Sinopsis Anandhi Hari Ini 21 April 2017 – Keluarga Shekhars Marah Pada Anandhi, Keluarga Singh Marah Pada Jagdish dan Ganga

Debroo.net. Sinopsis Anandhi Hari Ini 21 APRIL 2017 – Keluarga Shekhars Marah Pada Anandhi, Keluarga Singh Marah Pada Jagdish dan Ganga. Dalam perjalanan Keluarga Shekhars berada di jalan kembali ke Udaipur. Saanchi tertidur di bahu ira.

Lanjutan Sinopsis Anandhi Antv 21 April 2017 debroo.com - instagram.com anandhi_series
Lanjutan Sinopsis Anandhi Antv 21 April 2017 debroo.com – instagram.com anandhi_series

Perhatian Shiv teralihkan karena melihat Sanchi dan mengingat pernikahan Jagdish dan Sanchi yang batal. Melihat truk mendekat tepat di depan mobil mereka, Anandi dan Ira berteriak dan Shiv berhasil menghindarinya dengan aman. Semua merasa lega. Anandi menawarkan air pada Shiv dan shiv mengambilnya.

Anandi : Aku pikir kita bisa berhenti di sini untuk beberapa saat.

Shiv : tidak ada yang bisa menghentikan badai dalam diriku

di Haveli. Sumitra memanas karena Jagdish dan Ganga. Dia berteriak pada suaminya

Sumitra : Kau tidak pernah mau mendengarkanku saat aku terus mengatakan tentang kedekatan jagdish dan Ganga, tetapi kau memiliki kepercayaan penuh pada Jagdish. Sekarang semuanya dihancurkan oleh mereka. Jagdish setidaknya bisa memikirkan nasib Anandi. Bagaimana Anandi akan tinggal di keluarganya sekarang. Dia akan melalui fase terburuk juga. Sekarang jika para penduduk desa akan mengucapkan selamat kepada kita tentang pernikahan Ganga dan Jagdish maka apa yang akan kita lakukan. Apakah kita akan dengan senang hati menerimanya. Katakan apa yang harus kita lakukan.

Bhairon hanya duduk diam dan langsung keluar dari ruangan. Sumitra yang sangat marah mendorong kursi ke bawah!

Disisi lain Gehna juga sedang mengobrol dengan suaminya

Gehna : segala sesuatu terjadi dengan cara yang salah, tapi tampaknya ini adalah keinginan dewi. Jika warga bahagia dengan Jagdish dan Ganga, harusnya kita tidak boleh memiliki masalah apapun. Aku merasa mereka juga akan senang dengan Gangga, ia belum terlalu senang dengan Sanchi. Mereka akan mendukung Jagdish dan Ganga.

Vasant : Ya, tapi kita harus berdiam diri dulu pada saat ini. Akan lebih baik untuk tetap diam karena semua memiliki amarah dalam hati mereka

Gehna : Apakah kau juga berpikir kalau keputusan Jagdish itu benar?

Vasant mengangguk

Di Keisar Bagh

Semua duduk dan Anandi datang dengan membawa segelas air. Sanchi bertanya kepada Anandi tentang kejadian di kedai kopi.

Anandi : Jagdish merasa begitu buruk mendengar semua hal itu. Aku memintanya untuk memberiku beberapa waktu supaya aku bisa berbicara dengan Shiv tapi..

Sanchi memotong pembicaraan Anandi

Sanchi : Jagdish pasti mengatakan kepadamu kalau dia sudah mengambil keputusan untuk menikahi ganga. Dia pasti mengatakan tentang hal itu.

Anandi teringat saat Jagdish berkata kalau Ganga mencintainya dan dia juga tahu itu tapi dia tidak memiliki petunjuk sama sekali.

Anandi : Ini tidak benar.

Ira berdiri dan memotong pembicaraan Anandi

Ira : Orang yang selalu menceritakan setiap hal kecil tentang hidupnya denganmu, bagaimana mungkin dia tidak mengatakan apa-apa tentang keinginannya untuk menikahi ganga. Atau kau juga berpikir kalau Sanchi tidak layak untuk keluarga singh.

Anandi : (menangis) jika aku memiliki petunjuk tentang hal itu, aku pasti sudah memberitahu kalian sebelumnya.

Ira : Aku tidak percaya padamu, Tapi kebenaran akan segera keluar, cepat atau lambat.

Anandi : Tapi ibu

Alok : Cukup Anandi, nilai-nilai apalagi yang ingin kau katakan sekarang. Reputasi kami sudah hancur. Ada baiknya bahwa kita melihat kebenaran yang sebenarnya sebelum menikah. Sekarang kita juga harus menanggung ejekan dari masyarakat, tetapi jika warna aslinya baru keluar setelah menikahi Sanchi, maka kami tidak akan bisa menahannya lagi.

Meenu : Apa yang kakak katakan memang benar, sekarang Sanchi mendapat kesempatan untuk hidup sekali lagi.

Ira : Tapi tidak akan mudah bagi Sanchi untuk melanjutkan hidupnya setelah pertunangannya gagal. Jagdish telah mempermainkan perasaan Sanchi. Dia hanya mengambil keuntungan lalu ia mendapat kesempatan untuk menikahi ganga.

Ira menatap Anandi

Ira : Jika kau benar-benar ingin menyelamatkan Sanchi, kau pasti akan melakukan sesuatu, tapi kau dan keluargamu tidak pernah peduli untuk rasa sakit Sanchi.

Shiv mencoba untuk menghentikan ibunya tapi tidak berhasil. Ira pergi dari sana, lalu Shiv juga pergi dari sana. Anandi menangis

Nenek sedang bersama dengan Bhairon

Nenek : apa yang harus kita lakukan selanjutnya.

Bhairon : Aku tidak tahu harus berkata apa ibu.

Sumitra masuk

Sumitra : Apa yang akan kau katakan? Anak kita sudah menghancurkan masa depan gadis itu, dan kau mengatakan kau tidak tahu harus berkata apa?

Bhairon : apa yang kau ingin aku lakukan Sumitra? Apa aku harus mengambil pistol dan menembaknya?

Sumitra : setidaknya kita bisa berbicara dengan Sanchi dan keluarganya.

Sumitra mengangkat telepon.

Bhairon : tidak, dengan melakukan itu Sanchi akan terluka lagi.

Sumitra : Aku yakin kalau Ganga mengambil keputusan menjadi seorang perawat supaya dia bisa tetap bersama dengan Jagdish dan menjebaknya untuk menikahinya.

Nenek : tidak ada yang bisa mengubah apa yang terjadi .. tapi kita harus meminta maaf kepada mereka untuk penghinaan yang keluarga kita berikan. Mereka mungkin tidak akan memaafkan, tapi kita harus minta maaf.

Bhairon : Baiklah kalau begitu.

Bhiron menelpon dan kakek yang mengangkatnya

Kakek : Jika ada sesuatu yang penting yang ingin kau katakan, maka katakanlah karena ini sudah malam

Bhairon : Aku ingin meminta maaf kepada kalian atas nama Jagdish.

Kakek : Aku tidak punya waktu untuk mendengar permintaan maafmu.

Kakek menutup teleponnya

Nenek : Aku sangat khawatir kepada Anandi, aku berharap dia tidak mendapatkan kesulitan karena semua ini, dia tidak bersalah dalam hal ini.

Nenek berdoa untuk Anandi.

Shiv duduk di kursi dan mengingat betapa Sanchi sangat menyukai Jagdish. Penikahan Ganga dan Jagdish. Sanchi yang menangis karena Jagdish. Jagdish menolak bahwa dia tidak mencintai Sanchi. Shiv tampaknya dalam suasana hati yang sangat marah. Anandi datang ke sana.

Anandi : Sebaiknya kau pergi dan berbicaralah dengan Sanchi, dia akan merasa lebih baik.

Shiv : apa yang bisa aku katakan padanya? Bahwa aku tidak bisa melakukan apapun saat orang lain terus mengkhianati dirinya. Aku baru saja akan pergi karena dia memiliki hubungan dengan keluargamu, Kalau tidak, aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan dengan dia. Kau tahu Jagdish dengan sangat baik, kau bisa mengatakan kepada kami untuk memutuskan sesuatu setelah berpikir dengan hati-hati bahwa ia tidak dapat dipercaya.

Shiv berdiri dan pergi dari sana.

Di rumah Singh, semua orang berkumpul di aula.

Bhairon : tampaknya seperti sesuatu yang benar-benar buruk akan datang

Nenek : hal itu sudah terjadi .. berapa banyak hal itu akan mempengaruhi kita, kita akan mengetahuinya sekarang.

Mereka kemudian mendengar suara Mannu memanggil nenek. Mereka berbalik, dan melihat Jagdish, Ganga, Mannu memasuki rumah. Ganga tampaknya sangat takut. Jagdish menunjukkan bahwa dia akan mengurus semuanya. Sumitra menghentikan mereka dan datang ke depan. Sumitra pergi ke mereka

Sumitra : Apa yang kau lakukan disini Jagdish? Kau tidak malu sama sekali membawa wanita ini kesini? Apakah kau lupa bahwa ini bukan rumahmu, ini bukan kuil di mana kau bisa menyimpan bunga dari jalan.

Jagdish : Aku tidak berpikir ada sesuatu yang salah dengan apa yang terjadi. Aku setuju, cara itu terjadi adalah tidak benar. Aku yang salah. Ganga tidak memiliki kesalahan dalam hal ini. Yang muda memiliki hak untuk meminta maaf kepada para orang tua, jadi jangan mengambil hak itu.

Sumitra : Ini adalah masalahmu, kau percaya pada hak-hak dan bukannya kewajibanmu. Permintaan maaf hanya untuk kesalahan, dan bukannya dosa. Kau telah melakukan dosa dan itu juga untuk seorang wanita yang tidak memiliki identitas dan karakter. Lihatlah ayahmu, paman, dan nenekmu, mereka selalu merasa bangga di depan semua orang, tapi hari ini .. karena gadis ini kami tidak bisa menunjukkan wajah kami kepada siapa pun. Jangan berpikir bahwa wanita ini akan mendapatkan hak untuk tinggal di rumah ini. Kau bisa pergi dari sini.

Nenek mendekat ke mereka

Nenek : Jagdish, meskipun setelah begitu banyak yang terjadi, kau masih membawa Ganga ke rumah ini? Ganga, jangan buang rasa cinta dan hormat yang kau dapatkan dari rumah ini .. pikir sekali lagi .. apa yang akan terjadi dengan wanita tua ini .. Aku menghabiskan umurku untuk mendapatkan rasa hormat ini, dan dengan yang kau lakukan, semuanya akan hancur, aku tidak bisa membiarkan ini terjadi. Aku ingin mempertahankan hal ini dirumah untuk Bhairon dan Vasant. Mereka adalah cahaya mataku, mereka masih denganku. Kasihanilah wanita tua ini ..kumohon pergilah dari sini.

Ganga pergi, tetapi Jagdish meraih tangannya dan menghentikannya.

Ganga : Aku akan menunggu di luar.

Jagdish mengijinkannya keluar

Bhairon : Kau bukan anak kecil lagi Jagdish, sudah menjadi tugasmu untuk memberitahu keluargamu apa yang ada dalam pikiranmu dan apa yang kau inginkan.

Jagdish : jika aku mengatakan kepada kalian semua tentang ini, apa ada orang yang akan mengerti aku? Jika aku mengatakan kepada kalian semua bahwa Sanchi tidak layak untuk rumah ini, akankah kalian semua percaya padaku? Ibu..

Nenek menyela

Nenek : aku di sini, ayahmu juga ada di sini, kau bisa memberitahu kami. Kami tidaklah bodoh sehingga kami tidak akan mampu memahamimu. Kau sendiri yang menyetujui perjodohanmu dengan Sanchi, dan kami hanya mengikutimu. Mengapa kau tidak mengatakan pada waktu itu dan baru mengatakannya sekarang siapa yang pantas dan siapa yang tidak? Kau juga telah menghancurkan keluarga Anandi, kami tidak bisa menunjukkan wajah kami lagi kepada mereka. Ini akan lebih baik jika aku mati dan tidak melihat hari ini.

Vasant datang ke ibunya.

Vasant : Tenanglah ibu, Coba kau beritahu aku Jagdish mengapa Sanchi tidak layak menjadi menantu dari rumah ini. Apa yang kau pikir kalau kami tidak akan dapat memahamimu.

Jagdish : Sama seperti kalian semua, aku juga berpikir bahwa Sanchi ingin datang ke rumah ini, ingin menjadi bagian dari rumah ini, tapi hari itu saat mendengar semuanya sendiri, aku hancur.

Jagdish memberitahu semua orang tentang percakapan Sanchi dengan teman-temannya di restoran.

Sumitra : Dan dengan mendengar semua itu kau memutuskan bahwa kau tidak akan menikahi Sanchi? dan menikah dengan Ganga? Mereka sudah menjelaskannya di rumah sakit mengapa Sanchi mengatakan semua itu, kau tidak berpikir untuk mencoba berbicara dengan Sanchi? Kau bertunangan dengannya, kau punya hak penuh untuk bertanya, tapi tidak, kau tidak berbicara dengannya atau memberitahu kami. Kau mengambil keputusan besar sendiri. Sekarang aku merasa kalau ayah Sanchi benar, bahwa kau hanya menunggu alasan untuk menikahi Ganga.

Jagdish : percayalah ibu, Ganga bukanlah alasan, jika saja memang seperti itu, maka aku akan menikahi Ganga dari 6 bulan yang lalu.

Jagdish : Aku menyadari bahwa saat itu aku mencintai Ganga, tapi aku memendam semuanya sendiri dan tidak memberitahu siapa pun bahkan tidak pada Ganga, karena aku berpikir bahwa aku sudah bertunangan dengan Sanchi dan mundur dari itu akan menyakiti kedua keluarga. Itu sebabnya aku pergi ke Mumbai dengan alasan studi. Namun, saat aku mendengar Sanchi berbicara dengan teman-temannya, aku menyadari apa yang dia inginkan dari pernikahan ini, apa niatnya, apa yang dia pikir tentang keluargaku, aku tidak bisa mengendalikan diri. aku memilih untuk menyalahkan diriku sendiri jadi itu sebabnya aku pergi ke sana sendiri. Aku kembali ke rumah dan hendak memberitahu kalian semua, tapi aku mendapat telepon dari Mangalore kalau Ganga sedang dalam masalah, jadi aku harus pergi ke sana. Kemudian situasinya memaksaku untuk menikahi Ganga. Hari ini aku dapat mengatakan dengan keyakinan penuh bahwa Ganga yang terbaik bagiku, dan bukan hanya aku, tapi juga untuk keluarga kita.

Nenek : Tetapi kau mengacaukan segalanya dengan melakukan apa yang kau inginkan. Kau tidak berpikir tentang Anandi sama sekali. Sebelumnya kami berpikir kalau kau tidak akan melakukan apa pun yang akan menempatkan Anandi ke dalam kesulitan. Tapi ternyata Itulah yang kau lakukan, karenamu mertua Anandi memutuskan hubungannya dengan kita. Apakah ia bisa hidup dalam keluarganya sekarang?

Nenek berdiri dan pergi ke Jagdish

Nenek : Ingat, jika masalah datang dalam hidup Anandi, maka aku tidak akan pernah memaafkanmu. Anandi berarti banyak untuk rumah ini, lebih dari dirimu. Kau sudah merusak pernikahanmu dengannya, tapi dia tidak menyerah. Dia membawamu kembali ke rumah ini. Hari ini kau memisahkannya dari rumah ini. Kau telah memisahkan seorang putri dari rumahnya.

Jagdish : Aku merasa buruk untuk itu juga ,masalah datang dalam hidupnya lagi karena aku, aku tahu kalau kalian semua mencintai Anandi, sekarang aku hanya bisa berdoa agar tidak ada masalah yang datang dalam hidupnya karena apa yang aku lakukan. Kali ini, aku tidak melakukan ini untuk diriku sendiri, kalian semua harus berpikir bahwa aku menginginkan kebahagiaan yang datang ke rumah ini, percayalah, jika aku tidak mengambil langkah ini, maka kita akan sangat menderita di masa depan. Aku ingin hidup dengan keluargaku sendiri, tetapi tampaknya kalian semua tidak menginginkan hal itu. Jika tidak ada tempat untuk Ganga di rumah ini, maka itu berarti bahwa tidak ada tempat bagiku juga.

Jagdish membungkuk untuk menyentuh kaki nenek, tapi nenek menghindar. Jagdish terkejut. Jagdish pergi tetapi nenek menghentikannya. Jagdish tampak bahagia

Nenek : Ambil semua barang-barangmu juga, jadi kau tidak perlu kembali lagi ke rumah ini untuk mengambilnya.

Jagdish terkejut

Nenek : Jika kau meninggalkan rumah ini, maka kau juga harus memutuskan semua hubunganmu dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan rumah ini. Seiring dengan rumah ini, pintu rumah sakit juga ditutup untukmu.

Jagdish terkejut dan pergi ke kamarnya. Jagdish kembali dengan membawa tasnya dan pelan pelan meninggalkan rumah, Jagdish benar-benar terkejut dan sakit hati. Nenek juga tampak merasa buruk, setelah Jagdish pergi ia menutup matanya.

Jagdish datang ke Ganga dan Mannu.

Ganga : Apa yang kau lakukan pak dokter? Kau meninggalkan keluargamu karena aku. Aku tidak bisa mengambil dosa ini pada diriku sendiri. Aku tidak bisa menjadi alasan untuk memisahkanmu dari keluargamu. Aku akan mengurus diriku sendiri.

Jagdish : Tanpa seizinku, kau tidak bisa pergi ke mana pun dan tidak bisa berbuat apa-apa. Ini hakku sebagai suami dan tugasmu menjadi seorang istri. Ingat, jangan pernah berpikir tentang pergi dariku. Aku ada karenamu. seluruh hidupku adalah karenamu. Aku tidak akan bisa hidup tanpamu.

Jagdish meletakkan tangannya di bahu Ganga, ia berbalik dan melihat rumahnya sebelum pergi. Jagdish, Ganga, dan Mannu pergi dari sana.

Mereka ada di rumah sakit. Jagdish mengumpulkan semua barang-barangnya dari sana.

Lal Singh : Kau tidak bisa pergi seperti ini. Kau tidak bisa meninggalkan tanggung jawabmu. Orang di sini memiliki banyak harapan padamu.

Jagdish : Keputusan ini sudah diambil. Ini bukan keinginanku, tetapi jika aku tidak bisa mendengarkan keluargaku untuk hal ini, maka aku akan merasa malu pada diriku.

Lal Singh : Jadi apa rencanamu sekarang? Jaipur atau Mumbai?

Jagdish : Aku tidak akan pergi ke mana pun dari Jaitsar. Aku mungkin tidak akan datang ke rumah sakit atau tinggal di rumahku, tapi aku akan tinggal di dekat rumahku.

Lal Singh : Kalau begitu berikan tasmu kepadaku.

Jagdish : Tapi untuk apa?

Lal Singh : Jika kau akan tinggal di Jaitsar, maka jelas kau akan tinggal di rumahku.

Jagdish : Aku akan menemukan beberapa rumah untuk disewa.

Lal Singh : Saat temanmu di sini, bagaimana bisa kau akan tinggal di tempat lain.

Jagdish : Ini bukan hanya tentangku, tapi ada Ganga, Mannu, dan paman Ghanshyam juga.

Lal Singh : Jadi kenapa? Kami akan menyesuaikannya. Ganga tolong jelaskan kepada Jagdish.

Ganga : Sampai kita tidak menemukan tempat, kita bisa tinggal di sana.

Lal Singh : Jadi akhirnya kalian mau kan? Kalian semua akan tinggal di Taj Mahal denganku.

Jagdish mengangguk

Ira sedang bersama dengan Sanchi. Dia sedang mencoba untuk menghibur Sanchi.

Ira : Aku tidak berpikir kau berada dalam kerugian dari apa yang terjadi, dengan kehilangan orang itu. Jika seseorang ingin sebuah batu dari jalan bukannya sebuah bulan, maka kita harus memahami bahwa orang itu hanya layak mendapatkan batu, dia tidak tahu nilai berlian sama sekali. Salah satu hal yang benar bahwa kamu dan dia tidak cocok. Di mana kau dan di mana dia. Dia tidak layak untukmu. Dewa pasti berpikir pasangan hidup yang lebih baik untukmu, itulah mengapa kau diselamatkan dari ini.

Sanchi : tidak ibu. Jagdish adalah orang yang sangat baik, jika dia tidak gusar untukku, lalu mengapa aku akan memilih dia. Ibu tahu berapa banyak orang yang mencoba untuk dekat denganku, tapi aku tidak memberikan izin pada siapapun untuk menjadi temanku. Hal ini tidak dilakukan oleh Jagdish, seseorang pasti memprovokasinya terhadapku. Aku yakin Ganga dan kak Anandi terlibat dalam hal ini.

Saat itu Anandi datang ke sana dengan membawa makan siang (dia tidak mendengar apa-apa). Anandi meminta Sanchi untuk makan sesuatu, tapi Sanchi tidak mau makan.

Ira : jika kau berada di tempat Sanchi, apakah kau bisa makan?

Anandi : aku hanya ..

Ira : kumohon, cobalah untuk memahami masalah Sanchi. Keluargamu tidak mengerti, tapi setidaknya kau harus mengerti. Aku tidak berpikir mereka bisa menyadari betapa Sanchi terluka oleh ini. Ini sangat memalukan, mereka tidak memiliki tanggung jawab apapun? Anak mereka melakukan pengkhianatan besar dengan Sanchi, dan tidak ada yang mengatakan apa-apa. Mereka hanya berdiri di sana dengan tenang. Jika ada orang yang melakukan ini dengan putri mereka, apakah mereka akan tetap diam? Tidak, kan?

Anandi tidak menjawab

Ira : mudah bagi seorang pria untuk membuat kesalahan dan melupakan segalanya, tapi bagi seorang wanita, itu tidak mudah. Lebih daripada itu, seorang wanita harus mendengar ejekan dari masyarakat. Menurutku, tidak hanya Jagdish yang bertanggung jawab untuk ini, semua keluargamu bertanggung jawab untuk ini. Aku merasa seperti ingin
memberi mereka pelajaran sehingga mereka tidak akan berani untuk melakukan hal ini kepada orang lain.

Sanchi berteriak pada Anandi dan meminta dia untuk pergi dari sana dan membiarkan dia tinggal sendirian dengan ibunya. Anandi hanya menangis saat ia pergi dari sana.

Anandi datang ke kamarnya dengan menangis. Dia ingat kata-kata Ira dan menangis lagi. Dia kemudian ingat kata-kata Shiv juga. Shiv masuk dan Anandi menghapus air matanya. Shiv mengambil file dan pergi

Anandi : Kemana kau akan pergi?

Shiv : Aku ingin ke ruangan lain, Aku harus menyelesaikan beberapa pekerjaan.

Anandi : lakukan di sini saja

Shiv : tidak, ini akan memakan waktu. Kau tidur saja dulu dan tidak perlu menungguku.

Shiv pergi dan Anandi menangis lagi

Anandi berbicara dengan dewa.

Anandi : Shiv dan juga ibu tidak melakukan hal yang salah, Tidak ada yang akan bisa melihat saudara atau putri mereka dalam kondisi seperti ini. Saat aku diminta untuk memilih salah satu keluarga, maka jelas aku akan memilih keluarga ini karena sekarang rumah ini adalah milikku. Aku menantu dan putri rumah ini. Shiv adalah segalanya bagiku, aku bukan apa-apa tanpa dia, dia suamiku. Aku bisa menerima untuk mengakhiri hubunganku dengan keluargaku yang lain, tapi aku ingin tahu mengapa Shiv masih marah denganku. Oh Dewa, tolong bawa kebahagiaan kembali kepada keluarga kami.

Nenek sedang melihat foto Jagdish.

Nenek : Aku pikir kau akan berubah dan lebih bijaksana, tapi tidak. Apakah kau tahu kalau kami tidak bisa menghadapi keluarga Anandi karenamu. Aku tidak pernah bisa membayangkan dalam mimpi buruk sekalipun apa yang kau lakukan
ini.

Seseorang mengetuk pintu dan nenek menyembunyikan foto Jagdish, ternyata Nandu yang datang.

Nandu : Nenek, aku dengar kalau kak Jagdish menikah dengan kak Ganga. Kak Sanchi adalah orang yang baik, tetapi kak Ganga lebih baik. Dia mempunyai Mannu dan kita semua akan bermain dan tetap bahagia seperti dulu saat mereka berada di sini.

Nenek : Ini adalah persoalan orang tua, apa kau mau aku memanggil ayahmu?

Nandu lari keluar

Lal membawa Jagdish, Ganga, Mannu, dan Ghanshaym ke rumahnya. Istri lal menyambut mereka. Dia mengambil Ganga bersamanya untuk menunjukkan kamarnya padanya.

Shiv kembali ke kamarnya.

Anandi : Apakah kita bisa berbicara sebentar?

Shiv : nanti saja, aku sangat lelah.

Anandi masih berbicara, tapi Shiv mematikan lampu dan tidur. Anandi teringat dengan ibunya.

Anandi : Ibu sudah pergi begitu jauh, tapi ibu selalu dekat denganku dan menjagaku. Ibu yang mengajariku bagaimana untuk melawan keadaan. Aku membutuhkan cinta ibu hari ini ..

Semua orang duduk bersama-sama di rumah Lal. Lal memberi isyarat kepada istrinya (Koyal)

Koyal : Mannu sepertinya sudah mengantuk, dia akan tidur dengan kami hari ini.

Lal : Kalian ( Jagdish dan Ganga ) pasti lelah, karena kalian belum beristirahat sama sekali setelah kembali dari Mangalore.

Jagdish : Aku akan istirahat di ruang tamu saja. Ganga dan Mannu bisa tidur di kamar.

Lal : Kau dan Ganga sudah menikah sekarang, kalian bisa tinggal bersama-sama dalam 1 kamar.

Jagdish : Aku hanya memakaikan sindoor pada Ganga dan belum sepenuhnya menikahinya.

Ganga : Pak dokter benar, kami sudah sangat menyakiti orang lain, dan sekarang kami tidak boleh melupakan nilai-nilai kami dan menyakiti jiwa kami

Lal : kalian berdua benar-benar dibuat untuk satu sama lain. Koyal, bawa Ganga dan Mannu bersamamu, aku dan Jagdish akan tidur di kamar tamu.

Keesokan paginya, Lal datang ke rumah Jagdish

Bhairon : Apakah semuanya baik-baik saja.

Lal : Semuanya baik-baik saja sampai Jagdish datang untuk mengambil barang-barangnya dari rumah sakit.

Nenek : Kau melihat dengan matamu sendiri apa yang terjadi kemarin.

Lal : Itu adalah masalah pribadi, tapi aku hanya mengkhawatirkan rumah sakit. Penduduk desa tidak bertanggung jawab dengan apa yang terjadi. Mereka memiliki banyak harapan dari rumah sakit kita. Jagdish adalah seorang dokter dan dia melakukan pekerjaannya dengan sangat baik di rumah sakit, tapi akan salah untuk meninggalkannya di tengah jalan. Jika Jagdish tidak bisa bekerja di sana, maka tidak mungkin bagiku juga. Kami hanya bisa meninggalkan semua pasien dan mempercayakannya kepada dewa.

Sumitra : Jadi kau datang kemari untuk mengancam kami sekarang? Kau mempelajari segalanya dari rumah sakit ini dan kau mengancam untuk meninggalkan rumah sakit ini. Jangan lupa bahwa apa pun dirimu sekarang, ini semua karena rumah sakit kami.

Bhairon : Lal Singh tidak mengancam Sumitra, dia hanya mengatakan apa yang dia pikir benar.

Sumitra pergi dari sana.

Nenek : Jadi maksudmu kalau Jagdish tidak ada, maka rumah sakit juga tidak bisa berjalan. Sebelumnya kau juga mengurus semuanya sendiri.

Lal : Ini sangat berbeda, sekarang rumah sakit kita telah berkembang pesat, orang akan kehilangan kepercayaan jika Jagdish pergi.

Vasant : Lal Singh benar, kita tidak harus mempertaruhkan nyawa begitu banyak orang karena masalah pribadi kita. Tidak ada yang terjadi dengan membangun rumah sakit, kita memerlukan dokter yang tepat, jika orang datang ke rumah sakit kita, itu hanya karena Lal Singh dan nama Jagdish.

Bhairon : Kakak benar, jika Lal Singh mengatakan bahwa Jagdish harus bekerja di rumah sakit, maka kita harus berpikir tentang hal itu.

Nenek merasa tidak senang

Nenek : apa yang bisa aku katakan sekarang? Aku tidak punya masalah.

Nenek pergi. Lal menyapa Bhairon dan
Vasant dan juga pergi

Ganga bersiap-siap. Dia melihat Sindhoor dan kemudian melihat kepalanya. Dia ingat bagaimana Jagdish pertama memakaikannya dengan darahnya saat ia mengalami kecelakaan, dan kemudian kemarin di depan semua orang. Ganga mengambil Sindhoor di tangannya, tapi tidak yakin apakah harus memakainya atau tidak. Koyal dan Jagdish melihatnya. Jagdish keluar dari sana.
Koyal datang ke Jagdish

Jagdish : Ganga masih belum menerima pernikahan ini, apakah dia tidak percaya padaku?

Koyal : Bukan seperti itu, bagaimana dia bisa menerima pernikahan ini setelah melihat cara kalian berdua menikah. Ia sendiri bahkan tidak yakin apakah dia sudah menikah atau tidak. Kau memang sudah memakaikan sindoor di kepalanya, tapi pernikahan ini masih belum lengkap.

Jagdish terlihat berpikir dan kemudian setuju dengan istri Lal

Di Keisar Bagh.
Anandi tampak melamun, Meenu datang ke sana.

Meenu : banyak hal yang sudah dikatakan. Aku tahu kau pasti merasa terluka dan merasa buruk, tetapi kau harus maju. Kau tidak terlihat baik denga wajah sedih. Kau adalah kekuatan rumah ini. Aku tahu semua orang marah denganmu di rumah ini, tetapi pertama-tama kau harus menjaga dirimu sendiri sendiri sehingga kau bisa menangani yang lain.

Anandi : Aku tahu, tapi aku masih tidak bisa melupakan apa yang terjadi. Aku selalu merasa serba salah dengan apa yang terjadi. Ibu mengatakan aku harus memilih satu keluarga. Aku memenuhi tanggung jawabku bukan sebagai menantu, tapi sebagai putri rumah ini, di mana kesalahanku? Shiv juga berpikir aku membuat kesalahan. Aku tidak ingin mengeluh karena ibu atau Shiv. Aku hanya ingin tahu di mana letak kesalahanku, dan aku hanya ingin menjadi menantu yang baik dari rumah ini.

Anandi menangis. Meenu menenangkannya.

Meenu : Kau menghadapi banyak situasi seperti ini dalam hidupmu, hal itu terjadi karena sudah diputuskan oleh takdir. Ini hanya kesalahpahaman, kau hanya perlu memberikan waktu, dan semuanya akan baik-baik saja. Kebenaran, cinta, harapan memiliki banyak kekuatan, siapa yang mempunyai kekuatan itu tidak akan pernah kalah. Cintamu dan kekuatanmu pasti akan menang. Kesalahpahaman akan hilang.

Anandi dan Meenu saling berpelukan

Bhairo akan berangkat kerja, tapi Kalyani menghentikannya dan memberitahu dia untuk makan malam bersamanya karena ia akan pulang terlambat. Mereka menunggu Sumitra untuk membawanya. Kepala desa dan penduduk desa lainnya datang ke sana. Mereka membela Jagdish dan mengatakan saat Jagdish kembali, dia sudah tidak seperti dulu. Dia telah benar-benar berubah. Mereka meminta keluarga Jagdish untuk menerima Ganga mengatakan mereka harus setuju dengan Jagdish jika ia ingin menghabiskan hidupnya dengan Ganga.

Sumitra datang

Sumitra : Kami tahu semua orang sangat khawatir kepada keluarga kami, tetapi ini adalah hal-hal pribadi kami dan akan lebih baik jika kalian tidak ikut campur dalam hal itu.

Nenek : Sumitra berkata benar. Kalian jangan merasa buruk, tapi ini adalah masalah pribadi kami dan kami tidak bisa mendengar nasihat siapa pun dalam hal ini. Apapun keputusan yang harus kami ambil, kami akan membuatnya sendiri. Tapi apa pun keputusan yang kami buat, penduduk desa tidak akan memiliki masalah apapun. Rumah Sakit akan berjalan seperti biasanya. Jagdish akan tetap berada disana.

Kepala desa dan penduduk desa meminta maaf kepada keluarga Jagdish dan pergi dari sana.
Sumitra marah.

Sumitra : Entah sihir apa yang Ganga lakukan pada semua orang sehingga semua orang selalu membelanya.

Sumitra meletakkan kotak makan di sana dan pergi dengan marah. Bhairon berangkat bekerja. Bhairon keluar dan ingat kata-kata Jagdish tentang percakapan Sanchi dengan teman-temannya, dan kemudian penduduk desa datang dan berbicara dalam mendukung Jagdish.

Bhairon : Banyak orang yang terluka dengan apa yang Jagdish lakukan, tapi aku tidak berpikir kalau niatnya untuk menyakiti siapa pun.

Jagdish ada di sebuah kuil dan ia berbicara dengan seorang pendeta.

Jagdish : Baiklah, aku akan melakukan semua pengaturannya.

Jagdish kemudian menerima telepon dari Bhairon.

Bhairon : Ayah ingin bertemu dan berbicara denganmu

Jagdish : Aku akan datang dimanapun dan kapanpun ayah katakan.

Bhairon : di mana kau sekarang?

Jagdish : Aku ada di kuil

Bhairon : Tunggulah di sana, ayah akan datang.

Mannu tampak tidak mood. Dia membuang semua mainannya ke bawah. Ganga mengambilnya dan menempatkannya kembali di sofa. Mannu kembali melemparkannya ke bawah.

Ganga : Apa begini caramu untuk bermain dengan mainanmu?

Istri Lal datang

Koyal : Tampaknya Mannu sedang marah.

Ganga : tidak tahu apa yang terjadi, setelah pak dokter keluar, ia mulai berperilaku seperti ini.

Koyal : Oh jadi karena dokter Jagdish sedang keluar makanya dia jadi marah. Mannu, kau harusnya bahagia karena dokter Jagdish tidak akan meninggalkanmu lagi, karena ia sudah menjadi ayahmu. Kau senang kan?? Ayo Mannu coba kamu katakan Bapusa (ayah).

Mannu : Docter Sab (Pak dokter)

Koyal : Tidak, tidak bukan docter sab (pak dokter) tapi Bapusa (Ayah) BA-PU-SA

Mannu : Bapusa (ayah)

Mannu dan Koyal tersenyum, Ganga terkejut mendengar Mannu.

Anandi sedang mempersiapkan sarapan di dapur. Ira datang

Ira : jika kau sudah selesai, aku ingin membuat sarapan untuk Sanchi.

Anandi : Aku sudah menyiapkannya, Aku membuat sarapan favoritnya.

Ira : Kau tidak perlu menyusahkan dirimu untuk Sanchi. Aku yang akan melakukannya.

Bhairo menemui Jagdish di luar kuil

Bhairon : Ayah dengar kau tinggal di rumah Lal Singh

Jagdish: Iya ayah, dia sangat memaksa jadi aku tidak bisa mengatakan tidak.

Bhairon : kau ingat apa yang ayah katakan kepadamu saat kau kembali setelah melakukan kuliah MSmu, bahwa ayah bangga padamu dan kau membuktikan kami salah dan kau benar-benar berubah sekarang. Tapi setelah apa yang terjadi di rumah sakit hari itu, itu mempengaruhi kepercayaanku padamu. Sekarang lupakan apa yang kau lakukan dan segala sesuatu yang lain, ayah datang untuk bertanya mengapa kau melakukan ini? Kau bilang kau berubah, lalu mengapa Jagdish baru ini bertindak seperti Jagdish yang dulu?

Jagdish : Itu nasib burukku bahwa keputusan yang aku buat untuk kebaikan dan menjadi alasan keluargaku untuk kesedihan mereka. Aku tidak pernah siap untuk menikah, tapi saat semua orang sangat memaksa, aku berkata ya. Kemudian lamaran Sanchi datang. Jika ayah ingat, aku terkejut pada saat itu karena aku tidak pernah berpikir seperti itu untuk Sanchi.

Bhairon : Lalu mengapa kau mengatakan ya?

Jagdish : untuk kebahagiaan semua orang dan janji yang sudah aku buat untuk Anandi. Kalian semua menyukai Sanchi dan aku sudah mengatakan kepada Anandi, kalau aku ingin menikah, dia yang akan memilih pasangan hidup untukku. Saat Anandi dan keluarganya datang dengan lamaran Sanchi, aku pikir Anandi memilih Sanchi untukku, jadi aku tidak bisa mengatakan tidak. Tapi percayalah, aku baru tahu bahwa Anandi tidak memilih Sanchi untukku.

Jagdish kemudian mengatakan kepada ayahnya tentang percakapan dan Anandi di restoran.

Jagdish : Dan aku sudah mengatakan semua apa yang ada dipikiran Sanchi yang dia katakan tentang keluarga kita. Setelah semua itu, Sanchi mengatakan kepada semua orang bahwa dia berbohong dan hanya mengatakan semua itu kepada teman-temannya untuk menyelamatkan dirinya dari godaan teman-temannya, tapi aku bisa membedakan saat seseorang hanya bercanda atau yang sebenarnya. Apapun yang Sanchi katakan hari itu, datang dari hatinya. Dia ingin menikahiku, tapi dia tidak punya rasa hormat atau cinta untuk keluarga kita. Jika aku menikahinya, maka kalian semua akan sakit lagi, dan kehidupan Sanchi juga akan hancur. Aku menyadari ini saat aku mendengar Sanchi berbicara dengan teman-temannya, setiap kali aku menghabiskan waktu dengannya, aku melihat dia sangat berbeda. Dia tidak akan bisa membuat keluarga kita bahagia atau dirinya sendiri.

Bhairon : Ayah setuju bahwa Sanchi berbeda, kalian berdua tidak cocok, dan kau melakukan hal yang benar dengan menolak menikah dengannya. Tapi ayah masih tidak mengerti satu hal, kenapa kau harus memakaikan sindoor pada Ganga. Kau melakukan hal itu dan membuat semua orang berpikir bahwa kau bersalah, dan kau memutuskan hubunganmu dengan Sanchi, hanya agar kau dapat menikah dengan Ganga.

Nenek ada di teras. Sebuah layang-layang jatuh di sana. Dia melihat itu dan ingat kenangan masa kecil Jagdish.

Nenek : Sebelum mengambil suatu keputusan besar, kau setidaknya bisa berbicara denganku sekali saja. Aku bisa membantumu untuk memecahkan masalahmu, tapi kau tidak pernah memberiku kesempatan. Aku berpikir bahwa aku tidak akan pernah memaafkanmu, tapi sekarang aku tidak dapat menemukannya bahkan jika aku mencarinya. luka ini sangat dalam untuk usiaku, tidak tahu apa yang akan pergi dulu, aku atau luka ini?

Jagdish : Hanya ada satu alasan kenapa aku memakaikan sindoor kepada Ganga, karena aku mencintai Ganga. Aku ingin menghabiskan seluruh hidupku dengan dia, ada kebenaran lain, aku tidak punya maksud seperti ini dalam pikiranku untuk melakukan itu, tapi setelah melihat bagaimana setiap orang memperlakukan Ganga saat kami kembali dari Mangalore, aku hanya memikirkan hal ini satu-satunya cara. Saat aku berpikir dengan siapa aku bisa menghabiskan hidupku, hanya satu wajah yang datang di depanku, hanya Ganga. Ganga benar-benar mencintai keluarga kita dan memiliki rasa hormat kepada semua orang, jika ayah percaya padaku, maka percayalah pada keputusanku juga. Aku melakukan apa yang terbaik bagi keluarga kita. Saat melakukan hal itu aku tidak berpikir untuk menyakiti orang lain. Ya, jika aku melakukan kesalahan kepada siapa pun, maka Ganga tidak bertanggung jawab akan hal itu, aku bahkan tidak bertanya padanya apakah dia ingin menikah denganku atau tidak, sekarang dia bahkan tidak tahu apakah dia adalah istriku atau bukan, itu sebabnya aku ingin menikahi
Ganga di kuil ini untuk menyelesaikan tanggung jawabku yang tidak lengkap, tapi melihat keberuntunganku, besok kami akan menikah tapi tidak ada satupun dari keluarga kami yang akan datang untuk memberikan berkat kepada kami. Meski kami menjadi satu, kami akan menjalani kehidupan yang tidak lengkap tanpa keluarga. Ini adalah kebenaranku. Beritahu aku ayah, apakah yang aku lakukan ini benar atau salah

Bhairon diam sejenak lalu memeluk Jagdish

Bahiron : Kau tidak salah, ayah memiliki keyakinan penuh padamu dan ayah juga bangga padamu. Kau mendengarkan hatimu dan kau tidak punya niat yang salah. Lalu bagaimana kau bisa salah? Berkat dan kepercayaan ayah akan selalu bersamamu.

Jagdish merasa emosional.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *