Inilah 6 Fakta Menarik Tentang Cincin Tunangan yang Jarang diketahui

Debroo.net. 6 Fakta Menarik Tentang Cincin Untuk Tunangan. Di masyarakat kita di Indonesia, sebelum melangkah ke jenjang penikahan, biasanya akan melakukan acara tunangan terlebih dahulu. Memang acara tunangan ini bukanlah hal wajib yang harus dilakukan oleh pasangan yang akan menikah, namun tunangan ini sudah menjadi tradisi di masyarakat kita.

Acara tunangan ini biasanya hanya dihadiri oleh para undangan dengan ruang lingkup yang kecil, seperti hanya mengundang keluarga, kerabat, atau tetangga terdekat saja. Namun tahukah anda bahwa dalam acara tunangan ini ada hal-hal yang menarik, khususnya soal cincin tunangan. Untuk itu dalam artikel kali ini akan mengupas tentang beberapa fakta menarik cincin untuk tunangan sebagai berikut :

  1. Cincin Di Jari Manis

Tahukah anda mengapa cincin disematkan pada tangan kiri, dijari masi wanita? Hal ini dikarenakan, dahulu dipercaya bahwa jari manis tangan kiri memiliki pembuluh vena yang khusus yang disebut dengan Vena Amoris. Yang dimana pembuluh darah tersebut, akan terhubung langsung ke jantung. Dengan begitu, hingga saat sekarang banyak orang yang melangsungkan pertunangan mereka dengan memakaikan cincin di jari manis tangan kiri.

  1. Emas Dan Platinum

Kebanyakan dari semua orang yang melangsungkan pertunangan menggunakan emas dan platinum sebagai cincin pertunangan. Apalagi dengan cincin platinum, cincin platinum merupakan cincin yang banyak peminatnya. Hal ini dikarenakan, bahwa bahan yang digunakan cincin platinum terbuat dari Hypoallergenis yang artinya tidak menimbulkan alergi yang berakibat gatal-gatal bagi pemakainya. Cincin platinum juga, mengandung lebih sedikit tambang dibandingkan dengan emas putih. Selain itu, cincin platinum mempunyai harga yang lebih mahal dibandingkan dengan emas.

  1. Makna Cincin Tunangan

Seperti yang kita kethui, makna cincin kawin bagi setiap pasangan merupakan pengikat janji untuk hidup bersama selamanya. Berbeda halnya dengan cincin pertunangan, cincin tunangan mempunyai makna yang mengikat pasangan satu sama lain untuk berkomitmen tetap bersama hingga pernikahannya tiba dan sebentar lagi akan melangsungkan pernikahannya.

  1. Awal Mula Tradisi

Perlu kalian ketahui, bahwa tradisi tukar cincin ternyata sudah ada sejak dulu pada jaman Mesir Kuno dan jaman Yunani Kuno. Pada jaman tersebut, ada letak perbedaan pada jenis cincin pertunangan keturunan bangsawan dan rakyat biasa. Untuk keturunan bangsawan, menggunakan cincin yang berjenis batuan berharga dan mempunyai warna yang sangat indah. Sedangkan untuk rakyat biasa, pada umumnya hanya menggunakan cincin yang terbuat dari emas atau besi. Dan pada saat itu juga, laki-laki yang menggunakan cincin pertunangan akan menunjukkan kekayaanya.

  1. Bentuk Cincin Tunangan

Pada jaman dahulu, tradisi tukar cincin hanya mempunyai satu bentuk cincin pertunangan saja.  Yaitu bulat melingkar, hal ini melambangkan keabadian bagi pasangan yang bertunangan. Tetapi, di jaman  sekarang sudah banyak mengalami perubahan. Di jaman sekarang ini, banyak ragam cincin tunangan yang beragam misalanya cincin bermata berlian. Meskipun demikian, masih banyak pasangan yang melangsungkan perutangan dengan menggunakan cincin bulat melingkar yang popol yang disematkan di jari manis.

  1. Harga Cincin Tunangan

Bagi seorang pria dalam menunjukan kemapannya, tentunya mereka bisa melalui dengan pemberian cincin dengan harga yang bagus.  Melalui jajak pendapat, bahwa sekitarv 2 dan 3 pria menghabiskan gajinya 2 bulan untuk membelikan cincin untuk tunangannya. Cincin tunangan yang diberikannya pun bukan sekedar pemberian saja, melainkan sebagai bukti cinta pria kepada wanita untuk hidup bersamanya melalui ikatan pernikahan.

Memang pertunangan itu tidak lebih sakral dari pernikahan, tetapi meski begitu biasanya setiap orang yang akan melakukannya akan mempersiapkannya secara matang.

Nah, demikianlah 6 Fakta Menarik Tentang Cincin Tunangan yang Jarang diketahui

Advertisements
No Response

Leave a reply "Inilah 6 Fakta Menarik Tentang Cincin Tunangan yang Jarang diketahui"