by

Sinopsis Mohabbatein Episode 192 Tayang di ANTV

-Debroo-129 views

debroo.com. Sinopsis Mohabbatein Episode 192 Tayang di ANTV. Raman dan Ishita menghabiskan malam di kamar hotel.

sinopsis-mohabbatein-episode-192-tayang-di-antv
sinopsis-mohabbatein-episode-192-tayang-di-antv

Raman : aku akan menelepon ayah atau Mihir.

Tetapi telpon hotel tidak dapat digunakan.
Pelayan hotel makanan dan mekanik datang.

Montir bilang : akan memeriksa mobil mu.

Montir meminta kucinya.
Raman : apa kau benar” mekanik, melihat dr pakaianmu seperti tdk meyakinkan, tdk perlu membawa kunci aku akan datang.

Pelayan hotel meminta tip dan Raman memberinya.
Ishita : apa kita akan makan sekarang, aku akan mencuci tangan dlu.

Ishita mencuci tangan tetapi tdk ada air dari westafel hotel, ishita lalu mengbil air dari ember di sebelah wastafel.
Raman membantu Ishita memegang cangkir air, lalu Ishita mencuci tangannya.
Ishita menatapnya
Lagu Dil Kahin rukta nahi dimainkan..
Saat Ishita ingin mengeringkan tangan nya, Raman memberikan sapu tangan nya pd Ishita krn sapu tangan hotel yg kotor.
Mereka lalu duduk untuk makan.

Raman : Aku benar-benar menyesal, aku pikir bhwa aku akan membawamu ke spa bintang lima, tapi aku malah membawamu kesini.
Ishita : tidak masalah, pengalaman ini tidak akan kita dapatkan lagi, ini seperti sebuah petualangan, kita akan memiliki begitu banyak cerita untuk diberitahukan pd mereka.

Ishiya menyajikan makanan untuk Raman dan memintanya untuk makan.
Raman : kau mmg luar biasa, karena kau bs menyesuaikan diri dengan situasi apa pun, setelah makan nanti aku akan pergi ke montir untuk melihat mobil yg akan diperbaiki, apa kau akan merasa nyaman.
Ishita : ya, aku akan mengunci pintu sementara.
Raman : baiklah, kita tidak punya air minum di sini, kalau begitu aku akan membawa air mineral saat datang.

Ishita tidak menyukai makanannya.
Mihir terjatuh setelah berjalan menyusul Mihika, karena sedang mabuk.
Mihika menegur Mihir

Mihika : kau begitu memalukan, kau bilang kita akan menghabiskan waktu bersama-sama dan kau malah minum bersama Romi, dasar pembohong, aku akan makan icecream dengan Ruhi dan Shravan, jgn ikuti aku.
Mihir : Mihika… Mihika…

Mihika pergi.
Raman membawa air.

Raman : kenapa gelap? di mana cahayany? Ishita apa kau sdh tidur
Ishita : jgn menyalakan cahaya, hati-hati saja, ini lebih menyenangkan Raman, karena tidak ada cahaya.

Ishita menutupi muka nya dgn selimut.
Raman : mengapa kau menutupi wajahmu, ayo buka.
Ishita : tidak.

Ishita menyembunyikan wajahnya.
Raman lalu menghidupkan lampu kamar.

Raman : tunjukkan, apa yang terjadi.

Ishita membukanya, dan semua wajahnya dipenuhi bintik merah.
Ishita : aku alergi.

Raman tertawa
Raman : mengapa matamu kau tutup.
Ishita : krn wajahku sedang mengerikan, sejak aku kecil, aku harus menutup mataku utk melihat wajahku sendiri saat alergi.
Raman : mengapa, apa kau takut.
Ishita : tidak.

Ishita bercerita tentang alergi jamurnya.
Raman : besok pagi kau bs mengambil obat anti alergi.
Ishita : dasar kau mmg tidak ada perhatian dan kepedulian.
Raman : aku ini benar-benar peduli dgn perawatan, tapi hanya untuk diriku sendiri. Jadi aku akan pergi darimu, tutupi dirimu itu.
Ishita : bagaimana kau begitu kasar dan tidak sensitif.

Ishita kesal dan Raman pergi.
Ibu dan Bapak Bhalla salah memasuki ruangan yang dipesan untuk Raman dan Ishita.

Ibu Bhalla : suamiku apa semua ini.
Tuan Bhalla : Toshi mari kita minum.
Ibu Bhalla : ada apa dengan suasana hati mu ini, aku katakan aku telah pelah, tapi kau membawa aku ke sini untuk melakukan semua ini.

Tuan bhalla mabuk dan melihat sekeliling.
Tuan Bhalla : aku tidak melakukan ini, aku pikir kita masuk kekamar Raman, karena aku punya kunci nya juga.
Ibu Bhalla : ini sdh melewati batas, mengapa kau minum begitu banyak jika kau tidak bisa mengontrol diri.
Tuan bhalla : maaf, mari kita pergi ke kamar kita.
Ibu bhalla : sudahlah, kau jgn datang ikuti aku.
Tuan bhalla : Toshi dengarkan aku.

Tuan bhalla pergi menyusul Ibu bhalla.
Raman kembali ke kamar dan membawa pasta anti alergi utk Ishita, dan Raman sendiri yg akak memakaikannya.

Ishita : terima kasih, dan maaf.
Ishita kesal dgn cara Raman mengoleskan obatnya.
Raman : tinggalkan beberapa perbedaan antara monyet dan manusia.

Raman memakaikan obatnya.
Ishita : maaf.
Raman : itu bukan kesalahanmu jika kau memiliki alergi.
Ishiya : aku sdh menggagalkan rencanamu.
Raman : tidak, ini utk keluarga dan kita semua menikmatinya.
Ishita : tidak, Mihika bilang kau ingin membawaku sendiri dan aku termasuk orang yg sdh merusak rencanamu.
Raman : tidak seperti itu, jgn terlalu dipikirkan.

Raman memakaikan pasta alerginya pada wajah dan leher Ishita.
Ishita menangis bahagia melihat perhatian Raman.

Raman : kau terlihat seperti Rajnikanth dan Raman tertawa.

Raman mengoleskan pastanya dan membuat Ishita seolah olah punya kumis.
Raman : lihat wajahmu itu, tunggu aku akan menunjukkannya.

Raman menunjukkan pd Ishita lewat kamera depan dan Ishita tertawa.
Raman : ini baru pahlawan superstar org selatan.

Raman tertawa melihat wajah Ishita.
Ishita : Raman matikan lampunya.

Raman pergi untuk mencuci tangan.
Ishita tersenyum dan berbaring untuk beristirahat di tempat tidur.
Raman mematikan lampu dan duduk di kursi.
Tuan Bhalla mmberikan minuman untuk Ibu Bhalla.

Tuan Bhalla : sekarang akhiri saja kemarahanmu itu, minumla ini.
Ibu bhalla : tidak, aku tidak ingin berbicara denganmu.

Tuan Bhalla memaksa tapi Ibu bhalla tidur.
Tuan bhalla lalu meminum kedua botolnya.
Mihir menelpon Mihika dan Mihika masih tidak mau bicara padanya karena masih kesal, Mihika lalu memetikan telponnya.

Mihir : mmg sulit untuk menjelaskan pd perempuan.

Mihir tidur.
Raman terbangun karena sandaran tangannya telepas dr kepalanya.
Raman melihat ke arah Ishita dan membuka cahaya ponselnya, dia lalu mendekati Ishita dan menyelimutinya.
Raman tersenyum memandangi Ishita dan kemabli ke kursi dan tidur kembali.

Pagi nya, Ishita melihat wajahnya di cermin dan tersenyum melihat wajahnya sdh kembali semula.
Ishita : salep yg begitu sempurna, ini tidak meninggalkan tanda apapun disajahku, Ravan Kumar mmg luar biasa, tapi kenapa dia belum kembali sampai sekarang.

Raman membawa teh dan melihat wajah Ishita kembali halus.
Raman : apa yang terjadi, ini mustahil, coba lihat dirimu.
Ishita : aku sdh melihatnya.
Raman : itu berarti salep nya bekerja, wajahmu bersinar untuk pertama kalinya.

Ishita tersenyum
Ishita : apa itu benar.
Raman : ya, apa yang kau pikirkan dgn menunjukkan gigimu itu, aku ini sedang memuji diriku sendiri krn aku membuat salep dengan tangan ajaibku ini.
Ishita : kadang-kadang aku merasa hrs berbicara denganmu itu dengan cinta dan hormat, tapi kau selalu melakukan sesuatu yang membuatmu menjadi Ravan Kumar lagi.
Raman : aku akan menunggu diluar, berkemaslah dan segera datang.

Ishita membuat wajah untuk memukulinya dan tersenyum.
Di hotel semua wanita sedang kesal dengan pria.

Appa : Tuan Bhalla bagaimana kita akan membuat mereka tidak marah lagi.
Appa mendapat ide untuk menyajikan kopi untuk Amma.

Amma berpikir kalau itu anggur, dan Amma tdk akan menghentikan Appa.
Bala mencoba untuk berbicara dengan Vandu.

Vansu : tidak perlu, apa kau pekerjaan denganku.

Bala berpikir karena ulah Shravan Vandu menjadi marah padanya.
Mihika memberikan idlis yang dibawa Mihir, dan memberikan kepada anak-anak.

Mihika berpikir : dia mabuk dan sekarang dia mencoba untuk menebusnya.

Mihika dan Mihir bertengkar.
Amma menegur Mihir.
Ibu Bhalla membela Mihir.

Amma : apakah dia akan menjadi anak laki-laki rumah yang baik dengan minum.

Mereka mulai berdebat.
Mereka memarahi suami mereka juga.
Anak-anak menonton ini dan di saat bersamaan Raman dan Ishita datang.
Raman menghentika mereka dan mengatakan cukup.

Ishita : semua orang berkelahi, tapi mengapa Simmi saja seperti ini.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *