by

Sinopsis Mahaputra Episode 322 – Kisah Maharana Pratap dan Ajabde Melawan Bangsa Afghanistan

-Debroo-139 views

Debroo.com. Sinopsis Mahaputra Episode 322 – Kisah Maharana Pangeran Mahaputra dan Ajabde Melawan Bangsa Afghanistan.

Sinopsis Maharana Pratap
Sinopsis Maharana Pratap

Ditempat Ajabde dan Pangeran Mahaputra, Badshah Khan berkata “Pangeran Mahaputra, kamu telah mengambil sesuatu yang paling berharga untukku yaitu ayahku, Shams Khan ! Dan sekarang aku akan mengambil sesuatu yang paling berharga padamu, pedangmu, istrimu, kudamu dan kebanggaanmu” ujar Badshah Khan

“Jika aku mengambil ketiga dari mereka maka yang keempat akan menjadi milikmu, nah Pangeran Mahaputra ! Berikan pedangmu padaku ! Atau akan menyuruh Mansoor untuk melukai Ajabde” Mansoor kemudian melukai lengan paling atas Ajabde,

Pangeran Mahaputra hanya bisa menahan amarahnya kemudian Pangeran Mahaputra melemparkan pedangnya ke tanah “Bagus! Catat kali ini, aku bisa membuat Pangeran Mahaputra menjadi tidak berdaya dengan memberikan pedangnya” ejek Badshah Khan

“Lepaskan Ajabde, biarkan dia pergi atau kamu akan mengalami keadaan yang lebih buruk dari ayahmu” ujar Pangeran Mahaputra kesal “Tenang saja, Pangeran Mahaputra kenapa harus terburu buru, sampai aku bisa mengalahkan kamu, aku tidak akan membiarkan kamu pergi, sekarang berikan kudamu !”

saat itu Badshah Khan sedang bersama Ajabde “Pangeran Mahaputra, lihat Ajabde !” darah nampak mengalir di lengan Ajabde, Ajabde mencoba menahan sakitnya sambil berkata “Pangeran Mahaputra, jangan turun dari kudamu karena kamu tidak boleh meninggalkan Rajdharmamu hanya untuk persoalan pribadimu saja” teriak Ajabde “Kamu adalah kebanggaan Mewar dan kamu tidak bisa melakukan hal ini” namun Pangeran Mahaputra tetap turun dari punggung Chetak

“Kata Ajabde, kamu tidak mempunyai perasaan lagi padanya tapi kalau aku lihat tidak begitu” ejek Badshah Khan, saat itu para prajurit Afghanistan mulai menangkap Chetak “Kenapa aku harus berada di antara persoalan pribadi Pangeran Mahaputra dan Ajabde ? Mansoor singkirkan pedangmu dari Ajabde karena Pangeran Mahaputra mendengarkan perintahku”

Mansoor segera menuruti perintah pimpinannya “Sekarang aku akan menghancurkan kuda kebanggaan ini dulu karena dia sangat setia pada Pangeran Mahaputra, aku akan menunjukkan padamu cara yang sangat mudah mengendarai kamu, aku akan melumpuhkan kamu karena semua orang memuji kamu dimana kamu mampu memutuskan siapa yang menjadi penunggangmu !” Chetak meringkik dengan keras

“Semuanya akan sia sia hari ini !” Badshah Khan kemudian mengambil cambuk ditangannya, Pangeran Mahaputra hanya bisa melihatnya saja dengan tatapan yang nanar “Aku akan menghajar kamu dengan cambuk ini jika kamu tidak setuju untuk menjadi tungganganku !”

Pangeran Mahaputra segera menghentikan tindakan Badshah Khan dan berkata “Aku ingin mengucapkan terima kasih di telinga Chetak karena dia akan menjadi milikmu setelah ini” Badshah Khan setuju “Baiklah, aku tidak mempunyai pilihan lain”

Tak lama kemudian Pangeran Mahaputra membisikkan sesuatu di telinga Chetak, Pangeran Mahaputra menyuruh Chetak untuk pergi, Chetak kemudian berjalan ke arah Badshah Khan sesuai dengan perintah Pangeran Mahaputra, Badshah Khan bisa memegang Chetak dan mengendarainya sambil tertawa terbahak bahak

“Aku telah mengambil sesuatu yang paling berharga dari Pangeran Mahaputra” ujar Badshah Khan sambil mengendarai kuda yang dulu menjadi kuda paling setia pada Pangeran Mahaputra “Aku akan menunjukkan padamu bagaimana caranya mengendarai seekor kuda”

Chetak kemudian membawa Badshah Khan pergi dan berlari tanpa kendali memasuki hutan sementara itu Badshah Khan berteriak pada para prajuritnya agar mereka menyelamatkan dia “Chetaaak, berhentiiii ! Berhentiiii, Chetak !!” teriak Badshah Khan ketakutan Pangeran Mahaputra hanya tersenyum melihat Badshah Khan yang ketakutan dan berkata “Badshah Khan memang benar benar bodoh, dia pikir dia bisa mengontrol Chetak ,,, Mansoor, coba kamu lihat apa yang terjadi kemudian pada pimpinanmu itu” dari kejauhan Badshah Khan terus menerus berteriak meminta tolong,

Mansoor hanya terbengong melihatnya, kemudian Chetak melemparkan Badshah Khan ke cabang sebuah pohon dan meninggalkannya begitu saja, Badshah Khan berteriak, Chetak pun berbalik dan Badshah Khan kembali duduk di punggungnya namun Chetak malah membuat Badshah Khan jatuh ke tanah “Pangeran Mahaputra tidak akan bisa menyakiti aku ! Apa yang akan kamu lakukan ?”

Chetak kemudian melemparkan pasir ke mata Badshah Khan, Badshah Khan kemudian berlutut ditanah dan segera menjauh namun Chetak segera melompat dan berhenti, Badshah Khan kemudian berdiri dan melihat para prajuritnya yang terpana melihat wajahnya yang hitam

“Aku harus bisa menunggangi kuda ini” Badshah Khan berusaha mengkontrol Chetak dan berusaha memegangnya, Chetak mulai berlari kembali, sementara itu Pangeran Mahaputra mulai menghajar para prajurit Afghanistan dan mulai membebaskan Ajabde sambil berkata “Jangan ambil pedangnya”,

“Kenapa kamu datang untuk menyelamatkan aku, pangeran ?” namun Pangeran Mahaputra tidak menjawab pertanyaan Ajabde malah bertarung dengan Mansoor, Pangeran Mahaputra membunuh prajurit tersebut, Ajabde hanya melihatnya saja “Asal kamu tahu saja, aku datang kesini untuk menyelamatkan kamu karena kamu adalah alasanku berada disini, Badshah Khan ingin mendapatkan aku, jadi ini adalah tugasku untuk menyelamatkan kamu, aku akan datang untuk orang lain yang berada ditempatmu, kemarilah Bai ji lal !” ujar Pangeran Mahaputra,

Saat itu Chetak masih berjalan berkeliling dengan Badshah Khan, Badshah Khan memohon pada Chetak untuk mengampuni hidupnya dan memanggil Pangeran Mahaputra untuk menyelamatkan dirinya “Pangeran Mahaputra ! Selamatkan aku !” teriak Badshah Khan

“Pangeran, kenapa kamu datang untuk menyelamatkan aku ? Bukankah kamu mengira kalau aku ini melawan Mewar ?”, “Bai ji lal telah menyelamatkan rakyat Bijolia dan aku melihat ini semua karena motif keadilan, kita berdua tahu hal ini jadi seharusnya kita tidak usah berdebat soal ini lagi sekarang” saat itu beberapa prajurit Afghanistan datang kearah mereka,

Pangeran Mahaputra menyuruh Ajabde untuk berada dibalik punggungnya “Bai ji lal akan menolong kamu karena ini adalah tugasnya” ujar Ajabde “Hal itu tidak perlu kamu lakukan karena keselamatanmu sangat penting untukku” Pangeran Mahaputra kemudian bertarung dengan para prajurit itu sendirian,

Mansoor membawa lebih banyak prajurit dan mulai menyerang Pangeran Mahaputra, Pangeran Mahaputra kehilangan pedangnya namun Pangeran Mahaputra melihat sebuah batu dan melepas kain di kepalanya lalu dimasukkannya batu itu ke dalamnya dan dijadikannya menjadi sebuah senjata untuk menghajar mereka, Ajabde hanya bisa melihatnya saja, Pangeran Mahaputra menghajar semua prajurit dan menunjukkan keberaniannya juga akalnya Mansoor menyerang lagi dan mulai menghajar Pangeran Mahaputra,

Sementara Badshah Khan meminta tolong pada prajuritnya untuk menyelamatkan dirinya, Chetak membawa Badshah Khan ke pasir yang basah dan melemparnya kesana, Badshah Khan meminta tolong, Pangeran Mahaputra dan Ajabde melihatnya dari tempat mereka berdiri “Prajurit bantu tuan Badshah Khan !” teriak Mansoor

“Semua prajuritmu telah mati bahkan Badshah Khan juga hampir mati, nikmati saja nafas terakhirmu karena kamu juga akan segera mati” Ajabde menghentikan Pangeran Mahaputra “Sekarang bukan saatnya, tidak ada yang berubah diantara kita” ujar Pangeran Mahaputra

“Tapi akan ada banyak prajurit Afghanistan yang akan datang, pangeran” Mansoor tersenyum senang dan berkata “Waktu untuk Pangeran Mahaputra telah berakhir, dia telah menunjukkan keberanian yang cukup” ejek Mansoor “Waktumu yang telah habis, tangan yang telah menculik seorang perempuan Rajput, tangan itulah yang tidak akan bisa melakukan hal ini lagi !” Pangeran Mahaputra segera memotong tangan Mansoor dengan pedangnya sambil teringat ketika Mansoor melukai Ajabde, Ajabde memalingkan wajahnya, Ajabde tertegun melihat kemarahan di wajah Pangeran Mahaputra.

Baca Kisah selanjutnya di : Sinopsis Mahaputra Episode 323 – Kisah Maharana Pangeran Mahaputra dan Ajabde Melawan Bangsa Afghanistan

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *