by

Sinopsis Uttaran Hari Ini 03 September 2016 Tayang di ANTV

-Debroo-101 views

Debroo.com. Sinopsis Uttaran Hari Ini 03 September 2016 Tayang di ANTV. Mukhta membawa Rabina ke rumah sakit dan meminta suster untuk segera melakukan persalinan.

Sinosis Uttaran Hari Ini 03 September 2016 Tayang di ANTV
Sinosis Uttaran Hari Ini 03 September 2016 Tayang di ANTV

1. Sinopsis Uttaran Hari Ini 01 September 2016 Tayang di ANTV
2. Sinopsis Uttaran Hari Ini 02 September 2016 Tayang di ANTV
3. Lanjutan Sinopsis Uttaran Hari Ini 02 September 2016
4. Sinosis Uttaran Hari Ini 03 September 2016 Tayang di ANTV
5. Sinosis Uttaran Hari Ini 04 September 2016 Tayang di ANTV
6. Sinosis Uttaran Hari Ini 05 September 2016 Tayang di ANTV
7. Sinosis Uttaran Hari Ini 06 September 2016 Tayang di ANTV

 

Setelah Rabina dibawa, Mukhta berfikir, “Ini adalah rumah sakit yang sama dengan tempat Vishnu bekerja, aku akan coba menghubunginya”. Mukhta berjalan kearah resepsionis.

Meethi menelfon Damini.
Meethi: Aku akan ikut menemani nenek ke dokter.
Damini: Baiklah. Oya, bagaimana kabar Rani?
Meethi: Dia baik2 saja.
Damini: Nenek bangga padamu. Meethi, berapa hari lagi Nandini akan tinggal bersama kalian?

Meethi terkejut melihat Malvika dan Rani sedang bermain kartu judi, ia menutup telfonnya setelah minta izin pada Damini. Meethi: Rani, permainan ini tidak baik. Kau tidak boleh memainkannya lagi. Ikut denganku, kau bisa bermain denganku jika kau merasa bosan.
Meethi memperingati Malvika sebelum masuk kedalam rumah.
Meethi: Menjauhlah dari putriku!

Mukhta menanyakan Vishnu kepada resepsionis.
Mukhta: Suamiku bekerja disini, namanya adalah Vishnu.
Seorang pria bernama Vishnu datang, resepsionis berkata bahwa pria itu satu2nya orang yang bernama Vishnu yang bekerja di rumah sakit itu. Mukhta kemudian menelfon Vishnu, Vishnu membuat Mukhta mulai curiga dengan berkata bahwa dia sedang sibuk bekerja di rumah sakit.
Mukhta: Aku juga sedang sibuk. Nanti aku telfon lagi.
Saat itu Vishnu sedang berada di kantor Tuan Khana.
Asisten Tuan Khana berkata,”Maaf Tuan, Tuan Khana sedang sibuk. Dia tidak bisa menemuimu hari ini”. Rani menertawakan Nandini saat Nandini kalah bermain ular tangga. Nandini lalu memarahi Rani.
Meethi: Nandini, Rani masih kecil. Yang dia tau hanya bermain, bukan kalah atau menang.
Rani: Bodoh.
Nandini: Aku tinggalkan Rani disini.
Meethi: Tunggu Nandini, jangan seperti itu. Kau bisa memberikan contoh yang tidak baik kepada Rani.
Nandini: Aku pergi!
Rani: Chameli, aku akan melakukan apapun yang kau katakan.
Nandini: Meethi, bolehkah aku pergi bersama Rani?
Meethi: Tidak! Jangan pergi bersama Rani. Aku dan Akash tidak akan membiarkannya pergi.
Rani kemudian memeluk Nandini.
Rani: Maafkan aku.
Nandini: Baiklah, aku tidak akan pergi. Aku akan tetap tinggal disini.
Meethi mengajak Rani untuk makan siang, Nandini merasa senang setelah mempermainkan kelemahan Meethi.

Meethi sedang menyuapi Rani makan siang saat Akash pulang.
Akash: Rani sudah diterima di sekolah barunya. Kedua orangtuanya harus datang untuk menemui kepala sekolah.
Meethi: Wow Akash. Ini kabar bagus! Ayo Rani, cepat habiskan makananmu dan segera bersiap2.
Nandini: Terimakasih Akash.
Setelah Rani selesai makan, ia mengajak Nandini ikut naik keatas.

Akash: Meethi, apa yang sedang kau fikirkan? Kedua orangtua harus ikut.
Meethi kemudian masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian.
Nandini sibuk memilih2 saree yang akan dia pakai.
Rani: Tapi Chameli, apa kau boleh ikut?
Nandini: Tentu saja. Kedua orangtua harus ikut. Aku ibumu.

Nandini pergi ke kamar Meethi setelah selesai berdandan, ia bicara dalam hati,”Aku ingin pergi. Aku harus melakukan sesuatu”.
Nandini: Mau kubantu merapikan rambutmu?
Meethi: Boleh.
Nandini mulai menyisir rambut Meethi.
Nandini: Aku tidak tau bagaimana cara membalas semua kebaikanmu. Yang aku sesali, aku tidak bisa pergi bersama Rani walaupun aku ibunya. Kau bisa berbahasa Inggris, aku tidak. Rani mungkin akan merasa malu.
Meethi: Kalau kau tidak bisa berbahasa Inggris bukan berarti kau adalah ibu yang buruk. Nandini, kau yang akan pergi bersama Rani.
Nandini: Akash pasti tidak akan setuju.
Meethi: Akan aku jelaskan padanya.
Nandini: Kau harus ikut bersama kami.
Meethi: Tidak.Aku harus pergi menemani nenek ke rumah sakit.

Meethi&Nandini turun kebawah.Rani merasa heran melihat dandanan Nandini.
Nandini: Aku akan pergi ke sekolahmu, karena itu aku harus terlihat rapi.
Ekadish: Kau sudah kehilangan akal? Biarkan Meethi pergi!
Meethi: Akash, pergilah bersama Nandini. Aku harus pergi menemani nenek ke rumah sakit.
Meethi memberikan jas biru muda kepada Akash. Akash pergi dengan wajah masam.
Ekadish: Menantu, apa yang kau lakukan ini terlihat baik tapi hanya akan membuatmu menderita!

Rani meminta Nandini duduk didepan karena Meethi selalu duduk didepan jika mereka pergi bertiga. Meethi berjalan keluar dan berdiri dengan tatapan kosong sampai mobil Akash meninggalkan pekarangan rumah.

Rabina memberi nama “Mukhta” kepada bayinya untuk berterimakasih pada Mukhta. Mukhta duduk gelisah di kamar Rabina sambil memikirkan kebohongan Vishnu.
Mukhta: Aku harus pergi.Rabina,jaga dirimu baik2.

Meethi dan Damini berjalan di koridor rumah sakit.
Danini: Nenek tidak tau kalau kau harus pergi dengan Rani hari ini.
Meethi: Tidak apa2 nek. Aku harus ikut denganmu untuk mengetahui hasil tes nya. Nenek tidak akan mau memberitahuku kalau ada sesuatu yang salah.

Ekadish melihat Gomti sedang memegang syal pemberian Rani.
Ekadish: Kembalikan syal itu padaku!
Gomti: Kakak sendiri yang bilang kalau kakak tidak membutuhkannya.
Ekadish: Diam! Cepat kembalikan.
Ekadish mengusir Gomti keluar dari kamar setelah berhasil merebut syalnya, ia kembali teringat dengan masa kecil Akash.
Ekadish: Rani benar2 mirip dengan Akash. Aku harus melakukan sesuatu terhadap Nandini!

Akash meminta maaf kepada kepala sekolah karena datang sedikit terlambat. Kepala sekolah memberitahu bahwa Rani akan langsung masuk kelas 3 tapi dia harus bisa berbahasa Inggris.
Akash: Aku sendiri yang akan mengurusnya.
Kepala sekolah: Kami juga butuh foto kedua orangtua bersama anaknya.
Akash merasa keberatan dan membuat alasan sedang terburu2,tapi kepala sekolah memaksa.
Meethi dan Damini tidak sengaja bertemu dengan Mukhta di rumah sakit.
Meethi: Mukhta? Kenapa kau ada disini?
Damini: Meethi, biar nenek masuk sendirian kedalam.
Meethi: Apa yang terjadi Mukhta?

Tuan Khana sudah membuat kesepakatan untuk membeli perusahaan dari Tuan Suri dengan harga yang fantastis.
Tuan Khana: Aku ingin mengalahkan seseorang yang sudah menghinaku!
Tuan Suri: Apakah yang kau maksud adalah Akash?
Tuan Khana marah setelah mendengar nama Akash, ia meminta Tuan Suri untuk keluar.
Tuan Khana bicara dalam hati,”Berhati2lah Akash. Kau akan jatuh kedalam jebakanku!”.

Rani, Akash dan Nandini dipotret untuk memenuhi persyaratan dari kepala sekolah.

Mukhta menceritakan semua masalah Vishnu kepada Meethi.
Meethi: Vishnu adalah pria yang baik. Apapun yang dia lakukan semua itu untuk kebaikan kalian.
Mukhta: Aku cuma takut kalau Vishnu melakukan hal yang tidak benar.
Meethi: Aku juga sering berfikir seperti itu tentang Akash, tapi fikiranku akhirnya berubah setelah aku mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Ajak dia bicara, percayalah padanya. Kau pasti bisa melakukannya jika cinta kalian memang murni.
Mukhta: Terimakasih Meethi. Aku merasa lebih baik setelah bicara denganmu.
Damini keluar dari ruangan dokter dan menunjukkan hasilnya pada Meethi.
Damini: Lihat kan. Sudah nenek bilang semuanya baik2 saja.

Vishnu berjalan dipinggir jalan sambil berfikir,”Tuan Khana menawarkanku pekerjaan tapi dia belum bisa menemuiku. Selama aku belum mendapat pekerjaan, aku harus terus membahayakan nyawaku untuk menghasilkan uang”.
Mukhta menghentikan taksinya saat melihat Vishnu berdiri dipinggir jalan, ia melihat Vishnu melompat kearah sebuah mobil dan mengikuti mobil yang menabrak Vishnu sampai Vishnu mendapatkan uang seperti biasa. Mukhta akhirnya mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

Rani sudah pulang dari sekolah.
Rani: Ibu Meethi, aku punya foto tapi tidak tau dimana harus menggantungnya.
Rani menunjukkan fotonya bersama Akash&Nandini. Meethi tidak sengaja menjatuhkannya ke lantai setelah memandangi foto tersebut beberapa saat.
Meethi: Maafkan aku. Akan aku belikan bingkai foto yang baru.
Rani: Tidak apa2. Tidak perlu cemas. Ibu Meethi, aku ingin menjadi wanita seperti dirimu setelah dewasa nanti.
Meethi: Kalau mau jadi seperti aku, kau harus tau semua tentang diriku. Ayo ikut denganku.

Saat Vishnu memberikan uang,Mukhta teringat dengan apa yang dia lihat tadi siang.
Vishnu: Sekali2 kita harus makan malam diluar. Tolong simpan uang ini didalam lemari.
Mukhta melempar uang itu karena sudah hilang kesabaran.
Vishnu: Apa yang kau lakukan?
Sementara Vishnu sibuk memungut uang yang beserakan, Mukhta menyiram bensin ke tubuhnya dan menyalakan pematik.
Mukhta: Jangan mendekat! Atau aku akan membakar diriku!
Vishnu: Mukhta, apa yang kau lakukan?
Mukhta: Aku melakukan hal yang sama denganmu! Aku melihatmu hari ini, aku sudah tau bagaimana cara kau mendapatkan uang.
Vishnu: Aku tidak punya pilihan lain. Aku melakukannya demi kau dan Manav.
Mukhta: Demi aku? Apa aku pernah meminta hidup kaya raya? Aku mengemudikan taksi karena aku ingin kehidupan yang jujur! Kau bisa meminta bantuan ayahku kalau butuh pekerjaan! Sejak kau memutuskan untuk membahayakan nyawamu, lebih baik kita akhiri saja hidup ini.
Vishnu menyingkirkan pematik dari tangan Mukhta dan memeluknya.
Vishnu: Maafkan aku, aku berjanji tidak akan melakukannya lagi.
Meethi memberitahu gaya hidup dan pola makannya kepada Rani.
Meethi: Kau harus tetap sehat seperti ayahmu.
Rani: Ibu Meethi, apa kau memakai itu setiap hari?
Meethi: Ini? Ini adalah mangalsutra. Semua wanita yang sudah menikah memakainya, sama seperti sindoor.
Rani: Apa itu sindoor?

Mukhta sudah berganti pakaian.
Vishnu: Maafkan aku Mukhta. Aku baru sadar kalau nyawaku lebih berharga daripada uang. Aku berjanji tidak akan melakukan ini lagi.
Mukhta: Aku tidak tau bagaimana hidupku tanpamu, apa yang akan terjadi pada Manav. Berjanjilah padaku kau tidak akan melakukannya lagi.
Vishnu: Aku janji.

Meethi memperlihatkan bagaimana cara memakai sindoor kepada Rani.
Rani: Kapan aku boleh memakainya?
Meethi: Wanita memakainya setelah bersuami.
Rani: Baiklah.
Rani berlari keluar.
Meethi: Kau mau kemana?
Rani: Aku mau berdo’a di kuil untuk mendapatkan suami seperti ayahku.
Meethi bicara sendiri, “Polos sekali Rani”

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *