by

Indonesia Berpeluang Menjadi Mediator di Konferensi KTT OKI ke-5

-Debroo-88 views

Debroo.com. Penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam ke-5 memberikan peluang yang besar kepada Indonesia untuk menjadi Negara mediator Perdamian Dunia.
Konferensi OKIMenurut pakar hukum internasional Universitas Indonesia (UII) Jawahir Thontowi di Yogyakarta menyatakan  “Persoalannya nanti tinggal bagaimana Indonesia mampu memanfaatkan peluang baik itu,” ahad (6/3).
Dalam keterkaitan dengan kedaulatan Palestina, dalam pertemuan di konferensi OKI sebelumnya belum cukup untuk membuktikan peran Indonesia dalam kancah perdamaian di Timur tengah demikan di sampaikan Jawahir.
Apalagi, beberapa tahun terakhir justru ditambah dengan munculnya ISIS yang diselingi dengan konflik ideologi Sunny dan Syiah sehingga selain membahas tema utama “Palestina dan Al-Quds”, KTT OKI ke-5 juga berpeluang membahas perdamaian kedua ideologi di Timur Tengah tersebut.
“Serta secara tegas bersama-sama mengecam ISIS karena jelas-jelas telah mencederai citra Islam,” kata dia.
Karena itu, menurut Jawahir, Indonesia dengan jumlah muslim terbesar di dunia dan prinsip moderat harus membuktikan bahwa Indonesia tidak berpihak pada salah satu kubu negara-negara Islam yang terlibat konflik, melainkan lebih mengutamakan perdamaian umat.
Selanjutnya, kata dia, karena konflik di Timur Tengah tersebut ditengarai tidak terlepas kepentingan ekonomi, maka delegasi negara-negara Islam juga harus merumuskan pendekatan dengan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bahkan negara super power.
“Dalam hal ini diprioritaskan agar Indonesia juga dapat melakukan negosiasi dengan Saudi di sela KTT OKI tersebut,” kata dia.
Ia juga berharap agar KTT LB OKI Ke-5 tersebut dapat menghasilkan keputusan yang mengikat dan dapat diwujudkan untuk perdamaian di Timur Tengah.
Sumber : nasional.republika.co.id

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *