by

Sinopsis Episode Veera Dewasa – Veera dan Ranvi akan bersama Lagi

-Debroo-137 views

Debroo.com. Sinopsis Episode Veera Dewasa – Veera dan Ranvi akan bersama Lagi. Setelah 10 tahun Veera melanjutkan sekolah di Kota Delhi, Cerita Veera Dewasa di mulai saat Ranvi dan Veera sudah tumbuh dewasa.

Sinopsis Episode Veera Dewasa
Sinopsis Episode Veera Dewasa

Saat itu ada dua orang anak kecil laki laki dan perempuan yang kebetulan mobilnya berhenti di pinggir jalan “Ayah, sampai kapan mobil kita akan diperbaiki ?” tanya si anak “Tenang sayang, sebentar lagi ,,, kalau sudah beres semuanya maka kita akan segera pergi dari sini” ujar sang ayah,

saat itu anak yang perempuan melihat sebuah tanda yang tertancap disana, anak perempuan itu langsung memanggil kakaknya yang laki laki “Ada apa ?” tanya sang kakak sambil menghampiri adiknya “Lihat, kak ! Pada tanda itu ! Ranveraapura tertulis diatas nama desa Pritampura, apa maksudnya, kak ?”

anak laki laki itu hanya menggeleng, tepat saat itu ayah mereka memanggil mereka untuk masuk ke dalam mobil karena mobilnya telah selesai di perbaiki, mereka pun berlalu dari tempat tersebut dimana ada tanda batas desa Pritampura

Sementara itu di tempat yang lain, di Gurudwara, semua orang sedang membaca surat dari Ranvi yang ditulisnya untuk Tuhan, semua orang mengatakan ini Ranvinya Veera, dia itu sangat lugu dan penuh kasih sayang,

masih di tempat Gurudwara, Ranvi yang telah tumbuh dewasa bekerja membersihkan sepatu sepatu para pengunjung disana, saat itu Ranvi sedang berdiri dan berdoa pada Tuhan, setelah selesai, ketika ada seorang pria datang, Ranvi menawarkan pada orang itu untuk membersihkan sepatunya sebelum dia masuk ke dalam Gurudwara

“Aku tidak pernah melihat ada orang yang saling membantu satu sama lain” Ranvi hanya tersenyum mendengar ucapan pria tersebut dan berkata “Aku tidak cukup melakukan semua ini untuk Tuhan, dia telah memberikan aku kebahagiaan dalam hidupku dan juga adikku, Veera” ujar Ranvi senang “Lalu dimana Veeramu itu ?” tanya pria itu penasaran

“Dia masih ada di kota Delhi tapi dia akan segera kembali” ujar Ranvi dengan senyum manisnya “Baiklah, aku akan berdoa untuk kebahagiaanmu, Ranvi” Ranvi segera menyela “Jangan ! Jangan berdoa untuk aku, jika kamu ingin berdoa untuk seseorang maka berdoalah untuk adikku, Veera ,,, dia itu harus selalu bahagia, jika kamu masih ingin berdoa untukku maka berdoalah sehingga aku bisa membuat Veera selalu bahagia” pria itu hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Ranvi kemudian berlalu dari sana

Pada saat yang sama di desa Pritampura, di rumah Ratan, Ratan sedang memperbaiki traktornya, saat itu bibi Moti Chaiji bertanya tentang seprei mana yang akan dikenakan untuk tempat tidur, tak lama kemudian Ranvi datang menemui mereka sambil memberikan prasad untuk ibunya dan bibi gendutnya

“Ibu, aku telah mengerjakan semua pekerjaan” ujar Ranvi “Kakak, lihat anakmu secara diam diam dia itu telah tumbuh dewasa” ujar Ratan, kemudian mereka berdua berpelukkan, bibi Moti Chaiji menatapnya penuh haru

Di tempat Balbeer, sahabat Ranvi, Balbeer sedang mengadakan transaksi jual beli gandumnya dengan beberapa orang namun Balbeer menolak untuk menjualnya karena harganya belum cocok, tak lama kemudian Ranvi datang menemuinya sambil mengemudikan traktornya,

Ranvi melihat kalau ada sedikit masalah pada sahabatnya itu, bergegas Ranvi segera turun dari traktornya dan membuat Balbeer mengerti “Balbeer, dewasalah ! Kita akan mendapatkannya kemudian tapi pembicaraan memang lebih penting” ujar Ranvi

“Baiklah ! Tuan, silahkan ambil gandummu” Balbeer menyetujui saran Ranvi, ketika Ranvi hendak menaiki traktornya kembali, tiba tiba seorang laki laki buta yang sedang duduk santai di bawah pohon berkata padanya “Ini pasti anaknya Sampooran Singh !”

Ranvi kaget dan bertanya “Tuan, darimana kamu tahu kalau aku adalah anaknya Sampooran Singh ?” tanya Ranvi heran, sambil tertawa kecil, laki laki buta itu kembali berkata “Hanya pembicaraan seperti ini yang dilakukan oleh Sampooran” tak lama kemudian Ranvi meninggalkan laki laki buta itu

Saat itu Ranvi sedang membuat papan nama Krashi Vidhyalaya, Ratan datang menemuinya dan bertanya “Ranvi, apa yang kamu kerjakan disini ?” tanya Ratan heran “Sekarang saatnya untuk menjemput Veera kembali pulang ke desa kita, ibu ,,, dan dia akan memenuhi semua impian ayah” ujar Ranvi

“Paling tidak pulanglah ke rumah dulu, Ranvi ,,, untuk makan malam bersama” pinta Ratan “Aku tidak lapar, ibu ,,, aku sangat bersemangat sekali untuk bertemu dengan Veera” ujar Ranvi

Sementara itu pada malam hari di asrama sekolah anak laki laki, Veera terlihat sedang memperhatikan situasi disana, Veera melihat anak laki laki yang sedang bermain basket, Veera berada diluar dinding pembatas asrama anak laki laki, tak lama kemudian sebuah ledakan kecil terjadi dari mercon yang dilempar oleh Veera,

Veera segera memanfaatkan kesempatan ini untuk masuk ke dalam asrama anak laki laki tersebut, sementara salah satu penjaga datang “Siapa yang melakukan ini ?” beberapa anak laki laki yang bermain basket merasa bingung, sedangkan Veera sudah berlari kedalam asrama tanpa sepengetahuan mereka, di dalam asrama Veera bertabrakan dengan salah satu anak laki laki yang lain

“Veera ? Kamu ? Apa yang kamu lakukan di asrama anak laki laki ?” tanya anak laki laki itu heran “Arjun ! Dimana Karan ?” tanya Veera pada anak itu “Di tempat biasa diatas !’ ujar Arjun, Veera segera berlari lagi menuju ke tempat Karan, begitu Veera sampai di lantai paling atas,

Saat itu Karan sedang berlatih membidik dengan anak panahnya “Ooo jadi karena kamu telah kehilangan satu pertandinganmu maka kamu akan berlatih sepanjang malam ?” tanya Veera, Karan hanya diam dan terus membidik “Karan, kembalikan ponselku ! Kata temanmu kamu mengambil ponselku ketika aku lupa meninggalkannya di kelas” pinta Veera

“Kalau ingin mendapatkan ponsel itu, kamu harus membayar dulu, Veera ,,, jika kamu tidak bisa maka katakan pada kakakmu besok, sekarang letakkan apel itu di atas kepalamu, aku akan membidiknya” ujar Karan “Baiklah, sekarang segera bidik apel ini !” ujar Veera sambil meletakkan buah apel itu diatas kepalanya dan berdiri didepan target bidikan Karan

Di asrama sekolah anak laki laki, di lantai paling atas, Karan sudah siap membidik apel yang berada di atas kepala Veera, sementara Veera terlihat santai, tidak ada ketegangan sedikitpun kalau seandainya panah itu meleset mengenai tubuhnya, tak lama kemudian Karan melesatkan anak panahnya tepat pada apel yang terdapat di kepala Veera, Karan sangat puas dan sebagai imbalannya, Karan mengembalikan ponsel Veera yang diambilnya, lalu Veera turun menuju ke asramanya sendiri

Veera menelfon Ranvi, mereka berdua ngobrol ditelfon, saat itu Veera masih berada di lingkungan asrama anak laki laki, sambil menelfon kakaknya, Veera tetap waspada siapa tahu ketahuan anak laki laki lain atau penjaga namun tanpa Veera sadari,

Veera tertangkap basah oleh sang penjaga asrama, penjaga tersebut berusaha untuk menangkap Veera namun Veera dengan cepat berkelit dan berlari agar tidak tertangkap oleh penjaga, hingga akhirnya penjaga itu jatuh terjerembab, Veera yang merasa kasihan lalu membantu sang penjaga untuk berdiri,

akhirnya penjaga itu bukannya menghukum Veera karena perbuatannya menyelinap ke asrama anak laki laki tapi malah menyuruh Veera pergi dan kembali ke asrama anak perempuan, Veera sangat senang dan berterima kasih pada sang penjaga

Di desa Pritampura, Ranvi telah mengelola ladangnya dengan baik yang saat itu sudah berpindah tangan ke Surjeet Singh, Ranvi berjanji pada Surjeet Singh kalau Ranvi sangat percaya diri dan yakin kalau mereka akan mendapatkan tanahnya kembali karena Veera pasti akan memenuhi impiannya.

Namun sayangnya Veera mempunyai mimpinya sendiri untuk pergi ke luar negeri dan menetap disana bersama keluarga besarnya dan menjelajahi berbagai negara

Keesokan harinya, Veera pergi ke pasar untuk mengambil baju wisudanya di penjahit, sementara Dalbeer, sahabat Ranvi tidak bisa mendapatkan sesuatu yang bisa dibuatnya untuk Veera maka Ranvi mulai memasak sendiri karena ibunya pasti tidak akan memasak namun begitu melihat perjuangan Ranvi yang begitu besar dengan kepulangan Veera kali ini, akhirnya Ratan memasakan makanan untuk Veera,

Sedangkan Veera sedang berada di sebuah mall bersama Karan, Veera bertanya pada Karan apakah gaun yang dipilihnya itu cocok untuk ibunya atau tidak tapi Karan tidak menggubris pertanyaan Veera karena Karan sedang sibuk ngobrol dengan seseorang melalui telfonnya, Veera merasa kesal, kemudian mereka berdua pun bertengkar satu sama lain

Penulis : Sally Diandra

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *