by

SINOPSIS VEERA episode 313 – Gunjan Akan di Tunangkan, Ranvi Sedih

-Debroo-77 views

SINOPSIS VEERA episode 313 Gunjan Akan di Tunangkan, Ranvi Sedih. Debroo.com. Malam itu Ranvi dan Gunjan masih berada di ladang, ditemani oleh api unggun yang bisa menghangatkan tubuh mereka, Gunjan kemudian curhat ke Ranvi “Sampai hari ini ibu masih selalu marah padaku, bahkan meskipun hari ini adalah hari ulang tahunku” ujar Gunjan sedih

SINOPSIS VEERA episode 313 - Gunjan akan di tunangkan, Ranvi Sedih
SINOPSIS VEERA episode 313 – Gunjan akan di tunangkan, Ranvi Sedih

“Iyaa hari ini adalah hari ulang tahunmu” ujar Ranvi “Iiiyyaaa kamu itu selalu lupa seperti biasa” Ranvi hanya tersenyum “Heei Ranvi, setiap tahun, ada seseorang yang selalu meninggalkan hadiahnya untukku, dia itu tidak pernah lupa pada hari ulang tahunku dan dia itu lebih baik daripada kamu, bahkan hari ini aku yakin, dia pasti meninggalkan sesuatu untukku, hanya dia yang peduli padaku, yang lainnya tidak” ujar Gunjan sambil berdiri mendekat ke arah api unggun,

Ranvi hanya tersenyum kemudian Ranvi membayangkan sesuatu bersama Gunjan, dalam bayangannya, Ranvi mengatakan pada Gunjan tentang rencana pernikahan mereka yang segera berlangsung, Gunjan sangat senang mendengarnya, mereka berdua saling memandang satu sama lain penuh cinta, kemudian Gunjan memeluk Ranvi tapi sayangnya semua itu hanyalah mimpi,

Tiba tiba ada sesuatu yang masuk ke mata Gunjan, Gunjan berteriak kesakitan, Ranvi bergegas meniup niup mata Gunjan hingga Gunjan merasa nyaman namun Ranvi masih memegang wajah Gunjan dan memandangnya penuh cinta, Gunjan segera menyadarkan Ranvi dengan menjentikkan tangannya didepan mata Ranvi,

Ranvi pun kaget, Gunjan tertawa geli melihat tingkah Ranvi yang lucu “Ayoo, Gunjan, aku antar kamu pulang” akhirnya mereka berdua sampai di rumah Gunjan, Gunjan berterima kasih pada Ranvi karena mau menemaninya kemudian Gunjan pun masuk ke dalam rumah,

sementara Ranvi kembali membayangkan dirinya bersama Gunjan setelah mereka berdua menikah, mereka berdua berjalan jalan mengelilingi desa dengan menggunakan traktor, saling menyuapkan makanan satu sama lain, bermain layang layang bersama sama, semuanya benar benar sangat menyenangkan tapi sayangnya semua itu hanyalah mimpi

“Aku sangat mencintaimu, Gunjan ,,, meskipun kamu tidak mengetahui perasaanku, aku akan menunggu kamu untuk menjadi milikku selama lamanya” ujar Ranvi pada dirinya sendiri sambil melirik ke arah rumah Gunjan

Keesokan harinya, Bansuri memberikan instruksi pada para tukang dekor untuk mendekorasi rumahnya karena keluarga calon menantunya akan datang hari ini, Baldev dan teman temannya ikut membantu mendekor, Baldev juga memberikan instruksi pada pelayannya untuk mengatur meja

“Keluarga calon menantu kita akan datang jadi semuanya harus sempurna” ujar Bansuri senang “Tenang, ibu ,,, semuanya akan terlihat dengan sempurna” saat itu Karan turun kebawah dan melihat dekorasi ruangan yang sedang di garap

“Waaah ,,, dekorasinya benar benar sangat indah dan luar biasa” puji Karan “Aku telah memesan semuanya dari kota, sebuah rumah di desa harus terlihat seperti sebuah rumah di kota” timpal Baldev senang “Karan, kamu harus mengajari aku bahasa inggris, dengan begitu aku bisa ngobrol dengan keluarga calon menantu kami” pinta Baldev

“Baiklah, aku akan mengajari kamu bahasa inggris tapi kamu juga harus mengganti bajumu ini maka kesan pertamanya akan terlihat lebih baik” pinta Karan, akhirnya Baldev menuruti perintah Karan untuk mengganti bajunya,

Saat mereka akan pergi tiba tiba Veera memasuki rumah Baldev sambil memberi salam ke Bansuri dan menyapa Karan “Haiii, Karan” sapa Veera “Heiii kenapa rumah kalian di dekorasi ?” tanya Veera penasran “Hari ini kan ulang tahunnya Gunjan, itulah mengapa kami mendekorasi ruangannya” sela Bansuri sambil berusaha menutup nutupi rencana mereka di depan Veera

namun Karan mengatakan sesuatu yang berbeda yang membuat Veera semakin penasaran, Baldev langsung mengajak Karan untuk masuk ke dalam untuk memilih baju untuknya, akhirmya Baldev dan Karan masuk ke dalam rumah “Bibi Bansuri, dimana kakak Gunjan ?” tanya Veera “Dia ada di kamarnya tapi saat ini dia sedang sibuk” Veera segera berlari ke atas ke kamar Gunjan, Bansuri mencoba mencegahnya namun Veera tidak menggubrisnya

Dirumah, Ranvi mencoba mencari cari Veera tapi tidak ada, kebetulan saat itu Ratan dan bibi Chaiji juga sedang pergi ke rumah sakit “Lalu, siapa yang akan aku mintai pendapat sekarang ?” tanya Ranvi bingung, kemudian Ranvi menelfon Ratan dan menanyakan baju kurta yang mana yang harus dia pakai ? Biru atau hijau, Ratan menyarankan warna biru “Baiklah aku akan memakai kurta yang warna biru tapi kira kira Gunjan suka tidak ya dengan kurtha warna biruku ini” ujar Ranvi

Gunjan sedang merias dirinya di kamar “Veera, bagaimana penampilanku ?” tanya Gunjan “Kamu kelihatan sangat cantik” kemudian Gunjan menceritakan tentang calon suaminya yang datang dari Canada “Aku tidak bisa mengatakan sebelumnya karena ibuku mencegahku” Veera hanya tersenyum manis

“Tidak apa apa, aku bahagia untukmu, Gunjan ,,, lalu kapan pria itu akan datang ?” tanya Veera penasaran “Sebentar lagi mereka akan datang, dia harus memilih aku sebagai calon istrinya” ujar Gunjan senang “Gunjan, ini bukan akhir jaman, kamu masih bisa mendapatkan pria yang lain” Gunjan menggelengkan kepalanya “Tidak, dia harus mengatakan iya begitu melihat aku !” Gunjan tetap bersikeras “Baiklah, semuanya akan baik baik saja, cepatlh berdandan” ujar Veera

Sementara itu Ranvi dan Dalbeer sudah sampai di rumah Balwant “Ranvi, dimana ibumu ?” tanya Balwant heran “Ibu harus mengantar bibi Chaiji ke rumah sakit, mereka akan menyusul kemudian” ujar Ranvi “Baguslah, kamu datang lebih dulu, ayoo sekarang duduklah”

Ranvi dan Dalbeer pun duduk di ruangan yang sudah dihias sedemikian rupa, saat itu Bansuri datang dan meminta Balwant untuk ikut dengannya, mereka berdua masuk ke dalam rumah “Dalbeer, dekorasinya sangat bagus” puji Ranvi “Bagaimanapun juga mereka kan keluarga pihak perempuan, jadi mereka harus menghias rumah mereka seindah mungkin” Ranvi merasa malu

“Jangan berkata seperti itu, Dalbeer ,,, kita datang kesini kan hanya untuk membicarakan sesuatu” tepat pada saat itu Baldev dan Karan turun dari lantai atas, Baldev mengenakan setelan jas warna abu abu yang dilengkapi dengan dasi dengan warna senada,

begitu melihat ada Ranvi dirumahnya, Baldev nampak tidak suka “Aku yakin, ayah pasti yang mengundangnya untuk datang” ujar Baldev kesal, saat itu teman teman Baldev memuji penampilannya, Baldev mengucapkan terima kasih ke Karan yang telah membantunya berdandan

Tak lama kemudian Veera turun dan melihat Ranvi sedang duduk disana dan langsung mengajak kakaknya ngobrol “Kakak, kamu tahu, hari ini bukan hanya perayaan ulang tahun Gunjan saja tapi juga ada acara yang lain rupanya” Ranvi tersenyum malu mendengar ucapan adiknya

“Aku tahu” Veera terkejut “Heei ini nggak fair, kenapa tidak ada seorangpun yang menceritakan hal ini ke aku hingga detik detik terakhir ?” ujar Veera kesal “Veera, aku nggak dapet kesempatan untuk mengatakan atu menceritakannya padamu” bela Ranvi

“Tapi sudah lupakan saja, karena sekarang aku sedang sangat bahagia, sepertinya acara hari ini akan berlangsung dengan baik karena hari ini adalah hari yang sangat bagus” ujar Veera sambil melihat ke arah Baldev dan teman temannya yang sedang tertawa tawa, Veera pun pamit ke Ranvi untuk menemui Baldev

Veera segera menghampiri Baldev sambil berkata “Seseorang yng mengenakan baju kurta itu sama saja dengan mengenakan setelan jas dan dasi” ejek Veera “Heei, Veera ! Hari ini kamu harus diam karena aku tidak ingin bertengkar dengan kamu, kamu harus bersikap manis hari ini, tidak membuat kekacauan dengan kelakarmu seperti biasa, dan lagi aku juga tidak ingin ngobrol dengan kamu, kamu juga harus melakukan hal yang sama dengan tidak mengajak aku ngobrol !” jelas Baldev

“Sebenarnya kamu itu nggak kelihatan jelek jelek amat, malah sebenarnya kamu itu kelihatan pintar juga” ujar Veera kemudian berlalu meninggalkan mereka “Lihat kan ? Bahkan Veera pun memuji dirimu” ujar Karan, teman teman Baldev yang lain juga mengatakan hal yang sama “Sudah sudah cukup memuji diriku, kita harus melihat persiapannya, ayook !” akhirnya mereka semua berlalu dari sana

Ketika mobil tuan Khuranah datang, Baldev segera keluar untuk menyambut keluarga calon mertua Gunjan, Baldev meminta berkat dari kedua orangtua calon suami Gunjan dan memuji mereka, ketika dilihatnya calon suami Gunjan keluar dari mobil, dalam hati Baldev berkata

“Gunjan sangat beruntung, dia akan menikah dengan seorang laki laki yang keren seperti dia, reputasi keluargaku juga akan semakin meningkat dan itu akan sangat menguntungkan untuk diriku” Baldev kemudian mengucapkan sepatah dua patah kata dalam bahasa inggris dan menyambut Jagjeet, calon suami Gunjan dan keluarganya

“Silahkan, silahkan masuk, rumah kami adalah yang terbesar di desa ini” mereka kemudian masuk dan Baldev mengenalkan keluarga tuan Khuranah pada seluruh orang yang hadir di rumahnya, Bansuri langsung menyambut mereka “Ranvi, mereka pasti kerabat tuan Balwant yang tinggal di kota” ujar Dalbeer, kemudian semua orang duduk dan ngobrol satu sama lain,

Balwant bertanya pada Jagjeet tentang pendidikan terakhirnya dan apa pekerjaannya, belum juga Jagjeet menjawab, Baldev menyela pembicaraan mereka “Bagaimana kalau kalian mencicipi dulu makanan kami, baru setelah itu kita bisa ngobrol dengan santai” Bansuri setuju dengan pendapat Baldev,

Bansuri segera menawari kudapan ringan itu pada para tamunya “Makanannya sangat enak hingga bisa bisa kamu menggigit jarimu sendiri” ujar Baldev dalam bahasa inggris yang lucu, kemudian Balwant mengenalkan Ranvi pada tamu tamunya “Ini Ranvi, tetangga kami, teman Baldev juga, ayahnya dulu adalah kepala desa ini juga, namanya Sampooran Singh”

Ranvi memberikan salam pada tamu tamu tersebut, mereka pun membalasnya “Ranvi ini sangat berbakat dan dia juga teman masa kecilnya Gunjan” pujian Balwant membuat Baldev dan Bansuri gerah mendengarnya

Tak lama kemudian Gunjan pun turun dari lantai atas bersama Veera, Jagjeet sangat senang begitu melihat Gunjan, Jagjeet tersenyum padanya, Gunjan juga balik membalas senyumnya dengan malu malu “Aku mengundang Ranvi kesini sebenarnya biar bisa hadir bersama dengan Ratan untuk pembicaraan soal pertunangan Gunjan ini” ujar Balwant,

namun Ranvi kelihatan sedih “Gunjan, tuangkan tehnya untuk mereka” Gunjan segera berdiri untuk mengambil nampan yang berisi teko dan cangkir namun tanpa diduga ternyata kaki Gunjan terpeleset tepat didepan Ranvi dan dengan sigap Ranvi segera menangkap Gunjan dan nampan yang berisi teko plus cangkir itu, sehingga mereka pun tidak jatuh, semua orang tegang melihatnya, Ranvi dan Gunjan saling memandang satu sama lain, kemudian Bansuri mencairkan suasana dengan meminta Gunjan untuk menuangkan teh untuk para tamu

Gunjan pun mulai menuangkan teh itu satu per satu ke cangkir mereka masing masing “Gunjan ternyata lebih cantik yaa aslinya” puji nyonya Khuranah, Gunjan hanya tersenyum malu “Lalu apa pendidikan terakhirmu, Gunjan ?” tanya tuan Khuranah,

Bansuri langsung menyela pembicaraan mereka “Gunjan ini sekolah selama 10 tahun, dia itu anak yang berbakat, dia tahu semua pekerjaan rumah” Bansuri memuji Gunjan penuh semangat di depan para tamunya ini, saat itu Veera menghampiri Ranvi dan berkata

“Kakak, lihat dari tadi mata Jagjeet selalu melihat kearah Gunjan, Gunjan juga begitu malu malu melihat Jagjeet, lucu yaa mereka, pertunangan mereka akan di tetapkan besok, kak” Ranvi sangat sedih dan kecewa mendengar ucapan Veera, karena acara hari ini bukanlah acaranya seperti yang dibayangkan selama ini

Penulis : Sally Diandra

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *