Sinopsis Paakhi Antv Hari Ini 26 April 2017- Ayaan Memecahkan 2 Ubin

Debroo.net. Sinopsis Paakhi Antv Hari Ini 26 April 2017- Ayaan Memecahkan 2 Ubin. Anshuman menyuruh Shuki membawakan ubin lagi. Lalu Anshuman melakukan pemanasan pada tangan Ayaan. Ayaan lalu bersiap-siap untuk memecahkan ubin. Paakhi bersembunyi dibalik badan Anshuman karena tidak tega melihat Ayaan.

Sinopsis Paakhi Antv Hari Ini 26 April 2017- Ayaan Memecahkan 2 Ubin
Sinopsis Paakhi Antv Hari Ini 26 April 2017- Ayaan Memecahkan 2 Ubin

Ayaan berhasil memecahkannya dan Anshuman senang melihatnya bisa memecahkan ubin tersebut. Paakhi memeriksa tangan Ayaan lalu mereka bertiga masuk ke dalam rumah untuk makan siang bersama.

Sinopsis Paakhi ANTV.

Lavanya menunggu di kantor Vikram, dia mendengar dua orang pegawai disana sedang berbisik-bisik meragukan kehamilannya dan menduga Lavanya berbohong hanya untuk mendapatkan kontrak dengan Ashuman saja.

Lavanya menjadi tegang dan berpikir. Lavanya lalu menelpon Girish dan meminta bantuannya agar bisa membuatnya tampak seperti wanita sedang hamil, Girish meminta Lavanya mengucap kata cinta padanya, Lavanya pun terpaksa mengatakannya agar Girish mau membantunya.

Resepsionis kantor Vikram mendapat telepon lalu mengatakan pada Lavanya bahwa Vikram tidak datang hari ini dan Vikram akan menemuinya besok. Lavanya pun merasa lega mendengarnya.

Anshuman melihat kedatangan Tanya dan terpana dengan penampilan seksinya tersebut. Tanya lalu mendekati Anshuman dan memeluknya sambil mengatakan bahwa dirinya menghabiskan 6 jam untuk ke salon untuk pempercantik dirinya hanya untuk Ashuman.

Mereka hampir berciuman dan Tanya terkejut melihat Paakhi di belakang Anshuman, setelah itu Ayaan menyerang Tanya dan Paakhi mentertawakannya. Anshuman lalu menarik Ayaan dan mengatakan pada Tanya bahwa Ayaan bisa memecahkan 2 ubin hari ini.

Mereka lalu pergi ke meja makan bersama, Mahaji berbicara dengan Tanya bahwa hari ini dirinya tidak memasak apapun karena dia tidak memberitahunya, sementara Ayaan dan Anshuman berteriak-triak meminta makan di meja makan.

Paakhi menenangkan mereka dan bergegas ke dapur untuk mengambil makanan untuk disediakan dimeja makan. Mahaji masih berbicara dengan Tanya bahwa Anshuman akan marah. Paakhi kembali dan mengatakan sesuatu, Anshuman berteriak memanggil pelayan-pelayannya lalu bertanya dengan marah.

Ramesh menjawab menyalahkan Tanya dan Anshuman semakin marah, Paakhi menenangkannya dan berniat membuatkan makanan tapi Anshuman menghentikannya dan berteriak memanggil Tanya.

Tanya berusaha menjelaskan, Anshuman berteriak marah pada Mahaji. Mahaji pun memberi penjelasan dan menyalahkan Tanya. Anshuman pun menegur Tanya atas kecerobohannya tersebut. Lalu Anshuman mengajak Ayaan makan di luar tapi Paakhi menghentikannya dan berkata akan memasakan makanan yang lezat untuk mereka berdua.

Anshuman menolak dan Ayaan mengajak Paakhi ikut keluar, Anshuman juga mengajak Paakhi, dia lalu bersiap-siap dengan Ayaan. Paakhi menghampiri Tanya dan menegurnya karena tidak bisa membuat Anshuman bahagia. Tanya kemudian diam-diam mengirim pesan pada Lavanya agar memesan makanan.

Anshuman dan Ayaan muncul mengajak Paakhi, Tanya menghentikannya dan mengatakan bahwa dirinya telah memesan makanan. Pengirim makanan datang dan Tanya membayarnya seharga 8 rb rupee. Lalu Tanya menyuruh Mahaji menyiapkannya. Shuki mengambilnya dari tangan Mahaji dan berlari terburu-buru ke dapur hingga membuatnya terjatuh dan memecahkan vas bunga senilan 12 rb rupee.

Mahaji menghampiri Shuki dan menghardiknya. Tanya menjadi cemas karena banyak yang berkurang. Paakhi lalu menghentikan Mahaji dan membantu Shuki berdiri terlebih dulu, Shuki menangis dan memohon maaf pada Paakhi atas kesalahannya tersebut.

Paakhi menenangkannya. Tanya menghampiri Paakhi dan berpura-pura peduli pada Shuki yang terjatuh, Tanya memberikan uang pada Shuki. Paakhi lalu menyuruh Ashok dan Ramesh membantu Shuki. Tanya sendiri mengkhawatirkan anggarannya.

Anshuman dan Ayaan masuk ke kamar sambil mempraktekkan latihan bela dirinya, Paakhi melihat mereka dan mengatakan sesuatu. Anshuman lalu mengambil medalinya di meja dan berharap tinggi pada Ayaan supaya sama bisa mendapatkan medali seperti ayahnya.

Ayaan merasa sedih sambil melirik Paakhi. Anshuman lalu memberikan medalinya pada Ayaan dan menasihatinya agar selalu menjadi pemenang seperti dirinya. Ayaan lalu keluar kamar. Paakhi kemudian berbicara dengan Anshuman bahwa memang bagus memiliki harapan yang tinggi tapi Paakhi meminta Anshuman untuk tidak terlalu menekan Ayaan.

Ayaan kembali ke kamarnya dan khawatir mengingat semua ucapan ayahnya. Ayaan merasa terbebani dengan harapan Anshuman padanya agar mendapatkan medali emas dalam pertandingan besok. Ayaan lalu ingat bahwa dirinya lupa meminta tanda tangan Anshuman pada bukunya, Ayaan melihat nilai-nilainya yang buruk dan berkata bahwa Ayahnya akan melenyapkannya jika mengetahui nilai-nilainya.

Paakhi meminta Anshuman untuk tidak terlalu memaksa Ayaan karena Ayaan akan menjadi apa yang dia inginkan. Tapi Anshuman berkata bahwa sekali Ayaan kalah maka dia tidak akan pernah bisa menang dan tidak akan pernah menjadi pemenang.

Anshuman menambahkan bahwa Ayaan harus menjadi nomer satu atau dirinya tidak akan pernah memaafkan Ayaan. Ayaan yang ingin meminta tandatangan Anshuman memperhatikan perdebatan mereka dari ambang pintu kemudian melangkah kembali ke kamarnya dan berpikir untuk menandatangani sendiri buku-bukunya.

Anshuman keluar kamar mandi dengan baju masih tertempel label, Paakhi memperhatikannya, Anshuman mengomel lalu Paakhi menghampirinya dan memeluknya untuk melepas label bajunya kemudian mengatakan sesuatu terhadapnya.

Anshuman pun tertawa begitu pula dengan Paakhi, Tanya melihat mereka tertawa lalu mengetuk-ketuk pintu. Anshuman dan Paakhi terdiam lalu Tanya mengatakan ingin berbicara dengan Anshuman dan beranjak pergi. Anshuman lalu mengikutinya.

Sinopsis Paakhi 26 April 2017.

Anshuman ke kamar Tanya dan Tanya memeluknya sambil mengajaknya beromantis ria dengan mendorongnya ke atas ranjang. Sementara Ayaan sedang mencoba membuat tandatangan seperti milik Anshuman dan akhirnya dia berhasil, Ayaan berniat menyembunyikan coretan percobaan tandatangannya tadi lalu dia mengambil kursi dan menaikinya untuk menyimpan kertasnya diatas lemari.

Tanya masih bermesraan dengan Anshuman tapi tiba-tiba mereka mendengar teriakan Ayaan yang terjatuh dari kursi yang akan menyimpan tandatanan ayahnya diatas lemari, Anshuman menyingkirkan Tanya dan bergegas ke kamar Ayaan bersamaan dengan Paakhi dan bertanya bagaimana dia bisa terjatuh. Ayaan pun hanya menangis karena terjatuh dari kursi tersebut.

Anshuman bergegas pergi mengambil kotak obat sementara Paakhi menenangkan Ayaan. Anshuman membahas ulah Ayaan tapi Paakhi menyuruhnya mengobatinya dulu. Setelah itu baru Anshuman bertanya pada Ayaan.

Paakhi mengobatinya dengan perlahan-lahan, Anshuman terus menasihati Ayaan. Tanya muncul dan melihat kebersamaan mereka bertiga, dengan kesal Tanya kembali ke kamarnya dan menggerutu. Kemudian Tanya hendak membuka risleting belakang bajunya dan Paakhi membantunya, Tanya pun terkejut melihatnya. Paakhi lalu berdebat dengannya.

Pagi harinya, Anshuman terus saja bersin2 karena flu sambil menelpon dan menulis nomer telepon di selembar tisu. Paakhi sendiri tengah membereskan kamarnya. Anshuman lalu membuat tisu yang dibuatnya menulis untuk mengelap dan setelah itu membuangnya ke tempat sampah.

Di saat tersadar Anshuman pun mengeluh karena tisunya telah bercampur dengan tisu kotor lainnya, Paakhi berkomentar kemudian memberitahu nomer ponsel yang dicatat Anshuman tadi. Anshuman bertanya bagaimana dia bisa mengingatnya dan Paakhi menjawab bahwa dirinya melihat dan mendengar semuanya. Mereka lalu mendengar suara Ayaan yang sedang berlatih dengan keras.

Anshuman dan Paakhi melihat Ayaan tengah berlatih beladiri dengan seragamnya, mereka lalu berbicara. Ashok membawakan sepatu Ayaan yang belum di semir dan Anshuman memarahinya, dia meminta pengkilapnya dan menyemir sepatu Ayaan sendiri sambil terus menyemangati Ayaan yang berjuang dengan sangat keras.

Paakhi lalu berjalan mendekati Ayaan tapi Paakhi terpeleset botol pengkilap sepatu dan terjatuh di pangkuan Anshuman. Anshuman bertanya mengapa dia selalu terjatuh dan Ayaan mengomentari bahwa ibunya tidak selalu terjatuh dan di saat dia jatuh hanya ketika ada ayahnya disana yang bisa memeganginya.

Mereka kemudian sama-sama saling memasangkan sepatu pada kaki Ayaan dan Ayaan menyatakan kebahagiaannya atas kebersamaan mereka yang membuat Ayaan senang. Anshuman kembali menyemangati Ayaan dan menyuruhnya mendapatkan medali emas.

Anshuman lalu beranjak pergi dan Tanya memperhatikannya dari kejauhan sambil berpikir cara menghancurkan rencana Paakhi. Paakhi kemudian berbicara dengan Ayaan dan Ayaan hendak mengatakan mengenai nilai-nilai buruknya tapi Paakhi mendapat telepon dari Girish yang mengatakan bahwa Naina sedang tidak sehat dan mengharap kedatangannya, setelah itu Paakhi menyemangati kompetisi Ayaan dan meminta Mahaji mengantar Aayan, kemudian Paakhi beranjak pergi. Ayaan menuju kamar dan Tanya mempunyai ide di saat-saat terakhir.

Paakhi mendatangi rumah Girish dan menenangkan Naina yang terus menangis karena Lavanya sedang tidak dirumah.

Tanya sengaja menabrak Ayaan dan membuat seragamnya tertumpah susu. Ayaan pun menghardiknya karena seragamnya kotor dan dirinya tidak bisa pergi mengikuti hari olahraga disekolahnya. Ayaan menyuruh Tanya mencucinya.

Paakhi berusaha menenangkan Naina, Ayaan mengomel pada Tanya, Tanya meminta maaf lalu menghasutnya agar tidak pergi ke pertandingan disekolahnya. Sementara Paakhi mencoba mengobati perut Naina dengan ramuannya sendiri dan Girish senang Naina lebih baik.

Ayaan masih mengomeli Tanya. Tanya memberinya kupon masuk taman main. Paakhi berpamitan pada Girish. Tanya masih mencoba membuat Ayaan tidak ikut kompetisi. Sedangkan Paakhi yang hendak keluar rumah berbicara dengan Girish mengenai harapan Anshuman akan medali emas Ayaan lalu dia melihat foto-foto Girish yang disobek-sobek Lavanya di tempat sampah, Girish berkata bahwa Lavana sedang marah padanya dan melakukan ini. Paakhi pun beranjak pergi karena Girish berkata semuanya baik-baik saja antara dirinya dan Lavanya,

Ayaan menolak tapi Tanya berusaha terus dan menakut-nakuti Ayaan akan kemarahan Anshuman saat melihatnya gagal nanti. Ayaan pun menerima tiket tersebut dan Lavanya senang melihatnya.

 

By : aRin intifilm.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *