by

Inilah Sinopsis Uttaran Pernikahan Ichcha dan Veer Bagian 4

-Debroo-127 views

Debroo.com. Inilah Sinopsis Uttaran Pernikahan Ichcha dan Veer Bagian 4. Tapasya kemudian mengingatkan bahwa Damini belum makan dari pagi, ia akan menyiapkannya.

Sinopsis Uttaran Pernikahan Ichcha dan Veer
Sinopsis Uttaran Pernikahan Ichcha dan Veer

Begitu meninggalkan ruangan, Tapasya sibuk dengan pikirannya, “bagaimana jika datang kembali dan memberitau semua orang bahwa aku pergi ke Vrindavan untuk bertemu dengannya dan menceritakan kebenaran tentang ayahnya. Aku mendapatkan cinta orangtuaku setelah sekian lama, apa aku harus kehilangannya lagi karena Ichcha? Tapi bagaimana menghentikannya sekarang”.

Sementara di Vrindavan, Veer dan Ichcha duduk di dalam pondok. Veer berjanji bahwa ia akan memastikan hidupnya akan selalu dipenuhi cahaya sekarang. Ichcha meminta Veer untuk tidak membuat janji lagi sekarang, ia merasa takut karena sebelumnya mereka juga berjanji untuk bersama selamanya, tapi janji itu tidak pernah terjadi.

Ichcha kemudian memberitahu Veer tentang kebenaran dari kematian ayah kandungnya yang diluar dugaannya. Veer coba menjelaskan bahwa itu hanya kecelakaan, bukan sengaja. Veer mengingatkan Ichcha,

“sebagian besar kasus kecelakaan, pelakunya memilih lari. Tapi dalam kasus ini, Jogi tidak lari dari kesalahannya, ia mengambil tanggung jawab. Ia pernah memberitauku untuk bisa menghilangkan rasa bersalahnya dengan memberikan cinta untuk mu. Ia memberimu cinta tanpa syarat dan menerimamu sebagai putrinya dengan sepenuh hati.

Bahkan, ketika dia mengetahui bahwa aku ingin menikah dengan mu, tidak dengan Tapasya. Ia tidak pernah menunjukkan keberpihakan pada putrinya dan mendukung hubungan kita. Bahkan ketika dosa Tapasya terbongkar, ia tetap tak mendukung yang salah, tetap memegang prinsip menegakkan kebenaran. Coba beritau aku, apa setiap orang pernah berbuat salah. Dengan tinggal jauh dari mereka, kau sebenarnya menghukum mereka lebih dari dimu sendiri Ichcha”.

Ichcha menyadari kesalahannya dan keputusannya menjauh. Veer meyakinkan bahwa ia selalu ada untuknya ia harus yakin tidak lepas dari takdirnya sekarang. Veer juga meminta Ichcha untuk melupakan segala sesuatu tentang kecelakaan. Ichcha jadi yakin, paginya, mereka melihat matahari terbit bersama-sama dan mengatakan bahwa ini adalah awal baru dari cinta dan hidup mereka.

Di rumah Thakur, begitu Nani masuk, Tapasya langsung menyampaikan kegelisahannya, “bagaimana Ichcha bisa bertahan. Aku tidak mengkhawatirkan keselamatannya, tapi khawatir dengan fakta bahwa Veer pergi kesana dan membawanya kembali ke rumah. Kenapa selalu terjadi denganku,

Veer akan bertunangan dengan seorang gadis, tapi ia malah meninggalkannya dan pergi menemui Ichcha. Aku juga pergi dan mengalami hal buruk dengan tinggal dirumah petak, mengenakan Uttaran Ichcha, tapi Veer tidak pernah merasa apa-apa. Sekarang ia menemukan Ichcha. Kenapa selalu Ichcha datang dalam hidupku, berbagi cintaku. Pertama dia berbagi kasih orangtuaku, sekarang ia menyambar Veer yang sudah jadi suamiku”.

Nani mengingatkan Tapasya bahwa sekarang Veer bukan lagi suaminya dan ia harus menerima kekalahan dari Ichcha. Tapasya tentu saja terpancing dengan hasutan Nani. Ia tidak akan kalah dengan Ichcha karena ia Tapasya Thakur. Nani semakin memancing emosi Tapasya, apa yang bisa ia lakukan sekarang.

Tapasya bertekad bahwa ia tidak akan membiarkan pernikahan terjadi, dia akan berbicara dengan ibunya. Nani mendukung, ibunya mungkin mendengarkan, tapi kalau ayahnya tidak akan.

Nani kemudian mengingatkan kesalahan Tapasya yang pernh meragukannya. Tapasya meminta ma’af dan memohon agar Nani membantunya. Nani setuju. Tapasya mulai mengatur rencana, kali ini ia tidak boleh kehilangan kepercayaan orangtuanya. Nani pun memberitau Tapasya bahwa kali ini rencananya pasti berhasil dan Ichcha tidak akan berdaya, Jogi tidak mampu berbuat apa-apa.

Di rumah Bundela, Daddaji, Umed dan Mai diberitau kalau Kinjal dan orangtuanya telah pergi. Daddaji bisa memahami mereka karena cara Veer meninggalkan pertunangan. Mai membaca surat yang ditinggalkan Kinjal, dia pergi, tapi tidak dendam terhadap keluarga ini, ia berharap kebahagian yang benar untuk Veer.

Di Vrindavan, Ichcha kebingungan mencari Veer ketika dari belakang Veer mengejutkannya dengan hadiah saree berwarna pink. Veer memberitau Ichcha bahwa sekarang ia ingin melihat Ichcha dalam pakaian warna warni dan memintanya untuk memakai saree yang dibawakannya itu.

Sesaat, Ichcha ingat pertemuannya dalam mimpi dengan Vansh yang memintanya untuk melanjutkan hidup dengan cinta sejati Veer. Ia merasa senang Vansh ternyata ikhlas dengan kebehagiaan mereka. Ichcha pun memutuskan melepas pakaian putih dan memakai saree pink dari Veer.

Saat Umed berkunjung ke rumah Thakur setelah mendapat kabar bahwa Veer Ichcha akan datang hari ini. Jogi mengusulkan agar menikahkan Veer dan Ichcha sekarang. Divya, Damini dan Tapasya yang ikut mendengar jadi terkejut. Tapasya dan nani langsung menyingkir, berkasak kusuk mengatur rencana.

Di luar dugaan mereka semua, Veer-Ichcha muncul di pintu rumah. Ichcha dalam saree berwarna pink dan kalung bunga pernikahan. Veer dengan jas dan juga kalung bunga pernikahan di lehernya. Setelah ekspresi kaget, terutama Damini. Veer-Ichcha memegang pundak Ichcha, mereka berjalan beriringan ke dalam.

Umed yang pertama memberi respon, ia menghampiri dan berkata dengan ekspresi serius, “bagaimana bisa kalian melakukan semua ini tanpa memberitau siapapun. Kalian tidak berpikir tentang keluarga, dan reaksi mereka sebelum melakukan pernikahan”.

Veer-Ichcha jadi tegang. Umed kemudian mengubah nada bicara dan ekspresinya, “apapun yang kalian berdua lakukan hari ini, kami semua sangat senang”. Veer-Ichcha jadi lega, mereka tersenyum. Anggota keluarga lain, Damini, Jogi, juga tersenyum. Divya masih menunjukkan wajah kurang senang.

Masoom kemudian membawa Aarti. Damini melakukan Aarti untuk Veer-Ichcha dan meminta kedua pengantin baru itu untuk meminta berkat. Pertama pasangan Veer-Ichcha menghampiri Umed. Umed menyampaikan rasa leganya, “akhirnya Tuhan mendengarkan saya, sekarang saya yakin tidak ada yang akan memisahkan kalian”.

Veer-Ichcha kemudian menuju Divya. Divya memberkahi semoga mereka berdua bahagia dalam kehidupan pernikahan dan kebersamaan. Setelah itu Divya pergi untuk mengatur makan siang mereka.

melangkah ke arah Jogi, meminta berkatnya. Jogi mengungkapkan kebahagiaannya, ia ingin Veer bahagia dengan pernikahannya. Jogi membentangkan tangannya ke arah Ichcha. Mata Ichcha terlihat berlinang, ia ingat ucapan Tapasya tentang kematian ayah kandungnya. Ichcha jadi ragu meminta berkat Jogi. Jogi shock melihat Ichcha yang tak mau meminta berkatnya, justru setelah pernikahan putrinya itu.

Di rumah Bundela, Mai kembali membaca surat Kinjal. Chanda muncul untuk menghasut, bahwa semua ini terjadi karena Ichcha. Kebakaran yang terjadi hanya drama. Tapi Veer menganggapnya serius. Chanda mengatakan bahwa ia juga janda, tapi tidak pernah pergi ke Vrindavan. Kenapa Ichcha harus kesana. Mai sangat setuju dengan semua ucapan Chanda.

Sementara itu, Tapasya dan Nani pergi ke kuil setelah mengetahui bahwa Veer-Ichcha akan datang hari itu. Tapasya mulai merasa bahwa mereka tidak akan bisa menghentikan pernikahan Veer-Ichcha yang sudah dibahas Jogi. Nani yang juga belum mengetahui bahwa Veer-Ichcha telah melakukan pernikahan sebelum kembali ke rumah, meyakinkan Tapasya bahwa mereka masih belum menikah dan pernikahan itu tidak akan pernah terjadi.

Di rumah Thakur, Jogi masih bingung dengan sikap Ichcha yang tidak mau meminta berkahnya. Veer memberitau bahwa Ichcha perlu bicara berdua dengan Jogi. Jogi membawa Ichcha ke kamar kerjanya.

Singkat cerita, Ichcha menyampaikan kekecewaannya setelah mengetahui kebenaran dari kematian ayah kandungnya. Jogi terkejut dan menangis. Ichcha masih berkata bahwa Jogi langsung atau tidak langsung bertanggung jawab terhadap meninggalnya ayahnya. Jogi mengakui bahwa ia bertanggung jawab untuk kematian ayah Ichcha dan menyesal. Dan meminta Ichcha untuk memberi hukuman yang diperlukan.

Ichcha menangis, mengakui ia selalu menganggap Jogi sebagai ayahnya semenjak ayah kandungnya meninggal. Saat itu ia tidak tau arti ayah. Ichcha kemudian memberitau Jogi bahwa itu hanya kecelakaan, sebagai putri ia telah melalui masa kecilnya hanya dengan Jogi dan Jogi adalah ayahnya. Ichcha Jogi saling berpelukan.

Ichcha memberitau Jogi, awalnya ia sempat hilang kepercayaan dan ingin pergi menjauh dari mereka. Tapi Veer menjelaskan. Jogi kemudian mengakui bahwa ia menymbunyikan kebenaran itu karena takut kehilangan Ichcha. Ichcha kemudian mengingatkan ayahnya itu bahwa Jogi selalu mengajarkannya untuk menghadapi kebenaran. Sekarang ia merasa lega bahwa kebenaran sudah terungkap dan tidak ada rahasia lagi diantara mereka.

Sementara itu, di ruang utama, Masoom meminta ‘pajak’ pernikahan pada Veer karena ia adik iparnya. Veer pun memberi Masoom uang mengikuti tradisi mereka yang baru saja menikah. Masoom sangat senang. Ia pun memerkannya pada Divya yang sedang mempersiapkan makanan di dapur.

Divya heran dengan sikap Masoom itu. Masoom mengingatkan Divya, apa Tapasya yang harus menjadi iparnya Veer sekarang?. Divya yang terlihat kurang senang dengan pernikahan Veer-Ichcha hanya bisa mengingatkan Masoom untuk tidak melampui batasannya.

Nani dan Tapasya baru sampai di halaman rumah. Betapa terkejutnya mereka melihat Veer sudah duduk bersama Umed. Tapasya memberikan senyum pada Veer, tapi kemudian sadar apa yang telah terjadi diantara mereka. Veer hanya menatap Tapasya dengan tatap menahan marah.

Divya yang melihat kemarahan di wajah Veer, coba mendamaikan, “saya tau kamu terkejut melihat Tapasya didini, tapi dia telah berubah sekarang, ia telah menyadari kesalahannya dan bahkan terus menebusnya. Jogi pun telah mengampuninya, kami menerimanya di rumah ini.

Veer, saya harap kamu juga melupakan semuanya dan mema’afkannya”. Veer justru jadi ingat bagaimana Vansh jadi bunuh diri gara-gara ulah Tapasya. Ia semakin menatap Tapasya dengan tatap kebencian.

Tapasya masih menatap Veer dengan tatap terkejutnya saat Ichcha dan Jogi keluar. Mereka melihat Tapasya dan Nani sedang berdiri di ruang utama dalam ekspresi kaget. Tapasya kemudian melihat sindoor dan mangalsutra di jidat Ichcha, ia langsung tau kalau Ichcha sudah menikah dengan Veer.

Mata Tapasya berkaca dengan semakin bertambahnya rasa terkejutnya. Setelah rasa saling terkejut hilang, Jogi mendekat dan memberitau Tapasya bahwa Veer-Ichcha sudah menikah. Tapasya tidak bisa mengendalikan emosinya, tapi dia tetap bisa tersenyum di depan semuanya.

Tappu merasa berada dalam situasi sangat sulit dan merasa malu menghadapi mantan suami dan teman baik, ia sangat berharap bisa bersikap normal, tapi ia tak bisa menghentikan air mata kekalahannya. Tapasya kemudian menunjukkan kepura-puraannya, berjalan mendekati Ichcha, menunjukkan kepedulian, mengucapkan selamat dan prihatin harus menikah dalam kesulitan seperti itu.

Tapasya memeluk Ichcha, ia tak bisa mengendalikan air matanya, melihat ke arah Veer yang masih menatapnya dengan rasa marah. Ia coba bersikap wajar, memberi selamat pada Veer, tapi Tapasya kewalahan dengan sikap pura-puranya, ia berlari ke lantai atas menuju kamarnya. Divya menyusul Tapasya untuk memastikan dia baik-baik saja.

Damini kemudian menghampiri Ichcha dan memintanya untuk bicara berdua, membawanya ke kamar. Di dalam, Ichcha langsung memberondong Damini tentang menyembunyikan tentang kematian ayahnya. Damini menjelaskan, “ketika ayahmu meninggal, kau masih sangat kecil untuk memahami kebenaran tersebut. Kemudian takdir membawa kita ke rumah Jogi Thakur, ia orang yang bertanggung jawab atas kecelakaan itu, dia memberimu cinta ayah kandung. Kau selalu bercerita bahwa kau ingin selalu ingin sukses seperti ayah Tapasya. Itulah yang membuatku takut memberi tau kebenarannya. Karena aku berpikir, justru setelah tau kebenarannya, kau akan jadi membenci orang. Tapi aku tau, aku salah, jadi ma’afkan ibu”.

Ichcha memeluk Damini, meminta ibunya itu tidak minta ma’af padanya. Ia bisa mengerti mengapa ibunya melakukan itu. Awalnya ia benar-benar marah pada Ammonya itu, tapi kemudian menyadari bahwa ia tidak bisa hidup tanpa ibunya. Setelah melepaskan emosi keduanya, Damini mengungkapkan bahwa sekarang ia lega setelah kebenaran terungkap dan Ichcha Veer menikah.

Damini kemudian bertanya kenapa Ichcha dan Veer menikah terburu-buru. Ichcha pun harus mengilas balik pernikahan kilat ia dan Veer hari ini.

Sementara dikamarnya, Tapasya menangis, Divya terus menghibur dan mengontrol emosi. Tapasya beralasan bagaimana bisa mengontrol emosi saat melihat ‘suami’ menikah dengan orang lain. Tapi kemudian Tapasya meyakinkan ibunya bahwa itu mungkin yang terbaik untuk semuanya. Dan mulai sekarang ia tidak akan menangis lagi.

Tapi begitu dengan Nani, Tapasya meluapkan semua emosinya. Ia mengakui bahwa caranya menikah dengan Veer memang salah. Tapi ia tetap istrinya, ia bisa menikah dengan orang lain, tapi kenapa selalu Ichcha yang merampas. Tapasya melempar vas bunga. Nani menenangkan Tapasya.

Intinya, bukan cinta Veer sebenarnya. Tapasya tak masalah Veer menikah dengan Kinjal atau gadis lain, tapi jangan dengan Ichcha. Karena kalau dengan Ichcha, ia merasa kalah dan ia tau kalau Ichcha akan dibuat bahagia oleh Veer. Itu yang dia tidak mau, kebahagian Ichcha tidak boleh terjadi.

Di kamar Damini, Ichcha menjelaskan pada Ammo-nya bahwa semuanya terjadi dengan tiba-tiba. Ichcha mengilas balik pernikahannya.

Saat itu, Ichcha dan Veer sedang mengunjungi sebuah kuil. Setelah berdoa pada Tuhan, Veer ingat ucapan ayahnya tentang wanita yang dicintainya yang tetap memilih diam karena tekanan sekitarnya/masyarakat. Veer jadi mengusulkan pada Ichcha untuk menikah di kuil itu saja.

Awalnya Ichcha terkejut, tapi Veer meyakinkan, “akhirnya kita mendapatkan kesempatan untuk menjauh dari semua aturan dan peraturan masyarakat dan menikah disini, di Vrindavan, tempat Dewa Krishna. Akhirnya kita bisa menunjukkan kekuatan cinta sejati kepada dunia yang menjadi satu selamanya”. Ichcha setuju.

Veer Ichcha menikah di kuil tersebut. Seorang Panditji kuil menikahkan mereka dengan semua ritual, bertukar kalung bunga, mengucapkan tujuh sumpah/janji. Empat di ucapkan Veer, selalu mendukung istri dimasa bahagia ataupun sulit. Selalu melindungi, mengambil tanggung jawab keluarga dan akan selalu memperlakukannya sebagai teman.

Ichcha kemudian berjalan di depan, mengucapkan tiga sumpah berikutnya, akan selalu memenuhi patni-dharm, memeprlakukan pemujaan seperti di kuil, dan mendengarkan mertua, memberikan hidupnya pada suaminya selama tujuh kelahiran berikutnya.

Setelah menyelesaikan ritual sumpah, Veer menempatkan mangalsutra dan sondoor di dahi Ichcha. Kemudian Panditji mengatakan bahwa semua ritual pernikahan selesai dan Veer Ichcha resmi sebagai suami istri.

Inilah Sinopsis Uttaran Pernikahan Ichcha dan Veer Bagian 5

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *