by

Sinopsis Mohabbatein Episode 202 Tayang di ANTV

-Debroo-88 views

debroo.com. Sinopsis Mohabbatein Episode 202 Tayang di ANTV. Parmeet sedang menggoda Sarika dan Romi datang untuk membelanya.

sinopsis-mohabbatein-episode-202-tayang-di-antv
sinopsis-mohabbatein-episode-202-tayang-di-antv

Parmeet : kau telah dewasa skg, bagus, kau msh hidup sampai hari ini.

Parmeet tersenyum dan pergi.
Sarika : Romi terima ksh.
Romi : hal ini mmg akan terjadi, ini hanya msalah kecil, semuanya akan baik-baik saja.

Pagi nya, Ishita sedang menyiapkan idlis di kotak makan untuk Ruhi, tapi tangan Ishita kembali sakit.
Ruhi : Ibu Ishi apakah masih sakit.
Ishita : ya sedikit, tp ini akan baik-baik saja jika Ruhiku memberikan ciuman.

Ruhi memberikan ciuman dan Ishita tersenyum.
Ruhi : Ibu Ishi sdh baik-baik saja sekarang.

Ibu Bhalla membawa Ruhi untuk sekolah.
Ruhi pergi.
Raman pergi setelah Ishita dan mendengar Ishita berbicara dengan dokter.

Ishita : dokter tanganku msh terasa sakitrasa sakit, tapi mengapa anestesi, baik aku akan datang.
Raman : aku akan mengantarmu ke dokter.
Ishita : tidak, aku akan pergi sendiri.
Raman : mengapa.
Ishita : aku akan pergi, ini hanya masalah kecil, jgn meninggalkan kantor.
Raman : mengapa kau selalu berdebat, bagaimana kau akan membawa mobil nanti.
Ishita berpikir : bagaimana caraku memberitahu Raman untuk tidak datang, karena aku tidak ingin dia melihatku dalam keadaan seperti ini.

Vandu datang.
Ishita mngedipkan mataanya dan momberi kode pd Vandu.

Ishita : kakak ku akan mengantarku.

Vandu merasa bingung.
Vandu : itu benar Raman, kami ingin menghabiskan waktu.
Raman : baiklah, hubungi aku jika ada masalah.

Ishita pergi bersama Vandu.
Raman : cedera tangannya sdh mempengaruhi pikirannya, dia mmg sdh setengah gila, tp sekarang sepenuhnya gila.

Mihika melakukan foto model dan terlihat cantik dg saree pink.
Mihika mengubah saree-saree nya dan terus berfoto.
Ashok datang dan tersenyum melihatnya.

Murti : Ashok kau memilih model yang tepat, dia sangat cantik kelihatan model sederhana India.
Ashok : ya, aku selalu memikirkan tentang klienku, dan aku memiliki pilihan yang baik tentang wanita.

Ashok mendapat telfon dr Shagun.
Ashok : Shagun aku sedang sibuk.
Shagun : ini darurat, kakakmu memanggil.
Ashok : baiklah, jangan khawatir, aku akan datang.
Ashok : maaf Tuan Murti aku harus segera pulang ke rumah.
Murti : baiklah.

Ashok pergi.
Raman berada di jalan dan mendapat telfon dari kantor.

Raman : pertemuan dibatalkan, itu bagus, aku akan pergi dan bertemu Ishita di rumah sakit.

Raman menelfon dokter yg merawat Ishita.
Dokter mengatakan kepada Raman tentang anestesi yang diberikan kepada Ishita, dan prosedur pengobatannya yg menyakitkan.

Raman : aku akan datang.

Dokter meminta Vandu untuk membawa Ishita.
Raman datang kesana.
Dokter meminta Vandu untuk pergi membeli obat-obatan.

Vandu : siapa yg akan menjaga Ishita ketika dia bangun.
Dokter : asistenku akan merawatnya, aku bilang ini adalah kasus yg khusus.

Raman datang dan bertanya pd dokter.
Raman : dokter bagaimana Ishita, mengapa harus anestesi.
Dokter : itu penting utk perawatannya.

Dokter pergi.
Raman melihat Ishita tertawa.

Raman : apa yang terjadi padanya.
Ishita : tidak ada yang bisa menangkapku.
Perawat : ini mmg terjadi ketika diberikan anestesi.
Raman : tp ini tdk normal.
Perawat : dia memiliki masalah ini sejak kecil.
Raman : tidak tidak, bagaimana aku bisa melewatkan kesempatan ini dan merekam adegan lucu ini.

Raman tertawa melihat Ishita berbicara bahasa tamil.
Ishita memejamkan matanya dan mengatakan aku mencintai Bhalla dan Ishita mulai bernyanyi Kolaveri…
Raman menikmati lagu dan kegilaan Ishita.
Sekarang Ishita bilang

Ishita : dia ada di cengkeramanku.
Raman : kirim kerumahnya jika dia sdh baik, atau kalian akann menjaga pasien gila ini.

Raman pergi.
Ashok berbicara dengan Suraj.

Ashok : mengapa kau tidak meneleponku ketika hal ini terjadi.
Suraj (kumar) : aku pergi ke dokter gigi dan dia melakukan kesalahan ini padaku.

Dokter memeriksa kumar.
Dokter : saluran akar gigimu baik-baik saja, tapi kau makan makanan yang salah, apa dokter itu tidak memberitahumu.
Suraj : tidak, dia tidak memberitahuku. Dia melakukan operasi tanpa anestesi.
Ashok : Suraj mmg nya kemana kau pergi, beritahu aku.
Suraj : seorang dokter wanita.
Shagun : siapa.
Suraj : Dr. Ishita Raman Bhalla.

Ashok dan Shagun terkejut.
Ashok : aku mengenal dia dan suaminya dgn sangat baik.
Suraj : dia jg ada di sana, sebagai asisten, dan dia jg membantunya.
Ashok : jangan khawatir, kita akan memberikan mereka pelajaran yang baik.
Ishita : Ruhi knp kau tdk mau makan, apakah kau tidak suka idli.
Ruhi : tidak, tp aku tidak suka jika memakannya setiap hari.
Ishita : lalu apa yang dibawa oleh temanmu.
Ruhi : sayuran piring yang baik, ibunya membuat makanan yang baik, dan aku bisa makan itu setiap hari, guruku jg memberikan ini.
Ishita berpikir : aku pikir Ruhi suka makanan Punjabi.

Ishita berbicara kepada Amma.
Ishita : Ibu, keinginan makanan Ruhi ini melanjutkan Raman.
Amma : tidak, Ibu mertuamu pasti tidak mengajarkanmu.
Ishita : dia tahu non sayuran, tp aku tidak tahu hidangan sayuran, aku pikir aku akan belajar memasak dengan Mihika, krn dia juga akan menikah dengan seorang Punjabi, jadi dia juga harus belajar.

Amma tertawa.
Mihika pulang dan merasa lelah krn menjadi modeling.
Mihika mendapat telepon dari bosnya.

Mihika : apa, kau serius, apa ini benar, aku tidak percaya ini, terima kasih.

Mihika melompat gembira.
Mihika : Bibi, kakak, dia dipromosikan, krn klien ku senang dengan pekerjaanku.

Ishita dan Amma mengucapkan selamat dan memeluknya.
Mihika memberikan manisan untuk semua orang.
Raman dan Mihir datang.
Mihika membuat Mihir menyuapi manisan untuknya.

Amma : Mihika kau harus menikah dengan Mihir sekarang, saat kau resmi dipromosikan.
Ibu Bhalla : ya, Mihir jg sudah siap.

Ishita membujuk Mihika untuk mengatakan ya.
Semua orang jg memaksanya.
Mihika setuju.
Setiap orang merasa bahagia dan memeluknya.
Mihika dan Mihir diberkati.

Raman : Ishita bagaimana dgn tanganmu.
Ishita : sdh lebih baik.
Raman : Tuhan menunjukkan kepadaku hal yang besar hari ini dan aku sangat berterima kasih padanya.
Ishita : aku akan membuat Chole Bature dulu untuk Ruhi.
Raman : ini tidak pernah terjadi sebelumnya, ada apa.
Ishita : mmg nya mengapa.
Raman : jangan biarkan kau membuat makanan Punjabi, atau kau bisa pergi dalam keadaan koma.

Raman membuat lelucon.
Ishita juga menarik kakinya.

Ishita : aku akan membuat palak paneer jg.
Raman : baiklah, tempatkan paneer, jgn pada kotak pensil karet Ruhi.

Raman menantang Ishita.
Raman : jika kau membuat palak paneer dgn baik, aku akan melakukan apapun yang kau katakan.
Ishita : tp tdk ada saksinya.
Raman : ini adlah janji sayaku.
Ishita : baik, aku akan menang.

Ashok dan Suraj datang utk mengeluhkan tentang Ishita.
Pengacara memuji Ishita dan Suraj marah.

Pengacara : aku sedang mencoba untuk membantumu, karena aku harus memberitahumu fakta-faktanya dulu.
Ashok : Tuan Ansari kau telah melihat apa yang dia lakukan dengan saudaraku, ambil tindakan utk dia.
Ansari : baiklah, aku mengambil laporanmu.

Ansari mendapat telfon dr menteri.
Ansari : ya, Tuan Khanna di sini, kami akan mengambil tindakan tegas terhadap Ishita.
Ashok : Suraj kau tidak perlu khawatir, karena mereka akan merusak Ishita, sekarang mari kita lihat apa yg akan dilakukan Raman untuk menyelamatkan istrinya.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *