by

Cerpen : Kisah Asmara Dibalik Tradisi Kuno : Hal.2

-Debroo-77 views

Sughna adalah seorang gadis yang dari kalangan keluarga terkaya di kota itu, namun keluarga mereka masih sangat percaya dengan ritual-ritual atau tradisi Kuno.

Sugna dan pratap1Salah satu tradisi kuno yang masih diterapkan adalah mengadakan perjodohan anak-anak mereka dari mereka kecil, agar nantinya ketika dewasa mereka memiliki masa depan yang jelas sesuai apa yang diharapkan kedua orang tua mereka, terutama nenek Sughna, tapi terkadang ritual-ritual kuno itu sudah tidak sesuai dengan masa modern seperti sekarang ini. Tapi apa boleh buat mereka harus menuruti orangtua-orangtua mereka, walau terkadang tidak sedikit banyak korban yang akhirnya nanti anak-anak yang merasakan.

Kadang setelah mereka dewasa harus menentukan hidupnya masing-masing, mendapatkan jodoh mereka tidak sesuai dan mendapatkan jodoh yang lain. Kadang juga jika mereka berkeluarga dan memiliki anak pasti mereka masih sangat belum siap. Bahkan terkadang tidak sedikit yang mengalami patah hati dan bunuh diri atau terunggut nyawanya karena belum siap mental mereka menghadapi kehidupan yang sebenarnya, karena hidup mereka dipaksakan sebelum waktunya.

Banyak orang yang sebenarnya sudah meninggalkan tradisi itu. Tapi tidak dengan keluarga mereka.

“ mengapa kamu berkata seperti itu Pratap..apa engkau tidak mau bertemu di sini..? kata Sughna sedikit kesal.

“ tidak..tidak bukan maksudku seperti itu..ahh..sudahlah jangan dibahas lagi..ayo tersenyumlah ratuku yang cantik..!” Pratap meraih tangan Sughna dengan lembut.

Sughna menyambutnya dengan hati penuh cinta “ baiklah..” senyumnya mengembang, dan ia pasrah menerima sambutan tangan Pratap.

“ Pratap..kita sudah lama dijodohkan bahkan sejak kecil, tapi aku tidak tau kenapa nenek tetap saja belum menginginkan aku untuk hidup bersamamu”.

Sughna menghela nafas sejenak kemudian melanjutkannya.

“Pratap..apa engaku tidak merindukan kebersamaan kita ..?

“ kita harus bersabar sayang..kita kan sebentar lagi akan mengadakan pesta itu, dan semua keluarga sudah menentukan hari baik, nenekmu juga sudah menyetujui hal itu.” Sambut Pratap

Sughna sejenak diam dalam genggaman tangan Pratap kemudian Pratap pelan-pelan mendudukan Sughna di bawah pohon dan rumput hijau yang tertata rapih dan bersih. Mereka akhirnya duduk bersama dan suasana menjadi hening. Mereka larut dalam suasana hati. Nampaknya mereka sedang memendam rasa rindu yang berkepanjangan.

Halaman 2 Back <> Next

Bersambung

Simak terus kisah Asmara Dibalik Tradisi Kuno di Debroo.com

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *