by

Sinopsis Uttaran Episode 183 Tayang di ANTV 22 Maret 2016

-Debroo-89 views

Debroo.com. Sinopsis Uttaran Episode 182 Tayang di ANTV 22 Maret 2016. Di Rumah bundella, Damini masih menasehati Ichcha atas kejadian kemarin dan mengatakan “Memang Naluriah seorang Wanita memiliki perasaan batin keibuan dengan anak anak tapi apa yang sudah kau lakukan ini tidak benar Ichcha, Ini adalah kesalahan yang besar jika yang berada diposisi Veer sekarang adalah Tuan Rathore maka mungkin dia tidak akan memaafkanmu, tapi Veer dia memaafkanmu” Ichcha menyadari kesalahannya.

Uttaran di Indonesia
Uttaran di Indonesia

Sementara itu, di Kediaman Rathore. Nenek mengingat kata-kata Divya dan Jogi yang menyalahkan dirinya atas semua yang terjadi pada Tapasya , lalu Nenek berfikir dia harus berbicara kepada Rathore, namun Nenek mengatakan dia harus berbicara kepada Tapasya dulu dan memintanya berbicara baik baik dengan Rathore,

Tapasya mengatakan kepada Nenek apakah aku yang salah atau Rathore? Mengapa harus aku yang berbicara lebih dulu? Nenek menjawab bukan seperti itu sayang tapi kau adalah seorang Istri jadi kau harus berbicara lebih dulu dengan suamimu

Ichcha sedang berada di dapur dan mempersiapkan makanan , Mai datang lalu menanyakan untuk siapa kau mempersiapkan makanan ini? Semua orang tidak ada yang perduli padaku mereka hanya menjaga jarak dan menjauh seperti apa yang sudah kau lakukan dengan pergi tiba tiba hampir setiap hari tanpa memberitahukan kepadaku, Bawa Kanha dan katakan kepada Veer mulai sekarang berikan saja perhatiannya padamu dan anak anakmu serta jangan perdulikan keluarganya lagi, Ichcha sedih mendengar kata-kata Mai

Jogi menanyakan kepada Divya apakah kau marah kepadaku karena aku membawa Damini ke rumah ini dan kau tidak setuju? Divya mengatakan aku tidak marah kepada siapapun dan aku tidak seburuk itu dengan menyuruh Damini pergi dari rumahku disaat dia tidak memiliki rumah/ tempat tinggal, Jogi berkata Maafkan aku, akhirnya Jogi dan Divya sudah kembali berbaikan , Tapasya yang berada di rumah Jogi mendengar semua percakapan mereka

Sinopsis Uttaran Episode 183 Tayang di ANTV 22 Maret 2016. Tapasya berkata jika ayah dan Ibuku bisa seperti itu, mereka bisa berbicara satu sama lain dan menyelesaikan permasalahan mereka lalu mengapa aku tidak bisa? Tapasya menyadari ternyata yang aku lakukan memang salah karena ini bisa mengancam nama baik Rathore, Tapasya mengatakan memang tidak salah jika Rathore marah kepadaku, Tapasya lalu memutuskan dia akan berbicara baik baik kepada Rathore

Ichcha memikirikan kata-kata Mai dan menyadari kesalahannya Ichcha berkata wajar jika Mai marah kepadaku karena aku juga memiliki tanggung jawab di rumah ini dan tidak seharusnya aku meninggalkannya, Ichcha lalu memikirkan bagaimana caranya untuk membuat semua orang kembali bahagia .

Mai dan Baba sedang duduk bersama di taman , Mai terlihat sedih dan Baba menanyakan apakah yang sedang di fikirkan Mai, Mai mengatakan Aku memimpikan Vansh datang ke dalam mimpiku dan dia ingin menyampaikan sesuatu kepadaku,

Ichcha dan Paman Kassa sedang berada di dapur , Ichcha memasak dan tiba tiba Kanha datang berlari ke dapur, Maiya Maiya / Ibu Ibu , Ichcha melihat Kanha datang sambil meminta Paman Kassa memberikannya sayur , Kanha mengatakan aku lapar tapi aku tidak mau memakan sayur karena aku tidak menyukainya, Ichcha tersenyum dan memperlihatkan Laghta kepada Kanha, Ichcha lalu menyuapi Kanha dan mengatakan ini sangat penting untuk mu

Di malam harinya, Veer mengajak Ichcha ke taman, disana sudah ada 2 kursi duduk, Ichcha menanyakan apa yang kita lakukan disini namun Veer mengajaknya ke kursi dan menyuruhnya duduk,

Ichcha tersenyum sambil melihat suasana taman , Veer mulai bertingkah manis dan melihat ke arah Ichcha, Veer mengatakan Kau tau betapa pentingnya dirimu untukku? Ichcha melihat Veer, Veer melanjutkan perkataanya kau adalah segalanya bagiku, Kau adalah hidupku, Nafasku, Cintaku.

Ichcha berkata lalu apakah kau suka melihatku menangis? Veer tersenyum dan menjawab jika menangispun kau tetap terlihat cantik, Ichcha merajuk ekspresi wajahnya berubah karena Veer meledeknya lalu memalingkan wajahnya, Veer tertawa namun langsung memegang pipi Ichcha sambil berkata dengan lembut ayo tersenyum, Ichcha masih merajuk dan berkata tidak ! .

Veer merayunya , sedikit saja tersenyumlah, Ichcha menjawab hanya sedikit saja? Veer menganggukkan kepalanya, Ichcha lalu tersenyum simpul, Veer berkata lebih lebar lagi. Ichcha melebarkan senyumnya, Veer lalu mencubit gemas pipi Ichcha dan berkata kau sangat manis dan kemudian mencium tangan Ichcha

Ichcha dan Veer melihat ke arah langit , Ichcha Lalu memperlihatkan tanda yang dia buat semasih kecil ditangannya kepada Veer, Ichcha mengatakan aku pernah berfikir aku menulis takdirku sendiri dalam tanda ini dan aku begitu beruntung karena aku memiliki seorang suami sepertimu, Veer Ichcha saling berpandangan dan Ichcha memegang tangan Veer kemudian mencium tangannya, Veer tersenyum lalu dia membahas tentang kejadian kemarin , Ichcha terlihat kembali mengingat kesalahannya karena sudah menyembunyikan hal tersebut dari Veer, Veer mengatakan berjanjilah agar kau tidak menyembunyikan apapun lagi dariku dan kau akan menceritakannya kepadaku, Ichcha berkata aku berjanji Veer, Veer mencium kening Ichcha dan memeluknya

Rathore sedang berdiri di dekat jendella dengan mood yang masih buruk, Tapasya datang membawa 2 gelas kopi, Tapasya perlahan mengatakan Kopi? Rathore berbalik dan melihat Tapasya lalu mengatakan maaf aku tidak sedang ingin minum kopi, Tapasya berkata tapi aku membuatnya sendiri untukmu, Rathore terdiam, Tapasya mengatakan aku tau aku sudah melakukan kesalahan tapi aku berjanji aku tidak akan mengulanginya kembali, Rathore masih terdiam. Sinopsis Uttaran Episode 183 Tayang di ANTV 22 Maret 2016

Veer terlihat membawa bahan-bahan makanan, Ichcha melihat Veer dan mengatakan untuk apa semua ini Veer? Veer mengeluarkan tomat, bawang Bombay, bawang putih dll , Veer mengatakan kau mencicipi masakan Tuan Veer sing bundella Madam, Ichcha tersenyum lalu Veer mulai memotong tomat dan beratraksi seperti seorang chef kemudian memotong bawang, namun rupanya efek dari bawang tersebut membuat Veer mengeluarkan air mata , Ichcha melihat Veer dan mengatakan jangan menangis Veer lalu Ichcha mengusapkan kain sareenya ke mata Veer  setelah makanan buatan Veer jadi mereka saling suap menyuapi , Ichcha mengatakan waw rasanya enak sekali, setelah itu Veer menuang kopi dan memberikannya kepada Ichcha, kopi? Ichcha berkata Thank you, lalu mereka cherrs dan menikmati kopi

Ichcha mengatakan kepada Veer, Veer aku mau mengatakan sesuatu, Veer menjawab apa? Katakan saja, Ichcha teringat Mai dan berkata tolong kau menghabiskan waktu juga bersama Mai karena rupanya Mai sangat sedih karena kita tak kunjung merubah keputusan kita, Veer mengatakan Baiklah aku akan berbicara dengan Mai , Veer memegang pipi Ichcha dan tersenyum

Tapasya dan Rathore masih terlibat perang dingin, Tapasya berulang kali mengatakan maaf namun Rathore yang masih marah berkata jangan ucapkan maaf , Tapasya menangis dan menjewer kupingnya sendiri agar Rathore memaafkannya namun Rathore meninggalkannya sendiri,

Mai dan Baba sedang bersama sedang sedih memikirkan Vansh , Veer datang dan Mai berfikir kalau Vansh yang datang ternyata Mai melihat Veer dan kecewa

Veer mengatakan kepada Mai, Ibu tolong buatkan aku makanan kesukaanku , Mai merajuk dan mengatakan aku akan menyuruh Ichcha membuatkannya untukmu karena kemarin kau tidak suka dengan makanan buatanku,

Mai lalu pergi , Baba mengatakan jangan di ambil hati sikap Ibumu Veer sebenarnya dia merasa sedih atas kepergian cucunya yang baru lahir juga kepergian Vansh , oleh karena itu Ibumu tidak bisa mengontrol emosi dan fikirannya selama ini, Veer mengatakan tidak apa apa ayah dia adalah ibuku dan aku akan mencoba memahaminya, Veer lalu pergi

Divya sudah bersiap-siap untuk pergi shopping , Rohini datang dan mengatakan dia ingin ikut, Divya berfikir karena Damini sudah berada di rumah ini maka urusan rumah bisa terkontrol dan dia bisa menghabiskan waktu untuk dirinya sendiri seperti berbelanja, Divya menyuruh pembantu memanggil Damini, namun pembantu yang lainnya mengatakan Damini sedang pergi ke kampung, Divya lalu berfikir untuk apa Damini kesana

Keesokan harinya Veer meminta Mai untuk membuatkannya sarapan pagi , Veer mengatakan mengapa ibu sangat marah kepadaku? Mai kembali bersikap acuh kepada Veer dan mengatakan Apa istrimu tidak ada dirumah sehingga dia tidak membuatkan sarapan untukmu?

Apakah istrimu pergi lagi tanpa memberitahumu? Veer mengatakan Ichcha ada dirumah ibu, Mai lalu berkata kini kau mempunyai putra dan putri dan anak-anakmu akan tumbuh besar seperti  apa, kau merawat mereka tapi saat besar putrimu akan menikah dan meninggalkanmu, dan anak laki lakimu akan menikah lalu istrinya yang akan mengendalikan dirinya maka putramu itu akan dengan mudahnya melupakan dirimu, Mai lalu pergi

Rahtore memikirkan tentang Ichcha yang menyusui Yuvraj , Rathore berkata jika Ichcha tidak menyusui Yuvraj 2 kali maka mungkin Yuvraj bisa diberikan alternatif susu formula, namun kini Yuvraj tidak mau susu selain ASI, Rathore mengatakan biarkanlah orang akan memanggiku apa aku tidak perduli yang terpenting adalah anakku, Rathore lalu menelpon Ichcha, Ichcha melihat panggilan dari Rathore dan berfikir untuk mengangkatnya, Ichcha mengingat saat Veer marah di hotel dan mengatakan masalah seperti ini tidak boleh disembunyikan antara suami dan istri , juga nasihat Damini, Ichcha mengangkat telpon

Ichcha berkata Maaf aku tidak bisa membantumu lagi tolonglah mengerti, Rathore menanyakan apakah kau dan Veer baik baik saja? Ichcha menjawab yaa kami sudah baik baik saja, Ichcha lalu mengatakan apakah kau sudah menceritakan yang sebenarnya kepada Tapasya? Rathore menjawab yaa namun kami ada perselisihan kecil.

Ichcha lalu bermain dengan Mukta dan Veer hendak berangkat ke kantor, Veer melihat kancing bajunya terlepas namun karena Ichcha sedang berMain dengan Mukta dia tidak menyuruh Ichcha menjahitkannya, Veer mengambil kemeja lain dan meminta Ichcha nanti menjahitkan kemejanya lalu berpamitan berangkat ke kantor kepada Ichcha dan Mukta

Semua sedang berada di meja makan , Mai meminta pembantu memberikan paratha panas untuk Veer, Veer mengomentari saree yang dipakai Mai bagus dan mengatakan apakah Baba yang membelikan untuknya?, Mai tidak merespon dan pergi, Dadaji dan Baba mengatakan kepada Veer jangan menyerah untuk mendapatkan perhatian Mai lagi

Tapasya sedang bersama Yuvraj, Tapasya mencoba memberikan susu formula untuk Yuvraj dengan sendok namun Yuvraj menolak terus, Tapasya berbicara kepadanya dan kembali menyuapinya susu tapi Yuvraj terus menolak dan sampai sendok tersebut jatuh , Tapasya mengingat kata-kata Rathore yang mengatakan tidak ada pengganti terbaik yang bisa menggantikan ASI, Yuvraj terus menangis

Sinopsis Uttaran Episode 183 Tayang di ANTV 22 Maret 2016. Tapasya juga mengingat kata-kata Rathore yang mengatakan aku tidak memiliki banyak waktu untuk memberitahukanmu apa yang sudah ku lakukan ,Tapasya melihat Yuvraj yang menangis dan mengatakan Maaf karena apa yang kau butuhkan ibu tidak bisa menyediakannya, Rathore datang dan mengatakan mengapa dia menangis?

Tapasya berkata kau pasti lebih tau bukan? Rathore mengambil Yuvraj dari tangan Tapasya dan mencoba menenangkannya akhirnya Yuvraj berhenti menangis perlahan, Setelah itu Rathore memebrikan Yuvraj kepada Nenek

Tapasya dan Rathore lalu hendak meninggalan kamar ,namun Tapasya mengatakan apa yang sudah terjadi hari ini adalah tanggung jawabmu, karena dirimu kini putraku menolakku , dia tidak menginginkanku, bahkan kini dia juga tidak mau minum susu dari tanganku, ini semua karena salahmu , putraku hanya menginginkan Ichcha saja sama seperti dia menginginkan ayahnya / Rathore

Rathore melihat ke arah Tapasya dan mulai emosi, Dia mengatakan Cukup Tapasya, Cukuuuup , Cukuuuuup !! Jika sekali lagi kau mengatakan hal seperti itu maka aku akan.. , Rathore mengangkat tangannya seperti orang hendak menampar dengan ekspresi yang benar benar marah, Tapasya melihat ekspresi Rathore dan sangat terkejut

Rathore mengangkat tangannya seperti orang yang hendak menampar, Tapasya sangat shocked dan mengatakan kau ingin memukulku? Rathore berkata Maaf Aku sangat marah mendengarmu mengatakan hal itu,

Tapasya berkata Kau yang sudah berbohong kepadaku lalu kini kau mengangkat tanganmu dan malah ingin memukulku? Rathore kembali berkata Maafkan aku, Tapasya berkata kemarin aku pergi ke rumah orang tuaku disana aku melihat mereka bisa berbicara baik baik dan menyelesaikan masalah mereka lalu aku juga ingin memberikan kesempatan untukmu dan mencoba berbicara baik baik , lalu apa yang harus kita perjuangkan jika seperti ini untuk apa ? Apa alasannya? Rathore hanya bisa berkata Maafkan aku

Rathore mengatakan aku tau aku sudah melakukan kesalahan aku seharusnya mengatakan semuanya kepadamu dan tidak sepantasnya mengangkat tanganku untuk menyakitimu aku minta maaf tapi reaksimu sangat berlebihan,

Tapasya mengatakan kau berkata aku berlebihan? Rathore mengatakan apa yang sudah kau lakukan saat acara pemberian nama, Kau memarahi Ichcha di hari kedua dia datang kesini dan kau menelpon polisi itu sangat berlebihan,

Tapasya melihat Rathore dan berkata kau mengatakan ini kepadaku karena Ichcha? Sebagaimana kah kau mengenal Ichcha? Apakah kau tau bagaimana Ichcha datang kedalam kehidupanku? Rathore menjawab aku tidak perduli dengan semua permasalahanmu di masa lalu dengan Ichcha , jangan sangkut pautkan hal itu karena yang harus kau tahu tidak ada yang mencoba merebut suamimu ataupun putramu dari tanganmu,

Rathore mengatakan jika aku tidak menelpon Ichcha maka dia tidak akan datang, Tapasya mengatakan mengapa? Rathore menjawab karena aku tidak punya pilihan lain,

Tapasya mengatakan kau tau bagaimana rasanya jika anakmu tidak memperdulikanmu, tidak menginginkan kehadiranmu, bahkan menolak pemberianmu lalu apa yang akan kau rasakan? Aku juga seorang ibu aku adalah ibu dari putraku aku sangat merasa sedih ,

Rathore mengatakan lalu jika bukan aku yang mengerti siapa lagi yang akan mengerti? Tapasya berkata perbuatanmu sudah tidak bisa di toleransi aku akan pulang ke rumah orang tuaku, Tapasya hendak pergi Rathore menahan tangannya dan memeluknya dari belakang,

Rathore berkata kita sama sama salah , kesalahanku karena aku sudah tidak mengatakan yang sebenarnya, kesalahnmu karena kau sudah menelpon polisi tapi ini semua sudah terjadi dan kita tidak bisa melakukan apapun lagi, yang bisa kita lakukan adalah melupakan semua kejadian ini , namun Tapasya melepas tangan Rathore dan pergi

Damini sedang menelpon seseorang dan membicarakan rumah kontrakan, Si pemilik rumah menanyakan uang , Damini mengatakan maaf aku tidak bisa menyediakan uang yang terlalu banyak, Divya datang dan mendengar pembicaraan Damini,

Damini lalu mematikan telponnya dan hendak membuatkan Divya teh, Divya menghentikan Damini dan mengatakan aku tau aku sudah marah kepadamu dalam waktu yang cukup lama, tapi jika seseorang sedang sedih dia pasti akan marah dengan hal yang lainnya,

Takdir sudah membawamu dan Ichcha ke rumah ini, tapi takdir juga membuat anak anak kita menikah dah harus tinggal di tempat yang sama, jika hal tersebut tidak terjadi mungkin sampai saat ini hubungan kita akan tetap sama seperti dulu

Divya berkata Ichcha selalu hidup dengan bahagia dan Tapasya hidup dengan banyak masalah, krika anakku bersedih maka aku tidak bisa bahagia dengan kebahagiaan Ichcha, aku adalah seorang ibu dan aku yakin kau mengerti perasaanku, aku bisa mengatakan semua ini kepadamu karena kau jug seorang ibu

Divya berkata kini Tapasya sudah menikah dan Rathore sangat mencintainya, tapi ketika Tapasya bersedih aku tidak bisa menerima jika orang ain selalu bahagia, aku tau ini salah tapi aku adalah seorang ibu, aku tidak bisa seperti Jogi thakur yang mempunyai jiwa besar oleh karena itu aku menjaga jarak dari kalian Ichcha dan Damini, tapi kini kau hadir kembali di rumahku, kau memberikan cinta kebahagiaan dan perhatianmu seperti dulu

Damini mengatakan apapun yang aku dan putriku dapatkan saat ini karena anda dan Tuan Thakur aku tidak bisa membayar jasa kalian dengan apapun, dan aku tidak pernah menyangka putriku akan menjadi istri dari keluarga bangsawan dan semua yang Ichcha peroleh karena didkan kalian kalian tidak pernah membedakan antara Ichcha dan Tapasya,

Divya mengatakan aku sudah melupakan semuanya dan aku tidak mau kau pergi dari sini Damini tinggalah kembali bersama kami di rumah ini dan jika kau butuh uang kau katakan saja kepadaku smile emotikon, Damini menangis dan menolak uang pemberian Divya

Tapasya mengemasi barang barangnya dan mengatakan sudah cukup semua ini, cukup aku menderita lagi, dan harus tersakiti berulang kali karena Ichcha, aku akan pulang ke rumah ayahku,

Nenek datang, Tapasya mengatakan jangan hentikan aku kali ini nenek aku akan pergi dari sini, Aku akan ulang kerumah ayahku, Nenek mengatakan apakah kau mau tidak punya rumah lagi? Tapasya berkata aku akan memberitahukan kepada ayahku suamiku mencoba memukulku lalu bagaimana reaksinya, Nenek terkejut dan mengatakan bagaimana bisa suamimu melakuan hal ini? Nenek mulai marah namun Tapasya menyuruhnya berhenti jangan katakan apapun lagi

Nenek apa yang terjadi pada dirimu adalah tanggung jawabku dan jika hal buruk terjadi padamu maka semua akan menunjuk tangan kehadapanku Divya akan mengatakan aku tidak melakukan tanggung jawabku dengan baik karena aku tidak bisa mencegahmu pergi

Tapasya mengatakan aku mau kerumah ayah karena aku akan menceritakan semuanya kalau lagi lagi putrinya yang lain /Ichcha mencoba menghancurkan kehidupan rumah tangga putrinya lalu bagaimanakah reaksi ayah?

Nenek mengatakan kau akan mengatakan semua ini kepada ayahmu lalu apakah kau berfikir ayahmu akan membelamu? Kau sudah berulang kali meminta pembelaan dari ayahmu tapi kau tidak pernah mendapatkanya

Nenek berkata kau adalah seorang istri dan seorang ibu itu tanggung jawabmu, bukan tanggung jawab sebagai putri ayahmu lagi, kau sudah dewasa kau bukan anak kecil lagi yang selalu mengadukan semuanya kepada ayahmu, jika ayah dan ibumu melihat kau kembali ke rumah mereka dengan keadaan seperti ini maka mereka akan menyalahkan diri mereka sendiri dan berfikir putri mereka tidak memiliki takdir baik dalam pernikahan , Jogi akan menyalahkan dirinya dan Divya akan sangat sedih apa kau mau orang tuamu seperti itu? Apa mereka bahagia melihat airmatamu?

Nenek berkata cobalah berfikir dewasa, lebih mengontrol diri, pikirkan semuanya sebelum kau bertindak, maka orang tuamu akan bangga kepadamu Tapasya mengatakan kepada Nenek lalu apa yang harsu aku lakukan nenek? Nenek berkata aku akan berbicara kepada Rathore dan memberinya pengertian tapi sebelum aku kembali kau tidak boleh pergi dari rumah ini, kau mengerti? Bantu kami Dewa. Sinopsis Uttaran Episode 183 Tayang di ANTV 22 Maret 2016

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *