by

Cerita Mahaputra : Sinopsis Mahaputra Episode 277

-Debroo-101 views

Debroo.com. Cerita Mahaputra : Sinopsis Mahaputra Episode 277. Di kerajaan Mewar, semua orang yang hadir di ruang keluarga kerajaan Mewar merasa semakin penasaran dengan ucapan Ajabde, sementara Ratu Bhatyani berpura pura tidak tahu

Sinopsis Mahaputra Episode 277
Sinopsis Mahaputra Episode 277

“Mungkin Maharani Uma Devi benar, pasti ada seseorang di dalam istana ini yang akan membantunya atau bagaimana bisa dia melakukan hal ini semua sendirian? Jadi mungkin saja orang itu masih berada di istana ini” Pangeran Mahaputra langsung menghentikan ucapan Ajabde “Ajabde! Jangan lewati batasanmu sendiri!”

Ajabde menyangkalnya “Semua orang yang berada disini termasuk kamu, pangeran ,,, semuanya tahu kalau Choti Ma tidak ingin pernikahan kita ini terjadi, dia bahkan telah mengungkapkannya sendiri padaku, aku tidak tahu sejauh mana dia terlibat dalam skenario Maharani Uma Devi tapi aku yakin kalau dia tahu banyak tentang rencana itu”

Pangeran Mahaputra langsung marah begitu mendengarkan ucapan Ajabde “Ajabde! Beraninya kamu menyalahkan Choti Ma ku? Kamu seharusnya tetap pada batasanmu saja! Apa yang kamu tahu tentang dia atau hubungan kami?” Ajabde berusaha untuk menjelaskannya tapi Pangeran Mahaputra mencegahnya

“Tidak ada seorangpun yang diijinkan untuk menciptakan keributan di dalam keluargaku ini! Tidak ada seorangpun yang boleh menciptakan perbedaan diantara aku dan semua ibuku, bahkan tidak juga kamu!” bentak Pangeran Mahaputra lantang sambil menuding kearah Ajabde,

Sinopsis Mahaputra Episode 277. Ajabde menatapnya dengan tatapan tidak percaya, Ratu Bhatyani meminta Pangeran Mahaputra untuk tenang dengan sikapnya yang pura pura baik “Pangeran Mahaputra, dia itu akan menjadi calon istrimu, kamu seharusnya tidak marah padanya”

Ratu Hansa Bai juga menyetujui ucapan Pangeran Mahaputra, Ajabde menangis, sementara Ratu Jaywanta dan Phool merasa sedih dan iba dengannya, dengan perasaan kesal Ajabde segera pergi dari sana cepat cepat tanpa mengucapkan sepatah katapun, sementara Ratu Jaiwanata segera menyusul Ajabde di belakang, Ratu Bhatyani tersenyum senang melihatnya dan merasa lega

Di halaman istana kerajaan Mewar, Ratu Jaywanta menghentikan langkah Ajabde yang berusaha keluar dari istana itu “Ajabde! Berhenti!” ketika Ajabde berbalik dilihatnya dibelakangnya ada Ratu Jaywanta yang sedang berdiri menatapnya tajam

“Aku berani bersumpah kalau aku mengatakan yang sebenarnya tadi, aku memang tidak mempunyai bukti apapun yang bisa menunjukkan kalau Choti Ma terlibat juga dalam semua ini” Ratu Jaywanta bisa melihat dengan jelas kalau Ajabde mulai meragukan Ratu Bhatyani

“Aku memang tidak mempunyai bukti apapun yang menunjuk Choti Ma tapi dia selalu menghina orangtuaku ketika kita bertemu dengannya, aku tidak berbohong, Rani Ma ,,, dia itu tidak mencintai Pangeran Mahaputra, dia tidak menginginkan hal yang terbaik untuk Pangeran Mahaputra, aku tidak berkhayal” ujar Ajabde sedih

“Dia tidak menginginkan aku menikah dengan Pangeran Mahaputra, aku minta maaf karena aku telah kehilangan kesabaranku, aku telah mengecewakan kamu dua kali, aku mohon maafkan aku” ujar Ajabde sambil mengatupkan kedua tangannya

“Ajabde, jika kamu pergi dari sini sekarang maka seluruh usaha kita untuk menyatukan kamu dan Pangeran Mahaputra akan gagal, aku setuju kalau saat ini Pangeran Mahaputra sedang benar benar sangat marah, aku juga tidak pernah melihat dia marah seperti tadi sebelumnya, tapi itu sangat perlu untuk kamu untuk menjelaskan masalah ini sekarang” akhirnya Ajabde menyetujui untuk mengikuti apapun yang dia katakan padanya Sinopsis Mahaputra Episode 277

“Katakan satu hal, Rani Ma ,,, apakah aku ini salah? Aku akan pergi dan meminta maaf padanya segera! Katakan padaku, Rani Ma ,,, apakah aku ini salah dan sedang membayangkan ini semua?” tanya Ajabde cemas

“Tidak ada yang lebih hebat daripada suara hatimu yang terdalam, Ajabde ,,, jangan pernah takut pada siapapun dan jangan berhenti untuk mendengarkan suara hatimu yang terdalam, bahkan tidak juga Pangeran Mahaputra, kadang seseorang harus terdiam dan tenang ketika melihat keadaan disekitarnya”

Ajabde menyadari kalau Ratu Jaywanta telah mengetahui semuanya selama ini, Ratu Jaywanta ingin agar Ajabde selalu memenuhi dirinya dengan kebenaran “Kamu masih sangat muda sekali saat ini, temukan kejujuranmu dengan caramu sendiri dan buatlah kesimpulanmu sendiri, sekarang kamu harus masuk ke dalam bersamaku” Ajabde akhirnya menuruti permintaan calon ibu mertuanya

Di dalam istana, Ratu Bhatyani tidak suka ketika melihat Ratu Jaywanta dan Ajabde kembali memasuki ruangan tersebut, Ratu Jaywanta menceritakan semuanya pada semua orang yang hadir disana kalau apa yang telah dilakukan oleh Ajabde telah membuktikan kalau dirinya benar benar peduli dengan Pangeran Mahaputra

“Kita seharusnya bisa mengerti perasaannya ketika dia datang kesini untuk mencari tahu tentang serangan pada Pangeran Mahaputra, dia bahkan tidak berfikir bagaimana orang lain ketika melihat situasi seperti ini, Inilah yang disebut dua raga dalam satu jiwa! Nyawa Pangeran Mahaputra ada di dalam tubuh Ajabde, begitu pula sebaliknya” semua orang akhirnya tersenyum begitu mendengar penjelasan Ratu Jaywanta kecuali Pangeran Mahaputra yang masih memasang muka serius di wajahnya.

RATU JAYWANTA menceritakan bagaimana kehidupan Pangeran Mahaputra dengan Ajabde dan juga sebaliknya. Semua orang tersenyum. Pangeran Mahaputra dan Ajabde saling melihat satu sama lain. RATU JAYWANTA berkata “tidak ada yang beruntungan atau diuntungkan. Aku tahu seberapa baik RATU BHATYANI. Dia tidak pernah memasukan kata kata ajabde kedalam hatinya. Dia membawa Ajabde ke RATU BHATYANI. Apakah aku salah? Akankah kamu tidak memaafkan nya atas kesalahan sederhana yang ia buat?” Ajabde melipatan tangannya dan meminta maaf.

RATU BHATYANI tidak memiliki pilihan selain mengalah. Kamu khawatir pada Pangeran Mahaputra yang membuat kamu mengatakan semua itu. Kamu tidak harus marah pada istri mu, tetapi kamu harus benar-benar bangga. Kamu beruntung. RATU JAYWANTA mengangguk.

RAJA UDAY SINGH berkata pada pengantin untuk pergi dan bersiap. Kami akan datang ke istana setelah vinayak puja. Siapa yang akan menyambut kami jika kamu tetap tinggal di sini? Phool tersenyum meskipun Pangeran Mahaputra masih marah. Dia tampak melihat Ajabde tersenyum dan RATU BHATYANI mengamati ini.

Uma Devi mengemas tas nya. Dia ingat kata-kata RATU BHATYANI dan merasa patah hati. Phool datang. Uma Devi ingat saat Phool setuju dengan Ajabde. Aku akan memberitahu segalanya. Kemas tas mu segera. Phool menolak untuk pergi bersamanya.

“Aku datang ke sini untuk membawa kembali gelang mu untuk Ajabde. Bila kamu tidak siap untuk memberkati nya, maka apa yang akan dia lakukan dengan gelang ini? Ajabde dapat hidup / memulai hidupnya tanpa mereka. Uma Devi berkata bahwa dia akan menyesal. “Kamu siap untuk melawan nenek mu demi putri seorang Samant ?” Phool berkata padanya untuk tidak menggunakan kata-kata itu pada Ajabde. “Dia akan menjadi ratu di Mewar”. Uma Devi marah.

Dia berbicara melawan Ajabde dan mencoba untuk menghasut Phool dan dirinya juga, tapi sia-sia. Phool berbicara tentang dharma yang lebih besar dari keluarga. Uma Devi tidak peduli tentang semua itu sekarang. ‘Kamu harus datang ke Marwar untuk menjelaskan semuanya”. Dia panik saat ia ingat peringatan suaminya.

Phool tetap diam. Jika aku di sini dan mendukung mu dalam semua hal, maka keputusan ku untuk tidak kembali akan semakin kuat. “Aku tidak akan kembali tanpa memenuhi janji ku”. Dia berjalan keluar dari ruangan sementara Uma Devi menyuruhnya untuk berhenti. Dia tidak bisa mengerti ke mana harus pergi sekarang.

Vinayak puja sedang berjalan. Imam memanggil RAJA UDAY SINGH untuk puja.

Uma Devi kembali dan mengingatkan Phool yang setuju dengan Ajabde dan RATU BHATYANI pergi melawan nya lagi. RATU BHATYANI menghentikan palki nya. Dia mencoba untuk menjelaskan tapi Uma Devi tidak mau mendengarkan kata-katanya kali ini.
“Aku melakukan segala sesuatu untuk mu dan kamu menyalahkan ku atas semuanya. Kamu terus membela diri. Sekarang aku mengerti semua rencana mu” RATU BHATYANI berbicara tentang mimpi bahwa mereka telah terlihat bersama-sama. Uma Devi menyebutnya sebuah kebohongan.

“Kamu berpikir tidak ada yang sepintarmu dan kamu berpikir diri mu berada di atas semua orang tapi aku adikmu. Aku tahu kau. Aku ingin tahu apa yang akan terjadi pada mu di masa depan. Kamu akan berada di tempat yang jauh lebih buruk dari ku di masa depan. Suatu hari aku akan membalas dendam atas semuanya”. Dia memerintahkan pelayannya untuk membawa palki dan pergi, sementara RATU BHATYANI memohon padanya untuk mendengarkan dia. RATU BHATYANI khawatir / hampir menangis karena kakaknya pergi.

 

Advertisements

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *