by

SINOPSIS MAHAPUTRA episode 293 Bagian 1 – Jiwa Kepemimpinan Ajabde

-Debroo-89 views

Debroo.com. SINOPSIS MAHAPUTRA episode 293 Bagian 1 – Jiwa Kepemimpinan Ajabde. Di kerajaan Bijolia, Ajabde menyuruh pelayannya untuk meyakinkan rakyat Bijolia kalau mereka semua akan mendapatkan semua yang mereka butuhkan untuk kepentingan pertanian

“Aku telah memanggil seseorang untuk membawakan petasan untuk acara Ravan Dahan, dia seharusnyanya sudah datang saat ini, bawa dia ke tempat pemujaan segera begitu dia datang” ujar Ajabde pada pelayannya sambil berjalan di koridor istana bersama ibunya

“Ajabde, kamu seharusnya makan manisan dulu sebelum bertemu dengan saudaramu, apakah kamu yakin kalau Patta adalah orang yang tepat yang akan dikirimkan ke Mewar ? Ibu pikir, rasanya akan jauh lebih tepat kalau kita benar benar memisahkan diri dari Chittor, bukankah begitu seharusnya, Ajabde ?” ujar Ratu Hansa cemas

“Ibu, seharusnya ibu tidak meragukan Patta”, “Tapi kamu tahu kan, bagaimana ayah Patta meninggal di medan perang ketika bertarung bersama sama dengan Maharana Udai Singh, Mewar pasti telah melupakan semuanya setelah hubungan kita terputus dengan mereka, Mewar pasti telah benar benar lupa pada pengorbanan yang telah dibuat oleh ayah Patta dan masih banyak lagi prajurit yang lain, keluarga mereka merindukan kebutuhan dasar untuk kehidupan mereka, apakah Patta akan mau pergi ke Chittor setelah dia menghadapi semua ini ? Apakah dia mau pergi ke tempat Maharana Udai Singh untuk mengantarkan pesanmu itu ?” tanya Ratu Hansa Bai cemas

SINOPSIS MAHAPUTRA episode 293. Di kerajaan Mewar, Chand merasa sangat terkesan ketika melihat Pangeran Mahaputra bisa menyatukan lagi kalung mutiaranya “Apakah ibumu mengajari kamu hal ini, kak ?” Pangeran Mahaputra menggelengkan kepalanya “Kepergiannya membuat aku harus bisa belajar tentang hal ini”,

“Kalau aku selalu merasa ketakutan kalau ngobrol dengan Rani Ma, itulah sebabnya aku tidak pernah bisa belajar apapun darinya” ujar Chand sedih, Chand merasa nyaman bisa ngobrol dengan kakak tirinya ini “Kamu sangat beruntung, kak ,,, karena Rani Ma – mu tidak bersamamu”

Pangeran Mahaputra langsung memberikan nasehat pada Chand “Rani Ma adalah seorang ibu yang terbaik di dunia ini, kamu seharusnya tidak perlu takut padanya, kenapa kamu harus takut pada seseorang ketika pangeran Pangeran Mahaputraa adalah kakakmu ? Jadi rasanya tidak cocok kalau kamu merasa ketakutan pada seseorang, bersikaplah seperti gadis pada umumnya”

tiba tiba Ratu Veer Bai muncul di depan mereka dan mengundang mereka untuk datang diacara Ravan Dahan, Pangeran Mahaputra dan Chand sangat antusias sekali

Sementara itu di kerajaan Bijolia, dihalaman istana, tandu Ajabde sudah siap, Ajabde tahu kalau Patta agak sensitif “Itulah mengapa nanti aku akan mengikatkan Rakhi ditangannya, dia pasti akan menghargai aku dan dia akan membawa pesanku ke Chittor dengan baik jika aku memintanya untuk melakukan hal itu”

Ajabde mencoba memberikan penjelasan pada Ratu Hansa Bai, Ratu Hansa Bai hendak mencegah keputusan Ajabde “Ibu tidak bisa melakukannya hari ini, Ajabde ,,, ibu hanya mengkhawatirkan tentang kehormatanmu, ibu berharap para penguasa Chittor tidak menyakiti kamu lagi kali ini” ujar Ratu Hansa Bai cemas

“Karena bisa saja semua pesan kita tidak pernah sampai di Raja Udai Singh sama sekali, memang benar dia bisa berbuat seperti itu meskipun setelah semua pesanmu dikirimkan padanya, dia bisa jadi akan memilih untuk mengabaikan kita atau bahkan tidak membiarkan hal itu sampai terdengar ke telinga pangeran Pangeran Mahaputra” Ajabde bisa memahami kekhawatiran ibunya

“Kita tidak melukai kehormatan mereka, ibu ,,, tapi kita telah melukai hati dan perasaan mereka” Ajabde teringat pada kata kata kasar yang di ucapkan oleh Pangeran Mahaputra dulu pada pertemuan terakhir mereka, Ratu Hansa Bai bisa mengerti perasaan anaknya, kemudian Ajabde berlalu meninggalkannya, Ajabde pergi menuju ke tandunya dan duduk di dalam tandu, Ratu Hansa Bai berdoa pada Dewa untuk memberikan keadilan untuk Ajabde

Sementara itu di tengah kota Bijolia, kedatangan Ajabde ke rumah Patta, rupanya langsung diberitahukan pada Patta oleh salah seorang tetangganya, Patta kaget karena Ajabde datang ke rumahnya dan sesampainya di rumah Patta, Ajabde merasa risih melihat rumah Patta sangat kotor dan berantakan,

Ajabde mulai merapikannya satu per satu dibantu oleh para pelayannya, tepat pada saat itu Patta datang menemui Ajabde, Ajabde yang kesal dengan dirinya langsung menegur Patta untuk kesalahan yang sama yaitu rumahnya tidak bersih Ajabde memukul Patta dengan tongkat kayu,

Patta langsung lari menyelamatkan dirinya, kemudian Ajabde memerintahkan Patta untuk tinggal di kamar yang berada di luar istananya bersama ibu kandung Patta, namun Patta malah mengatakan kalau dirinya baru saja menjaga perbatasan Bijolia dari para penyerang,

Ajabde tahu kalau Patta pasti baru saja bertarung dengan pasukan Afghanistan “Kamu memang sengaja melakukannya bukan ? Dan ingin bertarung dengan mereka, iya kan ?” Patta kaget kalau ternyata Ajadbe tahu tujuannya “Aku memang sudah mengetahui sebelumnya, apa perlunya mengambil resiko untuk hal yang seperti itu ? Kamu tahu kan kalau kamu tidak bisa mendengar siapapun yang mengejekmu dan kamu langsung marah, tenang dan bersabarlah” ujar Ajabde. SINOPSIS MAHAPUTRA episode 293

“Aku telah melakukan semuanya dengan sangat hati hati, pasukan Afghanistan itu tidak bisa memasuki wilayah kita, kak ! Aku telah menghajar mereka cukup keras sehingga mereka lari tunggang langgang untuk menyelamatkan diri mereka sendiri, aku fikir aku sedang melakukan sebuah latihan” ujar Patta bangga

“Kalau begitu aku punya latihan yang lain untukmu, Patta” Patta penasaran dengan ucapan Ajabde “Pergilah ke Chittor !” Patta kaget “Aku ingin kamu mengirimkan pesanku ke Chittor” Patta bertanya tanya apakah Ajabde mengirimkan pesannya ke Chittor untuk mengharapkan Gauna-nya, Ajabde tidak suka dengan gurauan Patta

“Aku serius, Patta !”, “Aku tidak mau ! Aku tidak mau melangkahkan kakiku kesana dimana kakakku sendiri tidak dihargai disana ! Dimana semua pengorbanan kita telah sia sia belaka !” ujar Patta lantang

Di kerajaan Mewar, semua persiapan menyambut acara Ravan Dahan telah dilakukan di benteng Chittor, semua rakyat Mewar mengelu elukan nama Pangeran Mahaputra, Pangeran Mahaputra datang kehadapan mereka bersama adiknya, Chand dan Chakrapani, seluruh anggota keluarga kerajaan tersenyum senang melihatnya, terutama Raja Udai Singh,

Sementara itu di kerajaan Bijolia, Ajabde masih berusaha untuk membujuk Patta agar mau menyampaikan pesannya ke Chittor “Patta, tanah air itu sama seperti ibu untuk setiap orang, bagaimana kita bisa memikirkan untuk membagi bagi ibu kita sampai kebagian yang terkecil ?

Jika kita melakukan hal itu maka tanah air kita akan benar benar menjadi milik orang lain yang telah menunggu setiap kesempatan yang ada di setiap perbatasan kita, apa yang akan terjadi besok ketika seluruh pasukan Afghanistan akan kembali menyerang kita, Patta ?

Kita harus bersama sama, inilah alasannya kenapa aku ingin mengirimkan kamu ke Chittor dengan membawa pesanku” Patta sebenarnya juga ingin tahu dimana Pangeran Mahaputra berada selama ini “Apa yang telah dia lakukan dengan pesan pesan kita sebelumnya, kak ? Apakah kita tetap akan mengirimkan pesan itu padanya ?” ujar Patta kesal

“Aku tidak begitu yakin kalau pangeran Pangeran Mahaputra benar benar menerima pesan pesan kita dulu, kita tidak tahu apa apa dengan hanya berdiri disini, inilah alasannya, Patta ,,, aku ingin kamu menemuinya secara pribadi, aku masih sangat yakin kalau pangeran Pangeran Mahaputra akan selalu siap untuk tanah airnya !” ujar Ajabde mantap, akhirnya Patta setuju untuk pergi ke Chittor demi Ajabde

“Baiklah, aku akan kesana tapi aku tidak ingin kakak ikut bersamaku !” Ajabde tersenyum “Aku akan selalu berada didalam hatimu, Patta ,,, harapan terbaikku, perasaanku dan instruksiku akan pergi bersama kamu” namun Patta tidak ingin instruksi apapun “Patta, aku ingin agar kamu lebih sabar kali ini karena tidak semuanya bisa dilakukan dengan caramu sendiri” Patta hanya mengangguk menyetujui perintah Ajabde.

Di kerajaan Mewar, Ratu Bhatyani mengatakan pada prajuritnya untuk melakukan penjagaan super ketat karena akan ada banyak kerumunan yang akan datang hari ini, prajurit itupun bersumpah untuk terus mengawasi situasi yang ada,

kemudian prajurit itu masuk ke dalam istana untuk memanggil Jagmal dan pelayan Ratu Bhatyani, saat itu Jagmal sedang menikmati permainannya menyiksa seorang prajurit yang menceritakan padanya tentang Pangeran Mahaputra yang akan melakukan pembunuhan terhadap Ravan Dahan kali ini,

Jagmal langsung mengikat prajuritnya itu pada sebuah tiang dan menyumpal mulutnya dengan kain, prajurit tersebut nampak sangat ketakutan melihatnya

Pada saat yang bersamaan Pangeran Mahaputra menyapa semua rakyatnya yang telah hadir disana, Pangeran Mahaputra menyapa mereka sambil mengatupkan tangannya didepan dada, saat itu Fatta juga sudah sampai disana, Fatta benar benar kelihatan tidak sabar dan marah, namun dirinya teringat pada janjinya ke Ajabde

“Kamu tidak akan membiarkan hal hal yang negatif menguasai pikiranmu, Fatta ,,, kamu tetap akan berlaku positif sampai akhir” Fatta memuji kakaknya “Tanpa ikut denganku, kamu telah mengatakan begitu banyak untukku, Fatta yang kali ini bukan Fatta yang dulu lagi dan saat ini aku terjebak di kerumunan orang orang ini yang tidak mempunyai tujuan apapun !” ujar Fatta geram

Sementara itu Chand Kanwar memegang tangan Pangeran Mahaputra erat, Chand rupanya nampak ketakutan, Pangeran Mahaputra bisa memahami perasaan adiknya yang takut pada boneka besar yang berdiri di depan mereka sebagai perwujudan Ravan (Rahwana)

“Chand, kamu bilang kalau Rani Ma menyebut kamu seorang pengecut, jika kamu bertingkah seperti ini maka ibu pasti akan mengatakannya lebih pedas lagi, kamu tahu ,,, jika Jagmal ada disini, dia pasti tidak akan melarikan diri, jadi kamu juga harus ikut, Chand” bujuk Pangeran Mahaputra sambil melirik sekilas kearah adiknya yang masih nampak ketakutan,

Saat itu Jagmal sedang menyiramkan minyak tanah ke tubuh di prajurit yang di ikatnya tadi “Kamu akan terbakar tidak lama lagi sama seperti patung pembakaran Rahwana, tapi bagaimana aku akan bisa menikmatinya ?” ujar Jagmal sambil mengambil potongan kain dari mulut si prajurit,

prajurit itu langsung berteriak lantang meminta tolong sementara Jagmal hanya tertawa terbahak bahak seperti seorang gila, sementara itu Ratu Bhatyani sedang mencari cari Jagmal di segala penjuru istana, pada saat yang bersamaan Jagmal sedang menyalakan rumput kering yang berada disekitar prajurit itu, prajurit itu terus menerus berteriak meminta tolong,

Ratu Bhatyani segera mendatangi tempat itu dan tertegun melihat ulah anaknya “Rani Ma, kemarilah ,,, ibu harus ikut menikmati acara Ravan Dahanku juga” Jagmal heran kenapa ibunya tidak datang bersama putra kesayangannya “Jagmal apa apaan ini ! Ayahmu bisa marah padamu karena hal ini !” Jagmal hanya tertawa dan berkata “Biarkan ! Biarkan ayah marah padaku, itu tidak masalah buatku, ibu ,,, karena ayah sedang sibuk memuji kak Pangeran Mahaputra sepanjang waktu !” Ratu Bhatyani semakin terkejut

“Jagmal ! Dewasalah ! Ibu telah berbuat sangat banyak buat kamu tapi kamu selalu saja merasa kurang, kurang dan kurang !” bentak Ratu Bhatyani, Jagmal sangat marah pada ibunya sendiri karena telah menghina dirinya didepan orang banyak

“Jagmal, mengertilah, nak ,,, ibu melakukan hal itu, agar semua orang mengira kalau ibu sangat menyayangi Pangeran Mahaputra lebih dari siapapun, ibu melakukan hal itu hanya untuk kebaikan kamu dan masa depan kita, kenapa kamu tidak mengerti juga ? Apakah kamu ingin berdiri di belakang Pangeran Mahaputra sepanjang hidupmu ? Atau kamu ingin duduk di singgasana itu setelah Rana Ji ? Bukankah kam ingin menjadi putra mahkota Mewar, iya kan ?”

Jagmal mulai luluh lagi begitu mendengar ucapan ibunya karena memang dia menginginkan hal itu “Aku juga ingin di hormati dan dicintai, ibu” Ratu Bhatyani meyakinkan anak sulungnya ini kalau semua itu akan terjadi

“Tidak masalah bila semua orang tidak mencintai kamu, ibu juga sangat senang jika orang orang itu takut sama kamu, ibu telah melakukan penebusan dosa yang luar biasa, ibu berjanji suatu saat nanti semuanya akan seperti yang kamu harapkan”

Jagmal langsung menganggukkan kepalanya dan berterima kasih pada ibunya, mereka berdua kemudian keluar dari ruangan itu, ruangan itu mulai berasap dan hitam dimana prajurit tadi masih terikat disana

Di acara Ravan Dahan, Pangeran Mahaputra bertanya pada ayahnya “Ayah, kenapa ayah tidak membunuh Ravan Dahan kali ini ? Kenapa ayah melanggar tradisi kita kali ini ?” Raja Udai Singh hanya tersenyum dan berkata “Saat ini ayah hanya ingin bersama dengan paman Rawat Ji mu saja,

Pangeran Mahaputra” kemudian Rawat Ji mengumumkan hal yang sama didepan rakyat Chittor, Pangeran Mahaputra masih tidak bisa percaya dengan hal ini namun akhirnya Pangeran Mahaputra setuju untuk melakukan pembunuhan itu kali ini tapi dia ingin menunggu kedatangan Ratu Bhatyani, tak lama kemudian Ratu Bhatyani datang kesana bersama Jagmal “Pangeran Pangeran Mahaputra, sekarang kamu tidak bisa beralasan yang lain lagi” ujar Raja Udai Singh, Pangeran Mahaputra pun mengangguk

SINOPSIS MAHAPUTRA episode 293. Sementara itu Fatta sedang berjalan menuju ke arah kerumunan tersebut namun semua orang mendorongnya dengan kasar, Fatta mencoba untuk melakukan hal yang terbaik dengan menyimpan amarahnya, kali ini Fatta meminta ijin pada prajurit dengan sopan untuk mengijinkannya pergi,

salah seorang laki laki menyarankan padanya untuk tetap berdiri disana di antrian bersama orang orang dimana nanti Raja Udai Singh akan membagikan hadiah, Fatta menolak untuk mengambil hadiah tersebut, laki laki itu merasa bingung “Kamu bilang kamu ingin bertemu dengannya, bukan ?” Fatta langsung melihat ke arah laki laki itu tajam.

Di kerajaan Bijolia, Ajabde dan Saubhagyawati sedang membuat persiapan untuk pemujaan, Ajabde melihat Saubhagyawati sedang membuat sebuah Prasad yang istimewa kali ini, Saubhagyawati langsung menggoda Ajabde “Seharusnya ada sesuatu yang special hari ini karena kamu telah meminta untuk dibuatkan Prasad (makanan persembahan) yang istimewa hari ini”

Ajabde menyetujui ucapan Saubhagyawati “Aku telah mengirimkan sebuah pesan untuk pangeran Pangeran Mahaputra untuk kebaikan Bijolia, aku berharap dia akan memperhatikannya kali ini dan mengirimkan bala bantuan untuk kita atau masalah lain akan tumbuh semakin besar nantinya, ini benar benar akan menjadi sangat sulit untuk kita untuk mengurusnya, jadi hari ini adalah hari yang special jika kita memikirkan tentang hal itu” ujar Ajabde penuh harap “Tuan putri, apakah kamu tidak mempunyai hal yang lain dalam benakmu ? Apakah kamu tidak mempunyai keinginan yang lain dari kedatangan Fatta ke Chittor ?”

Ajabde langsung membalikkan badannya membelakangi pelayan setianya itu “Aku harap kamu bisa menerimanya, tuan putri ,,, aku yakin kamu masih berharap suatu saat nanti pangeran Pangeran Mahaputra akan datang kesini juga jika misi ini berhasil” Ajabde hanya terdiam dan mulai nampak khawatir

“Aku merasa kita bisa menghadapi semua penderitaan ini tapi tetap selalu ada sebuah harapan, hati kita mengatakan tidak akan terjadi tapi harapan kita berkata kalau sesuatu pasti akan terjadi” Saubhagyawati menyarankan Ajabde untuk melawannya “Kepercayaan akan sirna ketika sebuah keinginan atau harapan juga sirna, tuan putri” Ajabde tahu mengenai hal itu tapi hatinya masih bertanya tanya tentang bagaimana hati mereka berdua

Di kerajaan Mewar, pada acara pembakaran patung Rahwana, Chand Kanwar kembali merasa ketakutan, Pangeran Mahaputra ingin agar Chand ikut bersama dirinya membakar patung Rahwana tersebut “Chand, semua ketakutanmu akan hilang ketika kamu melihat aku melesatkan anak panahku ke patung Ravan (Rahwana) itu”

Chand menolaknya tapi Pangeran Mahaputra telah memutuskan untuk mengajaknya bersamanya “Rani Ma, bolehkah aku mengajak Chand untuk ikut bersamaku ?” Ratu Bhatyani tidak merasa keberatan, begitu pula Raja Udai Singh, sedangkan Jagmal juga ingin ikut bersama sama Pangeran Mahaputra,

Chand nampak tidak suka “Chand, kali ini kakakmu Jagmal tidak akan membuat masalah denganmu sama sekali” Chand masih terlihat sangat gelisah tapi Jagmal berupaya untuk berjanji padanya untuk tidak membuat masalah dengannya, semua orang kembali mengelu elukan nama Pangeran Mahaputra ketika mereka bertiga, Pangeran Mahaputra, Jagmal dan Chand berjalan ke depan untuk membakar patung Rahwana,

Sementara itu Fatta sudah tidak bisa bersabar lagi untuk menunggu namun kembali dirinya teringat akan kata kata Ajabde, sebenarnya Fatta benar benar tidak ingin pergi kesana dan melawan apapun yang Ajabde katakan sambil menggerutu pada dirinya sendiri, laki laki yang sama memperhatikan dirinya dimana Fatta mulai ngobrol dengan dirinya sendiri,

Fatta kaget ketika kata kata Ajabde mulai berhenti bergema di kepalanya, semua orang yang ada disekitarnya mulai tertawa padanya ketika melihat ulah Fatta, Fatta juga ikutan tertawa bersama mereka kemudian Fatta mulai berjalan ke arah depan, namun prajurit segera mencegahnya, Fatta kembali ke posisinya semula “Katakan pada pangeran Pangeran Mahaputra kalau ada seseorang di kerumunan ini yang tidak memujinya !” ujar Fatta lantang, semua orang kaget mendengarnya

Pada saat yang bersamaan Pangeran Mahaputra ingin Chand ikut melakukan pembakaran patung Rahwana itu di acara Ravan Dahan “Chand, aku akan membimbing kamu” Chand merasa ragu ragu namun Pangeran Mahaputra terus menerus meyakinkannya “Aku tidak akan meninggalkan kamu, kita akan bersama sama menuju pada tujuan kita dengan panah ini dan lesatkan pada tempat yang tepat yang kita inginkan, kita akan memanah pusarnya nanti” ujar Pangeran Mahaputra

“Kamu ini memang pengecut, Chand !” ejek Jagmal “Kenapa kamu hanya buang buang waktu dengan dia, kak ?” sindir Jagmal namun Pangeran Mahaputra melihatnya dari sisi yang berbeda “Pengecut itu adalah orang yang melakukan semua kesalahan dengan berpura pura bisa melakukannya, tingkah mereka itu membuktikan kalau mereka itu pengecut, nah ,,, sampai dimana kita tadi ?” ujar Pangeran Mahaputra

“Sampai di tentang perilaku, kak” sindir Jagmal, kemudian Pangeran Mahaputra mengambil busur dan anak panah dan mulai membidik patung Rahwana yang berdiri jauh di depannya, Pangeran Mahaputra memberikan kode pada Chand untuk mengambil tempatnya, Chand nampak ketakutan ketika Pangeran Mahaputra mulai mengarahkan anak panahnya itu,

Namun belum juga berhasil di lesatkan, tiba tiba seorang prajurit menemuinya dan ingin mengabarkan sesuatu padanya, Pangeran Mahaputra menyuruh Chand untuk memegang busur dan anak panah itu sementara “Aku akan segera kembali” ujar Pangeran Mahaputra, Chand masih terus merasa ketakutan tapi Pangeran Mahaputra meyakinkan kalau dia tidak kemana mana, dia ada disampingnya,

kemudian Pangeran Mahaputra meminta Jagmal untuk menemani Chand, dan Pangeran Mahaputra agak menepi dengan prajurit itu, prajurit mengabarkan padanya kalau ada seorang laki laki yang menentangnya “Aku akan menangkap laki laki itu, jika kamu mengijinkan aku, pangeran” ujar si prajurit

“Tangkap orang yang menentang aku itu ! Aku sendiri sudah muak dengan orang orang yang memuji aku sepanjang waktu, ada baiknya juga kalau akhirnya aku bertemu dengan seseorang yang mempunyai pemikiran yang berbeda tentang aku” ujar Pangeran Mahaputra

Sementara itu, Jagmal mengubah arah bidikannya sesuai dengan apa yang diinginkannya, Chand sangat ketakutan, Chand langsung menutup matanya sambil menahan takutnya dan meminta pada kakaknya untuk tidak melakukan hal itu, Jagmal ingin memanah pada tempat yang bisa menyebabkan ledakan “Aku akan sangat menikmatinya akhirnya” ujar Jagmal sambil melesatkan anak panahnya ke tempat yang sebenarnya menahan patung Ravan pada tempatnya,

semua orang terkejut ketika melihat patung Rahwana yang besar itu sebentar lagi dalam hitungan menit akan jatuh ke tanah, semua orang panik dan mulai berlarian ketakutan untuk menyelematkan diri mereka sendiri, tiba tiba seorang anak kecil terjatuh ketika semua orang panik berlarian,

Fatta juga terkejut melihatnya, Raja Udai Singh segera memanggil Pangeran Mahaputra yang saat itu masih ngobrol dengan prajurit, sementara Jagmal sangat senang melihat semua kejadian yang terjadi didepan matanya, Pangeran Mahaputra kaget dan segera berlari untuk menyelamatkan anak kecil itu dengan memegang patung Rahwana tepat pada waktunya, para prajurit segera mengambil anak kecil itu yang tergeletak di tanah,

Setelah semuanya aman, Pangeran Mahaputra langsung berjalan maju dan menjatuhkan patung Rahwana itu yang tiba tiba meledak seketika juga, tepat pada saat itu Chand berlari ke arah Pangeran Mahaputra dan terjebak diantara patung Rahwana yang mulai terbakar, Chand berteriak meminta tolong,

Pangeran Mahaputra segera melompat dan menyelamatkan adiknya itu, semua orang merasa lega ketika melihat Chand selamat dalam gendongan Pangeran Mahaputra, Raja Udai Singh segera menghampiri mereka dan memeluk kedua anaknya ini, dari kejauhan Jagmal menegur adiknya itu

“Chand, tadi aku sudah bilang sama kamu kan untuk tidak melepaskan anak panah itu sampai Dada Bhai (Pangeran Mahaputra) kembali, tapi kenapa kamu melakukannya ?” Chand berusaha untuk mengutarakan sesuatu tapi Jagmal tidak membiarkannya untuk bicara bahkan Ratu Bhatyani juga ikut ikutan menegur putri bungsunya ini “Sudah, sudah berhenti, Rani Ma” SINOPSIS MAHAPUTRA episode 293

Pangeran Mahaputra membela Chand “Rani Ma, tidak usah terlalu mengkhawatirkan aku, ini semua adalah salahku sendiri, tadi aku harus menepi untuk ngobrol dengan salah satu prajurit ketika insiden itu terjadi” ujar Pangeran Mahaputra sambil melirik ke arah Chand dan melihat tangan Chand yang terbakar, Pangeran Mahaputra segera membawa Chand ke tabib istana untuk diobati,

sebelum pergi, Pangeran Mahaputra mengatakan pada ayahnya untuk menyelesaikan tradisi selanjutnya yang masih tersisa “Rakyat kita telah menunggu saat ini selama setahun, mereka seharusnya tidak kembali ke rumah mereka dengan kenangan yang buruk, ayah” Raja Udai Sing setuju dengan pendapat Pangeran Mahaputra dan menganggukkan kepalanya

Tak lama kemudian Raja Udai Singh yang ditemani oleh Ratu Bhatyani mulai membagi bagikan hadiah untuk semua orang yang hadir disana, hingga akhirnya giliran Fatta mendapatkan hadiah dari Raja Udai Singh, Raja Udai Singh memberikan restu padanya,

Fatta tadi hendak berlalu dari sana namun kemudian berhenti dan berbalik ke arah Raja Udai Singh “Maharana Udai Singh, maafkan aku tapi maksudku datang kesini bukan untuk menerima hadiah ini, aku datang kesini untuk bertemu dengan pangeran Pangeran Mahaputra !” para prajurit segera menyuruhnya untuk pergi dari sana

“Pangeran Pangeran Mahaputra tidak bertemu dengan siapapun yang bertingkah seperti kamu !” para prajurit itu langsung mendorong Fatta tapi Fatta segera membebaskan cengkraman mereka dengan mudah bahkan Fatta melempar hadiah yang diberikan oleh Raja Udai Singh tadi

“Kenapa aku harus menerima hadiah ini kalau kita tidak mendapatkan hak hak kita ?” teriak Fatta lantang, Raja Udai Singh yang sedari tadi diam, mulai marah pada Fatta karena berbicara seperti itu didepannya “Siapa kamu ?” bentak Raja Udai Singh, Fatta tersenyum dan berkata “Namaku adalah Fatta, pekerjaanku adalah bertarung dan aku berasal dari Bijolia !” semua orang kaget mendengarnya terutama Raja Udai Singh dan Ratu Bhatyani

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *