by

Inilah 10 Film Indonesia Terbaik 2015 Bagian 5 Tamat

-Debroo-40 views

Debroo.com. Inilah 10 Film Indonesia Terbaik Sepanjang 2015. Pada tahun 2015 ini terdapat 117 judul film yang diproduksi, naik 4 film dari tahun 2014, yang 113 judul film. Angka itu bukan jumlah produksi terbanyak sepanjang sejarah. Di tahun 1970-an, dalam setahun pernah diproduksi 130-an film

Film Indonesia Terbaik 2015 bagian 5
Film Indonesia Terbaik 2015 bagian 5

Ini lanjutan dari Inilah 10 Film Indonesia Terbaik 2015 Bagian 4 

9. Filosofi Kopi The Movie

Filosofi Kopi The Movie berangkat dari cerpen panjang Dewi Lestari alias Dee. Sebagaimana layaknya sebuah cerpen, banyak elemen yang perlu ditambahkan bila ingin difilmkan. Maka, ada elemen-elemen tambahan di film yang tak terdapat di cerpennya. Bagusnya, jika Madre--yang juga diangkat dari cerpen panjang Dee–hal tersebut merusak film, pada Filosofi Kopi hal demikian tak terjadi.

Film ini jadi enak ditonton tentu saja berkat hasil kerja Angga Dwimas Sasongko berikut aktor dan aktrisnya. Membaca cerpennya, kita akan melihat Dee sebenarnya sedang bergenit ria mencari-cari makna filosofis dari kopi. Sedang di filmnya, Angga memberi asupan emosi dan jiwa yang lebih dari sekadar paparan mencari kopi terenak. Alhasil, menonton Filosofi Kopi versi film seperti menyeruput kopi ditemani pisang goreng atau penganan lain. Rasanya lebih lengkap dan nikmat.

10. Jenderal Soedirman

Membuat film perjuangan seperti Jenderal Soedirman tak murah. Film ini didukung penuh oleh jajaran purnawirawan TNI AD. Sejak lama, militer memang kerap terlibat pembuatan film. Jadi, sebetulnya ini hanya melanjutkan praktik yang sudah dilakukan bertahun-tahun.

Lantas, kenapa dipilih memfilmkan Jenderal Soedirman? Selama Orde Baru, sang jenderal digambarkan ditaruh di pinggir dalam narasi besar heroisme Soeharto dalam aksi Serangan Umum. Soedirman digambarkan sebagai sosok lemah yang sakit-sakitan. Lewat film karya Viva Westy ini, untuk pertama kalinya, sang jenderal seolah diberi tempat untuk ‘membela diri’.

Perang gerilya yang dilakukannya menghindari aksi polisionil Belanda yang ingin menguasai kembali Republik tergambar jelas. Soedirman (di film diperankan Adipati Dolken) bukan lagi jenderal lemah yang sakit-sakitan.

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *