by

Sinopsis Mohabbatein Episode 213 Tayang di ANTV

-Debroo-133 views

debroo.com. Sinopsis Mohabbatein Episode 213 Tayang di ANTV. Romi menyukai makanan.

sinopsis-mohabbatein-episode-213-tayang-di-antv
sinopsis-mohabbatein-episode-213-tayang-di-antv

Ibu Bhalla : Romi jangan makan, karena Ishita sedang puasa jadi dia yg akan makan duluan.

Raman datang dan Tuan Bhalla mengejeknya.
Raman lalu perilgi ke kamarnya dan memberikan hadiah kepada Ishita.

Ishita : mengapa kau memberi hadiah lagi, bukankah kau sudah memberiku sebelumnya.

Ishita melihat saree yg dia suka waktu itu dgn harga yg sama Rs 25.000.
Raman : saat itu aku meperhatikanmu, kau melihat harga saree nya jadi kau hanya mengambil satu saree, dan itupun yg murah, jangan bilang kalau aku ini tidak peka.
Ishita : ya tunjukkan saja kepekaanmu itu, kau hanya menghabiskan uang saja untukku.

Mereka mulai berdebat.
Ishita : aku akan mengganti uang nya.
Raman : apa ini dibutuhkan untuk menunjukkan kepedulian pada wanita sepertimu.
Ishita : mengapa kau selalu tegang.

Ibu Bhalla datang.
Ibu bhalla : Raman mengapa kau memarahi dia, Ishita sedang puasa.
Raman : drama dimulai lagi.
Ibu Bhalla : dia telah berpuasa Nirjala untukmu, sebenarnya apa yang terjadi padamu, mengapa kau marah dengan semua orang hari ini.

Ibu Bhalla meminta Ishita untuk keluar dan membataklan puasanya.
Ishita pergi.
Raman menyesalkan karena sdh berdebat dengan Ishita.
Ishita lalu membatalkan puasanya saat melihat bulan dan menawarkan air.
Semua orang melihat dan tersenyum.
Ibu Bhalla memandu ritual langkah demi langkah.
Ishita melihat Raman melalui penyaringan. (Seperti film uttaran saat Meethi berpuasa utk Akash)
Ishita melakukan tilak (titik merah di dahi) pada Raman dan melakukan aarti dgn piring puja.

Raman berpikir : luar biasa, Ishita sengaja melakukan ini untuk menunjukkannya kepada ibuku.

Ibu Bhalla meminta Ishita untuk menyentuh kaki Raman.
Ishita mencubit kaki Raman.
Raman membuat Ishita minum.

Raman berpikir : bahkan Shagun tidak pernah melakukan hal ini, sehingga aku jd kehilangan posisiku dan memberikan izin untuk nya.
Ruhi : Ibu Ishi berpuasa untuk Ayah, dia tidak melakukan kecurangan dgn minum air, pandit mengatakan jika berpuasa apa yang kalian inginkan semuanya akan dikabuklan.
Ishita : ya, Ibu Ishi mmg berpuasa untuk Ayahmu, dan semua mimpi-mimpinya akan menjadi kenyataan.

Raman meminta Ishita untuk mulai makan.
Mereka berdebat lagi.
Romi tersenyum.

Ishita : Romi apa segala sesuatu rencana kita telah dilakukan.
Romi : ya, aku telah mentransfer semua data untuk chip, kita akan menuntut Ashok besok di konferensi pers dan Raman akan mendapatkan kursinya kembali.

Pagi nya.
Ruhi : Ibu Ishita apakah kau akan melakukan tes, karena kau terlihat tegang, jangan khawatir, kau akan datang pertama.
Raman : tes apa.
Ishita : ini adalah hal yg penting, aku akan memberitahumu jika sdh dilakukan.

Ruhi pergi.
Raman : tes apa yg akan kau lakukan ketika kau sdh mendapat izinmu.
Ishita : tidak ada apa-apa ini hanya hal penting.
Raman : kau yg akan mengantar Ruhi ke sekolah atau harus aku.
Ruhi : Ayah.
Raman : baiklah.

Raman pergi ke kantor.
Ishita menelfon Mihir.

Ishita : Raman sdh siap jgn melakukan kesalahan apapun saat ini.

Mihir menghentikan Raman.
Mihir : Raman kita harus pergi untuk pertemuan asosiasi bisnis.
Raman : aku sudah beritahu kalau aku tidak akan pergi untuk menemui media.
Mihir berpikir : aku harus membawa Raman, atau rencana Ishita akan gagal.
Raman : aku harus bertemu Adi juga.

Raman meninggalkan kantor bahkan ketika Mihir memaksa.
Mihir : aku tidak bisa melakukan ini, aku harus memberitahu Ishita.

Mihir menelfon Ishiya.
Ishita : apa, dia pergi, bagaimana rencana kita akan bekerja sekarang.
Mihir : jangan khawatir, aku akan melakukan sesuatu.

Ruhi meminta CD nya.
Ishita meminta pembantu untuk menyimpan Cd nya kedalam tas Ruhi.
Ruhi pergi.

Ishita : aku punya rencananya untuk membawa Raman.
Romi : ide apa agat Raman akan datang.
Ishita : aku akan membawa CD.

Ishita melihat bhwa CD-nya hilang dan tampak untuk itu.
Ishita melihat CD Ruhi di sana dan memahami bhwa CD nya hilang dengan Ruhi saat dia menyuruh pembantu.

Ishita : ini untuk Romi dan Mihir, lalu apa yang akan kita lakukan sekarang.
Romi : aku akan mendapatkannya dari Ruhi.

Ishita meminta Mihir untuk membawa Raman dan berharap agar Romi mendapatkan CD-nya tepat waktu.
Ashok dan semua orang melihat Mihika melakukan foto model.
Murti menyukainya.
Mihika tersenyum.
Ashok menatapnya.

Murti : maaf aku memiliki pertemuan jadi aku harus pergi.

Ashok bertindak seperti menelepon Shagun dan dia tidak menjawab panggilan.
Ashok mengambil bantuan Mihika untuk mengikatnya dengan syal atau dasi.
Mihika menolak dan dia terjatuh pada Ashok dan dia sengaja memeluknya.
Mihika marah.

Ashok : maaf.

Mihika pergi dan Ashok tersenyum.
Raman membantu Adi berkerja menanam dalam pelayanan masyarakat.

Shagun : kukunya menjadi sangat buruk.

Raman mengejek Shagun.
Shagun : aku harus pergi skg utk persiapan Ashok saat dia akan menjadi presiden Delhi Asosiasi.
Raman : apa hubunganmu dgn semua ini.
Shagun : krn aku akan menjadi istri nya, itu sebabnya aku dan adi akan terlibat.

Shagun mengejek Raman.
Shagun : kami tidak layak untuk berbicara denganmu.

Adi pergi dengan Shagun.
Mihir menelfon Raman.

Mihir : Raman, Ashok mengatakan pada Ishita, hal ini tidak bisa dilakukan. Ini salah.
Raman : apa masalah nya.
Mihir : Parmeet mengatakan bhwa izin Ishita itu palsu.
Raman : aku akan datang.
Mihir : ya, segeralah datang.

Ishita berbicara kepada Bala.
Ishita : kk ipar aku tidak akan membiarkan mereka merusak nama suamiku krn aku sedang menunggu CD-nya.
Bala : suamiku? kau memanggilnya dengan begitu banyak nama, biasanya Ravan Kumar …. Dan sekarang ini.
Ishita : mmg nya ada apa.
Bala : aku mmg sedang berusaha untuk mengetahui mengapa wajahmu memerah hari ini.
Ishita : di mana, tidak, wajahku tidak memerah, aku akan pulang dlu ke rumah kerumah Bhalla.
Bala : aku bisa melihat hatimu Ishita.

Ishita datang ke kamarnya.
Ishita : apa ini, kak Bala berpikir tentang aneh-aneh, aku hanya berkata Raman adalah suamiku.

Lagu Dil Kahin rukta nahi dimainkan..
Ishita : mengapa aku merasa merinding skg.

Ishita berkaca di cermin dan berbicara pada dirinya sendiri.
Ishita : aku tidak pernah berpikir sepertini ini, aku bilang dia suamiku, wajahku juga benar-benar memerah. Tidak, tidak, aku hanya merasa aneh, hari ini aku hanya akan bekerja, aku berharap Romi mendapat CD-nya.
Ishita : suami…

Ishita tersenyum sendiri malu-malu.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *