by

Serial India – Sinopsis Mahaputra Episode 318

53 views

Debroo.com. Serial India – Sinopsis Mahaputra Episode 318. Pangeran Mahaputra masih terus mengendarai kudanya dan Chetak si kuda putih berhasil melampaui Pangeran Mahaputra dalam kecepatan tinggi, Pangeran Mahaputra terkesan terhadap kemampuan Chetak,

Sinopsis Mahaputra Episode 318
Sinopsis Mahaputra Episode 318

Saat itu Chetak bisa merasakan ada sebuah perangkap yang dibuat untuk Pangeran Mahaputra di bawah tanah, Mansoor Khan melihat kedatangan Pangeran Mahaputra sambil tersenyum, saat itu Mansoor Khan sedang duduk di atas sebuah batang pohon

“Chetak ! Pergilah karena saat ini bukan waktunya bermain, ini tentang hidup dan mati” ujar Pangeran Mahaputra, sementara Ajabde saat itu hendak di jatuhkan ke dalam lumpur hisap, sedangkan Mansoor Khan sudah bersiap hendak melesatkan panahnya ke arah Pangeran Mahaputra,

Chetak segera berlari mendahului kuda yang di tunggangi Pangeran Mahaputra dengan sangat kencang, Pangeran Mahaputra benar benar terkejut dengan kecepatan Chetak yang tinggi, tiba tiba Chetak melompati perangkap yang dibuat untuk Pangeran Mahaputra,

Pangeran Mahaputra berteriak ke arah Chetak, Chetak kemudian mundur kebelakang dan maju ke depan sambil membongkar sedikit demi sedikit lobang yang menganga itu, Chetak menunjukkan pada Pangeran Mahaputra bahaya yang akan dialaminya jika Pangeran Mahaputra melalui jalan tersebut,

Pangeran Mahaputra melihat secara langsung lobang yang besar tersebut ketika kaki Chetak tersandung perangkap itu, Chetak mencoba menyingkirkan rumput rumputan yang menutupinya dan menunjukkan pada Pangeran Mahaputra, senjata senjata yang ditimbun dibawah tanah,

Pangeran Mahaputra kaget ketika melihat Chetak berdiri tidak jauh dari perangkap tersebut dengan maksud ingin menunjukkannya ke Pangeran Mahaputra, Pangeran Mahaputra segera turun dari kudanya dan mencoba menyingkirkan rumput rumput kering itu dan melihat senjata yang sangat tajam yang sangat beracun yang membunuhnya

“Dasar orang Afghanistan pengecut semua ! Sekarang tidak akan ada seorangpun yang bisa menyelamatkan mereka dari aku !” ujar Pangeran Mahaputra kesal, di tempat persembunyian Mansoor Khan “Kuda itu telah berhasil menggagalkan rencana kita !” prajurit Afghanistan telah bersiap untuk melesatkan anak panah mereka ke arah Pangeran Mahaputra dan Chetak, tiba tiba Chetak meringkik sangat keras

“Itu artinya, musuh musuh telah berada di sekitar kita dari ketinggian dan mulai melesatkan anak panah mereka masing masing” Pangeran Mahaputra berusaha waspada terhadap serangan yang akan diterimanya “Aku akan pergi ke sebuah ketinggian dan balik menyerang mereka”

Chetak segera berlari dan membawa Pangeran Mahaputra ke sebuah tempat sementara prajurit Afghanistan masih terus menerus menyerang Pangeran Mahaputra dengan panah mereka “Tangkap, Pangeran Mahaputra !” perintah Mansoor Khan pada anak buahnya

Di Bijolia, Chakrapani sedang mengobati Fatta dan Parwat Singh berusaha membuat sebuah keragu raguan di hati Ratu Hansa Bai “Maharani Hansa Bai, Pangeran Mahaputra telah menyelamatkan Fatta dengan membalurkan obat obatan herbal pada lukanya dan sekarang Chakrapani yang datang dari tempat yang sama”

Ratu Hansa Bai sangat tahu dengan baik kalau saat ini bukan saatnya untuk berdikusi “Hal ini hanya akan menguntungkan Fatta, saat itu Fatta terbangun dari pingsannya dan memanggil Ajabde “Kakak ,,,” Fatta langsung terbangun

“Fatta, lebih baik kamu istirahat dulu” pinta Ratu Hansa Bai “Rani Ma, biarkan saja darah ini tetap mengalir karena ini adalah negaraku, saat ini Pangeran Mahaputra sedang bertarung dengan Afghanistan sendirian” Ratu Hansa Bai tertegun

“Itu artinya Pangeran Mahaputra telah pergi menyelamatkan Ajabde” Fatta mengangguk “Iya, Rani Ma ,,, dia telah mengobati aku dan telah mengirimkan aku dengan selamat, oleh karena itu aku akan membalas pesannya” kemudian Fatta menceritakan soal Badshah Khan dan segera berlalu dari sana

Di tempat Pangeran Mahaputra, Pangeran Mahaputra segera turun dari kudanya dan mulai bertarung dengan prajurit Afghanistan, Chetak pun ikut ikutan menyerang prajurit Afghanistan dengan tendangan kaki depannya dan menyibakkan pasir di mata mereka,

Mansoor berusaha melumpuhkan Pangeran Mahaputra namun tidak berhasil juga karena gerakan Pangeran Mahaputra yang sangat cepat “Pangeran Mahaputra, kamu telah membuat pekerjaanku menjadi sangat mudah” ujar Mansoor ketika Pangeran Mahaputra sudah sampai di ujung tebing dan hampir saja terjatuh ke bawah tebing,

Pangeran Mahaputra melihat ada sebuah panah datang kearahnya dan mencoba menghindar namun anak panah itu mengenai kakinya dan Pangeran Mahaputra terjatuh di tebing, Mansoor tertawa terbahak bahak, sementara Chetak meringkik dengan keras,

di tempat Badshah Khan, Badshah Khan berdoa “Aku berharap, sebelum Ajabde masuk kedalam lumpur itu, berita kematian Pangeran Mahaputra telah datang padaku” ujar Badshah Khan senang, di tempat Pangeran Mahaputra, Pangeran Mahaputra langsung memegang sebuah akar yang menjuntai kebawah tebing sehingga dirinya bisa selamat,

sementara Mansoor menyuruh prajuritnya untuk melempar batu yang sangat besar ke arah Pangeran Mahaputra dan membunuhnya “Pangeran Mahaputra akan segera mati tidak lama lagi ! Dan kamu juga akan mati disini ! Seseorang yang menjadi belahan jiwa Pangeran Mahaputra, cinta dan kehidupan” ejek Badshah Khan,

di tempat Pangeran Mahaputra, Mansoor sudah sangat yakin bisa membunuh Pangeran Mahaputra “Pangeran Mahaputra akan segera mati di tangan orang Afghanistan ! Terima kasih, pangeran !” ujar Mansoor senang “Ini akan menjadi hadiah yang terindah untuk almarhum ayahku” ujar Badshah Khan,

Sementara itu Mansoor masih terus mengejek Pangeran Mahaputra yang masih bertahan di bawah tebing dengan berpegangan pada akar “Pangeran Mahaputra, pikirkanlah bagaimana kalau kamu membiarkan putri Ajabde ketangan Badshah Khan dan memberikannya hadiah kematian ?” tanya Mansoor,

saat itu pada saat yang sama Ajabde dan Pangeran Mahaputra sama sama memikirkan tentang cinta mereka berdua dan kenangan masa kecil mereka berdua dulu, Pangeran Mahaputra berdoa pada Dewa kalau dirinya bisa menerima kematiannya tapi Pangeran Mahaputra ingin melakukan sesuatu yaitu ibunya bangga padanya,

Pangeran Mahaputra teringat sumpah pernikahannya dengan Ajabde dan semua kenangan terindah bersama Ajabde, sementara Ajabde berfikir kalau dirinya tidak akan membiarkan kehormatan Pangeran Mahaputra berakhir seperti ini “Aku harus melakukan sesuatu !” sekilas Ajabde melihat ada sebuah palu dan berfikir dalam hati

“Aku harus bisa mengubah kematianku menjadi kehidupan !” saat itu Badshah Khan sudah masuk ke dalam tenda, Ajabde mulai mengayun ayunkan sangkar besar yang membelenggunya, sehingga sangkar itu berputar putar turun pada tempat yang tepat di tanah,

Sedangkan para prajurit Afghanistan mulai melempar batu besar itu ke arah Pangeran Mahaputra, dari arah belakang Chetak mulai tidak berdaya “Betapa bodohnya aku, kenapa tidak aku potong saja akar ini sehingga Pangeran Mahaputra tidak bisa berpegangan lagi” ujar Mansoor dengan tawanya yang menggelegak,

Mansoor segera mengeluarkan pedanganya dan mulai memotong akar tersebut, Pangeran Mahaputra mencoba untuk bergerak ke atas secara cepat sementara Ajabde juga sedang mencoba untuk membuat sangkar itu jatuh ke tanah, kembali ke tempat Pangeran Mahaputra, Mansoor masih terus menerus mengejek Pangeran Mahaputra

“Kamu memang benar benar sangat berani, tunjukkan lagi keberanianmu yang lain, pangeran ! Karena aku masih punya waktu sebelum aku mengirimkan kamu ke Dewa-mu itu !” ejek Mansoor, saat itu kehilangan keseimbangan karena tangannya mulai terluka akibat memegang akar tersebut

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *