by

Benarkah ISIS adalah Dalang Bom Sarinah

-Debroo-53 views

Debroo.com. Benarkah ISIS adalah Dalang Bom Sarinah. Ledakan dan serangkaian baku tembak terjadi di jantung Jakarta. Serangan di kawasan Thamrin, dekat pusat perbelanjaan Sarinah itu, menewaskan 7 orang, termasuk 5 pelaku.

ISIS Dalang Bom Sarinah
ISIS Dalang Bom Sarinah

Wakapolri Komjen Pol Budi Gunawan mengatakan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh kelompok teroris ISIS. Ancaman berkode ‘konser yang akan menjadi berita internasional’ dari ISIS diterima polisi Desember lalu.

Tokoh dan pemimpin ISIS belum mengkonfirmasi dugaan tersebut. Namun, kantor berita Aamaaq News Agency yang dimiliki kelompok teror menyampaikan pernyataan bahwa pihaknya menjadi dalang bom Sarinah.

“Militan ISIS adalah orang-orang di balik serangan bersenjata dan bom pada Kamis (14/1/2016) pagi di Jakarta, Indonesia. Target kami adalah warga negara asing dan aparat yang melindungi mereka,” tulis Aamaaq News Agency dalam aplikasi Telegram seperti dilansir dari Reuters.

Beberapa kedutaan asing di Jakarta meminta warganya agar tetap mengikuti petunjuk aparat agar berada di tempat aman dan menghindar keramaian setelah kejadian.

Salah satu saran datang dari kedutaan AS di Jakarta yang meminta warganya agar berada di tempat aman hingga pelaku tertangkap atau tewas.

Juru bicara Kepolisian Indonesia, Anton Charliyan, mengatakan bahwa 7 korban luka dengan 5 di antaranya adalah pelaku, 1 orang Indonesia, dan 1 warga Kanada.

Di lain pihak, 5 polisi dan 5 warga sipil terluka. Polisi juga telah menemukan 5 bom di area ledakan.

Pelaku yang menyerang pos polisi Sarinah di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pukul 10.45 WIB, masih berkaitan dengan kelompok teroris yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror jelang tahun baru kemarin di Bandung, Jawa Barat. Budi menduga, pelaku bom hari ini adalah mereka yang lolos saat penyergapan saat itu.

“Yang lolos saat tahun baru itu pelaku saat ini,” kata Budi di lokasi kejadian, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016).

Ketika ditanyakan, apakah teror ini terkait kelompok teroris Islamiq State of Iraq and Syria (ISIS), Budi Gunawan mengiyakan.

“Betul,” ucap Budi. Dia mengatakan, penyerang terkait dengan Abu Jundi yang mendapatkan instruksi dari Suriah.

Jenderal bintang 3 ini menuturkan, perencana penyerangan hingga saat ini belum berhasil ditangkap aparat kepolisian.

“Perencana bom ini belum tertangkap,” ujar Budi Gunawan.

Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian mengatakan serangan teror di Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, dilakukan jaringan kelompok ISIS. Kelompok ISIS tersebut telah mengubah strateginya.

“Dulu operasi di Suriah, Irak. Tapi kini ada perintah Abu Bakar Baghdadi ada perintah di luar kawasan dan kemudian dibentuk cabang-cabangnya di seluruh dunia, seperti Turki, Prancis, Afrika, termasuk di Asia Tenggara,” ujar Kapolda Tito dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan, Kamis (14/1/2016).

Tito menjelaskan kantung ISIS di Asia Tenggara terdapat di sejumlah negara seperti Indonesia, Filipina, dan Thailand. Di Asia Tenggara, ada pimpinan ISIS yang bernama Bahrun Naim yang ingin mengusai wilayah di Indonesia.

“Dia ingin jadi leader kelompok ISIS di Asia Tenggara, sehingga terjadi upaya persaingan leadership. Di Filipina sudah di-declare Bahrun. Oleh karena ada persaingan antara leader di Asia Tenggara, Bahrun Naim, mereka merancang serangan itu,” Tito menandaskan.

Polisi belum bisa menyimpulkan siapa yang harus bertanggungjawan atas peristiwa teror yang terjadi di Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat.

Sebab sampai saat ini polisi belum berhasil menangkap satu pun pelaku teror (bom Sarinah). “Yang jelas kelompok bersenjata,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Anton Charliyan di Jakarta, Kamis (14/1/2016).

Polisi pun belum bisa menyimpulkan apakah aksi teror itu dilakukan oleh ISIS. Namun, pada akhir tahun 2015, polisi sudah mendapat ancaman akan ada teror besar di Jakarta.

“Ada warning ISIS sebelum Desember. Warningnya akan ada konser,” ujar Anton

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *