by

SINOPSIS VEERA episode 393 by. Sally Diandra : Ternyata Gunjan Jatuh Cinta Pada Ranvi… Tapi.. Ranvi Salah Paham

-Debroo-103 views

Debroo.com. SINOPSIS VEERA episode 393 : Ternyata Gunjan Jatuh Cinta Pada Ranvi… Tapi.. Ranvi Salah Paham. Di kuil dewi Mataji, pendeta meminta pada Ranvi untuk menaruh sindoor di atas kepala Gunjan namun Ranvi menolaknya”Maaf, pendeta ,,, aku tidak ingin berbohong pada dewi Mataji”

Sinopsis Veera ANTV Tayang Hari Ini
Sinopsis Veera ANTV Tayang Hari Ini

Gunjan tidak percaya dengan apa yang didengarnya dari mulut Ranvi, Gunjan segera mundur selangkah demi selangkah dan segera pergi dari sana, Ranvi yang melihat kepergian Gunjan bergegas berlari mengikutinya, ketika Gunjan sudah sampai di jalan, tanpa sadar Gunjan berjalan ke tengah hingga mobil dibelakangnya membunyikan klakson berulang kali, Ranvi langsung berlari menghampirinya dan menyambar lengan Gunjan sambil menggeretnya ke tepi jalan “Gunjan ! Apa yang kamu lakukan ?” Gunjan hanya terdiam membisu “Gunjan, aku tidak ingin mengecewakan kamu” ujar Ranvi lantang “Aku tidak merasa kamu mengecewakan aku, Ranvi ,,, aku mohon cobalah untuk mengerti karena aku ingin mengatakan sesuatu padamu” ujar Gunjan sedih “Iyaa aku sudah tahu semuanya, kamu tidak usah mengatakannya lagi padaku” Gunjan bingung “Apakah kamu tahu segalanya ?” tanya Gunjan penasaran

“Iyaaa, aku tahu kalau kamu tidak ingin pergi denganku dan ini bukan impian kamu, kamu juga tidak ingin hidup denganku tapi aku tidak ingin kamu menjadi seperti ini, Gunjan ,,, aku sangat tahu kalau jalan kita ini berbeda, mulai saat ini aku akan berjalan sendiri di jalanku dan aku berjanji padamu kalau aku akan memberikan kamu kebebasan” Gunjan sangat sedih mendengarnya “Jika kamu ingin memberikan aku kebebasan maka aku juga akan membebaskan kamu dan aku akan mengatakan semuanya pada keluarga kita, tentang apa yan terjadi di mobil van dan Canada” Ranvi menggelengkan kepalanya “Semua orang pasti akan terluka begitu mendengar hal ini” ujar Ranvi cemas “Kamu telah melakukan banyak hal untukku jadi sekarang kamu tidak akan melakukan apapun, karena sekarang aku akan pergi dari sisimu selamanya dan ketika kita sampai di desa Pritampura maka aku akan pulang ke rumahku bukan ke rumahmu” ujar Gunjan dengan perasaan yang berat mengatakan hal itu semua

Di desa Pritampura, Veera benar benar penasaran bagaimana caranya Baldev bisa mendapatkan uang begitu cepat “Baldev, bagaimana bisa kamu mendapatkan uang itu ?” Baldev tersenyum senang “Aku mendapatkannya dari Gurudwara, aku berfikir bgaimana caranya aku bisa mendapatkan uang ? Kemudian aku menunjukkan sebuah foto ke orang asing” Veera terlihat kesal begitu mendengar cerita Baldev “Baldev, kamu ini telah melakukan penipuan !” Baldev tersenyum lebar “Ini bisnis, Veera ,,, sekarang aku masih mempunyai 50 rupee di kantongku” kemudian Baldev memberikan 50 rupee itu ke Veera berserta manisannya sambil berkata “Sekarang, pikirkan sesuatu yang sangat sulit yang tidak bisa aku lakukan !” Baldev kemudian berlalu dari sana meninggalkan Veera, Veera benar benar merasa kesal “Dia telah menyelesaikan dua tantanganku dan sekarang aku harus memikirkan sesuatu yang sangat sulit sehingga dia tidak bisa melakukannya !” ujar Veera

Di kuil Mataji, Ranvi mencoba menawarkan sendal Gunjan pada Gunjan namun Gunjan menolaknya dan tidak memberikan respon apapun pada Ranvi, kemudian Gunjan mengenakan sandal sendiri tanpa bantuan Ranvi, sesaat kemudian Ranvi mendapat telfon dari Ratan “Ranvi, dimana kamu sekarang ? Kenapa kamu tidak menelfon siapapun ?” suara Ratan terdengar sangat cemas di ujung sana “Ibu, kami baik baik saja disini, nanti aku akan menceritakan semuanya ke ibu ketika aku sudah sampai di rumah, ibu tidak usah khawatir” Ranvi berusaha menenangkan ibunya “Ya sudah kalau begitu, jaga Gunjan baik baik ya dan pulanglah dengan selamat bersamanya” namun Ratan sepertinya merasakan sesuatu “Sepertinya ada sesuatu yang terjadi diantara mereka, nanti akan aku tanyakan pada mereka, ada apa sebenarnya ?” bathin Ratan dalam hati

Di tengah jalan tanpa sengaja Veera hampir saja bertabrakan dengan motor Baldev, dengan santai Baldev bertanya “Veera, apakah kamu benar benar sangat mencintai aku ? Itulah mengapa tiba tiba kamu datang tepat di depan motorku” ujar Baldev dengan senyum manisnya “Baldev, kamu itu seharusnya seorang perempuan dan para gadis” ujar Veera kesal “Aku menghormati mereka” Veera langsung menggelengkan kepalanya “Tidak kamu tidak menghormati mereka tapi aku rasa kamu harus melakukannya jadi aku fikir kalau kamu harus mengerjakan tantanganmu yang ketiga ini” Veera optimis kalau Baldev pasti tidak akan bisa melakukannya, Baldev langsung bicara dalam hati “Aku harus melakukan hal ini ? Tapi aku tidak tahu penghormatan seperti apa yang di maksudkan ? Ini benar benar tantangan yang sangat mengejutkan yang datang padaku” bathin Baldev

Ketika Baldev sampai di rumah, Bansuri langsung menegur Baldev dengan keras ketika Baldev tidak memperhatikan jalan dan hendak merusak rangoli (hiasan bunga di lantai) buata Bansuri “Baldev ! Jika aku tidak menghentikan kamu, kamu pasti akan merusak hiasan rangoliku ini !” Baldev baru sadar kalau ibunya sedang menghias rangoli, kemudian Baldev membantu Bansuri menghias rangoli tersebut “Ibu, bagaimana caranya aku memberikan rasa hormat pada seorang perempuan ?” tanya Baldev sambil terus membantu ibunya “Ayahmu dulu menyelamatkan ibu, waktu itu kami baru akan melangsungkan pernikahan, ayahmu selalu memberikan ibu bunga setiap hari” Baldev langsung mendapat sebuah ide “Ibu, aku akan keluar sebentar, jadi ibu bisa menghias rangoli ini sendiri kan ?” bergegas Baldev keluar dari rumahnya

Pada saat yang sama Gunjan dan Ranvi sudah berada di dalam bis dalam perjalanan pulang mereka ke desa Pritampura, dalam hati Gunjan berkata “Ranvi, kamu tidak tahu apa yang sedang aku rasakan dalam hatiku ini ?” saat itu Ranvi juga berkata dalam hati “Aku tahu semuanya, Gunjan ,,, tapi kamu tidak tahu mengapa aku melakukan semua ini ?” Gunjan kembali berkata dalam hati “Aku tahu kalau ini adalah perjalanan terakhir bagi kita” Gunjan dan Ranvi yang sama sama menyimpan perasaan cinta merasa sulit untuk mengungkapkan satu sama lain, tiba tiba bis yang mereka tumpangi berhenti mendadak hingga membuat tubuh Gunjan oleng ke arah Ranvi, ketika Gunjan kembali ke posisi semula, kalung mangal sutra yang dikenakan oleh Gunjan menempel di pakaian Ranvi, Ranvi segera melepaskannya, Gunjan hanya bisa terdiam sambil memperhatikan Ranvi

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *