by

Berapa Kecepatan Ideal Saat Berkendara di Perkotaan?

Debroo.net. Berapa Kecepatan Ideal Saat Berkendara di Perkotaan? Perkembangan teknologi dalam bidang otomotif yang terus berkembang membuat kecepatan kendaraan bermotor pun semakin tinggi dari waktu ke waktu.

Para pabrikan otomotif seakan-akan berlomba untuk menciptakan kendaraan yang mampu melaju dengan lebih kencang seperti motor Yamaha terbaru.

Meskipun banyak beredar di pasaran kendaraan dengan performa yang cukup mumpuni seperti Yamaha Mio Fino 125. Akan tetapi, Anda harus mengetahui batasan dalam berkendara seperti kecepatan ideal di jalanan dengan kondisi jalan yang dilalui dan juga batas kecepatan.

Untuk lebih jelasnya simak ulasan berikut ini.

  • Batas kecepatan laju kendaraan di perkotaan

Ada beberapa jenis jalan yang mempunyai batasan kecepatan yang berbeda. Di perkotaan, batas maksimal kecepatan biasanya dibuat lebih rendah. Oleh karena itu, pemerintah melalui Peraturan Menteri Perhubungan menerapkan batas kecepatan laju kendaraan di perkotaan yakni paling tinggi 50 kilometer per jam.

Batas kecepatan maksimal dapat ditetapkan lebih rendah atas dasar beberapa pertimbangan seperti frekuensi kecelakaan yang tinggi di lingkungan jalan yang bersangkutan, kemudian perubahan kondisi permukaan jalan, geometrik jalan, dan lingkungan sekitar jalan.

  • Batas Kecepatan Laju Kendaraan Saat Hujan dan Jalan Licin

Sedangkan untuk kecepatan laju kendaraan pada saat kondisi hujan dan jalan yang licin dan banyak genangan air dimana-mana, pengendara wajib untuk mengurangi kecepatan. Karena saat hujan, daya cengkram ban ke permukaan jalan menjadi berkurang.

Gaya berkendara juga perlu diubah dengan selalu menghindari genangan. Di sisi lain, hindari gerakan menghindar secara tiba-tiba saat hujan. Saat berbelok, kurangi kecepatan jauh lebih rendah daripada saat aspal kering dan hindari teknik cornering.

  • Batas Kecepatan agar Bahan Bakar Lebih Irit

Kecepatan laju kendaraan bermotor Anda juga berpengaruh kepada tingkat konsumsi bahan bakar. Banyak pemilik kendaraan bermotor yang mengeluhkan hasil konsumsi bahan bakar yang tidak sesuai dengan informasi pabrikan motor. Angka konsumsi bahan bakar memang dipengaruhi oleh kecepatan kendaraan yang Anda pacu.

Titik kecepatan kendaraan yang bisa membuat motor irit BBM tersebut ada pada 40 – 60 km/jam. Berdasarkan uji coba yang dilakukan Lapi-ITB, motor skutik dan bebek akan menemui titik maksimal untuk urusan konsumsi BBM. Hasil ini akan lebih maksimal ketika mesin di kendaraan anda dilengkapi teknologi pengaturan bahan bakar canggih seperti Blue Core di mesin motor Yamaha terbaru.

  • Jarak Aman dalam Berkendara

Menurut teori defensive driving, jarak aman antar kendaraan di depannya adalah 3 detik. Mengapa menggunakan hitungan waktu dibandingkan dengan jarak dalam meter? Terdapat dua alasan dalam pemilihan menghitung jarak menggunakan hitungan waktu karena waktu relatif lebih mudah disesuaikan dengan kecepatan kedua mobil. Alasan kedua adalah ketika Anda melakukan pengereman, proses pengurangan yang ideal bagi pengendara membutuhkan waktu selama 3 detik.

  • Denda Apabila Melanggar Batas Kecepatan

Pemerintah telah menetapkan aturan tentang batas kecepatan berkendara yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan. Permenhub ini dengan jelas mengatur batas kecepatan berkendaraan dalam berbagai kondisi. Sanksi bagi yang melanggar berupa pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak 500 ribu. Peraturan ini dibuat dengan harapan, bisa menekan angka kecelakaan dan pengemudi masih tetap bisa mengendalikan laju kendaraannya.

Demikian beberapa hal berkaitan dengan kecepatan ideal saat berkendara di dalam kota. Selain berkaitan dengan keselamatan berkendara, berkendara dengan kecepatan ideal juga akan membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih efisien.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *