by

SINOPSIS VEERA episode 396 by. Sally Diandra – Ratan Buat Perhitungan dengan Gunjan

-Debroo-87 views

Debroo.com. SINOPSIS VEERA episode 396 – Ratan Buat Perhitungan dengan Gunjan. Di rumah Balwant, Gunjan sedang memasukan baju bajunya ke dalam lemarinya, sekilas dilihatnya kemeja Ranvi terbawa dalam tasnya, Gunjan menangis sambil memeluk kemeja Ranvi, Gunjan menyadari kalau dirinya mulai mencintai Ranvi,

SINOPSIS VEERA episode 396
SINOPSIS VEERA episode 396

sesaat kemudian Baldev memasuki kamar adiknya dan melihat tingkah adiknya yang terlihat sedih “Gunjan, apa ada yang salah ? Apa alasan kamu yang sebenarnya pulang ke rumah ini ?”

Baldev benar benar penasaran “Aku tahu kamu tidak ingin mengatakan yang sebenarnya pada ayah dan ibu, tapi kamu bisa mengatakannya pada kakakmu ini, jika Ranvi telah menyakiti kamu, maka aku pasti akan memberikan pelajaran padanya”

Gunjan langsung mencegah Baldev “Kakak, jangan ! Tidak terjadi apa apa diantara kami” ujar Gunjan lirih “Aku tadi menemui Veera dirumahnya, aku kira kalian berdua pasti baru saja bertengkar, aku juga mencoba mencari tahu dari Veera tapi Veera juga tidak tahu”

Gunjan hanya terdiam “Gunjan, lebih baik kamu sudahi saja pertengkaran ini, tidak ada gunanya apapun yang terjadi antara kamu dan Ranvi” Gunjan berusaha menghindar dari Baldev dengan berkata “Kakak, aku capek”

ketika Baldev mau pergi, Gunjan kemudian memberikan kemeja Ranvi pada Baldev “Kakak, aku minta tolong ,,, tolong berikan baju ini ke Ranvi” Baldev menerima baju itu dengan perasaan iba

Ratan sedang berada di balkon ketika dia mendengar suara seruling yang mengalunkan sebuah lagu yang sangat merdu, dilihatnya dibawah di ruang tengah, Ranvi sedang bermain sandiwara sebagai Khrisna yang nakal kemudian dia mendekati Makhan matki yang tergantung di langit-langit, mencuri mentega dan mencoba untuk bersembunyi ketika terdengar suara Veera dengan tegas menyebut namanya, Ratan dan Ranvi melihat ke arah Veera yang saat itu berpakaian persis seperti apa yang dikenakan oleh Ratan “Ranvi, apa yang sedang kamu lakukan dengan tanganmu ?” tanya Veera

Ranvi menyebut Veera sebagai ibunya “Ibu, aku tidak melakukan apa apa” Veera kelihatan marah dan berusaha pergi namun Ranvi segera mencegahnya kemudian Ranvi membuka tangannya, Veera segera menegur Ranvi “Ranvi, kenapa kamu tidak mengatakan yang sebenarnya ketika ibu bertanya ?” Ranvi langsung menyahut ucapan Veera “Niatku ini tidak salah, ibu ,,, karena aku tidak ingin menyakiti perasaan siapapun dengan mengatakan yang sebenarnya, aku akui kalau aku ini salah, tapi ibu adalah satu-satunya alasan kenapa aku berbohong selama ini semuanya demi ibu” Veera kemudian memaafkan Ranvi dan mereka berdua saling berpelukkan dan berbaikan kembali,

Dari atas balkon Ratan melihat ini semua sambil menangis, Ranvi dan Veera mendongak keatas dan melihat Ratan yang masih berdiri disana, Ranvi meminta maaf pada ibunya “Ibu, aku melakukan hal ini hanya karena aku tidak ingin melihat ibu menderita dan sejak kecil aku paling tidak suka kalau melihat ibu bersedih” Ratan kemudian turun ke lantai bawah setelah mendengar permintaan maaf Ranvi kemudian memeluk Ranvi erat, Veera hanya melihatnya saja namun kemudian Ranvi mengajaknya untuk bergabung dan memeluknya, Veera sangat senang bisa memeluk kakak dan ibunya, kemudian

Ratan melepas pelukkannya dan berkata pada Ranvi “Ranvi, ibu memang tidak bisa menahan rasa sakit seseorang yang ibu sayangi tapi apa gunanya orang yang disayangi itu jika kamu tidak mau berbagi suka dan duka bersamanya” kemudian Ranvi berjanji pada ibunya “Ibu, mulai sekarang tidak akan ada yang terjadi tanpa persetujuan ibu” Ratan hanya tersenyum dan bertanya “Ranvi, apakah kamu mencintai Gunjan ?” Ranvi berusaha menghindar dari pertanyaan Ratan dengan tidak memberikan jawaban, Ratan nampak marah dan memutuskan untuk menghadapi Gunjan karena Gunjan telah memberikan rasa sakit yang di derita oleh Ranvi selama ini

Keesokan harinya, Ratan sudah bersiap siap hendak pergi ke rumah Balwant, Veera mencoba mencegah tindakan Ratan ini “Ibu, aku tahu kalau ibu sangat marah pada Gunjan tapi aku belum menceritakan keseluruhan kebenarannya, aku tahu kalau pada awalnya Gunjan memang tidak bahagia dengan pernikahannya ini, tapi dengan berlalunya waktu, aku lihat baru baru ini Gunjan mulai berubah” Ratan mencoba menyimak ucapan Veera “Aku telah melihat perasaan cinta di mata Gunjan pada kak Ranvi, mungkin mereka berdua bertengkar karena mereka berdua belum menyadarinya”

Veera berusaha membuat ibunya agar tetap tenang “Jadi aku harap ibu bisa tetap tenang ketika ibu ngobrol dengan Gunjan” namun ternyata Ratan malah tambah semakin marah dan segera pergi dari rumahnya, Veera benar benar cemas, dirinya takut kalau nanti Ratan akan melabrak Gunjan, Veera mencoba untuk memberikan peringatan pada Gunjan kalau Ratan akan datang ke rumahnya, Veera berulang kali menelfon Gunjan, namun sayang Gunjan tidak mengangkat telfonnya karena ponsel Gunjan berada di kamarnya, sementara Gunjan tidak berada disana.

Di tengah jalan ketika Ranvi sedang mengendarai motornya, tiba tiba Baldev yang melihatnya dari kejauhan segera memanggilnya dengan lantang “Ranviiii !!!” Ranvi segera mematikan motornya, Baldev kemudian menghampiri Ranvi dan memberikan baju yang diberikan oleh Gunjan kemarin “Ranvi, ini bajumu, Gunjan meminta aku untuk memberikannya padamu” Ranvi menerima baju itu “Sebenarnya apa yang terjadi diantara kalian berdua ?” Ranvi berusaha menjelaskan pada Baldev “Kami tidak bertengkar atau menyuruhnya pulang ke rumah orang tuamu, Baldev ,,, ini semua adalah keputusan Gunjan sendiri” Baldev semakin penasaran “Kenapa dia tidak memutuskan untuk kembali ke rumahmu ? Dan kenapa kamu juga tidak menjemputnya kembali ?” tanya Baldev heran “Semuanya terserah pada Gunjan, mulai sekarang apapun yang dia inginkan akan terjadi” Ranvi terlihat pasrah

Di rumah Balwant, Gunjan sedang menyiapkan piring piring dan makanan di meja makan, tanpa diduga jari Gunjan terkena makanan yang panas, Gunjan merintih kesakitan dan tiba tiba Ranvi sudah ada disana sambil memegangi jemari Gunjan sambil meniup niup jemari Gunjan yang sakit, Gunjan sangat senang melihat kedatangan Ranvi sambil tersenyum penuh arti, perasaan cintanya pada Ranvi semakin membesar dan Gunjan sangat merindukan kehadiran Ranvi, tak terasa airmatanya menetes, Gunjan sangat menikmati kebahagiaan ini tapi sedetik kemudian Gunjan baru sadar kalau semua ini hanya lamunannya saja karena tiba tiba Ranvi menghilang, tidak ada Ranvi dirumahnya, Gunjan kembali bersedih menyadari hal ini, ketika Gunjan menengok ke samping ternyata Baldev sudah duduk di anak tangga rumah mereka sambil memperhatikan semua gerak gerik adiknya itu sambil bertanya “Kenapa kamu tidak memanggil nama ayah atau ibu ketika jemarimu terluka ? Kenapa kamu malah menyebut nama Ranvi ? Itu menunjukkan kalau kamu ini sangat mencintai dirinya, iya kan ?” tanya Baldev penasaran “Jadi kenapa kamu pulang ke rumah ini ? Karena terlihat dengan jelas kalau kamu sering melamun sendiri, mungkin terkenang pada kenangan tentang Ranvi”

Saat itu Bansuri menghampiri mereka dan menanyakan apakah semuanya sudah siap lalu bertanya pada Gunjan “Gunjan, apakah ada sesuatu yang besar yang telah terjadi atau tidak ?” sesaat kemudian terdengar pintu rumah diketuk oleh seseorang, Bansuri segera membuka pintunya dan ternyata Ratan yang berkunjung ke rumah mereka, Ratan mengabaikan formalitas dalam hal bertamu ke rumah orang, Ratan langsung mengatakan pada Bansuri “Aku ingin bicara dengan Gunjan sendirian !” ujar Ratan lantang, Bansuri, Gunjan dan Baldev kaget

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *