by

Inilah 10 Film Indonesia Terbaik 2015 Bagian 4

-Debroo-137 views

Debroo.com. Inilah 10 Film Indonesia Terbaik Sepanjang 2015. Pada tahun 2015 ini terdapat 117 judul film yang diproduksi, naik 4 film dari tahun 2014, yang 113 judul film. Angka itu bukan jumlah produksi terbanyak sepanjang sejarah. Di tahun 1970-an, dalam setahun pernah diproduksi 130-an film

Film Indonesia Terbaik 2015 bagian 4
Film Indonesia Terbaik 2015 bagian 4

Ini lanjutan dari Inilah 10 Film Indonesia Terbaik 2015 Bagian 3 

7. Nay

Film ini terutama dikritik habis-habisan lantaran formatnya menjiplak Locke (2014) karya Steven Knight. SNay juga hanya menyorot seorang tokohnya yang bernama Nay (Ine Febriyanti) mengendarai mobil sendirian sambil bertelepon dengan orang-orang. Dari segi format,

Nay menggugat toleransi kita, sejauh mana kita akan menganggap karya yang berformat serupa sebagai karya jiplakan atau tidak? Bagaimana bila film Nay memang paling cocok dibuat dengan format cerita seperti Locke? Lalu, andai Anda tak pernah menonton atau mendengar tentang film Locke, bagaimana Anda menilai film Nay?

Ya, cara terbaik menikmati Nay dengan membuang segala pikiran filmnya menjiplak Locke. Anda akan temukan bahwa filmnya layak disebut salah satu ‘mutiara’ perfilman kita tahun ini.

Penyutradaraan Djenar Maesa Ayu sangat rapi. Ia meng-casting orang-orang yang tepat. Ine bermain teramat bagus. Kita seperti melihatnya dalam monolog-monolog teaternya. Sementara itu, Ninik L Karim juga menyumbangkan suaranya yang berwibawa. Kita merasakan kehadirannya walau tak melihat wujudnya.

8. Tanah Mama

Film dokumenter bisa tayang di bioskop komersil. Awal tahun ini rilis Tanah Mama yang diproduseri Nia Dinata. Saya yakin, lobi dan nama besar Nia yang akhirnya membikin film dokumenter ini bisa tayang di bioskop. Namun, kita justru patut syukuri hal tersebut.

Ini menandakan satu hal. Jenis film ini masih diberi tempat, seberapa pun minimnya penonton jenis film begini. Yang sempat menonton Tanah Mama di bioskop sungguh beruntung sebab ini tontonan penting.

Sutradara Asrida Elisabeth merekam kehidupan ‘mama’ di Papua bernama Halosina. Ia menghidupi empat anaknya sementara suaminya kawin lagi. Di balik kisah penderitaan Halosina terdapat pula gugatan keras pada budaya patriarki. Pesan film ini jelas, adat yang membelenggu dan berlaku tak adil pada perempuan harus diakhiri.

Lanjut : Inilah 10 Film Indonesia Terbaik 2015 Bagian 5

 

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *