by

SINOPSIS VEERA episode 388 by. Sally Diandra – Baldev Terus Rayu Veera, Ranvi dan Gunjan Pergi Bersama

-Debroo-58 views

Debroo.com. SINOPSIS VEERA episode 388 – Baldev Terus Rayu Veera, Ranvi dan Gunjan Pergi Bersama. Baldev dan Veera bertemu di jalan, saat itu Baldev datang bersama iring iringan band dan berkata “Veera, aku telah membawa band ini, mereka akan memainkan musik untuk kita, jadi kamu bisa memilih lagu pernikahan untuk di mainkan pada pesta pernikahan kita nanti”

SINOPSIS VEERA episode 388
SINOPSIS VEERA episode 388

Veera kaget “Aku telah mengajari mereka latihan ,,, ayooo, Veera, pilihlah sebuah lagu jadi aku bisa mengatakan pada mereka” Veera benar benar merasa terganggu “Memangnya siapa yang mau menikah ?” Baldev langsung tersenyum senang dan dengan pedenya mengatakan “Kita ! Kita yang akan menikah !” Veera langsung menggeret tangan Baldev “Baldev, ayoo ikutlah denganku, lebih baik kita ke rumah sakit jiwa saja, karena kamu ini telah kehilangan akal sehatmu” Baldev hanya bisa terbengong ketika Veera menggandeng tangannya

“Veera, aku tidak keberatan jika kamu mau mengajak aku ke rumah sakit jiwa sekalipun jika kamu memegang aku seperti ini dengan penuh cintaa” Veera semakin jengah dengan ucapan Baldev “Baldev, sudahlah diam, jangan katakan omong kosong seperti itu ! Seriuslah !” ujar Veera kesal “Veera, aku ada disini, ayooo kita panggil pendeta dan kita bisa menikah sekarang” Baldev kembali meminta Veera untuk menikah “Baldev, aku tidak akan pernah menikah dengan kamu ! Lebih baik aku sendirian saja sepanjang hidupku daripada harus menikah dengan kamu !” Baldev tertegun “Baldev, kamu ini tidak mampu mengurusi tanggungjawab apapun dan menikah adalah sebuah tanggungjawab yang sangat besar ! Kwalitas apa yang kamu miliki ?” tanya Veera lantang “Veera, kenapa kamu tidak mau menikah denganku ? Aku ini sempurna dengan berbagai cara, aku mempunyai semua kwalitas itu, kamu saja yang tidak bisa melihat ototku yang kencang” Veera semakin kesal dengan ucapan Baldev yang nggak nyambung “Apakah kamu mau berkelahi dengan seorang gadis ? Gadis manapun tidak akan suka dengan hal ini sama sekali, Baldev !” Baldev tidak mau kalah dengan ucapan Veera

“Aku mempunyai setiap kwalitas itu, Veera ,, ada disini” Baldev sangat percaya diri “Kamu selalu menganggap semuanya ini sangat mudah, Baldev ,,, untuk menjadi seorang suami yang sempurna kamu harus bisa melakukan tiga hal ini ! Jika kamu menang maka kamu bisa mengirimkan lamaranmu ke rumahku” Baldev langsung setuju dengan tantangan Veera “Aku tidak takut dengan tantangan manapun !” Baldev merasa percaya diri “Kwalitas yang pertama kamu harus memiliki selera humor yang bagus” Baldev bingung “Apa maksudnya ini ?” Baldev pun semakin tidak mengerti “Kamu harus bisa menghibur seseorang dalam situasi apapun” Baldev tersenyum senang “Waaah ,,, itu gampang, Veera ,,, aku akan membuat kamu tertawa terbahak bahak sampai perutmu sakit” Baldev semakin optimistis

Sementara itu Gunjan sedang mengemasi barang barangnya di kamar, Ranvi kemudian masuk kedalam kamar “Kamu tidak perlu ikut denganku jika kamu merasa terpaksa, aku akan menjelaskan pada semua orang tentang hal ini, mereka pasti bisa mengerti” Ranvi benar benar tidak ingin Gunjan merasa terpaksa “Jika aku tidak ingin ikut denganmu maka aku tidak akan mengepak pakaianku, Ranvi” akhirnya mereka berdua keluar dari kamar dan pamit pada Ratan dan bibi Chaiji, setelah kedua orang tua itu memberikan ijin Gunjan dan Ranvi bergegas menuju ke halte bis, Veera mengikutinya dari belakang sambil memberikan kode ke Ratan dan bibi Chaiji dengan jempol tangannya

Tak lama kemudian, Veera mengantar Ranvi dan Gunjan ke halte bis, Veera memberikan sebotol air minum kemudian menghampiri kakaknya dan memeluknya erat “Jaga dirimu baik baik ya” ujar Ranvi sambil membalas memeluk adik kesayangannya itu, Gunjan tersenyum melihat mereka berdua “Aku harap perjalanan kalian kali ini akan membawa kebahagiaan” saat itu bis yang akan mereka tumpangi tiba, Ranvi segera melambaikan tangannya Veera, Veera pun membalas lambaian tangan Ranvi, ketika bis mereka telah berangkat, Veera berdoa pada Tuhan semoga semuanya lancar lancar saja

Di dalam bis, Gunjan sedang duduk di atas sebuah kursi, sementara Ranvi berdiri di sebelahnya, saat itu bis penuh sesak karena banyaknya penumpang di dalam bis, Gunjan duduk di sebelah laki laki yang tertidur dengan lelapnya sampai sampai kepalanya miring ke arah kepala Gunjan, Gunjan merasa terganggu dengan sikap orang tersebut, Ranvi yang melihatnya segera memegangi kepala laki laki itu dan mengembalikannya ke posisi semula tapi kembali kepala orang itu menuju ke arah Gunjan, akhirnya Ranvi menahan kepala orang itu agar tidak jatuh ke kepala Gunjan,

Gunjan merasa senang karena Ranvi sangat peduli padanya, namun lama kelamaan Gunjan merasa jengah juga duduk di sebelah laki laki tersebut dan segera berdiri di samping Ranvi, salah satu perempuan yang sedari tadi berdiri langsung menduduki kursi Gunjan “Gunjan, kenapa kamu berdiri ? Sekarang kamu pasti akan kesulitan untuk mendapatkan kursi” tanya Ranvi heran “Jika aku tidak bangun maka kamu akan menghadapi kesulitan” tiba tiba Gunjan akan jatuh ke bawah, Ranvi segera menangkapnya, mereka berdua saling memandang satu sama lain dengan perasaan kikuk

Veera membawa beberapa bunga yang sudah tidak terpakai sambil berkata “Kita akan menggunakan bunga ini untuk mendekorasi Vaisakhi karena bunga bunga ini akan mengembalikan kenangan masa kecil kami sebab ibu sudah membuatnya dengan tangannya” Veera kemudian menaruh bunga bunga itu menggelantung di dinding rumah Ratan “Veera, ada baiknya kalau kamu itu membeli pakaian yang baru untuk dirimu sendiri” pinta Ratan sambil terus sibuk mengerjakan pekerjaannya “Pilihanku dalam berbusana tidak begitu baik, ibu ,,, bagaimana kalau ibu saja yang membelikan untukku, aku pasti akan memakainya” beberapa gadis kemudian berkunjung ke rumah Ratan dan meminta Veera untuk bergabung bersama mereka bermain Gidha “Aku tidak tahu bagaimana cara memainkannya ?” ujar Veera bingung “Itu sangat mudah, Veera ,,, kamu pasti bisa mempelajarinya, sudah sana pergi dan bermainlah bersama teman temanmu” Veera akhirnya setuju dan pergi bersama gadis gadis itu

Di dalam bis, akhirnya Ranvi dan Gunjan mendapatkan tempat duduk, Ranvi duduk di tengah sedangkan Gunjan duduk di kursi yang paling pinggir dekat jalan, Gunjan nampak lelah dan tidur lelap di bahu Ranvi ketika Ranvi hendak mengembalikan kepala Gunjan ke posisi semula, ternyata tangan Gunjan malah memegangi bahu Ranvi, Ranvi jadi kikuk dibuatnya dan ketika dilihat tas Gunjan hendak jatuh, Ranvi segera menariknya dan tanpa Ranvi sadari ternyata ada seorang wanita yang duduk di kursi sebrang mereka, memperhatikan gerak gerik Ranvi “Apakah wanita disebelahmu itu istrimu ?” Ranvi hanya menganggukkan kepalanya “Istrimu sangat cantik, kalian ini pasti pasangan pengantin baru ya ?” Ranvi tersenyum dan berkata “Iyaa” wanita di sebelah Ranvi berkata lagi “Istrimu itu sangat bahagia sekali bersama kamu, tidurnya sangat nyenyak” saat itu bibir Gunjan yang tipis sedikit terbuka “Lebih baik tutup mulutnya, nanti ada debu atau kotoran yang masuk ke mulutnya” Ranvi segera menutup mulut Gunjan

Baldev sedang mencari cari buku humor untuk mencari humor yang terbaik untuk Veera “Aku harus menemukan humor yang lucu agar aku bisa membuktikan ke Veera kalau aku bisa membuatnya tertawa tapi Veera itu benar benar keras kepala !” Baldev kemudian mengatakan pada temannya yang bernama Jaggi untuk membawakan makanan untuknya yaitu Mirchi, Baldev kemudian menceritakan sebuah cerita lucu, temannya langsung tertawa terbahak bahak “Jadi begini caramu tertawa ? Bagaimana caranya aku bisa menceritakan sebuah cerita yang lucu, jika kamu mulai tertawa sebelum aku menceritakan apapun padamu ? Kamu ini memang tidak berguna ! Kalian telah memberikan ide yang buruk ! Jadi selama sehari penuh kalian harus menyetujui apa yang aku katakan !” penjual toko yang ada disana tiba tiba tertawa terpingkal pingkal

“Heeeiiii kenapa kamu tertawa ? Temanku ini ingin menangis tapi kamu malah tertawa !” Baldev merasa heran “Ya sudah, Jaggi ,,, lebih baik tutup saja tokonya” pinta Baldev “Baiklah, aku akan menutup tokoku” sementara penjual toko yang sedari tadi memperhatikan mereka berkata “Baldev, aku ini tertawa karena gurauanmu tadi” Baldev sangat senang mendengarnya “Kamu tadi kan sangat bersedih karena toko temanku ini mau tutup tapi kamu terus menerus tertawa, waaah ,,, aku yakin aku pasti akan bisa membuat Veera tertawa juga !” ujar Baldev senang

Pada saat yang bersamaan, Veera sedang berlatih bermain Gidha dengan beberapa teman temannya yang semuanya perempuan, tiba tiba tanpa Veera sadari kakinya terkilir, Veera pun menjerit kesakitan, Baldev dan teman temannya datang menghampiri mereka, Baldev kemudian menceritakan sebuah lelucon “Nah, aku telah selesai menceritakan sebuah cerita lucu, sekarang kalian bisa tertawa” namun Veera tidak tertawa sedikit pun tidak juga para gadis yang lain, sementara teman teman Baldev berusaha untuk tertawa “Kakiku sedang sakit, Baldev ,,, dan kamu sibuk dengan leluconmu itu !” ujar Veera kesal sambil merintih kesakitan “Aku tidak bisa menunggu rasa sakitmu itu untuk menyelesaikan leluconku ini, aku harus mengatakannya dengan tujuan untuk membuat kamu merasa lebih nyaman” Baldev berusaha menghibur Veera

“Sudahlah, Baldev ! Hentikan omong kosongmu itu ! Kakiku ini semakin sakit tau ! Lebih baik kamu pergi saja sana !” Veera meminta Baldev pergi meninggalkannya “Aku tidak akan pergi, sampai kamu tertawa” Veera benar benar merasa jengah dengan keberadaan Baldev dan ketika Veera sedang memalingkan mukanya ke arah yang lain, tiba tiba tanpa sepengetahuan Veera, Baldev memutar kaki Veera ke arah sebaliknya, Veera kaget dan awalnya mau marah pada Baldev tapi kemudian dia merasa kakinya sudah tidak sakit lagi “Mungkin aku memang tidak bisa membuat kamu tertawa tapi aku bisa menyembuhkan kamu, aku bisa mengerti tentang penderitaanmu” Baldev merasa optimis

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *