by

Astaga, Bocah 11 Tahun Harus Rawat Bapak dan Kedua Kakaknya yang Lumpuh

-Debroo-31 views

bocah-11-tahun-harus-hidupi-ayah-dan-dua-kakanya-yang-lumpuh
Debroo.com – Bocah berusia 11 tahun, di Sumedang, Jawa Barat, harus rela bekerja keras dengan berjualan gorengan untuk menghidupi tiga anggota keluarganya yang mengalami kelumpuhan. Sepulang sekolah dari SDN Padasuka, Sumedang Utara, Siswa kelas lima yang diketahui bernama Ridwan Gunawan itu harus rela menggunakan waktunya untuk bekerja demi makan ayah dan kedua kakaknya yang tidak dapat berbuat apa-apa.
JIka anak sebaya pulang sekolah bisa bermain, tidak demikian dengan Ridwan. Selepas berganti baju seragam kemudian bekerja jualan gorengan dan makanan kecil lainnya keliling kampung yang letaknya di bukit. Kalau sempat anak bungsu dari empat bersaudara ini makan dulu. Tapi lebih seringnya ia segera pergi ke rumah pemilik warung tak jauh dari rumahnya untuk mengambil barang dagangan.
Berjualan keliling kampung dengan meniti tanjakan dan turunan yang curam karena kampung ini letaknya di bukit. “Saya jualan seperti ini sejak kelas tiga SD,” kata Ridwan
Bapak dan kedua kakinya itu lumpuh kedua kakinya serta kalau berjalan harus ngesot atau dibantu berdiri dan berpegangan ke dinding rumah semi permanenya. Adeng (46) bapak Ridwan menderita lumpuh sejak 17 tahun yang lalu dan sekarang praktis tinggal di rumah saja. Begitu juga anak tertuanya, Holidin Abadi (24) yang menderita lumpuh pada usia 16 tahun serta adiknya Devi Trisnawati (21) juga lumpuh sejak enam tahun lalu. Sementara Sukma Wiguna (18) harus keluar kota mencari pekerjaan. Begitu juga dengan ibunya, Sartini (45) yang bekerja di Bandung.
“Sepulang sekolah saya jualan gorengan atau makanan kecil, roti keliling kampung serta ke perumahan Girimukti,” kata Ridwan yang memakai baju sepakbola Chealse warna biru.
Menurutnya, ia baru pulang ke rumah sekitar pukul 15.00 dengan membawa uang hasil jualan keliling. “Kadang ke rumah bawa uang itu lima ribu sampai delapan ribu rupiah. Uang itu dipakai untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Ridwan

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *