by

Sinopsis Uttaran : Kehidupan Ichcha dan Anak-Anaknya – Part 2

-Debroo-267 views

Debroo.com. Sinopsis Uttaran : Kehidupan Ichcha dan Anak-Anaknya – Part 2. Meethi menumpahkan semua kegalauan dalam hari-hari yang dijalaninya selama ini dalam mencari sosok ibu.

Yuvraj Uttaran
Yuvraj Uttaran

18 tahun ini, ia hanya mendengar kisah kebesaran jiwa yang dimiliki ibunya dari sang nenek, seperti mendengar sebuah dongeng. Tapi kenyataan yang ditemuinya, justru sebaliknya, ibunya seorang pembunuh! Dan karena Icha juga, Meethi juga harus kehilangan seorang teman, Mukta, karena Ichcha sudah merusak kehidupan ibu dari temannya itu.

Apa Ichcha melakukan semua tindakan menjijikkan itu demi uang? Meethi malu punya ibu seperti Ichcha. Kanha coba menenangkan dan membuka pikiran Meethi.

Damini merasa saat ini waktunya, ia menceritakan semua rahasia yang juga kebenaran tentang Ichcha pada Meethi. Juga semua beban yang harus ditanggung Ichcha demi menyelamatkan dan kebahagiaan orang lain, Uttaran sudah membuat langkah Ichcha kepentok kemana-mana. Meethi tetap keras kepala dengan kenyataan yang dialaminya, ia tak kan pernah menganggap Ichcha sebagai ibunya.

Ichcha yang berkelakuan baik dan banyak membantu pihak rutan, mendapatkan kebebasannya setelah 18 tahun. Damini membawanya ke rumah. Meethi tidak terima kemunculan Ichcha di kehidupannya. Damini dan Kanha tak memaksa Meethi, mereka membiarkan dan memberi Meethi waktu untuk menyadari kekeliruannya.

Di sisi lain, keluarga Jogi Thakur yang mengalami kesulitan keuangan, rumahnya harus di lelang. Kanha yang mendengar itu memberitau Damini Dan Ichcha. Damini menyelamatkan rumah keluarga yang sudah membantunya itu dari lelang. Ia memberikan penawaran tertinggi dalam lelang. Nani Sumitra Devi semakin tumbuh bibit kebencian pada Damini dan keturunannya.

Sementara Mukta, yang mulai menyadari kemewahan yang dimiliki Yuvraj, mulai memberikan perhatian pada cowok tersebut. Terlebih si Nani yang memang mata duitan memberi dukungan padanya. Nani menyemangati, Mukta pantas mendapatkan semua hadiah mewah tersebut, tidak memakai Uttaran lagi.

Cerita terus bergulir, Ichcha mendatangi perguruan tinggi tempat anak-anaknya kuliah. Disana ia bertemu Veer yang juga sedang melihat putranya, Yuvraj aka Yuvi. Veer masih belum ingat jika Ichcha, istrinya, ibu dari anak-anaknya. Ia hanya ingat dalam bayangan samar-samarnya jika wanita itu seorang janda yang baik, yang sempat membantunya saat dulu kepalanya sakit disebuah kegiatan renang. Ia juga tau daerah asal wanita yang di depannya itu.

Saat bertemu Yuvi lagi, putra pertamanya, setelah sekian tahun, Ichcha berusaha menyembunyikan ekspresinya. Tapi Yuvi sangat bersikap santun padanya dan langsung berkomentar jika Ichcha sangat mirip dengan Meethi. Veer memberitau kalau Ichcha memang ibunya Meethi. Yuvi memberikan salam hormat dengan menyentuh kaki Ichcha. Ichcha memberkati Yuvi, putra yang tak mengenalinya.

Karena Veer masih ingat beberapa hal dalam hidupnya, termasuk urusan sekolah dengan Damini, ia mengajak Ichcha untuk ikut bersamanya dan Yuvi. Di dalam mobil, Ichcha berada dalam dilema perasaan, suami dan putranya ada dihadapannya, tapi ia tidak bisa mengatakan semuanya. Tapi ia bertekad untuk membantu memulihkan ingatan Veer.

Veer membawa Icha ke Damini Pathshala. Icha tentu ingat saat dulu ia mengajar disitu. Veer memberitau sekolah yang masih ditutup itu adalah sekolah Ichcha istrinya, walau dia tidak ingat tentang dia, tapi ia tidak akan membiarkan sekolah itu di jual. Demi istri yang tak diingatnya itu, ia akan mulai lagi membuka sekolah itu.

Ia ingin menjemput kenangan istrinya dan berharap dengan dibukanya sekolah itu, ia akan ingat istrinya sedikit demi sedikit. Ichcha sampai menangis mendengar semua curhatan Veer. Veer justru bingung melihat respon ibu Meethi tersebut. Ichcha beralasan jika ia terharu mendengar Veer yang begitu mencintai istrinya.

Veer meminta Ichcha untuk mengelola Damini Pathshala. Ichcha demi mengembalikan ingatan Veer, tentu saja menerima tanggung jawab tersebut.

Sementara itu, Mukta mulai bersikap pada Meethi, seperti sikap Tapasya dulu pada Ichcha. Ia mendekat pada Yuvi yang kaya, kemudian seolah-olah membiarkan kedekatan Aman dengan Meethi. Yuvi yang tergila-gila pada Mukta, memperlakukan Mukta bak seorang putri. Menonton di bioskop yang semua tiketnya ia borong, sehingga bioskop itu menjadi milik mereka berdua. Mukta terbuai kemewahan yang diberikan Yuvi padanya.

Ichcha mulai menjalani hari-harinya sebagai guru, sebagai ibu bagi anak-anaknya. Bukan hanya anak kandungnya yang sudah tau dirinya, Meethi, juga bagi Kanha dan tentu saja Mukta yang ditinggalkan Tapasya begitu saja. Begitu juga memberi perhatian pada Yuvi.

Sejarah hidup itu seperti berulang, tapi pada generasi baru. Generasi tua sebelumnya, seperti melihat kilas balik kehidupan mereka terhadap kehidupan yang dijalani generasi penerus mereka. Damini-Ichcha mulai mempersiapkan pernikahan untuk Meethi dan Vishnu. Mukta, tak tau caranya bagaimana cara memberi tau keluarga tentang keraguannya pada sosok Vishnu. Tapi, semua harus dilakukan.

Tapasya/Tappu mulai muncul ke kehidupan keluarga Bundela. Ia ingin mengembalikan hak Ichcha di keluarga itu. Tapi Mai tidak akan membiarkan semua niat Tappu itu selama ia masih hidup. Tanpa sengaja, Veer melihat dan mendengar semua pembicaraan itu dari balkon rumah.

Veer sempat tak percaya dengan apa yang dilihat dan di dengarnya, apa itu benar-benar sosok Tappu yang bicara, yang akan membela Ichcha untuk mendapatkan hak sebagai menantu di rumah keluarga Bundela?

Veer menemui Tappu di tempatnya bermukin, menjauh dari keluarga, untuk memastikan apa benar niat Tappu untuk membantu memperjuangkan hak Ichcha. Veer tak begitu saja mempercayai uacapan Tappu, karena selama ini, yang ada Tappu hanya ingin merusak kehidupan dan kebahagiaan temannya itu. Mulai dari pertukaran pernikahan mereka. Tappu agak emosional dengan kenangan masa lalu yang diingatkan Veer. Tapi dia sudah menyadari dan berhenti sendiri dengan semua kejahatannya pada Ichcha

Tappu sangat senang Veer ternyata sudah pulih ingatannya, ia menangis bahagia untuk itu. Tappu mencari tau kapan dan dimana ingatan Veer pulih. Veer memberitau Tappu jika ia sudah ingat semuanya saat di rumah sakit. Tappu ingin memastikan apa Veer benar-benar sudah pulih. Ia meminta Veer untuk mengidentifikasi Ichcha saat itu. Veer menyebutkan jika guru di sekolah Damini Pathshala saat ini adalah Ichcha.

Veer balik bertanya, bagaimana Tappu bisa berubah. Selama ini ia selalu bersengkokol dengan Mai untuk mengacaukan kehidupan Ichcha. Tappu memberi tau, semua karena putrinya, Mukta, yang siap mengorbankan apa saja demi Ma Ichchanya. Ia kehilangan putri dan keluarganya, itu karena kebodohannya yang meninggalkan orang-orang yang mencintainya. Sekarang ia kembali untuk membantu Ichcha mendapatkan haknya.

Veer juga menyampaikan tekadnya pada Tappu. Ia akan memberikan hak Ichcha yang sudah dirampas, bahkan walau itu harus bertarung dengan seluruh keluarga. Veer siap menerima dukungan Tappu dengan berjabat tangan. Tappu mengucapkan janjinya.

Tappu masih tak mengerti satu hal, kenapa Veer masih diam dan pura-pura masih belum pulih ingatannya. Veer beralasan, semua dilakukannya karena semua keluarganya sudah berbohong padanya, terutama Mai. Ketika ia menanyakan Ichcha, Mai malah membohonginya, tapi Veer tau jika cinta Ichcha selalu murni untuknya. Ia hanya tak habis pikir dengan Mai yang begitu marah pada Ichcha. Veer ingin Ichcha kembali ke kehidupannya.

Veer berterima kasih atas bantuan yang akan diberikan Tappu. Tappu meyakinkan Veer, bahwa ia siap berjuang untuk Ichcha melawan Mai.

Icha Veer belum bisa berkumpul, masalah baru muncul. Sepertinya hidup memang tidak selalu mudah buat Ichcha. Ia seperti kembali berada di tempat yang salah. Ia harus memberikan kesaksian di pengadilan demi membela Mukta. Ichcha menyelamatkan Mukta dari percobaan perkosaan yang akan dilakukan Yuvraj. Ichcha memberikan semua kesaksiannya dengan pasti, ia mengatakan bahwa ia melakukan semua itu karena menganggap Mukta sebagai anak perempuannya. Mukta sampai menangis haru.

Jogi Thakur yang datang ke kantor polisi dan tau apa yang dialami Mukta dan apa yang dilakukan Ichcha, semakin merasa bersalah terhadap hidup Ichcha, apalagi setelah tau siapa pelaku yang akan dijebloskan ke penjara atas kesaksian yang diberikan Ichcha tersebut, tak lain putra kandung Ichcha sendiri, Yuvraj.

Sementara itu, Mai, neneknya Yuvraj, menyalahkan Tej atas semua kenakalan yang dilakukan Yuvraj selama ini. Ia memohon pada Tej untuk menjauhi cucunya itu. Ia tak mau ada Vansh lain dalam keluarganya. Ia ingin keluarganya hidup tenang. Tej hanya tersenyum dingin mendengar permintaan Mai. Ia membela diri kalau tak melakukan apapun, Yuvraj memang sudah hancur dari sananya. Saat ini Yuvraj menikmati hidupnya pada usia muda itu.

Tej berteriak ke langit, menumpahkan semua dendam yang dirasakan selama ini pada keluarga Bundela ini. Baldev Singh menikmati ‘bidadari’ di langit dan cucunya melakukan hal yang sama disini, aku hanya penonton. Yuvraj sudah memeliki bibit yang siap dikobarkan dalam dirinya. Ia hanya perlu memberi ruang untuk itu. Percikan api dalam diri Yuvraj akan berkobar dan membakar hangus rumah ini. Tej akan hidup tenang melihat kehancuran keluarga ini, karena ia anak tidak sah dari rumah ini yang tidak pernah dianggap.

Jogi sampai harus ditenangkan Ichcha dengan keputusannya membela Mukta. Ichcha meyakinkan ‘papanya itu’ bahwa ia membela hak Mukta sebagai gadis. Jika pelakunya orang lain, bukan Yuvraj Veer, maka ia tetap akan berada di pihak si gadis, ia akan selalu berada di pihak kebenaran. Ichcha belajar semua itu dari Jogi. Jogi bangga pada Ichcha, putri yang telah dibesarkannya itu.

Saat Veer datang, ia awalnya terkejut melihat Ichcha ada bersama Jogi. Ichcha yang belum tau kalau ingatan Veer sudah pulih, menjelaskan jika ia memberikan kesaksian seperti itu karena sudah menganggap Mukta seperti anak sendiri. Veer yang memang sudah tak tau harus berbuat apa dengan kelakuan Yuvraj, menghormati tindakan yang diambil Ichcha itu. Veer meminta ma’af pada tuan Jogi atas semua kelakuan putranya.

Permasalahan hidup Ichcha dan Veer terus bergulir. Walau mereka bisa berkumpul lagi, tapi orang-orang di sekitar mereka yang iri dengan kebahagian, ketulusan sikap yang mereka miliki, tidak pernah tinggal diam untuk menghancurkan kehidupan keluarga mereka. Tidak bisa menghancurkan hubungan Ichcha, Tapasya dan Veer yang kembali membaik, Setelah kepergian Ichcha, mereka mulai menghancurkan kehidupan generasi berikutnya, anak-anak dari keluarga tersebut.

Sinopsis Uttaran : Kehidupan Ichcha dan Anak-Anaknya – Part 3

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *