by

Sinopsis Mohabbatein Episode 120 Tayang di ANTV

-Debroo-90 views

debroo.com. Sinopsis Mohabbatein Episode 120 Tayang di ANTV. Simmi memarahi Ishita dan mengatakan kau itu seperti seorang wanita yang buruk.

Sinopsis Mohabbatein Episode 120 Tayang di ANTV
Sinopsis Mohabbatein Episode 120 Tayang di ANTV

Ibu Bhalla : benar sekali, pendapatku selama ini memang benar tentang Ishita, kalau dia adalah ratu drama dengan karakter yang buruk.
Appa, Amma, Mihika pulang bersama Ruhi.
Mereka berbicara tentang ulang tahun Shrava.
Amma : Bala sepertinya merasa khawatir setelah menerima kabar yang sangat darurat dari temannya.
Sementara dirumah Bhalla, Ibu Bhalla menegur Ishita
Ibu Bhalla : kau datang ke sini hanya untuk kehidupan Ruhi, tapi aku tidak bisa membiarkan kehidupan anak ku rusak karena mu, pergilah dari rumah kami sekarang.
Amma dan Appa mendengar ibu bhala yang berteriak kepada Ishita dan mereka pun segera datang ke sana.
Mereka terkejut melihat ibu Bhalla yang memperlakukan ishita seperti itu.

Ishita meminta mereka untuk pergi.
Amma : Raman apa yang terjadi, apa semua ini? ibumu menyalahkan Ishita, memangnya ada apa?
Raman meminta appa untuk membawa Ruhi ke dalam.
Ibu bhala : kalian pulang saja.
Simmi : Ibu beritahu mereka tentang kebenaran-nya bahwa Ishita telah menyalahkan Parmeet atas penganiayaan.
Simmi : Bibi, Ishita telah mencoba untuk memiliki suatu urusan yang tidak lazim dengan Parmeet.
Simmi mengatakan kepada mereka, semuanya.
Amma dan Appa terkejut mendengarnya.
Raman : Ayah mertua lebih baik kau pergi.
Amma : anak ku tidak pernah bisa melakukan ini.
Simmi : tapi kami punya buktinya.
Ibu Bhalla : bawa putri mu pergi bersama mu.
Amma : ishita adalah istri Raman, dia itu sama seperti emas murni, ishita apakah benar, soal Parmeet ini ? kau tidak berbohong kan ?
Ibu Bhalla : secara hukum ishita adalah anak ku tetapi aku tidak bisa menerima penghinaan dari nya ini.
Amma : ishita adalah putri ku, aku tidak percaya atas ketidakadilan ini terhadap anak-ku.
Amma meminta Raman untuk berbicara tapi raman diam saja.
Amma : tidak anak-ku, kita akan meninggalkan rumah ini, aku akan membawa anak-ku bersama ku, aku tidak akan membuat anak-ku bersama-sama dengan orang-orang yang memiliki pikiran kotor.
Amma : kau menunjukan kesuciannya, bagaimana? aku tahu orang-orang ini tidak tahu rasa hormat.
Kemarilah Ishita, kita tidak akan tinggal di sini.

Amma : Suamiku, aku sudah bilang bukan jangan berikan Ishita kepada keluarga ini, lihatlah mereka, minum anggur, makan sayuran non Ayyo, tetapi kau tidak mendengarkan aku, sekarang lihat hasilnya.
Amma menangis.

Tak lama, Bala tiba di sana.
Ishita melihat Raman dan pergi.
Ibu Bhalla : biarkan dia pergi, dan kau tidak usah khawatir lagi Parmeet.
Bala berbicara kepada Raman dan menegur Raman yang melanggar kepercayaan Ishita.
Bala : kau tahu Sarika yang ditolong oleh Ishita, apakah kau bertanya kepada Ishita bagaimana dia menghabiskan waktu di penjara, aku senang melihat mu di sana, aku melihat kau berdiri untuknya. Tapi aku salah, Raman, kau tidak mengatakan apa-apa untuk mendukung ketika keluarga mu melawan ishita, itu berarti kau meragukan dirinya. Ishita adalah ibu dari putri mu, Ishita ingin menjaga orang tua mu tetap bahagia, aku tidak bertanya padanya tentang apa-apa karena aku percaya padanya, aku tahu ishita itu sangat bersih di hati-nya, aku berjuang untuk saudara ku dan ibu baginya, Ibumu selalu menyalahkan ishita, tapi Ishita selalu ingin membawa kehidupan Simmi dan Parmeet pada jalurnya, kau harus belajar untuk menghormati perempuan.
Bala pergi.
Raman marah dan melempar kaca.
Raman : itu tidak berarti, aku tidak memiliki sesuatu kata untuk dikatakan, tapi aku akan membuktikan kepada dirinya bahwa ishita memang tidak bersalah dan kemudian aku akan memberitahu semua orang.
Mihika menangis
Mihika : kakak kau harus menampar pria kotor itu, dan aku tidak akan memaafkan Raman, dia merasa kalau kita ini lemah, kau harus menjawabnya.
Appa mengehentikan Mihika dan mengatakan kepada semua orang dengan marah, tidak sekarang.
Mihika : sudah cukup.
Bala meminta Appa untuk masuk ke dalam.
Mihika : bagaimana mungkin Raman menjadi diam.
Bala : kau benar, tapi aku di sini, aku akan meminta jawaban dari mereka, mereka telah menghina adikku.
Bala meminta Ishita, tidak perlu khawatir karena ia bersamanya.
Bala : kita harus menunjukkan kepada mereka bagaimana cara menghormati perempuan. Kita akan melihat Parmeet, dia yang telah menghina mu.

Pagi nya, Parmeet berpikir apa yang harus dilakukan sekarang.
Simmi datang kepadanya
Simmi : sudahlah jangan khawatir, tidak ada yang terjadi sekarang.
Simmi : kita akan baik-baik saja di rumah, ishita datang dalam hidup kita dan membawa kita ke sini untuk melakukan hal seperti ini. lantas mengapa kau begitu khawatir, jika kau bersalah mungkin kau pantas merasa khawatir, lupakan saja segalanya.
Parmeet berpikir : Simmi sangat baik dan dia percaya kepada ku.
Parmeet : kita harus meninggalkan rumah ini.
simmi : tetapi ke mana kita akan pergi.
parmeet : ke mana saja.
parmeet : aku tidak bisa menunjukkan wajah ku kepada siapa pun di sini.
simmi : baiklah jika kau berpikir begitu.
sementara Mihir datang ke Ishita.
Mihika menyeka muka ishita.
Mihir meminta mereka untuk mencicipi makanan sebagai menu pertunangannya-nya.
Mihika : Trisha sdg tidur.
Mihir meminta Mihika mencicipinya.
Mihika mengatakan kpd Mihir ttg Raman dan marah.
Mihika : Raman menendang keluar istrinya karena mendengarkan orang lain.
Mihir : apa.
Mihika : kau tidak tahu? oh tuhan kau sibuk dengan urusan mu sendiri.
Ishita : hentikan Mihika, ini bukan kesalahan Mihir.
Mihika : ini jelas-jelas kesalahannya karena ia hanya menonton semuanya menjadi tenang.
Mihir : Ishita apa yang terjadi, apakah semua ini benar? percayalah, ini tidak bisa terjadi, aku tahu raman, raman tidak bisa melakukan ini, kau ikutlah dengan ku.
Mihika mengejek mihir.
Mihir datang ke Raman
Mihir : Raman apa yang terjadi.
Raman : apakah kau pikir aku tidak mempercayai ishita atau aku meragukannya?
Mihir : maka mengapa kau tidak menghentikannya.
Raman : keluarga ku khawatir dan Parmeet adalah ipar ku, mereka punya anak perempuan, apa yang akan aku lakukan.
Mihir : aku ingin kau membawa Ishita kembali.
Raman : aku akan membawanya, tapi sekarang aku tak berdaya karena aku tidak punya bukti, aku tidak bisa menyalahkan Parmeet begitu saja.
Mihir : ini bukan kesalahan Ishita, tetapi kau…
Raman : kau akan pergi untuk persiapan pertunangan bukan?
Mihir : pernikahan mu dalam masalah dan kau peduli padaku.
Raman : jangan membantah, pergilah.
Ishita menangis memikirkan kata-kata Raman.
Raman jg marah.
Raman melihat telepon dan berpikir.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *