Gula Aren dan Gula Palma Tidak Lebih Sehat dari Gula Pasir

Debroo.net. Gula Aren dan Gula Palma Tidak Lebih Sehat dari Gula Pasir. Segala yang berwarna putih telanjur melekat di benak masing-masing orang sebagai sesuatu yang jahat, termasuk nasi dan gula.

Gula Aren dan Gula Palma Tidak Lebih Sehat dari Gula Pasir
Gula Aren dan Gula Palma Tidak Lebih Sehat dari Gula Pasir

Ketika nasi putih diganti nasi merah atau nasi hitam dan gula pasir diganti gula merah, maka sehatlah yang masuk ke dalam tubuh kita. Namun, benarkah demikian?

Untuk menjawabnya, Dr Marshell menjabarkan beberapa jenis gula yang biasa kita jumpai di pasaran dan definisi gula tersebut.

1. Gula granulasi (gula pasir).

Gula yang satu ini pasti ada di rumah kita. Digunakan menambah rasa manis pada segelas teh atau sebagai pengganti micin untuk membuat masakan menjadi gurih.

Kandungan utamanya adalah sukrosa. Yang nantinya langsung dicerna tubuh untuk menaikkan kadar gula darah.

2. Gula batu.

Pernah lihat gula batu? Gula yang satu ini biasanya disajikan terpisah saat kita memesan teh poci.

Menurut Dr Marshell, gula batu adalah gula yang terbentuk melalui proses pengkristalan.

“Jadi, kalau ditanya kandungan apa, kandungannya sama-sama sukrosa. Bahkan, nilai kalori dari gula batu lebih besar dibanding gula pasir,” katanya saat Kopdar Gula

3. Gula halus.

Gula halus adalah gula yang biasa ditaburkan di atas kue donat. Jenisnya sama, yakni sukrosa. Yang membedakan hanya proses terbentuknya saja.

Gula halus merupakan gula pasir yang diproses lagi menggunakan mesin, sehingga menjadi serbuk yang lebih halus.

Terkadang dalam proses pembuatannya dicampur sedikit pati untuk mencegah penggumpalan.

4. Gula cokelat.

Biasa disebut gula aren. Kandungannya tetap sama. Gula cokelat terbagi dua jenis, yakni natural yang merupakan hasil pengolahan gula yang kurang murni sehingga masih mengandung sisa molase, ada juga buatan yang dibuat dari gula pasir dicampur sedikit molase.

5. Gula pelapis.

Dikenal dengan gula pondan. Biasa dijadikan krim untuk melapisi kue.

6. Gula palma.

Sama kayak gula aren, tapi bentuknya gula palma masih utuh, belum dihaluskan.

“Mau putih, mau cokelat, tetap saja namanya gula. Harus dibatasi, jangan berlebihan Ikuti anjuran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yakni 50 gram sehari,” katanya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *