by

Inilah Sinopsis Uttaran Pernikahan Ichcha dan Veer Bagian 3

-Debroo-120 views

Debroo.com. Inilah Sinopsis Uttaran Pernikahan Ichcha dan Veer Bagian 3. Di Vrindavan, Ichcha mulai menjalani aktivits di luar pndoknya, seorang anak laki-laki memintanya untuk membantu menerbangkan layang-layang.

Sinopsis Uttaran Pernikahan Ichcha dan Veer
Sinopsis Uttaran Pernikahan Ichcha dan Veer

Ichcha jadi ingat Vansh dan pembicaraannya dalam mimpi, ia pun berjanji untuk melanjutkan hidupnya. Saat layang-layang terbang di udara, ia berfikir mengapa takdir selalu berhasil memisahkannya dari Veer.

Di rumah Thakur, Tapasya semakin menunjukkan sikap pura-pura baiknya, ia ikut ke kuil bersama Divya dan Damini, dengan alasan awal yang baik untuk memulai hidupnya.

Di rumah Bundela, Gunwati mulai mengatakan pada Veer bahwa Kinjal adalah gadis sempurna untuknya. Wajah Veer tak bersemangat. Mai mencari tau apa ada orang lain dalam pikiran Veer. Veer ingat pelukan terakhir Ichcha, tapi menepiskan bayangan itu saat menyadari Ichcha pergi untuk melakukan Vrindavan. Veer memberitau Mai bahwa ia menyetujui apapun yang diinginkan Mai.

Gunwati kemudian memberitau Dadaji bahwa mereka harus menentukan hari baik pertunangan. Dadaji merespon dengan enggan, Kinjal juga tak yakin dengan orangtuanya, karena terlalu mendadak. Mai meyakinkan bahwa ia yang akan berbicara. Mai kemudian meminta Veer dan Kinjal untuk berbelanja persiapan.

Di restoran, Veer terlihat sibuk sendiri, Kinjal mencari tau apa Veer senang dengan rencana pernikahan ini, atau Veer mencintai orang lain. Veer sebenarnya langsung ingat Ichcha, tapi begitu ingat Ichcha yang pergi ke Vrindavan, Veer ngelesh kalau di hatinya tak ada orang lain.

Sementara Tapasya memulai rencana balas dendam pertamanya, ia meminta pada ayahnya untuk mengizinkan Masoom kembali ke rumah dengan alasan ia ingin bertobat, ia menyadari saat ini Masoom sendirian di luar dan perlu perlindungan, ini sama seperti yang mereka lakukan pada Ichcha.

Jogi tentu saja senang, ia mengira Tapasya sudah berubah. Nani menentang keputusan Jogi, tapi ia hanya sendiri, semua orang setuju Masoom di beri kesempatan. Jogi memberitau Masoom bahwa ia mengijinkannya kembali ke rumah hanya karena Tapasya.

Masoom terkejut. Saat Tapasya memberikan pelukan selamat datang pada Masoom, ia berbisik, “kau akam merawatku, melakukan semua yang ku inginkan, termasuk manikur dan pedikur”. Masoom pucat, Tapasya tersenyum kejam.

Di rumah Bundela, Umed coba mengingatkan Gunwati bahwa mereka terlalu tergesa-gesa dalam merencanakan pertunangan Veer-Kinjal. Mai seperti biasa mengabaikannya. Veer sedang di kamar Ichcha, melihat ikan-ikan yang dulu di berikannya pada Ichcha agar Ichcha melupakan kesedihannya.

Chanda datang mengusik Veer. Tak berapa lama, Kinjal yang terlalu senang dengan rencana pernikahannya dengan Veer, meminta ia merawat ikan-ikan tersebut. Sebelum Veer mengatakan bahwa itu milik Ichcha, Kinjal sudah mengambilnya.

Ichcha menelpon rumah keluarga Bundela, menanyakan kabar semua orang, kebetulan yang mengangkat Mai. Ichcha sebenarnya sangat ingin tau kabar Veer. Mai mengatakan bahwa mereka sedang mempersiapkan pernikahan Veer dengan Kinjal, rencananya akan dilaksanakan minggu depan. Ichcha sangat shock, ia hampir melepaskan telpon di tangannya.

Nani memberitau keluarga Thakur informasi yang di dapatnya bahwa Veer akan melakukan pernikahan lagi. Tapasya terkejut. Nani menunjukkan simpatinya pada Tapasya dan memahami kesedihannya. Tapasya menegaskan pada Nani, sebenarnya yang dia inginkan hanyalah Veer tidak menikah dengan Ichcha, tidak ada hal lain.

Nani masih terkejut dengan sikap Tapasya yang tetap dingin padanya. Ia kemudian membawa Pushkar ke hadapan Tapasya dan membeberkan semua rencana Pushkar dengan Masoom, hanya untuk membuktikan bahwa Nani sangat setia pada Jogi dan Divya. Tapasya tetap cuek. Pushkar mengingatkan Tapasya bahwa semenjak Tapasya terusir dari rumah, ia tidak lah sama dengan Tapasya yang dulu, takkan bisa menghancurkan Ichcha.

Tapasya dengan angkuhnya mengatakan bahwa saat ini Ichcha bukanlah prioritasnya, masih banyak musuh-musuh lain yang akan ia beri pelajaran. Ichcha semenjak kematian suaminya, berada dalam posisi hancur, jadi abaikan saja. Nani mengingatkan Tapasya, itu kalau Veer memang jauh dari Ichcha. Pushkar menambahkan, Ichcha akan bertambah hancur kalau ia dijauhkan dari Jogi dan Divya. Dan ia tau caranya. Tapasya jadi penasaran dengan rahasia yang disimpan Pushkar dan Nani.

Begitu tau rahasia keluarga yang selama ini tersimpan rapat. Tapasya pergi ke Vrindavan menemui Ichcha. Ia pura-pura sudah berubah dihadapan Ichcha, ia mengatakan betapa selama ini tidak menghargai sebuah hubungan. Setelah terlempar ke kehidupan luar yang pahit, ia baru menyadari nilai sebuah hubungan, cinta dan persahabatan.

Setelah Ichcha benar-benar percaya dengan perubahannya, Tapasya menyampaikan maksud kedatangannya, ia sekarang melakukan hal yang sama, yang dulu dilakukan ayahnya pada Damini. Ichcha tentu saja bingung dan penasaran. Tapasya pura-pura enggan membeberkan kebenaran yang diketahuinya.

Setelah meminta janji Ichcha untuk merahasiakan siapa yang memberitaunya, Tapasya kemudian membeberkan bahwa sebenarnya Jogi, ayahnya, bertanggung jawab atas kematian ayah kandung Ichcha. Ia menjelaskan semua informasi yang di terimanya dari Pushkar. Tapasya sangat senang melihat Ichcha terguncang dengan informasi kebenaran kematian ayah kandungnya.

Ichcha meminta Tapasya untuk meninggalkannya sendiri. Tapasya semakin menambahkan, itulah mengapa selama ini ayahnya memperlakukan Ichcha seperti putri kandungnya sendiri. Ichcha hanya bisa berurai air mata dan mengatakan pasti Tapasya berbohong. Ia tak percaya Jogi tidak bisa melakukan itu. Tapasya pura-pura minta ma’af sebelum meninggalkan Ichcha dengan senyum kemenangan.

Di rumah Bundela, Mai dan Chanda bertemu event organizer untuk membahas dekorasi dan meminta saran Veer. Veer tak bersemangat, menyerahkan semua pada mereka. Orang pintar juga dipanggil untuk melihat kundalis Veer dan Kinjal. Orang pintar itu memberitau bahwa kundali milik Kinjal memperlihatkan bahwa gadis itu tidak menunjukkan tanda-tanda akan menjadi istri kedua.

Mai jadi gelisah, dan tidak mau mendengar lebih lanjut, kalau memang tidak ada yang buruk, ia hanya ingin menetapkan tanggal pertunangan.

Umed kembali mengingatkan Gunwati, bahwa orang yang mereka panggil itu terpercaya karena ilmu yang dimilikinya, kenapa mereka harus mengabaikan temuannya. Mai seperti biasa tetap bersikeras dengan kemauannya. Ia pun bertanya tanggal, orang pintar memberitau Rabu depan.

Mai malah ingin tau tanggal yang lebih cepat lagi, Umed kembali mengingatkan bahwa apa yang dilakukan secara tergesa sangatlah tidak baik. Orang pintar setuju dengan pendapat Umed, dan meminta untuk selanjutnya mereka berdiskusi dengan guru spritual keluarga aja.

Umed kembali mengingatkan Mai bahwa Veer tidak siap dengan pernikahan ini. Keras kepala Mai telah menghancurkan kehidupan anak-anak mereka. Saat ini cobalah pahami keadaan mental Veer yang belum siap untuk pernikahan ini. Mai memberi alasan bahwa Veer sudah setuju dengan semua ini. Umed langsung paham, semua pendapatnya tidak ada gunanya lagi, Mai pasti sudah mengatur semuanya.

Di tempat kerjanya, Veer terlihat sangat emosi, ia tidak bisa mentolerir kesalahan kecil yang dilakukan pekerjanya. Pikiran Veer dipenuhi oleh Ichcha, ia tak sanggup menahan beban pikirannya sekarang. Veer mulai pusing, jatuh ke tanah dan tak sadarkan diri. Para pekerja membantunya.

Sementara itu, Tapasya kembali ke rumah, pura-pura lelah telah melakukan perjalanan melihat temannya yang bernama Nilu yang sangat terguncang karena mendengar ibunya menderita kanker. Tapasya membohongi kedua orangtuanya. Sementara Masoom dimintanya untuk mengangkat tasnya ke kamar, awalnya dengan kasar, tapi begitu dihadapan ayah ibunya, Tapasya meminta tolong dengan sopan.

Di Vrindavan, Ichcha menangis, ingat masa kanak-kanaknya bersama Jogi. Ingat momen pertama kali memenggil Jogi ayah. Ichcha seakan sesak mengingat kebenaran yang diberitau oleh Tapasya.

Di kamarnya, Tapasya mengatakan pada dirinya sendiri bahwa orangtuanya lupa bahwa mereka hanya mempunyai satu putri dan itu dirinya. Tapasya kemudian mengeluarkan foto Ichcha dan bicara ke foto tersebut, “aku yakin kau akan menderita dengan cara yang sama sekarang Ichcha. Aku telah menderita karenamu. Aku kasihan pada Ammo, tapi apa yang bisa ku lakukan. Aku tidak pernah mendapatkan kasih orang tuaku karena anak perempuannya. Dan hari ini, putrinya tidak akan mempercayainya karena terungkapnya sebuah kebenaran. Sekarang aku akan memiliki semua cinta ayah. Iccha tidak akan bisa mempercayai Ammo atau ayahku setelah mengetahui kebenaran”.

Sementara Veer masih dalam keadaan setengah sadar ketika dokter datang memeriksanya. Mai justru bertanya keadaan kesehatan Veer apa ada yang serius atau tidak, dengan alasan minggu depan acara pertunangan. Mai kemudian menyimpulkan bahwa Veer pingsan karena beban kerja, ia pun menyuruh Kinjal untuk menjaga Veer.

Malam harinya, Veer yang masih belum sadar sepenuhnya menggigau, “tolong jangan tinggalkan aku selalu,, Ichcha”. Kinjal yang sedang istirahat dari menjaga Veer di pinggir tempat tidur jadi bingung, ia pun bergegas ke kamar Mai dan memberi tau jika Veer mengigaukan seseorang dan sepertinya itu yang sangat mengganggu Veer. Mai menenangkan Kinjal bahwa setelah apa yang terjadi padanya, Veer mungkin memikirkan istrinya, tidak ada lagi orang lain dihidupnya sekarang.

Di rumah keluarga Thakur, Divya membelikan gelang yang indah untuk Tapasya. Kebahagiaan Tapasya langsung lenyap begitu mengetahui bahwa ibunya juga membelikan gelang yang mirip untuk Masoom. Tapasya menahan gondok, ia takkan berbagi orang tuanya lagi, pertama Ichcha, sekarang Masoom.

Tapi, sepertinya Tapasya kali ini berhadapan dengan orang yang salah, Masoom bukanlah Ichcha yang penuh belas kasih. Masoom malah mengancam balik Tapasya jika macam-macam dengannya, jika tak membiarkannya hidup tenang di rumah itu.

Masoom meminta Tapasya untuk ‘bersahabat’ dengannya setelah ia mempunyai bukti kalau ternyata Tapasya pergi ke Vrindavan, dan tentunya menemui Ichcha. Tapasya tak punya pilihan selain menerima penawaran Masoom.

Di rumah Bundela, Mai membawakan sup hangat untuk Veer yang sudah siuman. Mai juga memberitau tau bahwa sepanjang malam Kinjal menemani dan mengurusnya. Veer justru mempertanyakan keberadaan Mai. Mai juga bilang kalau dia disitu. Mai meminta keyakinan Veer tentang keraguan Kinjal setelah mendengar gigauan Veer, apa Veer siap menikah.

Veer yang merasa Ichcha meninggalkannya, mengatakan bahwa ia siap melakukan apapun yang Mai ingin lakukan. Mai senang dan langsung memberitau Umed. Umed kembali mengingatkan bahwa kondisi Veer sedang tidak baik. Mai tetap dengan rencananya.

Di rumah keluarga Thakur, Nani coba terus mengambil hati Tapasya kembali. Akhirnya Tapasya luluh, dan berpelukan dengan pengisi pikiran negatif di kepalanya itu.

Di rumah keluarga Bundela, Umed coba bicara pada Veer. Ia mengingatkan bahwa Veer seperti ini karena ia tidak pernah mendengarkan suara hatinya. Veer beralasan bahwa ia sudah melakukannya berkali-kali dan kali ini ia memilih berhenti mendengarkan suara hatinya dan hanya ingin melakukan apa keinginan Mai.

Umed tak menyerah, ia mengingatkan Veer, setidaknya Veer bisa memberitau keinginan hatinya itu pada Mai, atau padanya, atau pada wanita yang dicintai Veer. Mungkin jika Veer memberitau apa yang dirasakan Veer, wanita itu dapat menerimanya. Dan mungkin juga wanita itu tidak memaksa dirinya untuk tetap diam dibawah tekanan semuanya. Veer jadi berpikir.

Saat akan diselenggarakan pertunangan Veer-Kinjal, keluarga Bundela mendapat kabar bahwa terjadi kebakaran di Vrindavan. Sudah dapat dipastikan Veer mencemaskan Ichcha, ia meninggalkan acara pertunangannya dan pergi ke Vrindavan.

Dengan panik Veer mencari Ichcha, ia menangis, “dimana kau Ichcha, kenapa meninggalkaku seperti ini. Aku terus mengabaikanmu karena kau cintaku, tapi kau tak bisa pergi dariku. Aku akan menemukanmu kemanapun kau”. Veer terus mencari. Malam sudah datang, Veer sampai di pinggir danau, ia semakin sedih memikirkan keberadaan Ichcha.

Veer akan meninggalkan danau saat matanya menangkap bayangan wanita yang keluar dari dalam danau dengan saree putih. Ternyata itu adalah Ichcha. Ichcha keluar dari air dan melihat Veer yang berdiri di pinggir. Mereka saling terkejut menatap satu sama lain. Veer menarik nafas lega melihat Ichcha baik-baik saja.

Ichcha minta penjelasan Veer kenapa bisa ada disana. Veer dengan gemas bercampur marah mengatakan bahwa bagaimana bisa Ichcha berpikir pergi, jauh darinya. Ia akan mencari dengan perasaan gila. Ia akan mempertanyakan Tuhan, ia sangat takut dengan kemungkinan akan kehilangan Ichcha selamanya.

Mendengar kejujuran Veer mengungkapkan perasaannya, Ichcha menyeka air mata Veer smabil meyakinkan bahwa tidak ada yang akan terjadi padanya. Ia akan baik-abaik saja dan tidak akan pergi darinya.

Veer langsung memeluk Ichcha, ia tidak akan membiarkan sesuatu terjadi padanya. Ia takkan bisa hidup tanpa Ichcha. Ichcha pun mengungkapkan suara hatinya bahwa ia juga tidak bisa hidup tanpa Veer, karena ia mencintai Veer. Veer tentu saja sangat gembira dan meminta Ichcha mengulang apa yang beru dikatakannya. Ichcha pun mengatakan, “I love you”.

Ichcha mengakui bahwa ia selalu mencintai Veer. Tapi sebelumnya ia merasa takut dengan perasaannya itu. Veer meyakinkan, tidak ada yang perlu ditakutkan sekarang karena mereka berdua saling mencintai. Veer juga berjanji, mulai sekarang dan seterusnya ia akan sellau berdiri dan mendukungnya. tidak akan pernah meninggalkan tangan Ichcha. Veer-Ichcha kembali berpelukan. Veer mencium dahi Ichcha.

Di rumah Thakur, Jogi menelpon Umed dan menyampaikan ke khawatirannya tentang Ichcha. Setelah selesai bicara, Tapasya langsung menghibur ayahnya itu untuk tidak perlu khawatir karena ia selalu berdoa untuk Ichcha. Telpon Jogi kembali berbunyi, telpon dari Veer yang mengabarkan bahwa Ichcha ada bersamanya. Damini, Divya, jadi lega mendengar kabar tersebut. Tapasya dan Nani tentu saja sebaliknya.

Damini jadi terbawa emosi ketika mendengar Ichcha baik-baik saja. Ia menangis. Nani ngomel, kenapa Ichcha diketahui tak apa-apa, Damini justru menangis. Divya menenangkan Nani, biarkan Damini menangis meluapkan semua ketegangannya sebelumnya. Tappu coba mengambil kesempatan yang ada dengan mengatakan bahwa ia selalu tau kalau Ichcha akan segera ditemukan. Jogi semakin senang melihat perhatian Tapasya pada Ichcha.

Inilah Sinopsis Uttaran Pernikahan Ichcha dan Veer Bagian 4

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *