by

Sinopsis Veera Hari Ini – Perang Veera dan Baldev di Mulai

-Debroo-98 views

Debroo.com. Sinopsis Veera Hari Ini – Perang Veera dan Baldev di Mulai. Akhirnya Veera dan keluarganya sampai juga di panggung dan menundukkan kepala mereka didepan para dewa, Baldev tersenyum licik ke arah Veera, Veera kemudian mengikat Mata ki chunri dengan erat di kepalanya sebagai tanda dirinya menantang Baldev,

Sinopsis Veera Hari Ini - Perang Veera dan Baldev di Mulai
Sinopsis Veera Hari Ini – Perang Veera dan Baldev di Mulai

tak lama kemudian suara klakson sebuah mobil jeep nampak terdengar, Surjeet Singh dan Bakhtawar datang dengan penuh gaya, Baldev dan teman temannya menyambut tamu agungnya ini dengan kalung rangkaian bunga, Baldev memuji Surjeet Singh setinggi langit

“Tuan Surjeet, berkat anda, jantung 10 desa disekitar kita mulai terbakar, karena kedatangan anda atmosfir disini menjadi sangat mulia” puji Baldev bangga, Veera berfikir “Wajahmu tidak akan berseri seri lagui seperti ini untuk waktu yang cukup lama,Baldev ,,, lihat saja apa yang akan aku lakukan !” saat itu Balbeer dan salah seorang temannya melihat mereka dari balik tirai

Tak lama kemudian, ketika Surjeet hendak pergi, Ratan mencoba mencegahnya dan berkata “Tuan Surjeet, kami hampir saja mengumpulkan kekurangan jumlah hutang kami untuk kamu berikut dengan bunganya sekitar 25.000 dan itu akan dibayarkan selama 10 tahun mulai bulan depan” ujar Ratan geram

“Nyonya Ratan, rasanya ini bukan tempat yang tepat untuk membicarakan persoalan uang, sebelumnya pertama kali kamu harus mengurusi keuanganmu itu dulu baru bicara denganku” Veera mendengarkan semua pembicaraan mereka dan dia menjadi sangat tegang dan gelisah, bibi Chaiji kemudian mengatakn padanya “Mereka harus menjaminkan ladang untuk beberapa permintaan dan kamu tidak perlu sangat mengkhawatirkannya, Veera” hibur bibi Chaiji

Pemujaan Mata ji sedang berlangsung oleh pendeta, setelah selesai Baldev yang sangat menghormati Surjeet Singh meminta Surjeet Singh untuk memberikan pidatonya,

ketika Surjeet Singh akan memulai pidatonya tiba tiba mikrofonnya seperti mengeluarkan setrum hingga membuat Surjeet Singh terjatuh, Baldev segera membantunya untuk berdiri tapi Surjeet Singh langsung membentaknya, Baldev meminta Surjeet untuk melanjutkan pidatonya,

Baldev juga meminta Surjeet Singh melakukan pooja, kemudian Surjeet Singh memulai pooja, sementara itu Veera menelfon seseorang dan berkata “Bagus ! Kalian telah melakukan pekerjaan yang bagus, lanjutkan pekerjaan yang lain” ujar Veera

Pooja masih terus berlangsung, pendeta meminta Surjeet untuk meletakkan ghee ke dalam yagna (api suci) tapi tiba tiba api itu padam, Surjeet Singh mencoba kembali beberapa kali tapi tetap saja seperti itu, Baldev benar benar merasa heran “Bagaimana bisa begitu ?” bathin Baldev heran,

tiba tiba Veera bangun dari tempat duduknya dan hendak memulai membuka suara “Sini aku jelaskan ! Aku rasa rupanya para dewa sangat marah karena Chowki mereka ditempatkan di area yang seperti ini yang mengganggu ketertiban umum, makanya mereka tidak suka”

sela Veera “Tapi selama bertahun tahun semuanya lancar lancar saja, tidak ada masalah” ujar Baldev kesal “Itu karena para dewa mengira kalau suatu hari kamu akan mendapatkan otak yang cemerlang tapi ternyata dia gagal” bibi Chaiji berusaha menghentikan tindakan Veera “Bibi, biarkan aku bicara dulu, semuanya setuju kan ?” seluruh warga desa Pritampura setuju dengan pendapat Veera,

Kemudian Veera menantang Baldev untuk meminta maaf dan melihat bagaimana hasilnya nanti, apakah para dewa memaafkannya dan memberkati pujanya atau tidak, Baldev yang merasa kesal dengan sikap Veera langsung mengumumkan pada semua orang

“Dia ini tidak tahu acara ritual seperti ini !” ujar Baldev lantang, Veera segera menghampiri pendeta untuk membuktikan bahwa dirinya benar dan akhirnya keduanya setuju, sementara itu sekutu Veera muncul melalui belakang panggung sambil mengendap endap dan meletakkan hawan kund yang asli, Veera lalu meminta Baldev untuk meminta maaf kalau dirinya tidak akan pernah meletakkan chowki ditempat seperti ini yang menghalang halangi jalanan umum

Veera kemudian duduk di dekat tempat pemujaan dan mencoba memulai pujanya, Veera pun berhasil dan semua orangpun senang, Veera kemudian berkata pada semua orang “Terbukti kan ? Dia itu tidak menentang riti – rivaj tapi hanya menentang ritual yang diadakan disembarang tempat seperti saat ini”

Veera secara tidak sengaja mengejek Baldev dengan menggerak gerakkan kedua alisnya keatas seperti biasa kalau dia mengejek Baldev dan berkata pada Surjeet “Tuan Surjeet Singh, hari ini gara gara Baldev, mata rani juga telah menghina anda”

Veera kemudian meminta Baldev untuk mengingat janjinya, hal ini tentu saja membuatnya sangat marah, saat itu Baldev hendak protes ke Veera namun Balwant segera mencegahnya sementara yang lainnya melanjutkan pemujaan mereka

Semua orang memulai ritual chowkinya, Baldev dan Veera keluar dari sana, Baldev menemukan keempat ban mobilnya hilang, Veera menghampirinya sambi mengejek “Heei, Baldev cobalah lihat keatas dan lihat apakah kamu bisa menemukan ban mobilmu disana ?”

Baldev benar benar merasa penasaran dan geram pada Veera sambil menengadah melihat keatas, kemudian mereka berdua kembali bertengkar, Veera segera meninggalkan Baldev dengan menyebutnya “Fattu”

Sementara itu setelah semua selesai Surjeet Sing sangat marah pada Baldev dan menegur Baldev dengan keras, Surjeet Singh tidak terima dengan penghinaan ini apalagi ketika seorang gadis biasa seperti Veera bisa menghinanya didepan banyak orang,

Surjeet Singh benar benar marah dan meninggalkan tempat tersebut dengan perasaan kesal, kemudian Bakhtawar datang menemui Baldev dan menanyakan tentang insiden tersebut, Baldev merasa ini semua adalah perbuatannya Veera “Aku sangat yakin kalau semua ini benar benar dilakukan oleh Veera !” ujar Baldev kesal

“Lalu kenapa kamu tidak mengatakan semua ini didepan semua orang ?” tanya Bakhtawar “Dia akan semakin menghina aku lagi karena semua orang akan berkata kalau aku ini Baldev Singh kalah dengan seorang gadis, aku harap agar kamu tidak mengatakan semua ini pada mereka, paman” Baldev benar benar merasa malu dan jengkel sama Veera

Begitu sampai di rumah, bibi Chaiji segera menegur sikap Veera tadi tapi Ratan malah mendukungnya “Kakak, biarkan saja, Veera tidak melakukan sesuatu yang salah”

Veera sangat senang mendapat dukungan dari ibunya namun Veera juga menyadari semua perilaku buruknya tadi dan merasa jadi tidak enak hati pada semua kejadian tadi, bibi Chaiji merasa heran dengan sikap Veera, Veera langsung memberikan senyuman termanisnya

Ketika Ratan sampai dirumah, Ratan sangat terkejut begitu melihat Veera yang sedang berada di dapur dengan mengenakan baju dan riasan rambut yang sangat mirip dengan Ratan, Veera tersenyum begitu melihat ibunya datang menemuinya

“Veera, kamu sedang apa disini ? Keluarlah dari dapur, biar ibu saja yang memasak” pinta Ratan dengan nada yang datar seperti biasa “Ibu, biarkan kali ini aku yang memasak, aku ingin juga melakukan hal yang sama seperti yang ibu lakukan, bolehkan, bu ?” pinta Veera,

seperti biasa Ratan hanya terdiam dan tidak mengucapkan sepatah kata lalu segera pergi dari sana, dari kejauhan Ranvi yang melihatnya merasa senang dan tersenyum Bibi Chaiji mencoba membuka pikiran Ratan kalau apa yng dilakukan Veera kali ini hanya karena ingin mencuri perhatin Ratan, namun Ratan tetap seperti biasa yang selalu merasa canggung dengan kehadiran Veera,

Tak lama kemudian Veera datang dengan dua piring makanan hasil buatannya, bibi Chaiji dan Ranvi yang sudah menunggunya sedari tadi langsung memintanya “Pertama, aku akan memberikan pada ibu terlebih dahulu” ujar Veera sambil membuka piring tersebut dan memberikannya pada Ratan ternyata mie pasta yang dimasaknya gosong

“Aku tidak mempunyai banyak bahan makanan jadi aku menggunakan mie ini” begitu Ratan melihat mie masakan Veera gosong, Ratan langsung menegur pada mereka bertiga karena mengijinkan Veera memasak di dapur sementara dirinya tidak ada dirumah

“Lihat kan hasilnya ? Dia telah membuang waktu dan energi secara percuma” sindir Ratan sambil hendak pergi dari sana “Ibu, tegur dan marahi aku terus, bu” Veera malah senang bila ibunya terus menegurnya, sementara Ratan malah merasa aneh, Veera membuka piring yang kedua

“Ibu, cicipilah ini” bibi Chaiji dan Ranvi merasa senang begitu melihat masakan Veera yang satunya matang dengan sempurna ”Ohh ternyata dia punya satu lagi, tapi mengapa kamu memberikan yang gosong dulu pada ibumu, Veera ?” Veera tersenyum dan berkata kalau dirinya ingin ditegur dulu oleh Ratan,

Ratan kemudian berbalik dan melihat hasil masakan Veera yang satunya “Ibu, ayoo cicipi” sambil menawarkan garpu pada Ratan dan mencontohkan bagaimana cara memakan mie pasta / spagetti dengan menggunakan garpu karena dari tadi Ratan tidak bisa mengunakannya,

Veera membantunya dan berupaya menyuapkan ke Ratan namun Ratan malah mengambil garpu ditangan Veera itu dan menyuapkannya sendiri ke mulutnya dan memakannya namun tidak memberikan komentar apapun tentang masakan Veera “Aku akan memasak paratha dulu untuk kalian” namun Veera segera menyela

“Tenang, ibu ,,, aku sudah membuatkan semuanya untuk kalian, ibu habiskan saja dulu spagettinya” ujar Veera sambil berlalu menuju ke dapur, begitu Veera pergi, Ratan ternyata juga ikut pergi dan naik ke lantai atas tanpa menyentuh kembali masakan Veera,

Ranvi dan bibi Chaiji segera menyembunyikan makanan itu dibalik punggung mereka, kemudian Veera datang dengan dua piring spageti lagi untuk Ranvi dan bibi Chaiji dan merasa kecewa ketika dilihatnya Ratan tidak ada disana “Aku seharusnya tidak memaksa ibu untuk memakan masakanku” ujar Veera sedih

namun Ranvi langsung menyela “Jangan khawatir Veera, ibu membawa piringnya ke atas” Veera sangat senang mendengarnya sambil melirik ke lantai atas “Kalau begitu sekarang kalian berdua harus mencicipi spagettiku ini” ujar Veera sambil memberikan kedua piring itu untuk mereka

“Bagaimana rasanya, enak ?” tanya Veera dengan kedua bola matanya yang berbinar terang, bibi Chaiji yang berusaha meniru apa yang dilakukan Veera tadi dengan makan mie pasta menggunakan garpu langsung menyahut “Ajeeeb ! Tapi enak juga” Veera tersenyum senang mendengarnya

Ranvi sedang mengendarai traktornya menuju ke ladang bersama Ratan, saat itu Surjeet Singh juga ada disana dengan beberapa pembeli, mereka berdua langsung berdebat dengan Surjeet Singh “Hanya tinggal bagian yang sedikit yang belum terbayar ! Dan kami akan segera membayarkannya !” Ratan merasa semakin geram dengan tindakan Surjeet Singh “Para pembeli ini akan datang nanti sore dengan uangnya” balas Surjeet Singh

Pada saat yang bersamaan Veera sedang memotret beberapa anak perempuan dan meminta mereka untuk bergaya lebih alami bukannya senyum yang dibuat buat, anak anak itu merasa kecewa dan menunjukkan muka sedih, Veera kembali menegur mereka agar menuruti perintahnya,

bibi Chaiji kemudian datang dan menghampiri Veera “Veera, apakah masih lama motretnya ?” Veera masih asyik memotret beberapa obyek bidikannya, sementara bibi Chaiji mulai bosan “Veera, sekarang potret bibi” Veera pun segera melakukannya hingga akhirnya Veera capek dan mereka berdua bersiap untuk pergi, namun tiba tiba teman teman Baldev mulai mengejeknya,

Bibi Chaiji dan Veera pun akhirnya berdebat dengan mereka, Veera menantang mereka untuk tidak menyentuh kameranya namun mereka berhasil merebut kamera Veera, ketika Veera berusaha untuk merebutnya kembali, tiba tiba Gunjan muncul dan meminta pada teman teman Baldev untuk memotretnya dengan gayanya yang genit,

teman teman Baldev tertegun karena mereka tidak tahu bagaimana cara menggunakan kamera tersebut, maka mau tidak mau dengan perasaan enggan, teman teman Baldev mengembalikan kamera itu ke Veera lagi, Veera merasa senang dan teman teman Baldev segera pergi dari sana,

Veera berupaya langsung memeluk Gunjan, sahabat kecilnya tapi Gunjan malah meminta cium dari jauh saja daripada berpelukan karena akan merusak penampilannya, Veera pun setuju saja

Sementara itu Ranvi dan Ratan menemui Surjeet Singh dirumah Bakhtawar dan memberikannya uang “Ini masih kurang, nyonya Ratan” Ranvi dan Ratan terkejut begitu mendengar ucapan Surjeet Singh

Ketika sampai dirumah, Ratan menghampiri foto mendiang suaminya yang tergantung dikamarnya dan berkata “Kamu tahu, Sampooran ,,, anak laki lakimu telah menjaminkan semua ladang kita untuk keperluan Veera, ladang ini adalah jiwamu dan bagaimana aku bisa membuat jarak dengannya” tiba tiba Veera memasuki kamar Ratan dan berkata

“Ibu, aku minta maaf, aku telah begitu sangat kasar pada ibu tadi, aku tidak tahu kalau ibu sangat lelah karena seharian bekerja tadi, aku minta maaf, bu” Ratan kemudian berbalik kearah Veera dengan perasaan marah tapi tepat pada saat itu Ratan melihat Ranvi sedang berdiri di depan pintu kamarnya di belakang Veera dengan bahasa tubuhnya Ranvi meminta Ratan memaafkan Veera sambil mengatupkan kedua tangannya didepan dada,

Ratan pun tidak bisa berbuat banyak, Ratan hanya terdiam “Ibu, aku mohon makan malamlah dengan kami, ibu mau kan ? Please ?” pinta Veera penuh harap, saat itu Ranvi sudah berlalu dari sana tanpa sepengetahuan Veera sama sekali “Pergilah dulu, nanti ibu menyusul untuk makan malam” Veera pun menuruti permintaan Ratan dan keluar dari kamarnya

Begitu sampai dibawah, bibi Chaiji bertanya pada Ranvi “Ranvi, aku tahu kalau kamu tidak akan makan tanpa Veera, iya kan ?” Veera langsung menyela “Aku ingin keluar melihat rembulan, bibi ,,, kalian makan saja dulu, aku akan menyusul nanti” ujar Veera lirih

“Apa ? Apakah kamu ini kurang waras, Veera ? Aku kira dia telah melupakan pikirannya di sekolahnya sana “ Ranvi langsung menyela ucapan bibi gendutnya yang selalu ingin menghibur Veera “Tidak, bibi ,,, Veera itu masih punya pikiran dan hati juga” bela Ranvi saat itu Veera sudah ngeloyor pergi menuju ke lantai atas untuk melihat rembulan

Sesampainya di teras balkon, Veera memandang ke arah rembulan sambil bertanya “Tuhan, mengapa ? Mengapa Tuhan ?” tanya Veera sambil menangis, tak lama kemudian Veera sedang berada dikamarnya sambil melamun dan teringat ketika Ratan marah padanya,

Ranvi melihatnya dari balik jendela sambil membawa piring berisi makanan untuk Veera, Ranvi kemudian memasuki kamar Veera “Kakak, aku tidak lapar, niih lihat cacing cacing diperutku tidak melompat lompat” Ranvi hanya tersenyum dan membalas ucapan Veera

“Iyaa memang tapi cacing diperutmu itu melompat ke dalam perutku, aku tahu kenapa kamu pergi keluar untuk melihat rembulan” ujar Ranvi sambil tersenyum kearah adiknya “Aku tidak mengerti kakak ? Tapi sekarang aku jadi lapar setelah ngobrol denganmu” ujar Veera sambil tersenyum manis dan pura pura menutupi perasaannya, kemudian Ranvi menyuapkan makanan itu ke Veera, Veera pun melakukan hal yang sama, menyuapkan makanan itu ke Ranvi

Di rumah Balwant, Gunjan sedang menyisir rambutnya di depan kaca riasnya, saat itu Bansuri yang memasuki kamar Gunjan sedang memperhatikan Gunjan dengan seksama “Oooh ibu, aku minta maaf aku memakai lipstikmu” ujar Gunjan yang mulai genit dan senang berdandan

“Gunjan, ada kerabat kita yang akan datang untuk menemui kamu, anak laki lakinya bekerja di Amerika” ujar Bansuri “Dia bekerja sebagai apa, ibu ?” tanya Gunjan girang “Ibu pasti akan menjodohkan kamu dengan seorang laki laki yang sangat berbakat dan pintar pastinya” ujar Bansuri senang

Sementara itu Veera masih teringat ketika Ratan memarahinya dan mulai menangis kembali dikamarnya, tiba tiba ponselnya berdering, dilihatnya nama Karan tertera disana yang menelfonnya, namun Veera tidak mengangkat telfonnya “Maafkan aku, Karan ,,, tidak untuk saat ini” ujar Veera sambil mereject telfon Karan,

tiba tiba ada bayangan seseorang yang memasuki kamar Veera dan mengagetkannya “Veraaaa ,,,” Veera kaget begitu melihat Karan ada di dalam kamarnya “Karan ! Apa yang kamu lakukan malam malam begini dikamarku ?” ujar Veera panik “Bukankah kamu merindukan aku ?” ujar Karan senang

“Tidak usah sok romantis ! Kenapa kamu datang kesini dari desamu untuk bertemu denganku ? Memangnya ada kepentingan apa ?” tanya Veera kesal “Karena kakakmu datang” tiba tiba Veera berteriak “Kakaaak !” ternyata Veera terbangun dari mimpinya dan Ranvi yang berada didepannya sekarang “Ayoo, Veera ! Bangun !” ujar Ranvi

Pagi itu Veera sedang menggiling lassi sambil diawasi oleh bibi Chaiji, namun cara Veera menggiling salah, bibi Chaiji mengkritik cara kerja Veera “Apakah ada seseorang yang menggiling lassi seperti itu ? Lakukan yang benar, Veera” tegur bibi Chaiji

“Lakukan secara perlahan lahan ! Jangan seperti itu !” Veera pun mulai menggilingnya secara perlahan lahan “Veera, jangan pelan sekali seperti itu, agak cepat sedikit” tegur bibi Chaiji “Bibi, kita kan punya mixer jadi kenapa kita pakai penggilingan kayu ini ?” pinta Veera dengan wajah memelas

“Penggilingan kayu itulah yang membuat bibimu ini ahli dalam membuat lassi” ujar bibi Chaiji, sementara itu di pinggir desa ada sebuah bis berhenti di desa Pritampura, dari dalam bis keluarlah Karan yang baru datang di desa Pritampura

Penulis : Sally Diandra

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *