by

Sinopsis Uttaran : Kehidupan Ichcha dan Anak-Anaknya – Part 4

-Debroo-97 views

Debroo.com. Sinopsis Uttaran : Kehidupan Ichcha dan Anak-Anaknya – Part 4. Tamanna jadi bertanya pada Meethi, apa itu Uttaran?

Sinopsis Uttaran - Kehidupan Ichcha dan Anak-Anaknya - Part 1
Sinopsis Uttaran – Kehidupan Ichcha dan Anak-Anaknya – Part 1

Meethi jadi ingat kilas balik kisahnya sendiri. Saat ia datang ke rumah Thakur pertama kalinya. Nani juga mengucapkan hal yang sama Mukta adalah pewaris dari rumah ini. Keluarga kami juga percaya dalam memberikan Uttaran dan tidak mengambil itu. Saat itu juga menanyakan hal yang sama, apa itu Uttaran. Nani justru menyuruhnya bertanya pada Damini, karena Daminilah yang tau arti kata Uttaran. Meethi agak bingung menjawab pertanyaan Tamanna tentang Uttaran.

Dengan terbata, Meethi menjawaba bahwa Uttaran adalah ketika seseorang memberikan barang-barang tuanya, mainan atau baju sambil mengatakan bahwa mereka tidak membutuhkannya lagi. Tamanna langsung melihat gaun yang dipakainya, berarti ini pakaian Uttaran.

Akash menyangkal penjelasan Meethi tentang Uttaran, dan menjelaskan Uttaran itu berarti berbagi apapun yang kita miliki dengan orang lain, seperti cinta dan nilai-nilai. Segala sesuatu yang berharga bagi kita, kita bagi dengan orang lain, itulah Uttaran yang sebenarnya. Meethi tersenyum mendengar penjelasan Akash.

Tamanna jadi senang, itu berarti tidak ada salahnya memakai pakaian Uttaran kakak Rani. Karena kakak sudah memberikan padanya dengan cinta. Akash dan Meethi bisa melihat kebingungan di wajah Rani. Akash memanfaatkan situasi itu, dengan menegaskan bahwa itu adalah bentuk cinta dari seorang kakak pada adiknya. Meethi bisa melihat Rani terkejut. Akash memeluk Tamanna. Tamanna tersenyum pada Rani, tapi Rani membuang muka dengan marah. Meethi memberi perhatian pada Rani.

Tapi gadis kecil itu sudah terlanjur marah. Ia pergi dari meja makan dan akan ke sekolah dengan sopir. Maiyya mengingatkan Akash dan Meethi tentang sikap mereka yang lebih memperhatikan Tamanna. Akash menegaskan pada ibunya bahwa mulai sekarang segala sesuatu di rumah ini mulai sekarang adalah milik Rani dan Tamanna.

Damini ahirnya mengingatkan Maiyya. Bahwa orangtualah sebenarnya yang membuat anak-anak bersikap saah terhadap keluarga sendiri. Jika orang tua tidak mengajarkan cemburu, maka mereka berdua akan akur. Tapi Maiyya sudah seperti Nani ke dua. Ia tetap tidak bisa terima, Rani adalah darah dagingnya, ia adalah pewaris dari rumah ini. Pewaris shah rumah ini akhirnya ada juga setelah sekian tahun. *karena meethi tidak bisa memberikan anak untuk Akash*.

Ternyata semua tidak berjalan seperti keinginan Meethi. Di sekolah ternyata Rani berulah, ia memberitau pada semua teman-temannya di sekolah bahwa Tamanna adalah anak yatim piatu yang diadopsi oleh orangtuanya. Tamanna sampai shok mendapat perlakuan seperti itu.

Nani kembali mengingatkan Meethi, bahwa kecemburuan seperti itu akan menjadi masalah besar dimasa depan.

Meethi tetap tidak menyerah. Kecemburuan bisa terjadi jika berasal dari keluarga berbeda. Tapi kedua gadis kecil itu dia anggap sebagai putrinya. Ia sudah belajar banyak dari Ichcha Ma dan Tapasya Ma. Mukta dan dia juga melalui hal serupa. Ia tidak ingin Rani dan Tamanna mengalami hal yang sama.

Meethi berjanji tidak akan ada kecemburuan. Ia akan membesarkan dua gadis kecil itu sedemikian rupa, mereka akan seperti dua saudara nyata. Tapi Maiya tidak setuju dengan keputusan Meethi. Darah daging tetap darah daging, orang luar tetaplah orang luar.

Damini harus mempertegas kembali tekad Meethi. Tapi Meethi sudah membulatkan tekadnya.

Malamnya, Akash membangunkan Rani untuk ucapan selamat ulang tahun. Meethi dan Maiyya juga hadir. Tamanna hanya melihat dari luar kamar, sambil meninggalkan sebuah kartu di dekat pintu. Meethi melihatnya, ternyata itu kartu ucapan ulang tahun untuk kakak Rani. Sebuah kartu lain jatuh dari buku yang dibawa Tamanna, ternyata itu kartu ucapan ulang tahun untuk Tamanna sendiri.

Meethi jadi mendapat ide. Ia sebelumnya hanya mempersiapkan satu pesta ulang tahun untuk Rani pada hari ini. Saat pesta berlangsung, saat Rani sibuk dengan hadiah dan teman-temannya, Meethi dan Akash muncul bersama Tamanna yang di dandani sama persis dengan semua atribut yang dipakai Rani. Rani terkejut. Di tambah Akash juga menaroh Tamanna di sebelahnya berdiri, dekat kue ulang tahun.

Damini terkejut jika anak-anak Meethi berulang tahun pada tanggal yang sama.

Saat pemotongan kue, Rani melempar kue ulang tahunnya. Ia tak merayakan ulang tahunnya dengan siapapun. Ini adalah hari ulang tahunnya, bukan Tamanna.

Damini ingat saat Ichcha dulu juga mendapatkan perlakuan yang sama saat menghadiri ulang tahun. Sejarah sudah mulai terulang kembali di rumah ini.

Meethi menegur sikap Rani yang diluar batas kesopanan. Rani malah menyahut bahwa dia tidak diajarkan sopan santun, yang tau sopan santun hanya Meethi seorang. Meethi hampir menampar Rani, tapi tak jadi. Rani marah pada Meethi, mengatakan bahwa Meethi tidak mencintainya, ia hanya mencintai Tamanna. Maiya mengingatkan Meethi bahwa hal itu pasti terjadi.

Meethi menangis, ia sudah merasa gagal menjadi seorang ibu. Ia tidak tau caranya lagi untuk memberi tau Rani bahwa ia sangat mencintainya. Tamanna datang menghibur Meethi. Ia tidak senang melihat Meethi menangis, kirim kembali saja ia. Meethi adala ibu perinya. Kata ayahnya, ibu peri tidak menangis. Semua akan baik jika ia pergi dari sini. Kakak Rani tidak akan marah dan Peri Ma tidak perlu menangis.

Akash duduk di depan Tamanna dan bilang ia adalah anak pintar. Tapi, jika Tamanna pergi, siapa yang akan membuat Peri Ma tersenyum, siapa yang akan menghapus air matanya. Tamanna harus terus tinggal bersama mereka jika ingin membuat Peri Ma senang. Tamanna mengangguk, ia melihat Meethi tersenyum. Semua orang yang masih ada disitu jadi terharu. Akash mencium Tamanna.

Maiyya memaksa Meethi dan Akash membuat keputusan. Siapa yang akan tinggal di rumah, Rani atau Tamanna. Jika keduanya tinggal bersama akan timbul masalah. Mereka berdua saling iri, permusuhan akan terus meningkat, apa yang akan terjadi dimasa depan.

Nani jadi buka suara mendengar ucapan Maiyya. Ia mengingatkan nenek Rani itu, dulu ia melakukan hal yang sama, apa yang dilakukan Maiyya hari ini. Hari ini ia menyadari itu adalah kesalahannya.

Hari ini, Meethi berdiri di tempat dulu Damini berada, sedang Maiyya ada di posisinya. Anak-anak akan belajar apa yang akan kita ajarkan. Mereka bersikap seperti kita membentuk pola pikir mereka. Melihat Meethi hari ini, jika bisa kembali ke masa lalu, saya tidak akan membuat kesalahan karena sudah menanamkan kemarahan dan kebencian di hati Tappu dulu. Jika dulu tidak saya lakukan, maka hari ini akan berbeda. Damini menaroh tangannya di bahu Nani.

Nani terus bicara, aku tau apa yang sudah dilalui Damini dalam hidupnya. Aku telah melihat di rumah ini, di depn mata permainan kecemburaan. Aku juga menanamkan kecemburuan dan kebencian di dalam hati Mukta. Untung mereka lebih matang dari pada kami. Mereka belajar dan mengerti dari apa yang sudah dialami ibu mereka, Tappu dan Ichcha. Itu sebabnya Meethi dan Mukta tidak bisa saling membenci.

Maiyya masih membela diri, kasus Rani dan Tamanna berbeda. Nani membantah, satu-satunya perbedaannya hanyalah, pada masa lalu akulah yang memulainya, dan pada hari ini, andalah yang memulainya. Jika anda menerima gadis itu, Rani tidak akan berani berbuat salah. Jika salah satu dari kita, menghapus perbedaan ini, maka semua masalah akan hilang. setelah itu, kisah Uttaran ini tidak akan terulang lagi dalam generasi baru ini.

Nani meminta Maiyya untuk memahami anak-anak. Damini juga menambahkan, Maiyya tidak akan bisa tenang jika keluarga seperti ini. Sekarang masih ada waktu memperbaiki semuanya.

Maiyya akhirnya memahami kesalahan yang dilakukannya. Padahal ia sudah melihat akibatnya. Ia akhirnya bicara, darah setiap orang adalah merah. Maiyya kemudian mendekati Tamanna, mengucapkan selamat ulang tahun. Maiyya juga mengatakan bahwa sekarang Tamanna juga cucunya, akan tinggal bersama mereka.

Semua yang hadir jadi lega. Meethi tersenyum, sekarang tidak akan sulit memberi pengertian pada Rani. Akash mendapatkan ide. Ia datang ke kamar Rani. Duduk di sampingnya, di lantai. Ia memberikan telpon pada Rani, ada yang ingin bicara. Akash juga menambahkan jika ia sudah memberitau si penelpon jika Rani tidak mau bicara dengan siapapun. Tapi si penelpon yakin Rani pasti mau bicara dengannya.

Rani melihat siapa yang menelpon. Rupanya Nandini mengucapkan selamat ulang tahun. Rani senang mendengar suara Chameli. Nandini mengingatkan putrinya itu, Mama Meethi sudah membuat begitu banyak persiapan ulang tahun, tapi Rani malah menangis. Rani mengadu pada ibunya, bahwa Nandini Ma tidak tau apa-apa, orang-orang ini tidak baik sama sekali. Meethi Ma sudah berubah, ia membawa seorang gadis bernama Tamanna, ia tidak lagi mencintai Rani.

Nandini bicara di telpon pada Rani, iya tidak percaya Rani bisa berbicara seperti itu. Rani masih membela diri, ia tidak salah. Meethi Ma hanya mencintai Tamanna, tidak mencintaiku, tidak tau dia membawa Tamanna dari mana. Nandini memberitau Rani, bahwa dialah yang meminta Meethi Ma untuk membawa Tamanna, ia memintanya untuk mengurusnya.

Nandini tidak percaya Rani bisa melawan Meethi Ma. Nandini mengingatkan Rani, bagaimana ia bisa lupa bagaimana Meethi Ma menerimanya, memberikannya cinta dan rumah. Kenapa Rani cemburu saat ia memberi cinta yang sama untuk Tamanna. Tamanna tidak memiliki sesiap untuk merawatnya, orangtuanya sudah meninggal. Apa salahnya jika Meethi Ma menerimanya.

Nandini berpesan pada Rani, ia ingin Rani menjadi seperti Meethi Ma, menjadi orang yang baik. Rani tidak akan senang jika seperti Chamelia. Hidupnya akan berubah jika ia bersikap seperti Meethi Ma. Tapi semua terserah Rani, Rani mau jadi apa. Rani memberi tau Nandini, ia sudah mengerti ia mau jadi apa.

Meethi yang menguping pembicaraan telpon ibu dan anak itu menyeka air matanya. Ia kemudian memberi tau bahwa ia akan menyiapkan makan malam untuk mereka. Rani memanggil dan memohon ma’af padanya. Ia tidak akan mengulangi kesalahannya lagi. Ia tau Meethi Ma benar-benar orang yang baik.

Ia ingin seperti Meethi Ma, dan benar-benar minta maaf. Rani menyentuh kaki Meethi. Meethi menghentikan sikap Rani, dan memberitau bahwa Rani adalah putrinya, tidak perlu menyentuh kakinya, tidak perlu meminta ma’af. Ia sudah merasa cukup dengan Rani menyadari kesalahannya.

Rani akhirnya setuju untuk meminta ma’af pada Tamnna juga. Ia mengajak Meethi Ma menemui Tamanna. Rani menemukan Tamanna sedang duduk di halaman, sedang menangis. Dia mengulurkan kartu ucapan ma’af. Tamanna diam, tidak mengambilnya. Rani membukakan kartu yang dibawanya untuk Tamanna yang berisi ucapan ma’af dari kakak Rani. Tamanna tersenyum, Rani mengucapkan ma’af.

Tamanna merespon permintaan ma’af Rani itu hanya untuk hari ulang tahunnya. Ia akan pergi. Rani menggeleng, Tamanna tidak boleh pergi, ini kesalahannya. Tamanna harus mendengarkan apa yang dikatakannya benar, karena ia lebih tua. Tamanna akhirnya mengangguk.

Rani meminta kepastian Tamanna, apa ia akan mema’afkan jika ia membuat kesalahan. Semua keluarga muncul. Rani merangkul Tamanna, ma’afkan aku adikku. Tamanna bertanya apa Rani benar-benar menganggapnya sebagai adik. Rani menegaskan dengan membantu Tamanna bangun dan berpelukan.

Nani dan Damini jadi lega. Tamanna melihat Meethi, ia memberitau kakak Rani, bagaimana Peri Ma menangis. Meethi menggeleng, sebagai isyarat ia baik-baik saja. Rani mengatakan jika ia tau bagaimana membuat senyum di wajah itu, kemudian berbisik di telinga Tamanna. Kedua gadis kecil itu bersama-sama memeluk Mama mereka, keduanya serempak memanggil Mama. Semua tersentuh melihat pemandangan itu.

Meethi tersenyum haru, ia membungkuk, kedua gadi kecil itu memberinya ciuman di pipi kiri dan kanannya secara bersama-sama. Meethi berbisik pada gadis-gadis itu untuk selalu bersama.

Uttaran Episode Akhir

Damini mengatakan pada Meethi bahwa ia bangga. Hari ini Meethi telah melakukan apa yang generasinya tidak bisa capai. Meethi sangat kuat, dan belajar banyak dari kehidupan orangtua dan kehidupannya sendiri. Sekarang anak perempuan Meethi telah memberi arti baru untuk Uttaran, tidak hanya menghapus kebencian dari kehidupan masa kecil mereka. Ketika ia melihat hari ini, ia melihat perjalanan panjang.

Generasi baru saat ini berdiri dimana kita berdiri kemarin. Besok akan ada generasi lain. Kami akan menyaksikannya tumbuh dari kejauhan. Setiap kehidupan mengajarkan kita sesuatu yang baru. Aku miskin, bekerja di rumah orang kaya. Memang ada perbedaan antara kaya dan miskin, tapi cinta ada diatas semua perbedaan itu.

Damini terus mengungkapkan isi hatinya, ia telah mendengar banyak hal dan dibesarkan di Uttaran, putrinya juga dibesarkan dalam kata Uttaran. Kata itu digunakan untuk menyakiti dan membuat saya marah. Setiap kali sesuatu diberikan pada anak saya dengan banyak cinta, apakah itu Uttaran? Tidak, itu adalah cinta.

Damini mengakui pada Meethi bahwa ia sempat takut, bahwa kata Uttaran itu akan bergema juga pada putri-putri Meethi. Ia takut Maiyya akan mengulang hal yang sama yang dilakukan Nani. Ia berfikir sepanjang malam, ia bisa melihat seluruh hal dalam cahaya yang berbeda.

Sinar matahari bukanlah Uttaran malam. Bulan membuat malam indah. Kita tidak pernah mendengar bulan mengeluh bahwa ia hidup dari Uttaran Matahari. Angin, bumi, gunung, laut, mereka semua memberi kita sesuatu. Tapi, apakah mereka pernah mengeluh bahwa kita hidupa di Uttaran mereka? Mengapa kita manusia berfikir seperti itu makna dari Uttaran. Apa yang harus benar-benar kita berikan pada orang lain. Kita datang dan meninggalkan dunia ini dengan tangan kosong.

Damini terus menyimpulkan hidup yang sudah dijalaninya, dalam perjalan kehidupan ini, jika kita memberikan sesuatu pada seseorang dengan cinta, apakah kita akan menyebutkannya Uttaran? Perjalanan hidup kami adalah pengalaman dan ajaran. Setelah sekian lama, kami akhirnya mengerti apa arti Uttaran yang sesungguhnya.

Kisah Uttaran berakhir di generasi baru Meethi, alias cucu Damini. Generasi keempat. Damini-Nani, Ichcha-Tapasya, Meethi-Mukta dan berakhir di Rani-Tamanna.

Nah, kawans pencinta Uttaran, betapa kompleks kisah yang diceritakan dalam serial Uttaran ini. Betapa banyak kerumitan dan ke kisruhan hidup yang dialami para tokohnya. Betapa rumit memutus mata rantai makna Uttaran yang salah, tentang berbagi barang bekas, lungsuran, kepada orang lain dari mereka yang tak memerlukannya.

Padahal, ternyata, Uttaran itu, adalah berbagi dengan ikhlas, tak peduli barang apapun itu. Sinopsis umum Uttaran diatas hanyalah secuil saja, belum lengkap, jadi, kau harus tetap mengikuti episode per episodenya dari persahabatan dua gadis dari empat generasi ini.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *