by

Hakim Agung Meminta KPK Memantau Suksesi Wakil Ketua MA

-Debroo-37 views
Debroo.com. Demikian disampaikan hakim agung Prof Dr Gayus Lumbuun bahwasannya KPK diminta memantau suksesi Wakil Ketua Mahkamah Agung (MA) bidang Yudisial yang akan digelar dalam hitungan hari. Selain itu, beberapa pimpinan MA juga telah habis masa jabatannya dan akan dipilih penggantinya.

Hakim Agung Meminta KPK Memantau Suksesi Wakil Ketua MA
Hakim Agung Meminta KPK Memantau Suksesi Wakil Ketua MA

“Mengingat MA Republik Indonesia (MA RI) yang memiliki kedudukan strategis guna pembanguan dan keselamatan negara, perlu dilakukan secara terbuka untuk umum, agar bisa diikuti proses tersebut oleh pihak-pihak lain, DPR, BPK, KY dan KPK, serta termasuk seluruh koalisi masyarakat pemantau peradilan Indonesia,” kata Gayus kepada wartawan, Jumat (4/3/2016).
Wakil Ketua MA yang dimaksud adalah hakim agung M Saleh yang akan pensiun pada 23 April 2016 karena memasuki usia 70 tahun. Sebanyak 53 hakim agung akan menggunakan hak pilihnya guna memilih pengganti M Saleh yang akan dipilih di antara mereka. Selain itu, terdapat pula kekosongan Ketua Muda MA bidang Perdata dan Ketua Muda Tata Usaha Negara (TUN).
Gayus Juga Mengatakan bahwa “Terkait dengan masa pensiun Wakil Ketua MA bidang Yudisial tersebut, di kalangan MA RI telah mulai terdengar suara-suara yang akan ‘bertanding’ untuk ikut serta di dalam pemilihan untuk menjadi penjabat teras MA RI,”
Proses suksesi di atas menurut Gayus harus dijadikan momentum untuk perbaikan sebagai bentuk penataan lembaga negara MA di tingkat pimpinan dalam mengatasi berbagai penyimpangan yang banyak terjadi yang meresahkan masyarakat. Gayus mengusulkan pemilihan pimpinan teras itu harus dilakukan dengan transparan.
“Perlu disampaikan kepada para hakim agung kriteria para calon yang memenuhi syarat dengan berbagai data kepribadian dari calon pimpinan yang ideal yaitu track record yang bersangkutan, baik sejak mulai ketika bertugas dari tingkat pertama (pengadilan negeri) dan banding (pengadilan tinggi) bagi hakim karier. Demikian pula berbagai informasi tentang kepribadian dari hakim agung nonkarier,” papar Gayus.
Selain itu, perlu diperbaiki taat tertib pemilihan seperti haruslah mendapat dukungan 10 suara untuk dapat menuju ke tahapan berikutnya. Selain itu juga perlu menyampaikan pemaparan visi dan misi dari calon yang bersangkutan sebagai tolok ukur bahwa ia memang layak untuk menjadi salah satu pimpinan. Karena memiliki integritas, kredibilitas sosok yang jujur, adil, dan memiliki leadership guna mencapai kebutuhan MA yang powerful sebagai puncak peradilan (last resort).

Suber : news.detik.com

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *