by

Inilah 7 Momen Viral di #OpeningCeremonyAsianGames2018

156 views

Debroo.net. Inilah 7 Momen Viral di #OpeningCeremonyAsianGames2018. Upacara pembukaan Asian Games 2018 yang berlangsung Sabtu (18/8) malam Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sangat membekas di hati masyarakat Indonesia dan menjadi perbincangan netizen dunia.

Sejumlah momen yang mewarnai opening ceremony asian games 2018 juga meninggalkan kesan tersendiri. Berikut adalah rangkuman tujuh momen #OpeningCeremonyAsianGames2018 yang kini menjadi viral di media sosial.

1. Aksi Presiden Jokowi Naik Moge
Aksi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam pembukaan Asian Games 2018 menyita perhatian publik. Hal tersebut lantaran dia melakukan aksi yang “out of the box” dan sangat terkonsep cukup menarik.

Jokowi mengendarai moge (motor gede) dalam pembukaan pesta olahraga terbesar di Asia tersebut. Ia tampak meliuk di antara kemacetan hingga masuk ke gang-gang kecil di Jakarta.

Aksinya tersebut bahkan membuat seorang anak yang menyeberang kaget begitu Jokowi membuka kaca helmnya. Perjalanan mengendarai moge menembus kemacetan itu diakhiri dengan tibanya Jokowi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang sekaligus memulai rangkaian acara pembukaan Asian Games 2018.

Meskipun dicerca karena menggunakan stuntman, namun tetap menjadi viral di media sosial.

2. Joget Dayung ala Presiden Jokowi
Tak hanya menarik perhatian lewat aksi mengendarai moge, Presiden Jokowi juga menjadi perbincangan setelah terlihat asyik berjoget.

Presiden Jokowi tampak menikmati alunan lagu Meraih Bintang yang dibawakan penyanyi dangdut Via Vallen. Netizen menyebutnya sebagai momen joget dayung atau goyang dayung karena gerakan yang dilakukan memang terlihat seperti sedang mendayung.

Iriana Widodo yang berada di sampingnya pun tak canggung ikut menikmati sambil melambaikan bendera merah putih di tangannya.

3. Tarian Ratoh Jaroe nan Memukau

Ribuan penari membawakan tarian Ratoh Jaroe asal Aceh. Seluruh penari terdiri dari putra dan putri siswa sekolah dan ratusan penari dari berbagai daerah di Indonesia.

Variasi gerakan rumit yang ditampilkan memukau semua yang menyaksikan. Momen ini juga membuat orang mencari tahu tentang tarian tersebut. Semula, banyak yang menyebutnya tari Saman.

Meski sama-sama berasal dari Aceh, tari Ratoh Jaroe dan tari Saman berbeda. Tari Saman dilakukan penari pria dengan jumlah ganjil, sedangkan tari Ratoh Jaroe dilakukan penari perempuan berjumlah genap.

Tak hanya menyuguhkan tarian Indonesia, pembukaan Asian Games 2018 juga menyajikan suguhan teater kolosal yang menceritakan budaya dan lagu-lagu dari berbagai daerah di Indonesia.

4. Ajang Pertama Bersatunya Korea Utara dan Korea Selatan

Kontingen Korea Utara dan Selatan pun mendapat sambutan meriah. Kedua Korea mengirimkan kontingennya di bawah satu nama yakni ‘Korea’.

Mereka saling berpegangan tangan sambil berjalan. Hal itu menunjukkan kebersamaan dua Korea yang selama ini memiliki hubungan kurang baik.

Tak cuma kontingen yang berpegangan tangan. Perdana Menteri Korsel, Lee Nak-Yon dan Deputi Perdana Menteri Korut, Ri Ryong-Nam juga saling berpegangan tangan ketika kontingen negara mereka tampil.

5. Cara Jepang, Suriah dan Palestina yang Hormati Indonesia

Pemandangan mengesankan terjadi saat perkenalan negara kontingen peserta. Para atlet dari Jepang dan Suriah melambaikan dua bendera di tangan mereka, yakni bendera Indonesia dan negara mereka sendiri.

Sikap ini sontak memunculkan reaksi positif dari ribuan penonton yang hadir di stadion. Pemandangan ini sukses membuat hati penonton meleleh.

Cara Jepang dan Suriah menunjukkan rasa hormat kepada Indonesia yang menjadi tuan rumah Asian Games 2018 pun banjir pujian.

Selain Jepang dan Suriah, Palestina juga mendapat sambutan meriah. Negara ini memang memiliki hubungan emosional cukup kuat dengan Indonesia. Saat mereka melintas, hadirin meneriakkan ‘Palestine’ berulang-ulang untuk menyuntikkan semangat pada para atletnya.

6. Rasa Haru Saat Kumandang Indonesia Raya

Sesaat setelah pembukaan Asian Games 2018 memasuki sesi hiburan, bendera Indonesia dikibarkan di SUGBK. Pengibaran bendera dilakukan setelah ada defile kontingen atlet dari negara-negara peserta Asian Games.

Sama seperti di Istana Merdeka, pengibaran bendera dilakukan oleh tim paskibra. Penonton berdiri dan memberikan hormat saat pengibaran bendera berlangsung, termasuk hadirin dan kontingen negara lain.

Warga Indonesia yang hadir di SUGBK ikut bernyanyi menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh penyanyi Tulus. Semua terlihat khidmat dan terharu menghayati momen ini.

Usai bendera berkibar, dilakukan juga mengheningkan cipta sejenak untuk mendoakan korban gempa Lombok di Nusa Tenggara Barat.

Rasa haru dan bangga juga terjadi saat seluruh hadirin berdiri dan ikut menyanyikan ‘Garuda di Dadaku’ dengan penuh antusias.

7. Penampilan Atlet Legendaris

Rasa haru bercampur bangga juga terlihat saat para atlet kebanggaan Indonesia ditampilkan. Delapan atlet legendaris Indonesia mendapat kehormatan sebagai pembawa bendera Dewan Olimpiade Asia (OCA).

Kedelapan atlet legendaris tersebut adalah peraih perak Asian Games Jakarta 1962 Lely Sampurno, peraih emas Asian Games Beijing 1990 Suharyadi, peraih perunggu Olimpiade Sydney 2000 Sri Indriani, peraih emas Olimpiade 2000 Chandra Wijaya, peraih perak Olimpiade Seoul 1988 Lilis Handayani dan Kusumawardhani, peraih emas Olimpiade Beijing 2008 Markis Kido, serta peraih emas Asian Games Bangkok 1978 Christian Hadinata.

Lely Sampurno, bahkan terlihat berkaca-kaca saat membawa bendera. Dia adalah saksi hidup Asian Games pertama kali digelar di Indonesia.

Atlet legendaris lainnya ditampilkan saat melakukan estafet menyalakan kaldron api Asian Games 2018.

Estafet dimulai dari legenda loncat indah Indonesia Lanny Gumulya, lalu ke peraih emas Karate Asian Games 1998 Arief Taufan.

Dari Arief, obor diserahkan ke Yustedjo Tarik sang petenis legendaris. Dari tangan Yustedjo, obor berpindah ke tangah Supriati Sutono yang merupakan mantan atlet lari.

Obor kemudian berpindah ke atlet selancar I Gusti Made Oka Sulaksana. Oka Sulaksana membawa obor naik ke ‘gunung berapi’ yang menjadi setting panggung dan menyerahkannya ke Susi Susanti.

Peraih medali emas Olimpiade 1992 ini menutup rangkaian estafet dengan menyulut kaldron tersebut dan diiringi tepuk tangan meriah dan letupa kembang api.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *