by

Sinopsis Veera Episode 314 – Gunjan Setuju Menikah Dengan Jagjeet, Cinta Ranvi Bertepuk Sebelah Tangan

-Debroo-178 views

Debroo.com. SINOPSIS VEERA episode 314 – Gunjan Setuju Menikah Dengan Jagjeet, Cinta Ranvi Bertepuk Sebelah Tangan. Dirumah tuan Balwant, para tamu masih asyik saling ngobrol dengan tuan rumah, Veera membisikkan sesuatu ke kakaknya

Sinopsis Veera Episode 314 - Gunjan dan Ranvi
Sinopsis Veera Episode 314 – Gunjan dan Ranvi

“Kakak, aku menduga pernikahan Gunjan dan Jagjeet akan segera ditentukan, lihat saja mata Jagjeet tidak pernah lepas melihat ke arah Gunjan, Gunjan juga begitu, dia nampak malu malu melihat Jagjeet” Ranvi tidak suka mendengar ucapan Veera yang begitu menyakitkan bagi dirinya,

Ranvi pun melamun bahkan ketika Veera minta persetujuan Ranvi, Ranvi hanya mengangguk saja dengan tatapannya yang nanar, kemudian Ranvi berdiri dan meninggalkan ruangan tersebut, saat itu tuan Khuranah meminta anaknya untuk berbincang berdua bersama Gunjan secara pribadi

Balwant mencoba untuk mencegahnya namun Bansuri langsung mengiyakan dan menyuruh Gunjan untuk ngobrol diluar bersama Jagjeet, akhirnya mereka berdua keluar menuju ke halaman depan

Ketika sampai dihalaman depan, Ranvi yang saat itu sudah berada disana langsung sembunyi dibalik tumpukkan jerami begitu mendengar kedatangan Gunjan dan Jagjeet “Silahkan duduk, sekarang aku bisa melihat kamu dengan sangat jelas, jujur ,,, kamu ini ternyata sangat cantik” Gunjan tertunduk malu

“Ibu kamu benar, meskipun banyak orang berusaha mencarinya diseluruh Punjab tapi mereka tidak bisa menemukan seorang gadis yang cantiknya melebihi kamu” Jagjeet terus merayu Gunjan, Gunjan hanya bisa tersenyum malu

“Kamu pasti akan mendapatkan paling tidak minimal 10 lamaran dalam sehari” pipi Gunjan langsung bersemu merah muda karena malu “Lamaran ?” tanya Gunjan heran karena Jagjeet menggunakan bahasa inggris

“Iyaa lamaran untuk sebuah pernikahan, untuk seseorang yang jatuh cinta padamu, bahkan untuk seseorang yang tidak punya keberanian untuk mengatakannya padamu dan rela mati demi kamu” Gunjan terus menerus tersipu malu mendengar ucapan Jagjeet

“Aku tahu kalau kamu telah menghabiskan seluruh hidupmu di desa ini, lalu bagaimana kamu bisa memutuskan untuk pergi ke luar negeri dan mengatasi ini semua ?” tanya Jagjeet “Itu sudah menjadi impianku untuk pergi ke luar negeri dan siapa orangnya yang tidak ingin membuat impian mereka menjadi kenyataan ? Tidak ada kan ? Aku akan tinggal disana dengan bahagia” ujar Gunjan senang

“Kalau boleh aku tahu negara mana yang paling kamu sukai ?” tanya Jagjeet “Negara dimana ada gedung gedung yang tinggi dan itu letaknya sangat jauh sekali, bahkan jika ada seseorang yang ingin kesana maka tidak ada seorangpun yang bisa datang kesana, aku akan membuat sebuah dunia yang sangat kecil untuk milikku sendiri” ujar Gunjan senang, Jagjeet tertawa mendengarnya,

Saat itu Jagjeet mendapat telfon dari seseorang, Jagjeet segera mengangkat ponselnya dan berjalan menjauh dari Gunjan, dari tempatnya bersembunyi, Ranvi mendengar semua pembicaraan mereka, Ranvi tidak suka “Gunjan, kamu tahu ,,, di luar negeri, ada kebebasan dalam beragama dan menentukan pilihan, semua orang disana itu sama dan tidak ada perbedaan” Gunjan tersenyum mendengar semua ucapan Ranvi,

kemudian Gunjan mendekati Jagjeet dan mengucapkan semua yang dikatakan oleh Ranvi tadi, Jagjeet sangat terkesan dengan ucapan Gunjan “Aku kira jawabanmu yang tadi adalah sebuah gurauan, ternyata kamu benar benar memiliki hasrat untuk pergi ke luar negeri dan menjelajahinya, hal ini sangat mengagumkan kalau kamu ternyata tahu sangat banyak tentang hal ini” puji Jagjeet

Di dalam rumah, tuan Balwant bertanya pada tuan Khuranah tentang pekerjaan anaknya “Dia itu seorang residen atau bekerja pada visa” Bansuri menyela pembicaraan mereka dengan berkata “Ayoo habiskan tehnya, keburu dingin” Balwant kembali bertanya ke Khuranah namun Bansuri tidak membiarkan Balwant menyelesaikan pertanyaannya

“Balwant, dia itu tinggal di luar negeri, jadi pastinya dia itu mempunyai pekerjaan” ujar Bansuri, saat itu Gunjan masuk ke dalam rumah bersama Jagjeet “Lihat itu mereka sudah kembali” ujar Bansuri, tak lama kemudian Ranvi juga ikut masuk lagi ke dalam rumah tersebut, Jagjeet menganggukkan kepalanya “Waaah ,,, sepertinya anakku suka dengan putri kalian, dia setuju untuk menikah” ujar nyonya Khuranah, semua orang merasa senang,

Baldev bangun dari tempat duduknya dan mengucapkan selamat pada pengantin laki laki “Sekarang, anakku mengatakan ya untuk menikah padahal minggu depan dia harus kembali ke Canada, jadi aku pikir pernikahan ini harus segera dilangsungkan secepat mungkin” ujar tuan Khuranah

“Oh iya, aku ingin pernikahannya di selenggarakan di kota Dehli, jadi pertunangannya harus kita adakan besok, bagaimana ? Lalu setelah mereka menikah, kami akan membuatkan Visa untuk Gunjan” Bansuri langsung menyetujui permintaan tuan Khuranah namun Balwant malah bingung “Tunggu dulu, bagaimana kita bisa mempersiapkan semuanya dalam waktu yang sesingkat ini ?” ujar Balwant heran “Jangan khawatir, kami pasti akan membantunya” ujar tuan Khuranah

Gunjan langsung menarik Ranvi dan mengajaknya naik ke atas “Ranvi, ayoo ucapkan selamat untukku ! Aku ingin mengucapkan terima kasih padamu karena kamu telah menyelamatkan aku hari ini, jika kamu tidak membantu aku tadi, pria itu pasti akan mengira kalau aku ini gadis yang bodoh dan dia pasti akan menolak lamaranku, kemudian babak drama yang sedih segera dimulai”

Ranvi hanya terdiam mendengarkan ucapan Gunjan “Tapi ngomong ngomong, apa yang kamu lakukan diluar tadi ?” Ranvi langsung mengarang sebuah alasan “Tadi aku melihat kamu pergi ke luar dan aku pikir kamu mungkin membutuhkan bantuanku, jadi aku datang kesana” Gunjan merasa senang “Waaaah ,,, ini baru yang dinamakan seorang teman sejati !” ujar Gunjan senang

“Gunjan, apakah kamu bahagia ?” tanya Ranvi lirih “Hari ini adalah hari yang luar biasa untukku, karena hari ini adalah hari ulang tahunku, perayaan Lohro dan lamaran ini, aku ingin sekali keluar dari tempat ini, jadi aku benar benar bahagia” ujar Gunjan dengn kedua bola matanya yang berbinar terang “Apakah kamu bahagia untukku ?” Ranvi hanya tersenyum “Aku sangat bahagia untukmu, Gunjan”

Di bawah, Balwant meminta pada tuan Khuranah “Tuan Khuranah, berikan kami waktu, karena kami harus mengkonfirmasi hal ini dengan Gunjan dan memikirkan baik baik soal pertunangannya” namun semua orang mengatakan kalau semuanya sudah diatur jadi untuk apa ditunda lagi ?

Balwant bersikeras dengan pendapatnya dan tetap meminta waktu untuk memikirkannya namun pihak keluarga pengantin laki laki tidak suka dengan sikap Balwant “Baiklah kalau begitu, kalian bisa menelfon kami kalau kalian sudah menentukan waktunya” kemudian mereka berpamitan dan segera meninggalkan rumah mereka,

Begitu para tamu sudah pergi, Bansuri yang sedari tadi sudah menahan amarahnya langsung berteriak ke arah suaminya “Kamu ini adalah ayahnya, apakah kamu tidak tahu kalau anakmu setuju, dia sudah mengatakan itu sebelumnya” ujar Bansuri kesal Gunjan juga turun kebawah dan menolak ucapan ayahnya,

Balwant langsung berteriak ke arah mereka dan berkata “Bagaimanapun juga, aku ini adalah seorang ayah dan hanya restu yang baik untuk anakku, sudah aku mau sendirian, Ranvi kamu ikut denganku” Ranvi menuruti Balwant dan berjalan dibelakangnya menuju ke lantai atas “Ranvi, katakan padaku, apa yang kamu pikirkan tentang Jagjeet ?” tanya Balwant cemas “Kita tidak mempunyai waktu yang banyak untuk mencari tahu tentang dia, paman ,,, tapi kelihatannya dia baik” ujar Ranvi

“Aku juga menyukai dia, Ranvi tapi semua ini terlalu terburu buru untuk mengadakan pernikahan” tandas Balwant “Tapi mereka juga tidak salah, paman ,,, jika paman berfikir secara hati hati, mereka itu serius untuk membuat Visa untuk Gunjan” Balwant setuju dengan pendapat Ranvi “Tapi bagaimana caranya aku membuat hatiku ini mengerti, apakah benar dengan mengirimkan anakku pergi jauh, lalu kapan dia akan kembali untuk menjengukku ?” tanya Balwant sedih

“Paman tahu kan kalau Gunjan selalu ingin menikah dengan seseorang yang berasal dari luar negeri dan kita harus melakukan semuanya untuk membuatnya senang” Balwant hanya bisa termenung memikirkan ucapan Ranvi

Veera dan Karan mencoba untuk menghibur Gunjan “Gunjan, ayahmu pasti akan setuju dengan pernikahan ini, kamu tidak usah khawatir, kamu akan pergi dengan menggunakan pesawat terbang, semuanya akan baik baik saja” Ranvi mendengar pembicaraan mereka dan berkata pada Balwant

“Tempatnya memang akan sangat jauh tapi paling tidak hal itu akan membuat Gunjan bahagia, paman ,,, lupakanlah semuanya, paman ,,, tapi ingatlah kebahagiaan Gunjan” Balwant hanya bisa terdiam “Aku rasa paman harus melakukan apa yang membuat seseorang yang sangat paman cintai itu bahagia, meskipun keputusannya membuat paman sedih, jangan hancurkan impian Gunjan, paman ,,, tapi setelah semua ini keputusan terakhir tetap berada pada paman” Balwant menganggukkan kepalanya “Aku fikir kamu benar, Ranvi ,,, aku terlalu memikirkan tentang keputusanku, kalau begitu aku akan menerima lamaran itu demi Gunjan” ujar Balwant dengan senyumnya yang getir,

Kemudian Balwant menelfon tuan Khuranah dan mengabarkan pada mereka kalau keluarganya telah setuju dengan pernikahan Gunjan dan Jagjeet lalu mereka akan membicarakan tentang persiapan pernikahan anak anak mereka, Balwant sangat berterima kasih pada Ranvi karena telah membantunya dengan memberikan pendapatnya, sehingga dirinya merasa tidak ragu lagi dalam menentukan sebuah keputusan

“Aku akan turun dan mengabarkan pada semua orang tentang kabar baik ini” ujar Balwant senang, semua orang merasa senang begitu mendengar kabar tersebut, namun tidak bagi Ranvi SINOPSIS VEERA episode 315

Penulis : Sally Diandra

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *