by

Inilah Sinopsis Uttaran Pernikahan Ichcha dan Veer Bagian 5

-Debroo-152 views

Debroo.com. Inilah Sinopsis Uttaran Pernikahan Ichcha dan Veer Bagian 5. Damini yang mendengarkan kilas balik yang diceritakan Ichcha, merespon kalau ia senang Ichcha telah mengambil keputusan itu akhirnya.

Sinopsis Uttaran Perjalanan Pernikahan Ichcha dan Veer
Sinopsis Uttaran Perjalanan Pernikahan Ichcha dan Veer

Ichcha kemudian bertanya apa Mai dan Daddaji akan menerima pernikahan ini. Ammo meyakinkan Ichcha bahwa hari ini Umed sendiri yang datang dengan lamaran Veer. Mungkin Mai dan Daddaji telah menyetujuinya.

Damini kemudian memberi Ichcha beberapa hadiah dan saree. Ia meminta Ichcha untuk memakai saree tersebut untuk berdoa nantinya.

Ichcha kemudian berhias. Damini mengingatkan putrinya itu untuk memikirkan kebahagiaannya sendiri. Tidak perlu memaksakan kebahagiaan orang lain, mulai sekarang Ichcha pertama harus memikirkan kebahagiaan dan pernikahannya.

Sementara di kamarnya, Tapasya semakin terlihat sangat gila dengan pernikahan Veer dan Ichcha ini. Nani terus mendampingi sambil meracuni pikirannya.

Umed kemudian membawa Ichcha ke rumah keluarga Bundela. Mai dan Daddaji begitu terkejut saat menyadari bahwa Veer Ichcha sudah menikah. Mai langsung menegur Veer yang melawan tradisi dan tanpa perasaan menikahi janda saudaranya. Umed yang membalas ucapan Mai, yang selalu mengemukankan tradisi sendiri dan keyakinan lama dengan mengorbankan kebahagiaan anak-anaknya. Daddaji malah mengomeli Umed yang mendukung Veer.

Umed tak mengubris, ia meminta untuk memberikan Aarti. Saat tak ada yang mau melakukan, Umed meminta Chanda melakukannya. Daddaji protes. Mai membiarkan, itu cocok dengan Aarti untuk seorang janda. Ichcha jadi cemas. Chanda dengan tidak enak juga menolak melakukannya. Umed kemudian mengambil dan memberikan Aarti sendiri untuk Veer Ichcha. Melihat itu, Mai sangat marah dan tidak akan menerima pernikahan tersebut. Mereka masuk ke dalam.

Umed menenangkan Ichcha, “jangan khawatir, Gunwati selalu seperti itu saat marah, tapi setelah itu ia akan mengerti. Kau bukan bencana bagi rumah ini, tapi kau adalah keberuntungan bagi rumah ini. Jadi Ichcha, aku ingin melihatmu tersenyum dan menyebarkan senyum itu di rumah ini”. Mendengar ucapan Umed yang menenangkan, Ichcha melangkah masuk rumah bersama Veer.

Sementara Tapasya yang masih seperti orang gila di kamarnya, terus di tenangkan Nani. Nani mengingatkan Tapasya agar menampilkan wajah baik dihadapan semua orang, ia tidak boleh kehilangan kepercayaan orangtuanya seperti tekad sebelumnya. Mereka memang tidak bisa menghentikan pernikahan Veer Ichcha yang telah dilakukan di Vrindavan, tapi mereka masih punya rencana lain untuk menghambat kebahagiaan Ichcha.

Di rumah Bundela, Chanda juga meracuni pikiran Gunwati. Umed tentu saja kalah dengan persengkokolan dua wanita itu. Ia akhirnya meminta Chanda pergi dan ingin bicara berdua saja dengan Mai. Sementara Daddaji di kamarnya masih dengan rasa marah, Veer masuk dan bicara, ia mengakui ia salah karena menikah dengan tergesa-gesa.

Tapi ia dan Ichcha saling mencintai dan sudah saatnya untuk memberikan nama untuk hubungan mereka. Daddaji tetap tidak bisa menerima pernikahan itu, apa yang akan ia katakan ke masyarakat tentang semua ini. Veer telah mengecewakannya. Ia takkan memberikan berkahnya pada janda Vansh yang miskin itu. Veer merasa sia-sia berdebat dengan Daddaji, ia pun keluar.

Veer terkejut saat menyadari Ichcha ternyata ada diluar ruangan dan sudah pasti mendengar semua percakapan di dlam. Ichcha menatap Veer dengan mata berkaca-kaca. Veer jadi merasa tak berdaya.

Umed tak berhasil meyakinkan Mai untuk menerima pernikahan Veer Ichcha. Sebelumnya, keduanya dipaksa untuk masuk hubungan palsu karena kesalahan kita. Hari ini adalah kesempatan untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Jogi juga menerima pernikahan itu dengan jiwa besar.

Mai malah ngelesh Jogi terpaksa menerimanya demi kehormatannya karena anak perempuannya sendiri sudah di tendang dari rumah keluarga ini. Kemudian Jogi mengirim anaknya yang lain ke rumah ini.

Ichcha kemudian membuat keputusan, meskipun mereka sudah menikah dengan semua ritual di depan Tuhan, mereka akan tidur di kamar terpisah sampai keluarga menerima pernikahan tersebut. Mai tetap menolak menerima pernikahan Veer Ichcha. Umed hanya bisa mengeluh, kadang anak-anak bersikap matang dan orangtua bersikap seperti anak-anak.

Di lain pihak, Veer terkejut dengan keputusan yang diambil Ichcha. Ichcha beralasan, ia tinggal di rumah ini bukan hanya untuk jadi istri Veer, tapi juga sebagai menantu dan putri Mai. Untuk itu mereka harus menunggu persetujuan Mai.

Veer akhirnya mengerti dan mengatakan hanya sementara tidur di tempat lain. Ichcha setuju, mengatakan dengan lembut bahwa itu malam yang baik untuk Veer. Veer hanya bisa mengelus pipi Ichcha sambil mengatakan kalau Ichcha seperti guru sekolah, kemudian mengambil bantal dan ke ruang lain.

Singkat cerita, Ichcha dilarang Mai untuk memasuki kuil keluarga, dilarang memasak di dapur bersamaan, Harus terpisah. Ichcha melakukan semuanya dengan ikhlas demi mendapatkan kembali kepercayaan Mai dan Daddaji.

Sementara di rumah Thakur, Tapasya dan Nani masih berpikir untuk menghambat kebahagiaan Ichcha. Ichcha dan Veer menceri kesempatan kebersamaan mereka sebagai suami istri. Veer terus menggoda Ichcha. Ichcha pura-pura marah, Veer merayu dengan sebatang coklat.

Akhirnya cinta yang sudah lama mereka tahan tidak bisa lagi mereka kendalikan, mereka lupa akan menunggu sampai dapat restu. Malam pertama Veer Ichcha sebagai suami istri pun terjadi, hohoho.

Paginya, Chanda lewat untuk mencuci, ia melihat kamar yang terlihat sangat berantakan, ia tergoda dengan perhiasan Ichcha yang tergeletak di meja, mencobanya dengan perasaan ingin memiliki, tapi kemudian menunjukkan wajah jutek. Saat mau keluar kamar, sebelum kepergok sama yang punya kamar, matanya melihat kaos Veer tersampir di bahu kursi, ada bekas sindoornya. Chanda jadi tau kalau Veer Ichcha sudah berhubungan suami istri. Chanda menunjukkan senyum liciknya.

Chanda pun pergi menemui Mai dengan alasan, ia mau mencuci semua pakaian, tapi tak berhasil menghapus noda ini, ia perlu deterjen. Begitu Mai melihat noda yang dimaksud Chanda di kaos Veer, ia tau apa yang sudah terjadi. Mai marah,

“Ichcha hanya melakukan drama, pura-pura baik dengan janji palsu sampai mendapat persetujuan. Saya tidak akan pernah menerima pernikahan ini melihat apa yang telah dilakukannya”. Chanda yang sudah berhasil dengan misinya, mengatakan pada Mai bahwa ia akan berusaha menghilangkan tanda janda itu.

Sementara di kamar, Ichcha mengingatkan Veer bahwa apa yang sudah terjadi semalam, seharusnya tidak terjadi. Veer mengingatkan Ichcha, tidak ada yang salah dalam hubungan yang sudah terjadi itu, mereka berdua suami istri. Ichcha tetap mencari alasan. Veer menggodanya dengan mengatakan ingin mengulang semuanya lagi. Ichcha merajuk dengan mengatakan Veer nakal dan memintanya keluar ruangan.

Chanda kemudian mengantar pakaian yang ditemukannya sambil menyindir Ichcha bahwa ia tidak berhasil menghilangkan noda di kaos tersebut bahkan setelah mencucinya. Ichcha jadi semakin merasa bersalah setelah menyadari ada orang lain yang tau tentang malamnya sebagai suami istri dengan Veer.

Sementara Tapasya mulai melaksanakan rencana yang ia susun. Ia pura-pura pingsan di kuil saat melakukan puja untuk Ichcha. Nani yang sudah diminta berkonspirasi pun memberitau bahwa Tapasya saat itu sedang hamil anaknya Veer. Mai yang mendengar itu sangat terkejut, yang lainnya juga.

Mai yang merasa bertanggung jawab atas cucunya meminta Tapasya untuk kembali ke rumahnya. Tapasya tentu saja menjalankan dramanya dulu, ia pura-pura menolak karena sekarang Veer sudah menikah dengan Ichcha. Ia tidak bisa merebut kebahagiaan Ichcha lagi dengan datang kesana. Umed setuju dengan pendapat Tapasya dan mengajak Gunwati untuk pergi. Umed juga mengajak Ichcha untuk pulang.

Di rumah, Chanda mengejek Ichcha yang terlihat lemes menurut pengatamannya, apa itu disebabkan berita kehamilan Tapasya. Ichcha tetap tenang seperti biasa. Umed semakin bersimpati dengan apa yang dialami Ichcha. Ia sekarang bingung menyampaikan kabar itu pada Veer. Ichcha menenangkan Umde, serahkan saja semua pada nya.

Di rumah Thakur, semua menanyakan Tapasya yang tidak mau ikut dengan Gunwati. Tapasya kembali menunjukkan dramanya. jogi setuju dengan sikap Tapasya. Ia berjanji akan menjadi ayah bagi Tapasya dan anaknya nanti dan memenuhi semua kebutuhannya.

Nani sampai tak sabar ingin tau alasan Tapasya sebenarnya setelah ia membantu bersandiwara. Saat ada kesempatan, Tapasya menjelaskan pada Nani, bahwa itu hanya triknya. Ia akan membuat Gunwati merasa membutuhkan anak yang dibilang di kandungnya. Gunwati pasti akan mengemis padanya untuk datang dan memintanya ke rumah Bundela. Nani sedikit tenang dan berharap rencana Tapasya tidak meleset. Tapasya menenangkan Nani.

Jogi ingin mengajak Tapasya untuk cek ke dokter. Tapasya terkejut, Nani kelimpungan. Kebohongan mereka bisa terbongkar. Nani mencari akal.

Sementara Ichcha menyambut Veer yang pulang kantor dengan bercerita Mai membuat dapur menjadi dua. Veer tau Ichcha ingin menyampaikan hal lain. Ichcha akhirnya mengatakan bahwa Veer akan menjadi ayah. Veer sangat terkejut dan terlihat bodoh, “bagaimana kau bisa hamil begitu cepat?”. Ichcha menjelaskan ini bukan tentang hasil karya mereka malam sebelumnya, tapi ini tentang Tapasya. tapasya sedang hamil anaknya Veer.

Veer kembali dibuat shock. Ia sampai bangkit dari duduknya. Ia tak ingin Tapasya hadir lagi dalam kehidupan mereka, merusak hidup damai mereka. Ichcha yang lugu mengingatkan Veer bahwa Tapasya sekarang sudah berubah, ia pribadi yang berbeda.

Veer memberitau Ichcha, bahwa Tapasya tidak akan pernah berubah. Di rumah ini, hanya dua orang yang percaya bahwa ia bisa berubah, kau dan Mai. Veer menegaskan bahwa ia tidak mau ada yang datang dalam hidup mereka, mengganggu kebahagiannya dan istrinya, hidupnya dan temannya. Tidak akan. Ichcha hanya terdiam.

Semenatara itu kesehatan Daddaji semakin menurun, tapi tetap tak sudi menerima apapun yang disediakan oleh Ichcha.

Di rumah Thakur, Tapasya mulai galau, ia ingin menyerah dengan rencana hamil palsunya. Ia memilih lebih baik jujur pada ayahnya, Jogi, daripada Jogi tau dari dokter. Nani meyakinkan Tapasya untuk terus lanjut dengan rencana mereka. Ia pun memanggil Pushkar dan menyuruhnya untuk melaksanakan tugas rahasia itu jika masih mau tinggal di rumah itu.

Veer akhirnya membujuk Daddaji yang menolak makan. Ia mengatakan bahwa Ichcha adalah menantu di rumah ini. Walau diperlakukan buruk, ia tetap menunjukkan cinta dan mengkhawatirkannya. Daddaji berkilah kalau Ichcha adalah janda. Veer mengingatkan bahwa janda itu sekarang adalah istrinya. Jika cucunya sendiri bisa menikah dua kali, kenapa tidak dengan Ichcha. Kenapa ada aturan yang berbeda antara pria dan wanita. Kenapa tidak menyingkirkan kebiasaan lama, kenapa tidak mencoba keluar dari keyakinan tua seperti itu.

Daddaji jadi tambah marah mendengar penjelasan Veer. Ia mengatakan Veer jadi berubah karena janda itu, jadi berani melawan keluarganya sendiri. Veer tak diam, “Ichcha tidak bertanggung jawab tentang pernikahan ini karena keputusan itu ada padaku. Jadi, jika ada yang salah disini, itu adalah aku. Aku yang pantas dihukum jika ada yang merasa ada yang salah terjadi dalam keluarga ini. Tolong jangan mengatakan apa-apa tentang Ichcha, ia tidak salah disini”.

Daddaji tetap dengan keputusannya dan marah pada Veer. Ia tetap anti Ichcha. Sementara Tapasya berhasil mengelabui Jogi yang membawanya ke dokter karena Pushkar sudah mengatur semuanya dengan uang. Akhirnya Tapasya kembali ke rumah keluarga Bundela. Ia sempat hampir keseleo bicara bahwa bayinya menendang, padahal mengaku hamil baru tiga bulan. Mai dan Chanda yang mendengar merasa ada yang salah dan akan memanggil dokter. Tapasya akhirnya ngelesh kalau sebenarnya ia punya masalah dengan lambungnya. Mai percaya.

Tapasya langsung melapor ke Nani jika ia hampir membuat kesalahan fatal. Itu gara-gara menonton acara televisi konyol. Ia meminta Nani untuk datang. Nani mengingatkan Tapasya kalau ia kesana, mereka akan dicurigai, ia hanya bisa datang berkunjung sekali-sekali.

Damini mempersiapkan pakaian yang akan dikirim untuk Tapasya di rumah keluarga Bundela. Masoom coba menghasut bahwa ketidakadilan telah terjadi pada Ichcha. Damini hanya merespon ringan bahwa tetua kedua keluarga sudah mengambil keputusan bijak untuk kepentingan semua.

Saat makan, Tapasya lupa kalau dia hamil, Mai mengingatkannya untuk menjaga makanannya. Tapasya jadi punya ide untuk mendatangkan Nani, jadi Mai tak perlu repot mengawasinya. Mai merasa usul Tapasya itu tidak perlu, ia tau cara merawat orang hamil karena ia sudah punya pengalaman dengan dua orang anak. Rencana Tapasya gagal.

Tapasya kemudian mengalihkan perhatiannya pada tugas Ichcha yang memasak dengan dapur terpisah. Ia berniat membuat malu Ichcha.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *