by

Sinopsis Veera Hari Ini 29 Maret 2016

-Debroo-83 views

Debroo.com. Sinopsis Veera Hari Ini 29 Maret 2016. Pagi itu Veera sedang melakukan yoga di balkon dilantai atas, tepat pada saat itu beberapa pemuda yang sedang berada di balkon rumah tetangga menatap kearah Veera dengan tatapan yang menggairahkan begitu melihat tubuh Veera yang montok.

Sinopsis Veera Hari Ini
Sinopsis Veera Hari Ini

Ratan yang kebetulan saat itu sedang menjemur pakaian diatas balkon melihat gelagat tidak baik pada para pemuda tersebut, Ratan segera mengusir mereka, para pemuda itupun ketakutan dan langsung lari dari balkon rumah mereka, Ratan kemudian berbalik ke arah Veera

“Veera, ini sebuah desa bukan kota ! Apakah kamu tidak malu ? Kamu ini sudah besar sekarang” bentak Ratan, Ranvi yang rupanya mendengar ada ribut ribut diatas, segera menghampiri mereka “Ada apa ini ?” tanya Ranvi cemas, sementara itu Veera bukannya merasa bersalah atau sedih, Veera malah mencium pipi Ratan dengan penuh sayang, hal ini tentu saja mengejutkan Ratan,

Ranvi hanya tersenyum melihatnya, Veera juga tersenyum manis dan berkata “Ibu, tegurlah aku terus” Ratan merasa heran “Sudah, masuk ke kamarmu sana” Veera menuruti permintaan ibunya “Ibu, maafkan Veera, maafkan atas kesalahpahaman ini, aku tahu kalau sebenarnya ibu sangat peduli dengan Veera” ujar Ranvi

“Aku hanya melakukan yang benar yang harus aku lakukan, Ranvi ,,, dan aku akan melakukan hal yang sama pada siapapun” ujar Ratan kemudian berlalu dari sana, Ranvi hanya tersenyum melihat kepergian ibunya sambil berkata “Ibu, aku tahu kalau kamu sebenarnya sangat peduli pada Veera sama seperti ibu lainnya yang akan lebih memperhatikan anak gadisnya yang mulai dewasa” ujar Ranvi senang

Veera kemudian memasuki kamarnya sendiri dan melakukan yoga disana, bibi Chaiji menemuinya, Veera langsung menggoda bibi gendutnya ini “Lihat bibi ini sangat gendut, makanya berlatih yoga seperti aku” bibi Chaiji pura pura marah begitu mendengar ejekan Veera, sebagai permintaan maaf,

Veera kemudian memberikan MP3 yang dia beli untuk bibi gendutnya ini, bibi Chaiji sangat senang menerimanya, bibi Chaiji kemudian melakukan seperti yang biasa dilakukan oleh Veera dengan terus menerus bertanya tentang MP3 tersebut,

sementara Veera menjawabnya dengan perasaan kesal dan merasa terganggu sama seperti yang dilakukan oleh bibi Chaiji waktu Veera kecil yang terus menerus bertanya, mereka berdua kemudian tertawa terbahak bahak bersama sama dan saling berpelukan teringat masa masa indah dulu ketika Veera kecil

Tak lama kemudian teman teman Baldev mengunjungi rumah mereka untuk mengumpulkan sumbangan untuk Mata ki Chowki, saat itu Ratan sudah siap hendak memberikan sumbangan tapi Ranvi menolak, teman teman Baldev langsung mengancam Ranvi

“Berani benar kamu berkata tidak pada anak kepala desa ! Dia pasti akan sangat marah sama kamu, kamu akan tahu akibatnya nanti !” ancam teman teman Baldev, bibi Chaiji segera menyuruh mereka pergi, setelah teman teman Baldev pergi, Ranvi dan Ratan pun bersiap siap hendak pergi, Veera yang saat itu berada dibalkon melihat kunci motor Ranvi ditinggal di atas meja, Veera langsung mendapatkan sebuah ide

Siang itu Veera sedang mengendarai motor Ranvi menyusuri jalanan pedesaan, ketika Veera hendak menyeberang, dia melihat ada sebuah Shaminia (panggung) di pasang ditengah jalan, Veera mencoba mencari tahu siapa orangnya yang mendirikan panggung di tengah jalan ternyata tidak lain tidak bukan musuh di masa kecilnya,

Baldev “Baldev ! Kenapa kamu menghalang halangi jalan ? Panggungmu ini menghalangi jalan orang lain” ujar Veera geram sambil berdiri di depan panggung Baldev “Aku sedang melakukan tugas Tuhan dan kamu menyuruh aku berhenti ? Itu artinya kamu melakukan sebuah tindakan kesalahan, kamu harus minta maaf, Veera” ujar Baldev santai, Veera segera membalikkan meja yang berada di depan Baldev sambil berkata “Kalau kamu ingin merayakan perayaan Chowki, kamu seharusnya mendirikan panggung ini di halaman depan rumahmu !” ujar Veera kesal,

Namun orang orang yang berada disana malah mendukung Baldev dan tidak ada satupun yang mendukung Veera, hal itu tentu saja membuat Baldev menang “Veera, lebih baik kamu tidak usah ikut campur dengan urusanku karena kamu ini orang asing”

Veera sangat marah begitu mendengar ucapan Baldev “Asal kamu tahu saja, aku ini adalah Veera yang sama yang sering membuat kamu harus menghadapi banyak hukuman, sekarang aku telah berada disini, beri aku kesempatan maka aku akan memberikan kamu sebuah pelajaran karena aku pikir kamu ini masih seorang anak kecil !” balas Veera, kemudian Veera menantang Baldev,

Veera akan memastikan kalau panggung itu tidak akan bertahan lama disana, Veera segera berbalik menuju ke motornya tapi tiba tiba Veera dikejutkan oleh salah satu ban motornya yang hilang, rupanya salah satu teman Baldev yang mencopotnya dan memasangnya tergantung diatas panggung, Baldev dan semua teman temannya tertawa terpingkal pingkal, Veera benar benar geram dan kesal dengan kelakuan Baldev dan teman temannya,

Veera langsung mengancam Baldev “Baldev ! Kamu akan terima konsekwensinya nanti !” Baldev pun ikut ikutan marah ke Veera dan langsung menghentakkan kakinya sambil berdiri didepan Veera, Veera juga melakukan hal yang sama dengan menghentakkan kakinya dengan semangat yang sama

“Aku benar benar marah sama kamu, Baldev ! Lebih baik kamu tidak usah mengajak aku bertarung !” ujar Veera kemudian berlalu dari sana, salah seorang perempuan yang berada disana bertanya “Siapa gadis itu ?” yang lainnya menjawab “Dia itu adiknya Ranvi, Veera” perempuan itu pun terkejut karena sikap Veera benar benar bersebrangan dengan pribadi Ranvi yang mereka kenal selama ini

Sementara itu Ranvi sedang mengantar Ratan ke bank untuk mengajukan pinjaman tapi sayangnya pengajuan pinjaman mereka ditolak oleh pihak bank karena ladang mereka sudah digadaikan, Ranvi meminta kepada petugas bank untuk membantu mereka tapi Ratan mengajak Ranvi untuk segera pergi dari sana,

Ratan mengatakan pada Ranvi kalau mereka hanya akan tekor 25.000 rupee dari pinjaman uang dengan begitu mereka bisa menepiskan utang mereka dan mengajukan pinjaman hutang, jadi mereka tidak terburu waktu, tapi Ranvi merasa sedih karena dirinya sangat membutuhkan uang ini karena dengan begitu dia bisa membuat Veera mulai membangun pondasi sekolah mereka tepat pada hari ulang tahun ayahnya “Itu semuanya memang bagus, Ranvi ,,, tapi tidak semua hal bisa berjalan sesuai rencana yang sudah kamu susun selama ini” Ratan berharap Ranvi bisa mengerti

Di rumah Balwant, Balwant sedang berdiri di koridor rumahnya sedang menunggu istrinya, Bansuri yang sedang berdandan, Balwant bergumam “Bansuri, kamu telah membesarkan anak anakmu, sebelumnya kamu membutuhkan waktu yang lebih lama untuk berdandan karena kamu mulai terlihat tua seperti seekor kuda yang tua” gumam Balwant, di lain sisi Bansuri sedang mengusapkan maskara hitam untuk menutupi rambutnya yang beruban “Beruntungnya aku, aku adalah seseorang yang tidak pernah tua meskipun anak anakku sudah tumbuh dewasa sekarang” Bansuri memuji dirinya sendiri,

Sementara itu di ruang tamu rumah tuan Balwant, dari balik pintu tiba tiba terdengar suara “Haruskah aku bilang pada bibi Bansuri kalau paman menyebutnya seperti seekor kuda yang tua ?” Balwant terkejut ketika mendengar suara itu dan dilihatnya Veera berdiri disana,

Balwant langsung menyambutnya dan memintanya masuk ke dalam “Waaah ,,, harimau betinaku yang pemberani sudah tumbuh sangat besar sekarang” puji Balwant senang kemudian mereka berdua saling berpelukan “Veera, kalau kamu datang agak awal tadi, kamu akan bisa bertemu dengan Gunjan tapi sekarang dia sudah pergi, tapi itu tidak menjadi masalah, kamu harus bertemu dengan Baldev” ujar Balwant senang “Yaaa iyaa sejak aku datang disini, aku sudah bertengkar dengannya, paman” Balwant tertegun dengan segudang pertanyaan.

Kemudian Veera menceritakan tentang Baldev pada Balwant yang telah mendirikan sebuah panggung ditengah jalan “Apakah dia tidak bisa mendirikannya ditempat lain didesa ini ? Kan ada banyak lahan kosong, paman” saat itu Bansuri turun dari lantai atas,

mukanya mulai menunjukkan kemarahan karena begitu mendengarkan pembicaraan Veera dan Balwant tentang keluhan Veera yang melawan Baldev “Paman, aku tahu kenapa tidak ada satupun yang mengeluh tentang Baldev, ada dua alasan untuk itu, yang pertama karena dia itu anaknya kepala desa dan yang kedua Baldev dan teman temannya selalu menguasai semua orang” ujar Veera santai

“Paman, apakah Baldev boleh mendirikan panggung di sembarang tempat atau tidak ?” ketika Balwant mencoba mengatakan sesuatu ke Veera, Bansuri segera memberikan kode dengan bahasa tubuhnya untuk mengatakan tidak, Balwant pun menuruti ucapan Bansuri “Tentu saja tidak, Veera ,,, jika dia berani untuk mendirikan panggung disembarang tempat, ketidaksenangan beberapa orang bisa saja timbul jadi lebih baik mereka meninggalkan semuanya disana” ujar Balwant

Sementara itu Ratan dan Ranvi sedang membeli sayuran, tiba tiba ada sebuah pengumuman dari mikrofon “Baldev, anak kepala desa telah mengatur sebuah perayaan Mata ki Chowki seperti tahun tahun yang lalu dan seluruh warga desa harus menghadirinya, bagi mereka yang tidak menghadirinya akan disebut sebagai pendosa atas diri mereka sendiri“ ujar teman Baldev

“Itu adalah keinginan mereka sendiri jika mereka mau datang atau tidak, kenapa dia melakukan hal ini ?” ujar Ratan geram begitu mendengar pengumuman tersebut “Biarkan saja, bu ,,, sekarang kita harus ke pergi pasar, untuk membeli kopi bubuk untuk Veera, dia telah kehilangan kebiasaan meminum teh dan biasanya seseorang yang teratur minum minuman seperti itu akan terkena sakit kepala jika mereka tidak meminumnya dalam sehari, jadi cepat kita pergi, bu” pinta Ranvi terburu buru

Sementara itu, dekorasi untuk perayaan Chowki masih berlangsung, Baldev datang untuk melihat persiapannya, tiba tiba Baldev membentak pada semua pekerja dan memerintah teman temannya “Hari ini tuan Surjeet Singh adalah tamu kehormatan kita jadi seharusnya tidak boleh ada kesalahan, dia adalah anak tangga untuk mencapai langit impianku” ujar Baldev lantang,

saat itu ada seorang laki laki yang ingin menyebrang jalan tersebut namun Baldev segera mengusirnya dari sana, Veera melihatnya dari kejauhan dan merasa kasihan pada orang itu “Aku harus memberikan sebuah pelajaran pada Baldev” ujar Veera sambil tersenyum dan memikirkan sesuatu,

Veera memutuskan kalau dirinya harus segera mengakhiri semua ini “Tidak ada seorangpun disini yang benar benar mempunyai sebuah ide untuk mengatasi masalah ini” bathin Veera dalam hati kemudian Veera mengambil ponselnya untuk menelfonnya tapi gengsinya sangat tinggi dan berkata “Kenapa aku harus menelfonnya duluan ? Biarkan saja !” bathin Veera kesal, tepat pada saat itu ponselnya berdering dan walaa ,,, ternyata benar yang menelfonnya adalah Karan,

laki laki yang dipikirkannya selama ini, Veera membiarkan ponselnya terus berdering hingga mati kemudian Karan menelfon kembali, akhirnya Veera mengangkat ponselnya dan mereka berdua mulai ngobrol via ponsel, setelah mereka berdua selesai ngobrol,

Veera menceritakan tentang Baldev “Kamu biasanya bisa memecahkan semua masalah” ujar Karan diujung telfon, saat itu Baldev sedang mencoba mikrofon, tiba tiba Veera mendapatkan sebuah ide “Terima kasih, Karan ,,, I love u” ujar Veera sambil menggigit bibirnya karena keceplosan ngomong “Maksudku ,,, I hate u” saat itu juga Karan memutuskan telfonnya, kemudian Veera memencet tombol ponselnya dan berkata “Hallo, kakak Balbeer” ujar Veera

Ranvi sedang berada di toko dan meminta pada penjual toko untuk menyiapkan kopi bubuknya “Ranvi, kopinya sudah tidak ada lagi sekarang, aku sudah tidak menjualnya sejak tidak ada seorangpun di desa ini yang meminum kopi, kamu bisa membelinya di toko yang berada dijalan raya sana” ujar si penjual toko,

Ranvi kemudian meminta ibunya untuk pergi duluan “Lebih baik ibu pulanglah dulu, aku mempunyai beberapa pekerjaan yang harus aku kerjakan” Ratan tahu kalau Ranvi bohong padanya “Untuk pertama kalinya kamu berbohong pada ibumu ini demi Veera ?” tanya Ratan kesal “Ibu, mengertilah, Veera hanya meminta sesuatu hal yang sepele jadi aku harus bisa memberikan padanya” ujar Ranvi cemas

Di tempat Veera, Veera sedang memperbaiki motornya “Veera, apa yang kamu lakukan disini ? Pergi dan bersiaplah, kita akan menghadiri perayaan Chowki di panggung” ujar bibi Chaiji “Iyaa iya, bibi ,,, aku pasti datang tapi aku mau menunggu kakak dulu” ujar Veera “Dia pasti akan segera datang, kamu bersiaplah saja” pinta bibi Chaiji,

Akhirnya Veera dan keluarganya sampai juga di panggung dan menundukkan kepala mereka didepan para dewa, Baldev tersenyum licik ke arah Veera, Veera kemudian mengikat Mata ki chunri dengan erat di kepalanya sebagai tanda dirinya menantang Baldev,

tak lama kemudian suara klakson sebuah mobil jeep nampak terdengar, Surjeet Singh dan Bakhtawar datang dengan penuh gaya, Baldev dan teman temannya menyambut tamu agungnya ini dengan kalung rangkaian bunga, Baldev memuji Surjeet Singh setinggi langit

“Tuan Surjeet, berkat anda, jantung 10 desa disekitar kita mulai terbakar, karena kedatangan anda atmosfir disini menjadi sangat mulia” puji Baldev bangga, Veera berfikir “Wajahmu tidak akan berseri seri lagui seperti ini untuk waktu yang cukup lama,Baldev ,,, lihat saja apa yang akan aku lakukan !” saat itu Balbeer dan salah seorang temannya melihat mereka dari balik tirai

Tak lama kemudian, ketika Surjeet hendak pergi, Ratan mencoba mencegahnya dan berkata “Tuan Surjeet, kami hampir saja mengumpulkan kekurangan jumlah hutang kami untuk kamu berikut dengan bunganya sekitar 25.000 dan itu akan dibayarkan selama 10 tahun mulai bulan depan” ujar Ratan geram

“Nyonya Ratan, rasanya ini bukan tempat yang tepat untuk membicarakan persoalan uang, sebelumnya pertama kali kamu harus mengurusi keuanganmu itu dulu baru bicara denganku” Veera mendengarkan semua pembicaraan mereka dan dia menjadi sangat tegang dan gelisah, bibi Chaiji kemudian mengatakn padanya “Mereka harus menjaminkan ladang untuk beberapa permintaan dan kamu tidak perlu sangat mengkhawatirkannya, Veera” hibur bibi Chaiji

Demikian Sinopsis Veera ANTV hari ini.

Penulis : Sally Diandra

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *