atau tidak. Jagdish tidak pernah secara langsung mengakui ini. Ibu, Sanchi bahkan menyuap pendeta untuk menentukan tanggal pertunangan karena Sanchi menyadari Jagdish dan Ganga saling mencintai sehingga dia mencoba sekeras mungkin untuk memisahkan mereka, tetapi dia tidak bisa melakukannya. Cinta mereka sejati dan Dewa menyatukan mereka bersama. Ibu tolong lihat Ganga dari sudut pandang Jagdish. Masalah yang terjadi dalam hidup Jagdish disebabkan karena Sanchi bukan karena Ganga. Ganga adalah orang yang sangat bertanggung jawab, aku memintanya untuk mengurus rumah, dan dia melakukannya. Jika dia membutuhkan bantuan dia bisa menelponku, tapi Ganga tidak pernah mencoba untuk menjadi bagian dari rumah kita. Ibu tolong terima Ganga, dan jangan menolak kehendak dewa.

Jagdish dan Ganga duduk di tempat tidur. Ganga memegang bahu Jagdish.

Jagdish : semuanya baik, tapi tiba-tiba badai datang dan menghancurkan segalanya. Kenapa ini terus terjadi? Aku tidak punya jawaban untuk itu. Sekarang aku lelah, aku lelah membuktikan kepada semua orang seperti anak kecil. Aku merasa seperti seorang anak yang memegang kotak penuh kelereng dan kotak itu jatuh sehingga semua kelerengnya jatuh, kemudian dengan penuh perjuangan aku meletakkan kembali kelereng itu pada tempatnya. Aku berpikir semuanya sudah baik, tapi kotak kelereng itu jatuh lagi. Sama seperti hidupku, hidupku hancur berkali-kali.

Ganga mendengarkan. Jagdish menangis.

Jagdish : keluargaku belum memaafkanku Ganga, mereka selalu terluka karena aku.

Ganga memegang tangan Jagdish.

Ganga : kita akan menghapus semua keraguan itu. Memang akan memakan waktu, tapi pak dokter punya begitu banyak kekuatan, semuanya akan baik-baik saja. Aku disini karena pak dokter, jika kau menyerah, apa yang akan terjadi padaku?

Ganga dan Jagdish berpegangan tangan.

Kembali pada keluarga Singh.

Bhairon : hati Sumitra sudah membatu dan dia menutup matanya. Dia tidak akan pernah mengerti. Dia menolak mendengarkan orang lain.

Tiba-tiba Jagdish dan Ganga datang dan semua orang cemas melihat mereka.

Jagdish : kami akan pergi. Kumohon ijinkan kami.

Jagdish dan Ganga hendak pergi tapi Sumitra menghentikannya.

Sumitra : tunggu Jagdish. Kau akan meninggalkan ibumu?

Jagdish dan Ganga berbalik. Sumitra menghampiri Jagdish dan Ganga.

Sumitra : Ganga, jika mungkin tolong maafkan aku, aku sudah sangat menyakiti kalian, aku salah mengerti dirimu, dan membuat kalian menangis. Sebagai ibu aku tidak bisa melihat kebahagiaan putraku.

Bhairon dan Nenek melihat Sumitra.

Sumitra : suamiku, kau benar, aku sudah menjadi buta. Aku membuat banyak masalah untuk kalian. Maafkan aku suamiku. Pikiranku hanya dipenuhi oleh Sanchi dan hatiku dipenuhi kebencian pada Ganga. Sekarang aku sudah tahu kebenarannya.

Sumitra mengatupkan tangannya untuk meminta maaf tapi Jagdish menghentikannya dan memeluknya.

Ganga hendak menyentuh kaki Sumitra tapi Sumitra menghentikannya.

Sumitra : jadi kau sudah memafkaan aku?

Ganga : kenapa bibi bertanya ini padaku? Bibi lebih tua dariku. Terima kasih sudah percaya padaku, bibi.

Sumitra menutup mulut Ganga.

Sumitra : jangan memanggilku bibi, sebagai menantu, panggil aku ibu, seperti yang Jagdish lakukan.

Ganga mengangguk.

Ganga : Ibu

Ganga dan Sumitra berpelukan. Jagdish juga menangis.

Sumitra : kau sudah memaafkan aku tapi aku tidak tahu apakah aku bisa memaafkan diriku atau tidak.

Anandhi : hari ini ketika hari dimulai, aku sangat takut, tapi Dewa membuktikan dia selalu bersama kita.

Jagdish : kau benar Anandhi. Aku dulu mengutuk keberuntunganku tapi tiba-tiba semuanya berubah dan kita kembali bersama, cinta yang aku inginkan, aku mendapatkannya. Terima kasih Anandhi.

Sumitra : cukup, kita harus pergi tanpa tangisan, karena aku akan membawa putra dan menantuku pulang.

Di luar rumah.

Ganga : terima kasih Anandhi.

Anandhi : tidak perlu berterimakasih padaku Ganga.

Anandhi dan Ganga berpelukan.

Sumitra memeluk Anandhi.

Sumitra : tetap bahagia, dan jaga dirimu.

Bhairon juga memeluk Anandhi.

Sumitra dan Ganga naik ke Jeep. Jagdish berbicara pada Anandhi.

Jagdish : Anandhi, aku selalu membuat masalah untukmu, tapi kau selalu mendukungku. Terima kasih Anandhi.

Anandhi : Jagdish, aku senang melihatmu bahagia bersama Ganga, tidak perlu berterimakasih. Selamat untuk kehidupan barumu.

Jagdish naik ke jeep dan keluarga Singh pergi. Anandhi melihat mereka.

Anandhi kembali ke rumah keluarga Shekhar. Kakek, Meenu, Alok, dan Ira sedang duduk di ruang tengah. Mereka masih merasa berasalah atas apa yang terjadi. Meenu menghampiri Anandhi.

Meenu : apa keluargamu sudah pulang?

Anandhi mengangguk.
Meenu lalu memeluk Anandhi. Alok berdiri dan menghampiri Anandhi juga.

Alok : cinta kami untuk Sanchi membuat kami buta. Kau terus mengatakan bahwa tidak ada kecocokan antara Jagdish dan Sanchi, dan hubungan ini tidak akan baik bagi siapapun, tapi kami mengabaikanmu. Jika kami mendengarkanmu saat itu, maka hari ini kami tidak harus menanggung rasa malu. Kami yang bertanggung jawab untuk semua yang terjadi.

Kakek menghampiri Anandhi.

Kakek : kami dulu bangga bahwa kami adalah orang-orang yang berpikiran luas, tetapi dalam beberapa hari terakhir, kami membuktikan bahwa pemikiran kami sangat rendah. Aku merasa malu memikirkan bagaimana kami bereaksi saat itu.

Kakek mengambil mawar dan memberikan pada Anandhi.

Kakek : aku hanya memikirkan ini adalah satu-satunya cara untuk meminta maaf padamu.

Anandhi mengambilnya.

Anandhi : kakek jangan membuatku lebih malu. Saat aku datang ke rumah ini sebagai istri Shiv, keluarga ini sudah menjadi keluargaku. Aku berbagi kebahagiaan dengan kalian, maka kenapa kita tidak berbagi kesedihan juga? Apa aku menjadi orang luar sehingga kalian meminta maaf seperti ini? Tolong jangan lakukan itu.

Kakek : ini yang membuatmu memenangkan hatiku setiap saat.

Kakek memberkati Anandhi.

Ira mengingat bagaimana buruknya dia berperilaku pada Anandhi dan keluarga Jagdish. Bagaimana dia memaksa Anandhi untuk mendukung Sanchi di pengadilan. Anandhi menghampiri Ira dan memegang tangannya.

Ira : aku bahkan tidak pernah membayangkan Sanchi akan melakukan semua ini. Rasa sakit yang dia berikan padaku, Aku mungkin tidak akan bisa melupakannya. Dia mengambil keuntungan dari kepercayaan dan cintaku, dia mengolok-ngolok cinta ibunya. Aku tidak akan pernah bisa melupakan perbuatan Sanchi. Tapi Anandhi, caraku berperilaku padamu dalam beberapa hari terakhir, itu semua tanggung jawabku. Sanchi memang kekanak-kanakan, tapi apa yang terjadi padaku? Aku terus mendengarkan dia dan tidak percaya padamu. Aku sangat malu Anandhi, meminta maaf padamu saja tidak cukup, Aku bahkan tidak bisa menghadapimu.

Anandhi : ibu hanya perlu memberiku senyuman, aku setidaknya bisa meminta itu dari ibu.

Ira tersenyum dan memeluk Anandhi.

Sanchi melihat dari atas dan marah.

Anandhi : ibu, dimana Shiv?

Ira : dia ada dikamarnya. Dia lebih terluka dibanding aku. Dia sangat sedih.

Anandhi pergi ke kamarnya dan mencari Shiv. Dia menemukan sebuah boneka dengan tanda Maaf tertulis di atasnya dan di baliknya Aku mencintaimu. Anandhi tersenyum.
Shiv sedang di luar rumah mereka, dan bersedih. Anandhi datang ke sana.

Anandhi : Shiv apa yang kau lakukan disini?

Shiv : aku mencoba memahamiku diriku.

Anandhi : kau tidak perlu melakukan itu.

Shiv : aku juga mengumpulkan kekuatan untuk meminta maaf padamu.

Anandhi : semuanya sudah baik-baik saja sekarang, kenapa kau menyusahkan dirimu?

Shiv : tidak Anandhi, sejak aku mengenalmu, aku mempercayaimu apapun yang kau lakukan karena kau tidak pernah memberiku kesempatan untuk tidak mempercayaimu, tapi kali ini, aku menjadi buta karena kemarahan. Aku salah memahami apapun yang kau katakan, dan berperilaku buruk padamu. Aku benar-benar malu. Semua orang berkumpul untuk meminta maaf padamu. Tapi aku bahkan tidak bisa mengumpulkan cukup kekuatan untuk menemuimu.

Anandhi : jadi kau datang ke sini dan memberikan semua tanggung jawab kepada boneka ini?

Shiv : tidak, aku pribadi ingin minta maaf, Tapi aku pikir boneka ini akan membuatnya lebih mudah. Anandhi, aku benar-benar sangat menyesal untuk semua yang aku lakukan.

Anandhi : tapi boneka ini juga siap memegang telinganya dan meminta maaf.

Shiv langsung memegang telinganya.

Shiv : maafkan aku Anandhi. Apa semuanya baik-baik saja sekarang?

Anandhi : tidak.

Shiv : masih tidak?

Anandhi membalikan tanda Maaf menjadi Aku mencintaimu untuk Shiv.

Anandhi : sekarang semuanya baik-baik saja.

Mereka berpelukan erat satu sama lain.

Gehna berbicara pada Mannu.

Gehna : Mannu, kau senang sekarang? Ibu dan ayahmu akan datang ke sini. Sekarang kau akan tinggal di sini bersama kakak Nandu.

Vasant cemas karena dia tidak tahu apakah Jagdish dan Ganga akan datang.

Vasant bertanya pada dirinya sendiri : bagaimana jika Sumitra tidak setuju?

Sumitra, Bhairon, dan Nenek masuk. Di belakang mereka, Jagdish dan Ganga juga masuk. Gehna dan Vasant senang.

Mannu : ibu

Mannu menghampiri Ganga dan Jagdish. Ganga menggendong dan menciumnya.

Mannu : Bapusa (ayah).

Semua orang terkejut dan bahagia. Gehna menyapa Sumitra.

Gehna : selamat kakak. Aku senang melihat senyuman kembali di wajah kakak seperti sebelumnya.

Sumitra : tetapi pikiranku akan lega saat kau memaafkan aku. Aku mengatakan begitu banyak hal buruk padamu kemarin.

Gehna : lupakan semuanya kakak, dan sambut kebahagiaan yang akan datang.

Vasant : kalian semua hanya ingin berdiri atau menyuruh Jagdish dan Ganga masuk ke dalam?

Nenek : mereka tidak bisa masuk seperti ini. Gehna Sumitra sambut menantu baru kalian.

Nandu datang membawa tulisan selamat datang.

Nandu : selamat datang kakak, selamat datang kakak ipar.

Sumitra menaruh pot beras di pintu dan mengikat simpul untuk Jagdish dan Ganga.

Sumitra : lakukan ritual Grah Pravesh.

Nenek : Ganga, tendang potnya lalu masuk.

Ganga menendang pot beras dan masuk bersama Jagdish. Ganga kemudian melangkah dengan kaki yang sudah diberi pewarna merah, lalu dia masuk.

Bhairon memberikan pedang pada Jagdish. Jagdish dan Ganga melakukan ritual lain. Ganga membawa semua tujuh nampan dan kemudian memberikannya kepada Sumitra. Dia kemudian mengambil berkat dari Sumitra. Sumitra memberikannnya kalung. Ganga melihat Jagdish.

Sumitra : ambilah.

Ganga mengambilnya, sekarang Ganga menempatkan tangannya di pewarna merah dan menempatkan tanda telapak tangannya di dinding. Mereka mengambil berkat dari Dewi.

Jagdish dan Ganga mengambil berkat dari para orangtua. Nenek memberikan Ganga hadiah kalung.

Nandu : ayo minta berkat dariku juga.

Nenek : Nandu, kau lebih muda, jadi kau yang meminta berkat pada kakakmu.

Nandu kemudian mengambil berkat dari Jagdish dan Ganga.

Nandu memberikan hadiah celengan untuk Ganga.

Ganga : tapi kami memberikan hadiah pada yang lebih muda, bukan menerima hadiah.

Nandu : kumohon terimalah kak Ganga, karena semua orang memberikanmu hadiah.

Gehna : iya Ganga, Nandu memberikannya dengan begitu banyak cinta, jangan menolaknya.

Ganga melihat Jagdish. Jagdish memberikan isyarat untuk menerimanya. Ganga menerima celengan dari Nandu.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *