by

Sinopsis Veera ANTV Hari Ini – Kelulusan Veera

-Debroo-65 views

Debroo.com. Sinopsis Veera ANTV Hari Ini – Kelulusan Veera. Di kota Dehli, Veera dan Karan sedang berjalan jalan di pasar “Veera, kamu bilang kamu kesini untuk suatu tugas yang penting, tapi nyatanya kamu kesini hanya untuk berbelanja” ujar Karan kesal

Sinopsis Veera ANTV Hari Ini - Kelulusan Veera
Sinopsis Veera ANTV Hari Ini – Kelulusan Veera

“Coba kamu cek pemasangan nama pada sweater ini, lihat ini ! Penulisan namanya salah !” ujar Veera sambil menunjukkan sebuah sweater hitam yang dibelinya untuk kakaknya, Raanvi,

kemudian Veera menunjukkan sweater itu pada petugas toko dan memintanya agar mengganti namanya, setelah semuanya selesai, Veera dan Karan keluar dari toko tersebut “Veera, apakah kamu ingin belanja lagi ?” tanya Karan, kemudian mereka berdua menikmati ice cream malam itu

Keesokan harinya, Ranvi pergi ke kota Dehli dengan menggunakan bis, saat itu Ranvi duduk diatas bis bersama para penumpang yang lain, Ranvi mencoba mengajak ngobrol orang orang yang ditemuinya diatas bis itu “Saat ini Veera, adikku sudah kelas 3 SMA dan sekarang dia telah lulus sekolah, itulah mengapa aku akan mengajaknya pulang ke rumah” orang orang itu hanya mendengarkan ucapan Ranvi

“Aku membawanya pulang untuk meningkatkan desa kami” ujar Ranvi bangga, sementara itu Veera menemui teman temannya yang sedang melihat lihat pameran universitas terkemuka, teman teman Veera menggoda Veera kalau saat ini dekat dengan Karan

Pada saat yang bersamaan, Ranvi sudah sampai di kota Dehli, ketika mereka turun, ternyata ada seekor domba yang tidak bertuan, ketika Ranvi bertanya pada semua orang tentang domba tersebut, mereka malah tidak tahu siapa pemilik domba ini, mereka malah menolaknya, Ranvi mencoba mengajak domba itu bicara

“Bagaimana bisa aku membawa kamu ke sekolah Veera dan Gurudwara ?” ujar Ranvi heran, ketika Ranvi memanggul domba itu di atas lehernya, tiba tiba baju kurtha Ranvi sobek, salah seorang laki laki yang ada disana mengingatkan Ranvi kalau baju kurthanya robek, orang itu lalu menyuruh Ranvi untuk pergi ke penjahit,

Ranvi segera pergi ke penjahit dan Ranvi mendengar kalau ada seorang gadis yang lupa mengambil baju wisudanya, Ranvi segera menanyakannya dan ketika orang itu mereka reka namanya “Veee ,,, Veee” Ranvi langsung menyahut “Veera !” ujar Ranvi “Iyaa Veera ! Benar !” ujar penjahit itu ketika Ranvi menyebut nama Veera

Sementara itu di sekolah, Veera merasa bersalah karena dia lupa dengan pakaian wisudanya, sedangkan ditempat Ranvi, Ranvi meminta agar penjahit itu membawa domba yang bersamanya tapi penjahit itu menolak karena dirinya akan berdoa, di tempat Veera, Veera memohon pada kepala sekolah untuk mengijinkannya untuk ikut wisuda tanpa pakaian wisudanya, namun kepala sekolah tidak mengijinkannya meskipun Veera terus menerus memohon,

Saat itu Ranvi berlari menuju ke sekolah Veera sambil memanggul domba tersebut ditengkuknya Ketika kepala sekolah sudah pergi meninggalkan Veera, Veera merasa tidak berdaya namun tak lama kemudian Ranvi sudah tiba di sekolah Veera

“Veera !” Veera langsung menoleh ke arah suara tersebut dan dilihatnya kakaknya sedang berdiri disana, Veera sangat senang dan segera berlari lalu memeluk kakaknya erat “Veera, apakah acara wisudamu sudah dimulai ? Pergi dan bersiaplah ! Aku tahu kalau kamu tidak diijinkan untuk mengikuti acara itu tanpa baju wisudamu kan ?” ujar Ranvi sambil menunjukkan baju wisuda Veera,

Veera sangat senang karena kakaknya kembali menjadi dewa penolong bagi dirinya dan itu artinya Veera bisa wisuda hari ini “Veera, apakah ada temanmu yang mempunyai baju seukuran denganku ? Karena lihat baju kurtaku robek” ujar Ranvi cemas

Sementara itu di desa Pritampura, bibi Moti Chaiji sedang berdoa pada Tuhan “Yaa Tuhan, aku mohon bantulah kedua anak anakku, agar mereka bisa hidup tenang dan damai di dunia ini” doa bibi Moti Chaiji, kemudian Ratan dan bibi Moti ngobrol berdua

“Ratan, beberapa tahun ini rasanya sudah kita lalui dengan cepat, aku mempunyai sesuatu yang cocok untuk Veera, apakah kamu mempunyai sesuatu untuknya juga ?” tanya bibi Moti “Kakak, Veera dan perbedaanku menjadi semakin lebar saat ini” ujar Ratan “Ratan, aku mohon lakukan semua itu demi Ranvi” pinta bibi Moti Chaiji

Veera memasuki ruang ganti untuk berdandan, saat itu teman teman Veera sudah menunggu disana, teman sekamar Veera memberikan gaun Veera dan barang penting lainnya “Veera, aku sangat bersemangat sekali untuk bertemu dengan kakak kamu” ujar salah satu teman Veera

“Bukankah kamu akan mempertemukan kakakmu dengan Karan ?” tanya teman Veera yang lain “Aku ingin Karan dan kakakku menjadi teman yang baik” ujar Veera, teman teman Veera semua menggodanya sambil berdandan didepan kaca rias “Heiii ,,, kalian semua jangan berani beraninya main mata sama kakakku ya ! Karena aku pasti akan membunuh kalian” teman teman Veera hanya tertawa geli mendengar ucapan Veera

Sementara itu Ranvi sedang menunggu dalam barisan di dalam kamar mandi, saat itu semua anak anak yang akan diwisuda hari itu pada berbaris di dalam kamar mandi menunggu giliran mereka, saat giliran Ranvi memasuki kamar mandi ternyata diserobot oleh Karan yang langsung masuk ke dalam kamar mandi,

Ranvi terjatuh dan hanya bisa geleng geleng kepala, tak lama kemudian ketika Ranvi bertemu Veera lagi, Veera melihat luka Ranvi, Veera merasa khawatir dan langsung mengajaknya ke ruang medis agar luka Ranvi diobati disana, Veera memberikan pengobatan untuk Ranvi “Ayoo cepatlah, Veera ,,, nanti kita akan terlambat, aku tidak apa apa” ujar Ranvi cemas

Di aula pertemuan tempat berlangsungnya wisuda, pembawa acara menyebutkan nama nama murid yang lulus dengan nilai terbaik berikut prestasinya, tiba tiba Veera menyuruh Karan “Karan, coba kamu cek kakakku, apakah dia sudah siap atau belum ?”

namun saat itu pembawa acara menyebut nama Veera sebagai murid yang memiliki inovasi terbaik di sekolah mereka, semua orang yang hadir di aula itu bertepuk tangan untuk Veera, Veera pun turun ke bawah dan naik keatas panggung sambil mencari cari kakaknya, Ranvi yang belum kelihatan batang hidungnya, tepat pada saat itu Ranvi masuk ke dalam aula tersebut dengan mengenakan sweater yang dibeli Veera kemarin yang ada tulisan Ranvi dipunggungnya,

Veera sangat senang ketika melihat Ranvi sudah datang dan ketika kepala sekolah hendak memberikan piala itu untuk Veera, Veera menolaknya “Maaf, pak ,,, aku tidak bisa menerima piala ini dari anda, anda datang kesini hanya untuk memberikan piala ini bukan tapi aku ingin menerima piala ini dari ibuku” ujar Veera,

kemudian Veera menoleh ke arah Ranvi yang saat itu masih berdiri sambil menatapnya dengan bangga “Kakak, kemarilah dan berikan piala ini untukku, jika kamu tidak turun kesini maka aku tidak akan menerima piala ini” akhirnya Ranvi menuruti permintaan Veera dengan turun ke bawah menuju ke panggung, begitu diatas panggung, Karan dan Arjun kaget karena ternyata laki laki yang terobosnya di kamar mandi tadi adalah kakak Veera, Karan berusaha menyembunyikan dirinya

Veera memberikan pidatonya “Aku tahu kalau kalian semua akan tertawa geli tapi bagaimanapun juga kakakku ini adalah ibu yang sangat berharga untukku” kepala sekolah sangat menghargai ucapan Veera dan menyambut Ranvi untuk datang ke atas panggung lalu meminta Ranvi untuk memberikan sepatah dua patah kata untuk adiknya ini, dengan malu malu Ranvi berkata

“Veera adalah berlian kami dan dia sangat cerdas, aku tahu kalau Veera telah belajar sangat giat dan dia satu satunya yang bisa lulus dengan nilai terbaik dalam ujiannya, Veera sangat berharga untuk desa kami, desa Pritampura” kemudian Ranvi menerima piala itu dari kepala sekolah dan memberikannya pada Veera, Veera sangat senang menerimanya, semua orang bertepuk tangan untuk Ranvi dan Veera

Setelah acara wisuda sudah selesai, Veera mengenalkan Ranvi pada teman temannya, Ranvi sangat malu karena dikelilingi oleh cewek cewek cantik disekitarnya, kemudian salah seorang penjaga sekolah menghampiri Ranvi dan memberikan dombanya,

lalu teman teman Veera satu persatu minta foto bareng Ranvi, kesempatan ini dimanfaatkan Veera untuk mencegat Karan yang kebetulan lewat tempat mereka, Veera ingin Karan kenalan dengan Ranvi namun Karan menolaknya karena Karan teringat pada insiden kamar mandi tadi pagi, Veera merasa heran

Teman teman Veera sedang sibuk memotret diri mereka satu per satu bersama Ranvi, Veera langsung mengambil kesempatan ini dengan menemui Karan, Veera ingin mengenalkan Karan pada Ranvi namun Karan menolak bertemu dengan Ranvi dan memberitahukan pada Veera tentang insiden yang terjadi diantara mereka berdua di kamar mandi,
Veera sangat marah begitu mengetahui kalau Karanlah yang menyebabkan Ranvi terluka, Karan meminta maaf pada Veera atas apa yang telah dia perbuat pada Ranvi “Veera, aku minta maaf, aku melakukannya dengan tidak sengaja” Veera benar benar sedih “Aku akan menemui kamu sebelum aku pulang ke kampungku” saat itu Ranvi melihat Veera bersama Karan dari kejauhan, Ranvi kemudian mencari kemana mana, tiba tiba Veera muncul disebelahnya dan mereka pun berfoto bersama
Di desa Pritampura, di rumah Ratan, Ratan sedang membeli anting anting emas untuk Veera sebagai gantinya Ratan membayarnya dengan gelang emasnya, bibi Chaiji yang melihatnya, memuji pilihan Ratan, ketika Ratan meninggalkan tempat itu, bibi Chaiji berterima kasih pada Tuhan
“Ya Tuhan, terima kasih untuk hubungan yang telah kamu bangun diantara Ratan dan Veera, aku sangat berharap ikatan ini akan menjadi semakin kuat dan kuat dengan berlalunya waktu” doa bibi Chaiji Ranvi dan Veera sudah bersiap meninggalkan asrama sekolah, Veera merasa heran bagaimana caranya dirinya bisa bertemu dengan Karan “Kakak, sebentar aku mau ketemu dengan profesorku dulu ya” Veera bergegas meninggalkan Ranvi dan menemui Karan sambil meminta maaf pada Tuhan kalau dirinya telah berbohong pada kakaknya,
Saat itu Karan sedang mengemasi barang barangnya dan Veera menghampirinya untuk mengucapkan selamat tinggal, mereka berdua kembali bertengkar kemudian mengucapkan selamat tinggal satu sama lain, Karan memberikan sebuah software pelacak ponsel sebagai hadiahnya, kemudian mereka berpelukan erat, lalu Veera pergi meninggalkan Karan namun langkah kakinya terasa berat, Veera merasa heran dan bertanya tanya mengapa dirinya merasa sedih untuk mengucapkan selamat tinggal ke Karan, sesaat Veera berhenti sambil menengok ke belakang dan melihat ke arah Karan namun kemudian Veera bergegas meninggalkan Karan
 Penulis : Sally Diandra
Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *