by

Sinopsis Mohabbatein Episode 185 Tayang di ANTV

-Debroo-85 views

debroo.com. Sinopsis Mohabbatein Episode 185 Tayang di ANTV. Raman dan Ishita pulang.

sinopsis-mohabbatein-episode-185-tayang-di-antv
sinopsis-mohabbatein-episode-185-tayang-di-antv

Ishita : aku lupa untuk menelpon dokter.

Saat itu Appa keluar bersama dokter dan Ishita terkejut.
Ishita : Dokter..
Dokter : Ibumu baik-baik saja sekarang.
Ishita : apa Ayah yg menyuruh Dokter datang.
Appa : ayah jg tdk tahu tiba-tiba dokternya datang.
Dokter : Raman yg meneleponku.
Ishita : terimakasih dokter.
Raman : terima kasih sdh datang dokter.
Appa : Ishu ayah akan mengantar dokter dulu.

Ishita mengannguk ya.
Ishita dan Raman mulai berargumen tentang Amma dan Shagun.

Ishita : jika kau peduli pada Ibuku, mengapa kau tidak mendukung dia, kau memanggil dokter untuknya, aku tidak tahu siapa kau, apa yang kau inginkan.

Ishita pergi dgn kesal.
Raman marah.
Orang-orang berbicara dengan Ashok di ruang meeting tentang Shagun, Ishita dan Raman.

Pria : Ashok sebenarnya gadis muda lebih cocok untukmu.

Mihika datang
Mihika : jika presentasimu sdh berakhir, lebih baik kau pergi keluar.
Ashok : dia benar, lebih baik bekerja, jika kau ingin bergosip, ceritalah di malam hari dirumah, baru kita akn mulai bicara.

Mihika duduk diruang meeting.
Ashok melihat Mihika dgn tatapan licik dan tersenyum.
Simmi datang ke Raman dan menunjukkan kepadanya foto yg membuktikan bhwa Shagun mmg berada di pusat perbelanjaan.

Simmi : kk lihatlah tanggal dan waktunya, 10 Juni dan jam 08:12, ini akan menjadi bukti bahwa Shagun mmg berada di mal dan tidak melakukan kecelakaan itu, terima kasih tuhan, sekarang semuanya akan baik-baik saja.

Raman menelpon Pathak.
Raman : kita punya bukti 100% skg.
Pathak : berita yang baik, kita akan membuktikan dirinya tidak bersalah besok, kau santai saja sekarang.
Raman : aku akan memberitahu hal ini kepada Shagun.
Shagun : Simmi sdh menyelamatkanku, sekarang mereka akan tahu aku mmg berada di mal, jaga foto itu supaya tetap aman.
Raman : Aku merasa senang krn kita akan memenangkan kasus ini skg.
Shagun : ucapkan terima kasihku kpd Simmi.

Raman menaruh fotonya di laci dan Ishita dtg ksna.
Raman meninggalkan ruangan.
Pagi nya, kasus pengadilan dimulai.

Hakim : Pathak aku harap kau sdh memanfaatkan wktu yg sdh diberikan.
Pathak : ya, lihatlah foto ini yg akn mmbktikn bhwa Shagun mmg berada di mal pd saat kecelakaan.

Hakim melihatnya.
Hakim : jenis lelucon apa ini.

Hakim memperlihatkan kembali fotonya, dan ternya gambar anak anjing.
Shagun : bagaimana hal ini bisa terjadi.
Raman : aku jg tidak tahu.
Ibu Bhalla tertawa : Shagun mmg terlihat seperti di foto ini.
Pathak : aku yakin seseorang pasti ada yg merubahnya, tolong beri aku beberapa waktu.
Kaur : dia hanya membuang-buang waktu saja.

Mereka berdebat.
Pathak : mengapa aku harus menyembunyikan fotonya jika itu dapat membebaskan Shagun.
Hakim : baiklah, aku akan memberikan waktu empat hari lagi.
Raman : mana fotonya.

Raman pergi.
Raman berbicara kepada Pathak

Ramam : aku menyimpannya di laci.
Shagun : kau harusnya melihatnya dulu sebelum kau membawanya, foto itu pasti sdh ditukar saat di kamarmu, pasti Ishita yg melakukan ini.
Raman : apa.

Shagun berteriak pd Ishita
Shagun : apa masalahmu, aku tidak melakukan kejahatan ini dan kau ingin menghukumku, aku punya bukti dan kau malah mencurinya, kau menginginkan keadilan, tapi mengapa kau melakukan ketidakadilan denganku.
Raman : jgn menyalahkan Ishita untuk hal ini, Pathak bawa Shagun dr sini.

Pathak membawa Shagun.
Raman berbicara kepada Ishita

Raman : aku akan mengantarmu kerumah, ikutlah.

Mereka smpai dirumah.
Raman datang ke kamarnya dan memeriksa laci.

Ishita : Raman terima kasih untuk hari ini.
Raman : hah? Oh ya.

Raman mengambil kursi.
Raman : duduk lah disni.
Raman : lihatlah skg kita khawatir tentang kasus ini, tapi ini adalah rumah, aku tahu kau bs memahaminya.
Ishita : ya.
Raman : jadi apa kau tahu apa yang sedang coba aku katakan, dan apa yang aku inginkan.
Ishita : apa yang kau inginkan.
Raman : baiklah, aku ingin foto Shagun yg sdh kau ambil, foto yang bisa membuktikan kalau dia tidak melakukan kecelakaan itu.
Ishita terkejut dan menangis.
Ishita : apa kau merasa aku telah mencuri ini, ketika Shagun yg mengatakan ini, kau justru memarahinya, dan sekarang kau malah menyalahkan aku, bagaimana bisa kau…
Raman : kamar ini milik kita dan tidak ada org yang datang ke sini, dan foto itu sebelumnya ada di sini.
Ishita : aku tidak melakukan sesuatu yang salah sampai sekarang, aku bahkan tidak melihat foto itu, dan aku baru tahu saat Shagun yg mengatakan ini, apa yg kau pikirkan ini, aku tidak bersalah, aku mmg ingin dia dihukum, tp bagaimana kau bisa mengatakan ini, ya aku tahu ini demi Shagun, ketika kau memarahinya, aku merasa kau peduli padaku, tapi tidak, kau mmg tidak ada perasaan. Kau jg tdk bisa menghormati org lain, kau tahu mengapa, krn hanya ada satu alasan, itu karena kau sangat mencintai Shagun.
Raman : ah sial.
Ishita : aku tidak peduli tentang ini, baiklah, kau mencintainya krn dia adalah istri pertamamu dan kau tidak dapat melupakannya, tapi dia telah menyakitimu begitu banyak, bagaimana kau bisa memuji dia, dan aku tidak perlu apa-apa utk melawannya, kau merasakan rasa sakitnya, tp bagaimana dengan rasa sakit Amma. Aku tahu kau akan melakukan seperti apa yg Shagun katakan, aku jg tidak mengharapkan apa-apa darimu, lagipula apa hubungan kita ini, ini hanya seperti hungungan kontrak demi Ruhi, tapi namamu dikaitkan denganku, aku menghargai itu, tapi kau hanya menghargai dia yang sdh meninggalkanmu dan namamu, kau membelanya dan menari di atas jari-jarinya. Tidak masalah denganku, tapi tolong jangan salahkan aku seperti ini, krn aku tidak seperti yg kau pikirkan ini.
Raman : cukup! Aku tidak sedang dlm suasana hati utk mendengar ceramahmu itu, jgn memberikan foto itu jk kau tdk ingin, aku msh kuat utk membuktikan dirinya tdk bersalah.

Raman pergi dgn membenturkan pintu.
Ishita menangis.

Ishita : bgaimana bs dia meragukan aku.

Ishita mencari foto itu kemana” di dlm kamar.
Ibu Bhalla dtg dan menunjukkan padanya foto.

Ibu Bhalla : apa kau mencari ini?

Ishita melihatnya.
Ibu Bhalla : aku yg telah menyembunyikan ini. Karena aku ingin Shagun masuk penjara.
Ishita : apa Ibu mertua tahu krn hal ini Raman jd meragukan aku.
Ibu bhalla : Raman sdh kehilangan akal, dia telah merusak dirinya sendiri, aku mendengar Raman dan Simmi berbicara jd aku menyembunyikan ini, tapi maaf, skg dia malah menyalahkanmu.
Ishita : kita berjuang untuk keadilan, jk dia tdk melakukan kecelakaan, mk bgimna kita bs menghukumnya, foto ini adlh bukti dan kita hrs mmberikan ini di pengadilan.
Ibu Bhalla : dia pantas untuk masuk penjara, kebenarannya adalah dia akan melakukan drama baru setiap hari. Kau adlh istri Raman, biarkan saja dia masuk penjara.
Ishita : pertengkaran ini bukan antara aku dan Shagun, tapi antara aku dan pelakunya.
Ibu Bhalla : kau mmg sangat baik dan suatu hari Shagun akan memanfaatkan ini.
Ishita : aku akan melakukan apa yang aku anggap benar, besok ibu akan menyadari apa yang aku lakukan ini adalah benar.

Ibu Bhalla memberkati Ishita sambil menangis dan pergi.
Parmeet menemui Simmi di sebuah kafe dan simmi melihat parmeer terluka.

Parmeet : aku jatuh, jangan khawatir.
Simmi : aku jg khawatir pd Raman.
Parmeet : ya, dia sdh kehilangan kasus ini. Tp siapa yg mengambil foto itu, kebenaran akan terungkap dgn bukti itu.
Simmi : ya, itu bs membuktikan bhwa Shagun tidak di lokasi kecelakaan, aku tidak tahu siapa yang mengambilnya, tp Raman meragukan Ishita.
Parmeet : jangan khawatir, aku akan mencoba untuk mendapatkan salinan kedua dari foto itu.

Simmi mendapat telepon dari Tuan Bhalla.
Simmi : ya Ayah aku sedang di jalan, dan akn pulang ke rumah.
Simmi : Parmeet aku harus pergi, kau harus mengurus dirimu, jgn jatuh seperti ini lagi.

Mereka berpelukan dan simmi pergi.
Parmeet berpikir : jika shagun tidak bersalah, dan dia tidak berpikir jika Shagun ada di mal, Ashok bersamaku di kantor, siapa yg bisa menyembunyikan ini, lalu skg siapa yg akan menyelamatkan Shagun.

Parmeet berpikir tentang Adi …
Parmeet : ya Shagun pasti menyalahkan dirinya sendiri dan Raman membantu dia, Adi memang yg melakukan kecelakaan ini, bagaimana jika Ishita tahu ini…
Parmeet tersenyum.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *